Diterbitkan pertama kali pada: 06-Okt-2024 @ 21:00

4 menit membaca

🗞️*Alkabair-14 :BAB BANYAK OMONG*
✒️Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
🎤Ustadz Dr Firanda Andirja Lc MA
🗓️ 3 Rabi’ul Akhir 1446H/ 6 Oktober 2024
Bada Maghrib – Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima Bekasi.

Dosa terkait lisan sangat relevan pada jaman ini karena banyak orang yang hobi berbicara, bahkan pembicaraan menjadi tontonan.

➡️ *BAB TENTANG BANYAK OMONG*

✅ Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

{وَإِنَّ عَلَيْكُمْ لَحَافِظِينَ كِرَامًا كَاتِبِينَ يَعْلَمُونَ مَا تَفْعَلُونَ}

Padahal sesungguhnya bagi kalian ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi/menjaga (perbuatan kalian), yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (perbuatan kalian itu), mereka mengetahui apa yang kalian kerjakan (Al-Infithar: 10-12)

Syaikh ingin menjelaskan bahwa kalau seseorang ingin bicara akan diawasi oleh malaikat, tugas nya hafidhin, yaitu menjaga atau mencatat seluruh amalan perbuatan hamba. Termasuk di dalam nya perkataan.

Ada pedoman salaf – barang siapa yang menganggap perkataan termasuk amalan maka dia akan sedikit berbicara.

Umar bin Khaththab : siapa yang banyak bicara makan akan banyak salahnya. Dan siapa yang banyak salahnya maka akan hilang rasa malunya.

Dan Slsemua perbuatan (pendengaran, penglihatan, perkataan) akan kita pertanggung jawabkan di akhirat kelak.

Kalau ingin bicara harus pikir dulu. Hanya Yang bagus saja yang diucapkan.
Ingat akan nasihat Nabi ﷺ,

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata yang baik atau diam.” HR Bukhari dan Muslim

Bahkan saat ini banyak candaan akan malaikat. Padahal malaikat adalah makhluk yang sangat mulia. Ini ngeri.. ❗

Lihatlah bagaimana akhlak mulia nya Utsman, sampai-sampai malaikat malu kepada nya.

Ayat ini menunjukkam bahwa perkataan termasuk perbuatan.

✅ Dalil lain,

وَعَنِ الْمُغِيْرَةِ بْنِ شُعْبَةَ رضي الله عنه عَنْ رَسُوْلِ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم قَالَ: “إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَ عَلَيْكُمْ عُقُوْقَ الأُمَّهَاتِ، وَوَأْدَ اَلْبَنَاتِ، وَمَنْعًا وَهَاتِ، وَكَرِهَ لَكُمْ قِيْلَ وَقَالَ، وَكَثْرَةَ السُّؤَالِ، وَإِضَاعَةَ الْمَالِ.” مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

Dari Al-Mughirah bin Syu’bah radhiallahu ‘anhu, dari Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya Allāh ﷻ mengharamkan atas kalian durhaka kepada para ibu, mengubur anak-anak perempuan hidup-hidup, hanya sekedar bisa menuntut hak, sementara tidak menunaikan hak orang lain (banyak menuntut sesuatu yang tidak pantas dituntutnya), mengatakan “katanya dan katanya” (banyak menukil perkataan manusia, terlalu banyak bertanya (meminta), dan membuang-buang (menyia-nyiakan) harta.” (Muttafaqun ‘alaih)

Disini Nabi ﷺ sebut 6 perkara :

1. Durhaka kepada para ibu,
A. potensi durhaka ke ibu lebih banyak,
B. Kebaikan ibu juga tidak terlihat.

2. Mengubur anak perempuan hidup-hidup. Ini kebiasaan sebagian kabilah arab, bukan seluruh kabilah.
Sisi lain, ngurus anak perempuan itu merepotkan, dan tidak bisa ikut perang.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُمْ بِالأنْثَى ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ (58) يَتَوَارَى مِنَ الْقَوْمِ مِنْ سُوءِ مَا بُشِّرَ بِهِ أَيُمْسِكُهُ عَلَى هُونٍ أَمْ يَدُسُّهُ فِي التُّرَابِ أَلا سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ (59)

Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah, ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memelihara­nya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkan­nya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu.
Qs An Nahl 58-59.

