This entry is part 2 of 3 in the series AntarAqidah

Diterbitkan pertama kali pada: 10-Sep-2023 @ 21:56

4 menit membaca

*PENGANTAR ILMU AQIDAH-2*
Ustadz Dr Firanda Andirja, Lc MA
25 Shafar 1445H / 10 September 2023
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima Bekasi
Ba’da Maghrib

✅1️⃣ Intisari Aqidah secara global adalah rukun iman yang 6 yaitu, beriman kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, hari Akhir, dan beriman terhadap takdir yang baik maupun yang buruk.

Selanjutnya adalah keutamaan sahabat, keutamaan ahlu bait, muamalah dengan penguasa dan akhlaq mulia.

🔸Pembahasan selanjutnya adalah

✅2️⃣. Firqah Islam

🔘 Firqah yang keluar dari Islam, yang dijelaskan para ulama seperti

🔹Rafidoh yang ekstrim (yang mengatakan Al Qur’an tidak lengkap, semua sahabat kafir kecuali segelintir orang, imamah mereka mencapai derajat ketuhanan). Tidak semua Rafidoh keluar dari Islam.

🔹Qodariah ekstrim yang menyatakan Allah tidak memiliki ilmu yang terjadi di kemudian hari. (Tugas Allah hanya mencipta kemudian Allah melihat apa yang terjadi). Mereka lebih gunakan logika.

🔘 dan Firqah-Firqah yang tidak keluar dari Islam.

✅3️⃣ Aliran dan pemikiran dalam Islam kontemporer.

Misalnya
– sekuler
– liberal
– pluralisme
– reinkarnasi
– kapitalisme & sosialisme
– kesamaan gender
– Islam Nusantara

✅4️⃣ Perbandingan agama.
1. Agama samawiyah (Yahudi, Nasrani)
2. Agama non samawiyah (hindu, budha, kong hucu, laotse).

Ketika Nabi ﷺ mengutus Mu’adz bin Jabal dakwah, maka Nabi ﷺ berpesan bahwa yang akan didakwahi adalah ahli kitab, maka dari itu perlu bekal ilmu.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَا تُجَا دِلُوْۤا اَهْلَ الْكِتٰبِ اِلَّا بِا لَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ  

“Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang baik.”
(QS. Al-‘Ankabut 29: Ayat 46)

Berarti boleh berdebat dengan ahli kitab dengan cara yang ma’ruf.

Dan muncullah tokoh-tokoh dunia seperti Ahmad Dedad rahimahullah Ta’ala, diikuti dr Zakir Naek.

Rasulullah ﷺ sendiri tulis surat kepada Heraklius untuk ingatkan tentang tauhid.

Pembahasan no 2️⃣3️⃣4️⃣ adalah pilihan (tersier).

Beraqidah itu perlu dalil.

يَا صَاحِبَيِ السِّجْنِ أَأَرْبَابٌ مُتَفَرِّقُونَ خَيْرٌ أَمِ اللَّهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ ، مَا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِهِ إِلا أَسْمَاءً سَمَّيْتُمُوهَا أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمْ مَا أَنزلَ اللَّهُ بِهَا مِنْ سُلْطَانٍ

Hai kedua temanku dalam penjara, manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Mahaperkasa? Kalian tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kalian dan nenek moyang kalian membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keterangan (dalil) pun tentang nama-nama itu. Qs Yusuf 39-40.

Misalnya keyakinan bahwa roh gentayangan – padahal dalilnya roh itu di alam barzakh.

✅ Sumber-sumber Aqidah.

1️⃣ Aqidah bersumber dari Al Qur’an dan As Sunnah dengan pemahaman salaf umat ini.

❗Karena :

1. Mereka direkomendasikan oleh Allah dan Rasulullah ﷺ.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَا لسّٰبِقُوْنَ الْاَ وَّلُوْنَ مِنَ الْمُهٰجِرِيْنَ وَا لْاَ نْصَا رِ وَا لَّذِيْنَ اتَّبَعُوْهُمْ بِاِ حْسَا نٍ ۙ رَّضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُ وَاَ عَدَّ لَهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ تَحْتَهَا الْاَ نْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۤ اَبَدًا ۗ ذٰلِكَ الْـفَوْزُ الْعَظِيْمُ
“Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung.”
(QS. At-Taubah 9: Ayat 100)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ

“Sebaik-baik manusia ialah pada generasiku, kemudian generasi berikutnya, kemudian generasi berikutnya.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)

Yaitu tiga generasi awal.

