Diterbitkan pertama kali pada: 27-Sep-2020 @ 16:45

8 menit membaca

YANG TERJUNGKAL KE NERAKA DARI SIROTH
Ustadz Dr Firanda Andirja, M.A

Ini adalah ujian terakhir di akhirat kelak peristiwa dahsyat yang lain (sidang, hisab, mizan, Padang Mahsyar, telaga haudh).

Rasulullah ﷺ mengatakan,
وَدُعَاءُ الرُّسُلِ يَوْمَئِذٍ اللَّهُمَّ سَلِّمْ سَلِّمْ

Doa para rasul – Ya Allah selamatkanlah, Ya Allah selamatkanlah..

Mereka masing-masing akan diselamatkan oleh Allah dan kondisi ini sangat mencekam.

Di penghujung Mahsyar, ada dua penggiringan :

1. Ke Surga, harus melewati shiroth. Yang melewati shiroth hanyalah kaum Mukminin dan munafikin (tapi masuk neraka).

2. Ke Neraka, kaum kafirin (Selain munafik), semuanya langsung ke neraka tidak melewati shiroth.

Sebelum digiring maka mereka dikumpulkan lalu dipisahkan berkelompok-kelompok. (Yahudi sendiri, nashoro sendiri, dst digiring ke neraka).

Hadits dari Abu Sa‘id al Khudri,

Ketika hari kiamat terjadi, ada penyeru yang mengumumkan, “Setiap umat hendaklah mengikuti apa yang dahulu disembah.” Tidak tersisa orang orang yang dahulu menyembah selain Allah Subhanahu wa ta’ala, yakni berhala, selain berjatuhan ke dalam neraka. Hingga yang tinggal hanya orang-orang yang menyembah Allah Subhanahu wa ta’ala , ada yang baik dan ada yang jahat serta sisa-sisa Ahli Kitab.

Dipanggillah orang-orang Yahudi. Mereka ditanya, “Apa yang dahulu kalian sembah?”

Mereka menjawab, “Kami menyembah Uzair, anak Allah.”

Dikatakan, “Kalian dusta! Allah tidak menjadikan seorang pun sebagai istri atau anak. Lalu apa yang kalian inginkan?”

Mereka menjawab, “Kami haus, wahai Rabb kami, berilah kami minum!”

Lalu ditunjukkan kepada mereka, “Mengapa kalian tidak datang ke sana?”

Mereka digiring ke neraka, seolah-olah neraka itu fatamorgana yang saling menghancurkan. Mereka pun berjatuhan ke dalam neraka.

Kemudian orang-orang Nasrani dipanggil. Mereka ditanya, “Apa yang dahulu kalian sembah?”

Mereka menjawab, “Kami menyembah Isa al-Masih, anak Allah.”

Dikatakan kepada mereka, “Kalian dusta! Allah tidak menjadikan seorang pun sebagai istri atau anak. Apa yang kalian inginkan?”

Mereka menjawab, “Kami haus, wahai Rabb, berilah kami minum.”

Lalu ditunjukkan kepada mereka, “Mengapa kalian tidak datang ke sana?”

Mereka digiring ke neraka Jahanam, seolah-olah neraka itu fatamorgana (seperti air) yang saling menghancurkan. Mereka pun berguguran ke dalam neraka. Ketika yang tinggal hanya orang-orang yang dahulu menyembah Allah Subhanahu wa ta’ala (yang baik dan yang jahat). Allah Subhanahu wa ta’ala datang kepada mereka….
HR Muslim.

Sebelumnya Semua dipanggil, termasuk Firaun dan pengikutnya, seperti dalam surat Hud

يَقْدُمُ قَوْمَهُۥ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ فَأَوْرَدَهُمُ ٱلنَّارَ ۖ وَبِئْسَ ٱلْوِرْدُ ٱلْمَوْرُودُ
Ia (Firaun) berjalan di depan kaumnya di hari kiamat lalu memasukkan mereka ke dalam neraka. Neraka itu seburuk-buruk tempat yang didatangi.

Yahudi pun demikian, Ibnu Rajab mengatakan syetan menyerupai Uzair, dan mereka ikuti Uzair (syetan) dan masuk ke neraka jahanam.

Demikian juga percakapan serupa dengan orang-orang Nasrani yang akhirnya jatuh ke neraka.

lanjutan hadits di atas

Allah lalu mendatangi mereka dalam bentuk yang paling ringan yang dapat mereka lihat. Allah berfirman; “apa yang kalian tunggu, padahal setiap umat mengikuti apa yang mereka sembah?.”

Mereka berkata; “wahai Rabb kami, kami memisahkan diri dari manusia di dunia ketika kami membutuhkan apa yang kami butuhkan kepada mereka, akan tetapi kami tidak berteman dengan mereka.”

Maka Allah berfirman; “aku adalah rabb kalian.” Maka mereka berkata; “aku berlindung kepada Allah dari-Mu, kami tidak akan menyekutukan Allah dengan sesuatupun.” Mereka ucapakan dua kalia atau tiga kali, sehingga sebagian mereka hampir-hampir berbalik, maka Allah bertanya; “apakah diantara kalian dan Dia mempunyai tanda-tanda, yang dapat kalian kenal dengan tanda-tanda itu?” mereka menjawab; “ya” maka di singkaplah betis-Nya, sehingga tidak tersisa orang yang sebelumnya bersujud kepada Allah dari dalam dirinya (ikhlas) kecuali Allah izinkan baginya untuk bersujud.

