Uncategorized

MAKNA DOA DAN DZIKIR – 54

This entry is part 44 of 57 in the series Hisnul Muslim

Diterbitkan pertama kali pada: 28-Sep-2024 @ 07:00

5 menit membaca

*MAKNA DOA DAN DZIKIR – 54*
Ustadz Muhammad Anwar, Lc MPd
23 Rabi’ul Awal 1446H/28.09.2024
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima

🗞️Kitab – Hisnul Muslim oleh Syaikh Said bin Ali Al Qahthani.

➡️ *95. Do’a naik kendaraan*

بِسْمِ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَناَ هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ، وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ، الْحَمْدُ لِلَّهِ، الْحَمْدُ لِلَّهِ، الْحَمْدُ لِلَّهِ، اللَّهُ أكْبَرُ، اللَّهُ أكْبَرُ، اللَّهُ أكْبَرُ، سُبْحَانَكَ اَللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ

 

Bismillah, alhamdu lillaahi, Subhaanal ladzii sakhkharalanaa hadzaa wa maa kunnaa lahuu muqriniin, wainnaa ilaa Rabbinaa lamunqalibuun. Alhamdu lillaah, Alhamdu lillaah, Alhamdu lillaah, Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, Allaahu Akbar. Subhaanaka Allaahumma innii zhalamtu nafsi faghfir lii, fa’innahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa Anta.

 

“Dengan nama Allah, segala puji bagi Allah, Maha Suci Tuhan yang menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami (di hari kiamat). Segala puji bagi Allah (3x), Allah Maha Besar (3x). Maha Suci Engkau, ya Allah! Sesungguhnya aku menganiaya diriku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.” [HR. Abu Dawud 3/34, At-Tirmidzi 5/501, dan lihat Shahih At-Tirmidzi 3/156]

Asal doa ini, dari Ali bin Abi Thalib.

Seorang Tabi’in Ali bin Rabi’ah bercerita :

“Aku menyaksikan Ali diberi unta untuk ia naiki, kemudian tatkala ia telah meletakkan kakinya di dalam sanggurdi, ia mengucapkan; BISMILLAH, dan ketika telah berada di atas punggungnya ia mengucapkan; ALHAMDULILLAH, kemudian ia mengucapkan; SUBHAANALLADZII SAKHKHARA LANAA HAADZAA WA MAA KUNNAA LAHUU MUQRINIIN, WA INNAA ILAA RABBINAA LAMUNQALIBUUN, Kemudian ia mengucapkan; ALHAMDULILLAAH tiga kali, ALLAAHU AKBAR tiga kali, SUBHAANAKA INNII DZHALAMTU NAFSII FAGHFIR LII, FAINNAHU LAA YAGHFIRUDZ DZUNUUBA ILLAA ANTA.

Kemudian ia tertawa. Kemudian ia ditanya; wahai Amirul mukminin, kenapa engkau tertawa? Ia berkata; aku melihat Rasulullah ﷺ melakukan seperti apa yang aku lakukan kemudian beliau tertawa dan aku katakan; wahai Rasulullah, kenapa engkau tertawa?
Beliau bersabda: “Sesungguhnya Tuhanmu sungguh merasa kagum kepada hambaNya apabila mengucapkan; ya Allah, ampunilah dosa-dosaku! Ia mengetahui bahwa tidak ada yang mengampuni dosa Selain Ku (Allah) .” (HR. Abu Daud dan at Tirmidzi, Imam at Tirmidzi menyatakan hadits ini hasan)

✅ FAIDAH

1. doa ini tidak hanya dibaca untuk transportasi darat. Doa ini bersifat umum untuk semua kendaraan.

Adapun doa dengan Lafazh – Bismillahi Majreha Wamursahaa…. Tidak ada kekhususan untuk kapal. Hadits nya maudhu.

2. Besarnya karunia Allah kepada makhluk. Allah tundukkan makhluk lain untuk manusia. Kalau hewan ternak, dagingnya juga bisa dimanfaatkan.

Firman Allah Ta’ala :

{أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا خَلَقْنَا لَهُمْ مِمَّا عَمِلَتْ أَيْدِينَا أَنْعَامًا فَهُمْ لَهَا مَالِكُونَ (71) وَذَلَّلْنَاهَا لَهُمْ فَمِنْهَا رَكُوبُهُمْ وَمِنْهَا يَأْكُلُونَ (72) وَلَهُمْ فِيهَا مَنَافِعُ وَمَشَارِبُ أَفَلا يَشْكُرُونَ (73) }

Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakan binatang ternak untuk mereka, yaitu sebagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami sendiri, lalu mereka menguasainya? Dan Kami tundukkan binatang-binatang itu untuk mereka; maka sebagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebagiannya mereka makan. Dan mereka memperoleh padanya manfaat dan minuman. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?
Qs Yasin 71-73.

3. Mensucikan Allah dari sifat kekurangan.
Allah tidak butuh makhluk-Nya.

4. Orang yang naik kendaraan hendaknya sambil Tadabur – ingat bahwa dia akan melakukan Safar menuju akhirat.

Khusus nya pada potongan

وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلْإِنسَـٰنُ إِنَّكَ كَادِحٌ إِلَىٰ رَبِّكَ كَدْحًۭا فَمُلَـٰقِيهِ

Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemui-Nya.
Surat Al-Insyiqaq (84) Ayat 6

Sebagian manusia bekerja keras untuk kemaksiatan.