2. Syarat masuk surga harus ikut mereka dengan baik.

Lihat QS At Taubah ayat 100 diatas.

Juga ayat lain.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَاِ نْ اٰمَنُوْا بِمِثْلِ مَاۤ اٰمَنْتُمْ بِهٖ فَقَدِ اهْتَدَوْا  

“Maka jika mereka telah beriman sebagaimana iman kalian, sungguh, mereka telah mendapat hidayah.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 137)

3. Mereka paling tahu tentang syariat apalagi aqidah.

Jelas ayat turun kepada mereka dan Allah awasi. Banyak ayat turun yang menegur sahabat bila ada kesalahan.
Mereka generasi terbaik karena murid langsung Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Saat Imam Ahmad saat debat dengan Imam Mu’tazilah (ibnu abi Duad), Imam Ahmad juga menggunakan pemahaman para sahabat.. Untuk membela bahwa Al Qur’an bukan makhluk.

Ibnul Jauzi menukil dalam kitab Talbis Iblis ketika sebagian orang-orang Asyariah yang mengatakan bahwa untuk beraqidah yang benar harus mengetahui Al Jauhar dan Al A’radh. Maka seorang ulama berkata – apakah seorang Abu Bakar dan Umar tahu tentang Al Jauhar dan Al A’radh.? Tentu tidak tahu, maka ridho lah dengan Aqidah nya Abu Bakar dan Umar.

4. Tidak ada khilaf di kalangan mereka tentang aqidah kecuali beberapa furu’ aqidah.

Ushul AQIDAH tidak ada khilaf.
Yang ada hanya pada masalah furu’.
Sahabat khilaf dalam masalah fiqih.

🔸Furu aqidah seperti
1. apakah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melihat Allah ketika isra’-mi’raj atau tidak,

2. Apakah mayat akan diadzab karena tangisan keluarganya

3. Apakah Allah dilihat di padang Mahsyar.

❗❗Dan aqidah kita ini bersanad sampai para salafus sholeh.

Firqah Mu’tazilah ada 23 cabang dalam aqidah.

2️⃣ Sumber aqidah yang salah.

🔹1. Akal (akan dibahas lebih detail)
🔹2. diambil dari Nabi Khidir (kita tidak tahu pasti seperti apa Nabi Khidir (kalau pilih pendapat Nabi Khidir masih hidup), juga Nabi Khidir juga sudah meninggal dunia, bila masih ada kenapa sembunyi?).
🔹3. Tradisi nenek moyang
🔹4. Keyakinan mayoritas.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَاِ نْ تُطِعْ اَكْثَرَ مَنْ فِى الْاَ رْضِ يُضِلُّوْكَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗ اِنْ يَّتَّبِعُوْنَ اِلَّا الظَّنَّ وَاِ نْ هُمْ اِلَّا يَخْرُصُوْنَ
“Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Yang mereka ikuti hanya persangkaan belaka dan mereka hanyalah membuat kebohongan.”
(QS. Al-An’am 6: Ayat 116)

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

بدأ الإسلام غريباً وسيعود غريباً كما بدأ فطوبى للغرباء

“Islam muncul dalam keadaan asing dan akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang asing”

Asing berarti minoritas.

🔹5. Mimpi (apalagi mimpi yang ajarkan syariat baru, padahal agama sudah sempurna. Misal hadits tentang kopi).
Contoh lain – pengakuan Mimpi Ibnu Arobi yang terima kitab Fushush Al Hikam (dalam pdf 200 hal). Yang dalam kitab itu isinya Fir’aun masuk surga.

🔹6. Ilham
🔹7. Pengalaman (bisa jadi istidraj).
🔹8. Dan lain sebagainya tidak terbatas

Saat ini banyak yang mengaku ketemu Nabi shallallahu alaihi wasallam, hal ini perlu dicocokkan dengan ciri-ciri Nabi shallallahu alaihi wasallam. Misal nya saja saat wafat Nabi ﷺ uban nya kurang dari 20 helai.
Sedangkan ciri Nabi Khidir tidak disebutkan cirinya.

Di samping itu Islam sudah sempurna, Nabi Khidir tidak diutus untuk kita tapi hanya untuk kaumnya saja.

$$##-aa-##$$

AntarAqidah

PENGANTAR ILMU AQIDAH-1 PENGANTAR ILMU AQIDAH-3
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?