🔹Ada dua pilihan dari sebagian kabilah tersebut.
A. Langsung dibunuh begitu lahir anak perempuan
B. Ditahan dulu sampai umur 7 tahun.

Padahal anak itu anugerah baik laki-laki atau perempuan. Dany itu juga atas karunia Allah.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

أَوْ يُزَوِّجُهُمْ ذُكْرَانًۭا وَإِنَـٰثًۭا ۖ وَيَجْعَلُ مَن يَشَآءُ عَقِيمًا ۚ إِنَّهُۥ عَلِيمٌۭ قَدِيرٌۭ

atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa) yang dikehendaki-Nya, dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa. Surat Asy-Syura (42) Ayat 50

Ustadz bercerita ada seseorang yang punya anak 65, semua nya perempuan.

3. Tafsir dari وَمَنْعًا وَهَاتِ adalah :

A. Suka mengumpulkan harta dan pelit
B. Atau semangat tuntut hak tidak menunaikan kewajiban.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

وَيْلٌ لِلْمُطَفِّفِينَ (1) الَّذِينَ إِذَا اكْتَالُوا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُونَ (2) وَإِذَا كَالُوهُمْ أَوْ وَزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ (3)

Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.
Al-Muthaffifin, ayat 1-3

Contoh antara bos dan anak buah.. Antara rakyat dan penguasa. Salah satu pihak kadang salah satu lupa kewajiban.
Lebih baik kita penuhi kewajiban, karena hak bisa kita dapat di akhirat.

❗❗ Ini bahasan utama.

Menukil berita ada Dua syarat yaitu valid dan bermanfaat.

Kalau diam lebih selamat.

Bertanya yang perlu untuk kehidupan kita.

Jangan terlalu banyak tanya, kepo.
Jangan terlalu banyak minta tolong, akibatnya mengurangi tauhid.
Selanjutnya orang yang buang-buang harta pada perkara yang haram (judi, rokok, beli barang tapi gak dirawat).
Memberi barang yang tidak ada manfaatnya.
Israf – melakukan hal berlebihan. Misal beli makanan yang berlebihan mahalnya.
Israf – mengeluarkan biaya banyak sedikit manfaat.

✅ Diriwayatkan dari Jabir radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah ﷺ  bersabda,

إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَحَاسِنَكُمْ أَخْلَاقًا وَإِنَّ أَبْغَضَكُمْ إِلَيَّ وَأَبْعَدَكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ
الثَّرْثَارُونَ وَالْمُتَشَدِّقُونَ وَالْمُتَفَيْهِقُونَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَدْ عَلِمْنَا الثَّرْثَارُونَ وَالْمُتَشَدِّقُونَ فَمَا الْمُتَفَيْهِقُونَ قَالَ الْمُتَكَبِّرُونَ

“Sesungguhnya orang yang paling aku cintai di antara kalian dan yang paling dekat kedudukannya denganku di hari kiamat kelak adalah orang yang terbaik akhlaqnya. Dan orang yang paling aku benci dan paling jauh dariku pada hari kiamat kelak adalah tsartsarun, mutasyaddiqun dan mutafaihiqun.” Sahabat berkata: “Ya Rasulullah… kami sudah tahu arti tsartsarun dan mutasyaddiqun, lalu apa arti mutafaihiquun?” Beliau menjawab, “Orang yang sombong.” (HR. Tirmidzi, ia berkata ‘hadits ini hasan gharib).

Akhlak mulia itu sangat tinggi keutamaan.

Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda,

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَكْمَلُ المُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا

“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.” HR Tirmidzi

♦️ Tiga pokok akhlak mulia.

1. Murah senyum
2. Suka membantu
3. Tidak ganggu orang lain

Kata tsartsarun = banyak omong
mutasyaddiqun. = gerak-gerak bibir saat omong dalam-dalam.

Hati-hati dengan lisan, karena lisan adalah ungkapan hati.

Semoga bermanfaat,

#buruk #lisan #tulisan #salaf #katanya

##$$-aa-$$##

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?