AMALAN PERUSAK QALBU #1 – KEMUNAFIKAN
Diterbitkan pertama kali pada: 12-Nov-2023 @ 09:21
8 menit membaca🗒️ *AMALAN PERUSAK QALBU #1 – KEMUNAFIKAN*
Ustadz Ahmad Zainuddin Al Banjary
28 Rabi’ul Akhir 1445H/12 nov . 2023
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima Bekasi
Qalbu, jika rusak maka akan sangat berpengaruh pada anggota tubuh kita.
Qalbu yang rusak maka anggota tubuh akan melakukan kemaksiatan, akan tidak istiqomah.
✅ Contoh amalan perusak hati adalah Ikuti hawa nafsu, bermewah, suka berkelahi dan suka debat, lalai, kesombongan, munafik, cinta dunia, cinta pada popularitas.
➡️ 1️⃣ KEMUNAFIKAN
Judul dipilih untuk pengingat diri, supaya iman jujur luar dalam.
✅ Makna
🔸secara bahasa (nifaqun) – terputusnya sesuatu dan habisnya sesuatu tersebut.
🔸 – tersembunyi nya sesuatu atau menyembunyikan sesuatu.
Di jalan yang seperti nampak air – fatamorgana – ini juga makna munafik.
🔹Secara syariat – menampakkan kebaikan dan sembunyikan keburukan.
🔹 Ibnu Katsir – dari Ibnu Juraih – kemunafikan adalah ucapan nya menyelisihi perbuatan, perkara rahasianya menyelisihi perkara terang benderang, saat sendirian berbeda dengan saat ada orang banyak.
❗Hal menarik dari saat sendirian. Bila lakukan kemaksiatan ada kelezatan, ada kelezatan.. Namun ada juga yang lebih lezat yaitu ketaatan dalam kesendirian.
Dan ini akan menghapus dosa saat sendirian, sebagai obat dosa saat sendirian.
Tholhah bin zubair – jika kau sanggup beramal saat sendirian maka lakukan.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اِنَّ الْحَسَنٰتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّاٰتِ ۗ
” Perbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan.”
(QS. Hud 11: Ayat 114)
➡️ Kemunafikan dibagi menjadi dua.
1️⃣ Nifak Akbar / besar, pada keyakinan.
🔹Ibnu Taimiyyah – Kemunafikan itu seperti kekufuran, kekufuran akbar keluarkan dari Islam seperti juga kemunafikan akbar. Dan ada kekufuran kecil yang tidak mengeluarkan dari Islam begitu juga kemunafikan kecil.
Contoh kemunafikan akbar – Seseorang secara dhahir beriman dengan rukun iman tetapi secara batin tidak beriman sebagian atau seluruhnya.
Kemunafikan akbar ini sudah ada sejak Jaman Nabi shallallahu alaihi wasallam dan tempatnya di dasar neraka.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ فِى الدَّرْكِ الْاَ سْفَلِ مِنَ النَّا رِ ۚ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيْرًا
“Sungguh, orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka,”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 145)
Ibnul Qayyim – pelaku munafik akbar adalah zindiq.
Contoh munafik akbar – orang-orang yang menolong orang kafir untuk memerangi kaum muslimin.
2️⃣ Nifak Ashghar / kecil, nama lain adalah Nifak amali.
Yaitu meninggalkan penjagaan pada syariat saat sendirian dan mengamalkan syariat saat dihadapan orang banyak.
❓Yang bedakan – munafik akbar sama sekali tidak ada keyakinan. Sama sekali tidak beriman.
Munafik kecil – dalam Qalbu nya ada pokok keimanan.
Kemunafikan kecil juga bisa antarkan pada munafik akbar, sebagaimana kekufuran kecil yang bisa antarkan pada kemunafikan akbar.
Contoh – berhukum selain hukum Allah, namun bisa jadi kufur akbar bila meyakini bahwa undang-undang itu sama atau lebih baik daripada Alqur’an.
Ingkar janji – bisa jadi munafik akbar bila ada keyakinan halal nya ingkar janji.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مِنْ عَلاَمَاتِ الْمُنَافِقِ ثَلاَثَةٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا ائْتُمِنَ خَانَ
“Di antara tanda munafik ada tiga: jika berbicara, dusta; jika berjanji, tidak menepati; jika diberi amanat, ia khianat.” (HR. Muslim)
➡️ Wajib takut pada kemunafikan.