5. Semangat para shahabat dalam mengikuti Rasulullah ﷺ termasuk hal yang kecil. Dalam hal ini Ali meniru Rasulullah ﷺ yang tertawa saat naik kendaraan.

➡️ *96. Do’a bepergian*

Bepergian – Safar. Ada khilaf identifikasi Safar, ada pendapat terkait jarak (80 km) atau urf (adat setempat dengan yang terkait persiapan khusus)

Kalau Syafi’iyah ikuti jarak 80 km, umumnya diikuti oleh muslim Indonesia.

اللَّهُ أكْبَرُ، اللَّهُ أكْبَرُ، اللَّهُ أكْبَرُ، {سُبْحَانَ الَّذِيْ سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِيْنَ. وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ} اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِيْ سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى، اَللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ، اَللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالْخَلِيْفَةُ فِي اْلأَهْلِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوْءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْماَلِ وَالأَهْلِ

Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, Allaahu Akbar. Subhaanal ladzii sakhkharalanaa hadzaa wa maa kunnaa lahuu muqriniin, wa innaa ilaa Rabbinaa lamunqalibuun. Allaahumma innaa nas’aluka fii safarinaa haadzal birra wat taqwaa, wa minal ‘amali maa tardhaa. Allaahumma hawwin ‘alainaa safaranaa hadzaa wa athwi ‘annaa bu’dahu. Allaahumma Antash Shaahibu fis safari wal Khaliifatu fil ahli. Allaahumma innii a’uudzu bika min wa’atsaa’is safari wa ka’aabatil manzhari wa suu’il munqalabi fil maali wal ahli.

 
“Allah Maha Besar (3x). Maha Suci Tuhan yang menundukkan kendaraan ini untuk kami, sedang sebelumnya kami tidak mampu. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami (di hari kiamat). Ya Allah! Sesungguhnya kami memohon kebaikan dan taqwa dalam bepergian ini, kami mohon perbuatan yang kami lakukan mendapat keridhaan-Mu.

Ya Allah! Permudahlah perjalanan kami ini, dan dekatkan jaraknya bagi kami. Ya Allah! Engkaulah teman dalam bepergian dan yang mengurusi keluarga (ku).

Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelelahan dalam bepergian, pemandangan yang menyedihkan dan perubahan yang jelek dalam harta dan keluarga.”

Apabila kembali, do’a di atas dibaca, dan ditambah: “Kami kembali dengan bertaubat, tetap beribadah dan selalu memuji kepada Tuhan kami.”

❗Apabila kembali, do’a di atas dibaca, dan ditambah:

آيِبُونَ، تَائِبُونَ، عَابِدُونَ، لِرَبِّنَا حَامِدُونَ

Aayibuuna taaibuuna ‘aabiduuna lirabbinaa haamiduun

“Kami kembali dengan bertaubat, tetap beribadah dan selalu memuji kepada Tuhan kami.” [HR. Muslim 2/998]

Doa ini dibaca untuk semua tujuan Safar, bukan hanya Safar ibadah.
Safar itu capek, bagan dari adzab.

Rasulullah ﷺ  bersabda,

السَّفَرُ قِطْعَةٌ مِنَ الْعَذَابِ يَمْنَعُ أَحَدَكُمْ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ وَنَوْمَهُ، فَإِذَا قَضَى أَحَدُكُمْ نَهْمَتَهُ مِنْ سَفَرِهِ فَلْيُعَجِّلْ إِلَى أَهْلِهِ

“Safar (bepergian) itu bagian dari azab. Seseorang akan terhalang (terganggu) makan, minum, dan tidurnya. Maka, bila seseorang telah menunaikan maksud safarnya, hendaklah ia menyegerakan diri kembali kepada keluarganya.”

Ya Allah! Engkaulah teman dalam bepergian –

Kebersamaan Allah ada dua
1. secara umum.
2. Secara khusus – hanya diberikan Allah kepada orang-orang pilihan Allah.

Doa kepulangan yang empat hal itu sebaiknya dibaca berulang-ulang. Ketika masuk daerah kita.

Kita bertaubat selesai Safar.
Bahkan dalam ibadah disempurnakan dengan taubat. Hal ini untuk menutupi kekurangan dalam ibadah / safar kita.

Orang yang baru pulang dari ibadah haji sunnah nya adalah memperbanyak istighfar / taubat.

Salah satu tanda ibadah kita diterima adalah adanya rasa kuatir/takut kalau ibadah kita tidak diterima Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dalam Safar tidak ada istirahat/libur dari ibadah yang ada hanya diberi keringanan.

Semoga bermanfaat. Catatan ini bisa dibaca di sini.

#salaf #sunnah #Safar #naik #kendaraan #ibadah #taubat

##$$-aa-##$$

Hisnul Muslim

MAKNA DOA DAN DZIKIR – 52 MAKNA DOA DAN DZIKIR – 55
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?