MERAIH ISTIQOMAH
Diterbitkan pertama kali pada: 28-Agu-2022 @ 06:19
6 menit membaca*MERAIH ISTIQOMAH*
Ustadz Musa Mulyadi, Lc
30 Muharam 1444H
Ada banyak ayat-ayat dalam Alqur’an yang menyuruh kita untuk istiqomah
🔸
{اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ }
Tunjukilah kami jalan yang lurus
Kita senantiasa meminta petunjuk Allah supaya istiqomah karena jarak untuk tersesat itu sangat dekat.
🔸Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
قَا لَ قَدْ اُجِيْبَتْ دَّعْوَتُكُمَا فَا سْتَقِيْمَا وَلَا تَتَّبِعٰٓنِّ سَبِيْلَ الَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ
“Dia Allah berfirman, “Sungguh, telah diperkenankan permohonan kamu berdua, sebab itu tetaplah kamu berdua pada jalan yang lurus dan jangan sekali-kali kamu mengikuti jalan orang yang tidak mengetahui.”” (QS. Yunus 10: Ayat 89)
Ayat ini terkait doa Nabi Musa dan Nabi Harun. Dan Allah kabulkan doa mereka.
Tidak boleh seseorang terperdaya dengan apa yang ada pada dirinya.
🔸Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
فَا سْتَقِمْ كَمَاۤ اُمِرْتَ وَمَنْ تَا بَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا ۗ اِنَّهٗ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ
“Maka tetaplah engkau (Muhammad) (di jalan yang benar), sebagaimana telah diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang bertobat bersamamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sungguh, Dia Maha Melihat terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. Hud 11: Ayat 112)
Ibnu Katsir berkata : Ayat ini Allah memerintahkan Nabi dan para sahabat (dan orang beriman) agar selalu istiqomah dalam ketaatan.. Ini adalah jalan meraih kemenangan.
🔸 ayat yang lain
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَاِ نَّ اللّٰهَ رَبِّيْ وَرَبُّكُمْ فَا عْبُدُوْهُ ۗ هٰذَا صِرَا طٌ مُّسْتَقِيْمٌ
“(‘Isa berkata), “Dan sesungguhnya Allah itu Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia. Ini adalah jalan yang lurus.””
(QS. Maryam 19: Ayat 36)
Ayat ini memerintahkan kita untuk istiqomah di atas tauhid (Rububiyah dan Uluhiyah).
🔸Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَّلِيَـعْلَمَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ اَنَّهُ الْحَـقُّ مِنْ رَّبِّكَ فَيُؤْمِنُوْا بِهٖ فَـتُخْبِتَ لَهٗ قُلُوْبُهُمْ ۗ وَاِ نَّ اللّٰهَ لَهَا دِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِلٰى صِرَا طٍ مُّسْتَقِيْمٍ
“dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu meyakini bahwa (Al-Qur’an) itu benar dari Tuhanmu, lalu mereka beriman dan hati mereka tunduk kepada-Nya. Dan sungguh, Allah pemberi petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus.” (QS. Al-Hajj 22: Ayat 54)
Ayat ini menunjukkan kepada kita, agar selalu beriman agar selalu di atas jalan yang lurus
🔸Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَاِ نَّكَ لَـتَدْعُوْهُمْ اِلٰى صِرَا طٍ مُّسْتَقِيْمٍ
“Dan sungguh engkau pasti telah menyeru mereka kepada jalan yang lurus.”
(QS. Al-Mu’minun 23: Ayat 73)
Ayat ini menjelaskan bahwa dakwah Rasulullah ﷺ (Islam) adalah jalan yang lurus.
🔸 Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
لَـقَدْ اَنْزَلْنَاۤ اٰيٰتٍ مُّبَيِّنٰتٍ ۗ وَ اللّٰهُ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَآءُ اِلٰى صِرَا طٍ مُّسْتَقِيْمٍ
“Sungguh, Kami telah menurunkan ayat-ayat yang memberi penjelasan. Dan Allah memberi petunjuk siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus.”
(QS. An-Nur 24: Ayat 46)
🔸Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman
{يس (1) وَالْقُرْآنِ الْحَكِيمِ (2) إِنَّكَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ (3) عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ (4)
Ya sin. Demi Al-Qur’an yang penuh hikmah, sesungguhnya kamu salah seorang dari rasul-rasul (yang berada) di atas jalan yang lurus. Qs Yasin 1—4.
Yasin, bukan nama Nabi Muhammad ﷺ. Hanya Allah yang Tahu Maknanya.
