Diterbitkan pertama kali pada: 15-Sep-2024 @ 12:35

4 menit membaca

*10 SEBAB LAPANG DADA -4*
✒️Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al Badr
🎤Ustadz Ahmad Zainuddin Al Banjary
11 Rabi’ul Awal 1446H/15 September 2024

Ustadz memulai dengan khutbah hajjah..

ﺃَﻣَّﺎ ﺑَﻌْﺪُ؛ فإن أصدق الحديث كتاب الهه وخير الهدي هدي هدي محدثاتها, وكل محدثاتها, وكل محدثاتها, وكل محدثاتها, وكل محدثاتها, وكل وكل وكلة وكلة وكلة وكلة وكلة وكعة

Dan juga beliau ucapkan doa memohon ilmu yang bermanfaat.

Allaahumma innii nas-aluka ‘ilman naafi’an, wa na’uudzu bika min ‘ilmin laa yanfa’.

Ya Allah, kami memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, dan kami berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat.

➡️ *SEBAB KEDUA : CAHAYA YANG ALLAH MASUKKAN KE DALAM HATI HAMBA-NYA*

Cahaya disini adalah bukan semacam lentera tetapi adalah pelapang dada.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اَفَمَنْ شَرَحَ اللّٰهُ صَدْرَهٗ لِلْاِ سْلَا مِ فَهُوَ عَلٰى نُوْرٍ مِّنْ رَّبِّهٖ ۗ فَوَيْلٌ لِّلْقٰسِيَةِ قُلُوْبُهُمْ مِّنْ ذِكْرِ اللّٰهِ ۗ

“Maka apakah orang-orang yang dibukakan hatinya oleh Allah untuk (menerima) agama Islam lalu dia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang hatinya membatu)? Maka celakalah mereka yang hatinya telah membatu untuk mengingat Allah.
(QS. Az-Zumar 39: Ayat 22)

Cahaya yang dimaksud adalah cahaya keimanan. Yaitu meyakini seyakin-yakinnya bahwa Allah adalah satu-satunya Rabb (Rububiyah, Uluhiyah, asma wa sifat).

Kelapangan Qalbu kita setara dengan besarnya keyakinan akan takdir ketetapan Allah.

Baik itu takdir yang menyenangkan maupun takdir yang menyedihkan.

Ibnu Rajab Al Hambali (Ahli Hadits, ahli fiqih) : Qalbu yang masuk kedalamannya keimanan dan dia lapang dada maka dia akan menerima kebenaran.

Sikap orang beriman akan terima dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُوْنَ حَتّٰى يُحَكِّمُوْكَ فِيْمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوْا فِيْۤ اَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِّمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

“Maka demi Tuhanmu, mereka tidak beriman sebelum mereka menjadikan engkau (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan (sehingga) kemudian tidak ada rasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang engkau berikan dan mereka menerima dengan sepenuhnya.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 65)

Orang yang beriman tidak merasa berat dengan syariat Islam.

Sebagai contoh – orang yang beriman akan mudah menerima bahwa Riba itu haram walaupun saat itu dia sangat perlu modal.

Begitu juga orang-orang yang kerja di instansi ribawi, dan dia taubat serta meninggalkan pekerjaan itu, karena masuknya cahaya keimanan, maka dia akan lapang dada.

Cahaya keimanan akan mendorong orang beriman membenci kebatilan, bukan hanya meninggalkan kebatilan.

Menundukkan pandangan maka Allah akan berikan cahaya keimanan.

Rasulullah ﷺ  besabda,

النَّظْرَةُ سَهْمٌ مِنْ سِهَامِ إِبْلِيسَ مَسْمُومَةٌ فَمَنْ تَرَكَهَا مِنْ خَوْفِ اللَّهِ أَثَابَهُ جَلَّ وَعَزَّ إِيمَانًا يَجِدُ حَلَاوَتَهُ فِي قَلْبِهِ

”Memandang wanita adalah panah beracun dari berbagai macam panah iblis. Barangsiapa yang meninggalkannya karena takut kepada Allah, maka Allah akan memberi balasan iman kepadanya yang terasa manis baginya” (HR. Al-Hakim).