🔸Para sahabat Radhiallahu’anhum takut akan kemunafikan. kemunafikan.
وقال ابنُ أبي مُلَيْكَة : أَدْرَكْتُ ثَلاَثِيْنَ مِنْ أَصْحَابِ النَّبيِّ – صلى الله عليه وسلم – كُلُّهُمْ يَخَافُ النِّفَاقَ عَلَى نَفْسِهِ .
“Ibnu Abi Mulaikah pernah berkata: Aku telah mendapati 30 orang sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, semuanya khawatir pada dirinya tertimpa kemunafikan.” (HR. Bukhari)
🔸Dalam Syiar An Nubala, Imam Adz Dzahabi menulis – Abu Darda setiap selesai sholat atau sebelum salam berdoa untuk terhindar dari kemunafikan.
Seseorang bisa berbalik dari agamanya hanya sesaat. Kemudian keluar dari Islam.
🔸Dari Hanzholah Al Usayyidiy -beliau adalah di antara juru tulis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam-, ia berkata, “Abu Bakr pernah menemuiku, lalu ia berkata padaku, “Bagaimana keadaanmu wahai Hanzhalah?” Aku menjawab, “Hanzhalah kini telah jadi munafik.” Abu Bakr berkata, “Subhanallah, apa yang engkau katakan?” Aku menjawab, “Kami jika berada di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kami teringat neraka dan surga sampai-sampai kami seperti melihatnya di hadapan kami. Namun ketika kami keluar dari majelis Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kami bergaul dengan istri dan anak-anak kami, sibuk dengan berbagai urusan, kami pun jadi banyak lupa.” Abu Bakr pun menjawab, “Kami pun begitu.”
Kemudian aku dan Abu Bakr pergi menghadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu aku berkata, “Wahai Rasulullah, jika kami berada di sisimu, kami akan selalu teringat pada neraka dan surga sampai-sampai seolah-olah surga dan neraka itu benar-benar nyata di depan kami. Namun jika kami meninggalkan majelismu, maka kami tersibukkan dengan istri, anak dan pekerjaan kami, sehingga kami pun banyak lupa.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu bersabda, “Demi Rabb yang jiwaku berada di tangan-Nya. Seandainya kalian mau kontinu dalam beramal sebagaimana keadaan kalian ketika berada di sisiku dan kalian terus mengingat-ingatnya, maka niscaya para malaikat akan menjabat tangan kalian di tempat tidurmu dan di jalan. Namun Hanzhalah, lakukanlah sesaat demi sesaat.” Beliau mengulanginya sampai tiga kali. (HR. Muslim).
🔸Umar bin Khaththab – orang yang beberapa pendapat nya disetujui oleh Allah ﷻ, orang terbaik kedua setelah para Rasul dan para nabi dan setelah Abu Bakar, Umar kalau jalan di sebuah jalan maka setan milih jalan yang lain –
Hudzaifah Ibnul Yaman (sekretaris Nabi ﷺ ) – berkata – suatu saat Umar bin Khaththab dipanggil untuk sholat Jenazah – dan Hudzaifah menahan Umar untuk duduk dan Hudzaifah mengatakan bahwa jika jenazah tersebut termasuk munafik yang disebutkan oleh Rasulullah ﷺ.
Dan Umar pun malah bertanya apakah dirinya termasuk munafik.
➡️ Sifat-sifat orang munafik dalam Al-Qur’an dan Sunnah.
1️⃣ Qalbu ada penyakit.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌ ۙ فَزَا دَهُمُ اللّٰهُ مَرَضًا ۚ وَلَهُمْ عَذَا بٌ اَلِيْمٌ ۙ بِۢمَا كَا نُوْا يَكْذِبُوْنَ
“Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya itu; dan mereka mendapat azab yang pedih karena mereka berdusta.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 10)
🔹Qalbu yang sakit ada dua –
✔️Qalbu yang didalamnya ada syubhat – yang mengedepankan akal daripada dalil sehingga ada keraguan.
Contoh – syubhat LGBT adalah takdir, padahal dalil syari mengatakan haram.
✔️Qalbu yang di dalamnya ada syahwat. Yaitu mengedepankan hawa nafsu daripada akal sehat dan dalil.
Contoh judi slot.. Padahal sudah tahu bahwa mesin itu dirancang untuk susah menang, apalagi dalil nya adalah haram.