🔸Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman
{وَامْتَازُوا الْيَوْمَ أَيُّهَا الْمُجْرِمُونَ (59) أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَا بَنِي آدَمَ أَنْ لَا تَعْبُدُوا الشَّيْطَانَ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ (60) وَأَنِ اعْبُدُونِي هَذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ (61) وَلَقَدْ أَضَلَّ مِنْكُمْ جِبِلا كَثِيرًا أَفَلَمْ تَكُونُوا تَعْقِلُونَ (62) }
Dan (dikatakan kepada orang-orang kafir), “Berpisahlah kamu (dari orang-orang mukmin) pada hari ini, hai orang-orang yang berbuat jahat. Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu, hai Bani Adam, supaya kamu tidak menyembah setan. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu. dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus. Sesungguhnya setan itu telah menyesatkan sebagian besar di antaramu. Maka apakah kamu tidak memikirkan?
Qs Yasin, ayat 59-62
🔸Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
قُلْ اِنَّمَاۤ اَنَاۡ بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوْحٰۤى اِلَيَّ اَنَّمَاۤ اِلٰهُكُمْ اِلٰـهٌ وَّا حِدٌ فَا سْتَقِيْمُوْۤا اِلَيْهِ وَا سْتَغْفِرُوْهُ ۗ وَوَيْلٌ لِّلْمُشْرِكِيْنَ
“Katakanlah (Muhammad), “Aku ini hanyalah seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku bahwa Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu tetaplah kamu (beribadah) kepada-Nya dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Dan celakalah bagi orang-orang yang menyekutukan-(Nya),”
(QS. Fussilat 41: Ayat 6)
Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam mendapatkan wahyu dari Allah.
🔸 Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اِنَّ الَّذِيْنَ قَا لُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَا مُوْا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلٰٓئِكَةُ اَ لَّا تَخَا فُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَ بْشِرُوْا بِا لْجَـنَّةِ الَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ
“Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.””
(QS. Fussilat 41: Ayat 30)
Ayat ini menjelaskan kejadian saat akan meninggal dunia, bagi orang-orang yang beriman.
Takut akan apa yang terjadi di masa yang akan datang
Sedih atas apa yang sudah berlalu.
🔸 Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَكَذٰلِكَ اَوْحَيْنَاۤ اِلَيْكَ رُوْحًا مِّنْ اَمْرِنَا ۗ مَا كُنْتَ تَدْرِيْ مَا الْكِتٰبُ وَلَا الْاِ يْمَا نُ وَلٰـكِنْ جَعَلْنٰهُ نُوْرًا نَّهْدِيْ بِهٖ مَنْ نَّشَآءُ مِنْ عِبَا دِنَا ۗ وَاِ نَّكَ لَتَهْدِيْۤ اِلٰى صِرَا طٍ مُّسْتَقِيْمٍ
“Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) roh (Al-Qur’an) dengan perintah Kami. Sebelumnya engkau tidaklah mengetahui apakah Kitab (Al-Qur’an) dan apakah iman itu, tetapi Kami jadikan Al-Qur’an itu cahaya, dengan itu Kami memberi petunjuk siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sungguh, engkau benar-benar membimbing (manusia) kepada jalan yang lurus,”
(QS. Asy-Syura 42: Ayat 52)
🔸Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَاِ نَّهٗ لَعِلْمٌ لِّلسَّا عَةِ فَلَا تَمْتَرُنَّ بِهَا وَا تَّبِعُوْنِ ۗ هٰذَا صِرَا طٌ مُّسْتَقِيْمٌ
“Dan sungguh, dia (‘Isa) benar-benar menjadi pertanda akan datangnya hari Kiamat. Karena itu, janganlah kamu ragu-ragu tentang (Kiamat) itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.”
(QS. Az-Zukhruf 43: Ayat 61)
Tanda kiamat itu turunnya Nabi Isa alaihissalam.
🔸 Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اِنَّ الَّذِيْنَ قَا لُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَا مُوْا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ
“Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah,” kemudian mereka tetap istiqamah, tidak ada rasa khawatir pada mereka, dan mereka tidak (pula) bersedih hati.”
(QS. Al-Ahqaf 46: Ayat 13)
Ayat-ayat ini menjelaskan keutamaan istiqomah.
🔸 Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اَفَمَنْ يَّمْشِيْ مُكِبًّا عَلٰى وَجْهِهٖۤ اَهْدٰۤى اَمَّنْ يَّمْشِيْ سَوِيًّا عَلٰى صِرَا طٍ مُّسْتَقِيْمٍ
“Apakah orang yang merangkak dengan wajah tertelungkup yang lebih terpimpin (dalam kebenaran) ataukah orang yang berjalan tegap di atas jalan yang lurus?”
(QS. Al-Mulk 67: Ayat 22)
Manusia itu dibedakan dari agamanya.
🔸 Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَّاَنْ لَّوِ اسْتَقَا مُوْا عَلَى الطَّرِيْقَةِ لَاَ سْقَيْنٰهُمْ مَّآءً غَدَقًا
“Dan sekiranya mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), niscaya Kami akan mencurahkan kepada mereka air yang cukup.”