Maksiat saat sendirian adalah penghapus pahala.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَٰكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الرَّاشِدُونَ

“Akan tetapi Allah menjadikan kalian mencintai keimanan, dan Allah hiaskan keimanan pada hati-hati kalian, dan Allah jadikan kalian benci kepada kekafiran, kefasikan dan kemaksiatan. Merekalah orang-orang yang terbimbing hidupnya.”

Semua ini adalah karena taufik dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dzikir, walaupun tanpa usaha besar, tanpa biaya besar, namun tidak semua orang mengamalkannya.

Pentingnya cahaya keimanan.
Pentingnya berharap cahaya keimanan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Meninggalkan kemaksiatan karena takut kepada Allah itu baik namun lebih baik lagi bila meninggalkan kemaksiatan karena cinta Allah.

✅ Salah satu kiat untuk mendapat cahaya keimanan adalah banyak ingat kehidupan setelah kematian (siksa kubur, hisab, mizan, neraka, shirath dst).

Kalau Qalbu sudah beriman, lisan juga beriman maka anggota tubuh akan mudah beramal. Yaitu mengerjakan hak-hak Allah.

🔹Orang yang merokok, bila cahaya keimanan masuk Qalbu maka dia akan mudah meninggalkan rokok.

🔹Orang yang main musik, bila cahaya iman masuk Qalbu maka akan mudah meninggalkan musik.

Allah Ta’ala berfirman,

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ

“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.” (QS. Luqman [31]: 6)

Tentang maksud dari firman Allah Ta’ala (yang artinya) “perkataan yang tidak berguna” dalam ayat di atas, Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata,

الْغِنَاءُ وَاللَّهِ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ، يُرَدِّدُهَا ثَلَاثَ مَرَّاتٍ

”Demi Allah yang tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Dia semata, (yang dimaksud dengan ‘perkataan yang tidak berguna’) adalah nyanyian.”

Beliau mengulangi sumpahnya tersebut sampai tiga kali.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bahwa beliau bersabda: “Di umat ini kelak nanti akan ada (peristiwa) di mana orang-orang ditenggelamkan (ke dalam bumi), dilempari batu dan diubah wajahnya”. Beliau ditanya, “Kapankah hal itu terjadi wahai Rasulullah!” Beliau menjawab, “Ketika alat-alat musik merajalela,  banyak muncul para penyanyi dan banyak orang minum khamr”.

Doa Agar Mencintai Iman Dan Membenci Keburukan, Dan Agar Mendapat Petunjuk

اَللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا الْإِيمَانَ، وَزَيِّنْهُ فِى قُلُوبِنَا، وَكَرِّهْ إِلَيْنَا الْكُفْرَ، وَالْفُسُوقَ، وَالْعِصْيَانَ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الرَّاشِدِينَ

Allaahumma habbib ilainal iimaan, wa zayyinhu fii quluubinaa, wa karrih ilainal kufro, wal fusuuqo, wal ‘ish-yaana, waj ‘alnaa minar-roosyidiin.

Ya Allah, jadikanlah kami cinta kepada iman, buatlah ia terasa indah dalam hati kami. Dan jadikanlah kami benci kekufuran, kefasikan dan kemaksiatan. Dan jadikanlah kami termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk.
Al-Adab Al-Mufrad 699. Sahih

🔹 Belajarlah dari kisah Kaab bin Malik, kisah beliau di hajr selama 40 hari dan tetap istiqomah di atas ketaatan dan Allah akhirnya ampuni Kaab beserta dua sahabat lainnya.

✅ Cahaya iman diperoleh dengan memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Semoga bermanfaat.

#lapangdada #salaf #sunnah #tauhid #takdir #mukmin #cahaya #keimanan

$$##-aa-##

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?