2️⃣ Hati penuh dengan syahwat haram.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
فَلَا تَخْضَعْنَ بِا لْقَوْلِ فَيَـطْمَعَ الَّذِيْ فِيْ قَلْبِهٖ مَرَضٌ وَّقُلْنَ قَوْلًا مَّعْرُوْفًا
“Maka janganlah kamu tunduk (melemah-lembutkan suara) dalam berbicara sehingga bangkit nafsu orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik.”
(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 32)
Orang yang munafik ragu-ragu akan keislamannya maka akan meremehkan hukum syariat, sedikit-sedikit akan terikut hawa nafsu.
3️⃣Menyombongkan diri – merendahkan orang lain dan menolak kebenaran.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَاِ ذَا قِيْلَ لَهُمْ تَعَا لَوْا يَسْتَغْفِرْ لَـكُمْ رَسُوْلُ اللّٰهِ لَـوَّوْا رُءُوْسَهُمْ وَرَاَ يْتَهُمْ يَصُدُّوْنَ وَهُمْ مُّسْتَكْبِرُوْنَ
“Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Marilah (beriman), agar Rasulullah memohonkan ampunan bagimu,” mereka membuang muka dan engkau lihat mereka berpaling dengan menyombongkan diri.”
(QS. Al-Munafiqun 63: Ayat 5)
4️⃣ Olok-olok syariat
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
يَحْذَرُ الْمُنٰفِقُوْنَ اَنْ تُنَزَّلَ عَلَيْهِمْ سُوْرَةٌ تُنَبِّئُهُمْ بِمَا فِيْ قُلُوْبِهِمْ ۗ قُلِ اسْتَهْزِءُوْا ۚ اِنَّ اللّٰهَ مُخْرِجٌ مَّا تَحْذَرُوْنَ
“Orang-orang munafik itu takut jika diturunkan suatu surah yang menerangkan apa yang tersembunyi di dalam hati mereka. Katakanlah (kepada mereka), “Teruskanlah berolok-olok (terhadap Allah dan Rasul-Nya).” Sesungguhnya Allah akan mengungkapkan apa yang kamu takuti itu.”
(QS. At-Taubah 9: Ayat 64)
Qotadah berkata nama lain surat taubat adalah surat yang membongkar kemunafikan.
5️⃣ Mengolok-olok orang yang beriman.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَاِ ذَا لَقُوْا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قَا لُوْاۤ اٰمَنَّا ۚ وَاِ ذَا خَلَوْا اِلٰى شَيٰطِيْنِهِمْ ۙ قَا لُوْاۤ اِنَّا مَعَكُمْ ۙ اِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِءُوْنَ
“Dan apabila mereka berjumpa dengan orang yang beriman, mereka berkata, “Kami telah beriman.” Tetapi apabila mereka kembali kepada setan-setan (para pemimpin) mereka, mereka berkata, “Sesungguhnya kami bersama kamu, kami hanya berolok-olok.””
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 14)
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اَللّٰهُ يَسْتَهْزِئُ بِهِمْ وَيَمُدُّهُمْ فِيْ طُغْيَا نِهِمْ يَعْمَهُوْنَ
“Allah akan memperolok-olokkan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 15)
6️⃣ Menahan kaum mukminin bersedekah untuk kaum muslimin.
Saat ini – doakan orang-orang yang mendzalimi saudara kaum muslimin.
Kita juga harus berusaha untuk sedekah.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
هُمُ الَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ لَا تُنْفِقُوْا عَلٰى مَنْ عِنْدَ رَسُوْلِ اللّٰهِ حَتّٰى يَنْفَضُّوْا ۗ وَلِلّٰهِ خَزَآئِنُ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضِ وَلٰـكِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ لَا يَفْقَهُوْنَ
“Mereka yang berkata (kepada orang-orang Ansar), “Janganlah kamu bersedekah kepada orang-orang (Muhajirin) yang ada di sisi Rasulullah sampai mereka bubar (meninggalkan Rasulullah).” Padahal milik Allahlah perbendaharaan langit dan bumi, tetapi orang-orang munafik itu tidak memahami.”