(QS. Al-Jinn 72: Ayat 16)
🔸 Dalam hadits
عَنْ أَبِيْ عَمْرٍو، وَقِيْلَ، أَبِيْ عَمْرَةَ سُفْيَانَ بْنِ عَبْدِ اللهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قُلْتُ يَارَسُوْلَ اللهِ قُلْ لِيْ فِي الإِسْلامِ قَوْلاً لاَ أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَدَاً غَيْرَكَ؟ قَالَ: “قُلْ آمَنْتُ باللهِ ثُمَّ استَقِمْ” رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Dari Abu ‘Amr—ada yang menyebut pula Abu ‘Amrah—Sufyan bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku berkata: Wahai Rasulullah katakanlah kepadaku suatu perkataan dalam Islam yang aku tidak perlu bertanya tentangnya kepada seorang pun selainmu.” Beliau bersabda, “Katakanlah: aku beriman kepada Allah, kemudian istiqamahlah.” (HR. Muslim)
➡️ *KIAT-KIAT ISTIQOMAH*
🔻1. Berdoa kepada Allah agar diberi karunia istiqomah.
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ
“Ya muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘alaa diinik (Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu).”
Doa yang lain..
اَللَّهُمَّ اهْدِنِيْ وَسَدِّدْنِي
Allaahummahdinii wa saddidnii.
Ya Allah, berilah aku hidayah dan keteguhan dalam kebenaran.
Istiqomah dengan yang fardhu dulu..
Istiqomah itu tidak mudah.
Ibnul Qayyim : istiqomah itu kalimat universal yang mengambil semua urusan agama.
Yang paling penting aqidah,ibadah dan hati (takut, yakin, tawakal).
🔻2. Asal istiqomah itu dari hati
Istiqomah itu dibentuk dari hati.
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
لَا يَسْتَقِيمُ إِيمَانُ عَبْدٍ حَتَّى يَسْتَقِيمَ قَلْبُهُ ، وَلَا يَسْتَقِيمُ قَلْبُهُ حَتَّى يَسْتَقِيمَ لِسَانُهُ
“Tidaklah istiqomah iman seorang hamba sampai istiqomah hatinya, dan tidaklah istiqomah hatinya sampai istiqomah lisannya.” (HR. Imam Ahmad, dinilai hasan oleh Syaikh Al-Albani).
Istiqomah di atas tauhid kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ
“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (HR. Bukhari dan Muslim).
Terus-menerus dalam Ketaatan itu mungkin 100%, seperti dalam potongan hadits qudsi.
Wahai hamba-Ku, sesungguhnya kalian berbuat dosa di waktu siang dan malam, dan Aku mengampuni dosa-dosa itu semuanya, maka mintalah ampun kepada-Ku, pasti Aku mengampuni kalian.
🖍️ Beramal sesuai dengan porsi kita, sesuai dengan petunjuk Nabi Muhammad ﷺ.
Lahir dan batin..sesuai sunnah.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
سَدِّدُوْا ، وَقَارِبُوْا ، وَاعْمَلُوْا ، وَاعْلَمُوْا أَنَّ خَيْـرَ أَعْمَالِكُمُ الصَّلَاةُ وَلَا يُـحَافِظُ عَلَى الْوُضُوْءِ إِلَّا مُؤْمِنٌ
Berlaku tepatlah sesuai kebenaran, (berusahalah) mendekati kebenaran, dan beramallâh. Dan ketahuilah bahwa sebaik-baik amal kalian adalah shalat.Dan tidaklah menjaga wudhu’, melainkan seorang Mukmin.
HR Ahmad
🔻 3. Istiqomah ini tidak mungkin karena Allah, Ikhlas karena Allah.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَمَاۤ اُمِرُوْۤا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَـهُ الدِّيْنَ ۙ حُنَفَآءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِ
“Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah, dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan sholat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).”
(QS. Al-Bayyinah 98: Ayat 5)
🔻 4. Jika secara dhahir istiqomah, jangan merasa cukup, jangan merasa suci
Jangan merasa layak masuk surga dengan amalannya.
Orang istiqomah itu semakin tawadhu.
🔻5. Perkara yang halangi istiqomah (syahwat dan syubhat).
🔸Syahwat merusak amal.
Syahwat adalah perkara yang melalaikan kita dari amal sholeh termasuk hobi.
Syahwat paling bahaya bagi laki-laki adalah perempuan.
Jagalah diri dengan menundukkan pandangan.
🔸Syubhat : merusak ilmu, akhirnya rusak amalan.
Contohnya adalah jenggot, musik.
Tutupi diri dari mendengar syubhat..
Yang lebih bahaya adalah syubhat terkait aqidah, keimanan..
Istiqomah itu butuh teman yang sholeh untuk selaku istiqomah… Teman yang paling dekat adalah pasangan kita.
Semoga bermanfaat.
##$$-aa—$$$##