(QS. Al-Munafiqun 63: Ayat 7)
7️⃣ Loyal kepada orang kafir,menolong orang kafir untuk memeramgi kaum muslimin.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
ٱلَّذِيْنَ يَتَّخِذُوْنَ الْـكٰفِرِيْنَ اَوْلِيَآءَ مِنْ دُوْنِ الْمُؤْمِنِيْنَ ۗ اَيَبْتَغُوْنَ عِنْدَهُمُ الْعِزَّةَ فَاِ نَّ الْعِزَّةَ لِلّٰهِ جَمِيْعًا
“(yaitu) orang-orang yang menjadikan orang-orang kafir sebagai wali (orang dekat, dicintai) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Ketahuilah bahwa semua kekuatan itu milik Allah.” (QS. An-Nisa’ 4: Ayat 139)
8️⃣ Malas beramal terutama sholat dan Dzikir kepada Allah.
Sholat adalah potret kaum mukmin.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ يُخٰدِعُوْنَ اللّٰهَ وَهُوَ خَا دِعُهُمْ ۚ وَاِ ذَا قَا مُوْۤا اِلَى الصَّلٰوةِ قَا مُوْا كُسَا لٰى ۙ يُرَآءُوْنَ النَّا سَ وَلَا يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ اِلَّا قَلِيْلًا
“Sesungguhnya orang munafik itu hendak menipu Allah, tetapi Allah-lah yang menipu mereka. Apabila mereka berdiri untuk sholat, mereka lakukan dengan malas. Mereka bermaksud riya (ingin dipuji) di hadapan manusia. Dan mereka tidak mengingat Allah (dzikir) kecuali sedikit sekali.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 142)
9️⃣ Ridho dengan hukum selain hukum Allah
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَاِ ذَا قِيْلَ لَهُمْ تَعَا لَوْا اِلٰى مَاۤ اَنْزَلَ اللّٰهُ وَاِ لَى الرَّسُوْلِ رَاَ يْتَ الْمُنٰفِقِيْنَ يَصُدُّوْنَ عَنْكَ صُدُوْدًا
“Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Marilah (patuh) kepada apa yang telah diturunkan Allah dan (patuh) kepada Rasul,” (niscaya) engkau (Muhammad) melihat orang munafik menghalangi dengan keras darimu.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 61)
🔟 Suka dipuji padahal bukan prestasinya.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
لَا تَحْسَبَنَّ الَّذِيْنَ يَفْرَحُوْنَ بِمَاۤ اَتَوْا وَّيُحِبُّوْنَ اَنْ يُّحْمَدُوْا بِمَا لَمْ يَفْعَلُوْا فَلَا تَحْسَبَنَّهُمْ بِمَفَا زَةٍ مِّنَ الْعَذَا بِ ۚ وَلَهُمْ عَذَا بٌ اَ لِيْمٌ
“Jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka dipuji atas perbuatan yang tidak mereka lakukan, jangan sekali-kali kamu mengira bahwa mereka akan lolos dari azab. Mereka akan mendapat azab yang pedih.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 188)
1️⃣1️⃣ Ridho dengan kedudukan yang rendah dalam porsi agama.
Termasuk orang yang ganti kebaikan dengan keburukan.
Contoh, bekerja di dunia pendidikan Islam. Dan mengganti menjadi pengusaha, jauh dari dakwah.
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
{قَالَ أَتَسْتَبْدِلُونَ الَّذِي هُوَ أَدْنَى بِالَّذِي هُوَ خَيْرٌ}
Musa berkata, “Maukah kalian mengambil sesuatu yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik?” (Al-Baqarah: 61)
1️⃣2️⃣ Amar munkar nahi ma’ruf.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اَلْمُنٰفِقُوْنَ وَا لْمُنٰفِقٰتُ بَعْضُهُمْ مِّنْۢ بَعْضٍ ۘ يَأْمُرُوْنَ بِا لْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوْفِ وَيَقْبِضُوْنَ اَيْدِيَهُمْ ۗ نَسُوا اللّٰهَ فَنَسِيَهُمْ ۗ اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ
“Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, satu dengan yang lain adalah (sama), mereka menyuruh (berbuat) yang mungkar dan mencegah (perbuatan) yang makruf dan mereka menggenggamkan tangannya (kikir). Mereka telah melupakan Allah, maka Allah melupakan mereka (pula). Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik.”
(QS. At-Taubah 9: Ayat 67)
Dan masih banyak yang lain.
Musik akan menumbuhkan kemunafikan dalam Qalbu.
Semoga bermanfaat,
##$$-aa-$$##
#munafik #setan #dalil