Dan tidak tersisa orang yang sebelumnya bersujud karena ego (munafik) dan riya` kecuali Allah jadikan punggungnya menjadi satu lipatanb (lurus) , setiap kali hendak bersujud maka dia tersungkur diatas tengkuknya.

Kemudian mereka mengangkat kepala mereka dan Allah telah berubah ke bentuk yang dapat mereka lihat pertama kalinya,

Allah berfirman: “aku adalah Rabb kalian.” Maka mereka berkata; “Engkau Rabb kami.”

(sampai di sini sudah terlihat pengelompokan orang mukmin dan munafik yang tidak bisa sujud)

Kemudian di bentangkan jembatan di atas Jahannam, dan berlakulah syafa’at pada saat itu, mereka (orang beriman) berguman; “ya Allah, selamatkanlah, selamatkanlah.”
HR Muslim.

Bagaimana proses orang-orang kafir masuk neraka

1. Dikumpulkan berkelompok-kelompok.

وَسِيقَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ إِلَىٰ جَهَنَّمَ زُمَرًا

Orang-orang kafir dibawa ke neraka Jahannam berkelompok-kelompok, Qs Az Zumar ayat 71.

وَيَوْمَ يُحْشَرُ أَعْدَآءُ ٱللَّهِ إِلَى ٱلنَّارِ فَهُمْ يُوزَعُونَ

Dan (ingatlah) hari (ketika) musuh-musuh Allah di giring ke dalam neraka, lalu mereka dikumpulkan semuanya. QS Fusshilat (41) ayat 19

2. Digiring seperti hewan-hewan yang digembalakan.

وَسِيقَ

Maknanya digiring, dalam kondisi dihinakan

3. Di dorong

يَوْمَ يُدَعُّونَ إِلَىٰ نَارِ جَهَنَّمَ دَعًّا
pada hari mereka didorong sekuat-kuatnya ke neraka Jahannam dengan sekuat-kuatnya. Qs At Tur ayat 13.

4. Berjalan di atas wajah mereka,bukan dengan kaki.

ٱلَّذِينَ يُحْشَرُونَ عَلَىٰ وُجُوهِهِمْ إِلَىٰ جَهَنَّمَ أُو۟لَـٰٓئِكَ شَرٌّۭ مَّكَانًۭا وَأَضَلُّ سَبِيلًۭا
Orang-orang yang dihimpunkan ke neraka Jahannam dengan diseret atas muka-muka mereka, mereka itulah orang yang paling buruk tempatnya dan paling sesat jalannya.
Qs Al Furqon ayat 34.

Ini adalah penghinaan karena kepalanya tidak dipakai untuk memikirkan ayat-ayat Allah.

Anas bin Malik menuturkan kepada kami bahwa ada seorang lelaki yang bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana cara orang kafir itu dibangkitkan dan dikumpulkan pada hari kiamat nanti berjalan di atas wajahnya?”. Maka beliau menjawab, “Bukankah Dzat yang telah membuatnya berjalan di atas kedua kakinya ketika hidup di dunia berkuasa pula untuk membuatnya berjalan di atas wajahnya pada hari kiamat kelak?” Tentu saja mampu” (HR. Muslim)

5. Dikumpulkan juga bersama sesembahan mereka. Selain orang-orang sholeh sesembahan mereka.

احْشُرُوا الَّذِينَ ظَلَمُوا وَأَزْوَاجَهُمْ وَمَا كَانُوا يَعْبُدُونَ (22) مِنْ دُونِ اللَّهِ فَاهْدُوهُمْ إِلَى صِرَاطِ الْجَحِيمِ (23)

Kumpulkan­lah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan sembahan-sembahan yang selalu mereka sembah selain Allah, maka tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka. Qs As Saffat 22-23.

6. sebelum lihat neraka mereka mendengar suara neraka

إِذَا رَأَتْهُم مِّن مَّكَانٍۭ بَعِيدٍۢ سَمِعُوا۟ لَهَا تَغَيُّظًۭا وَزَفِيرًۭا

Apabila neraka itu melihat mereka dari tempat yang jauh, mereka mendengar kegeramannya dan suara nyala api yang luar biasa. QS Al-Furqan (25) Ayat 12

7. ketika mereka melihat neraka, semakin menyesallah mereka

وَلَوْ تَرَىٰٓ إِذْ وُقِفُوا۟ عَلَى ٱلنَّارِ فَقَالُوا۟ يَـٰلَيْتَنَا نُرَدُّ وَلَا نُكَذِّبَ بِـَٔايَـٰتِ رَبِّنَا وَنَكُونَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ
Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata: “Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman”, (tentulah kamu melihat suatu peristiwa yang mengharukan).
Qs Al-An’am (6) Ayat 27

8. Mereka menunggu dicabut untuk dipanggil ke neraka, yang paling parah kekafirannya didahulukan

 فَوَرَبِّكَ لَنَحْشُرَنَّهُمْ وَالشَّيَاطِينَ ثُمَّ لَنُحْضِرَنَّهُمْ حَوْلَ جَهَنَّمَ جِثِيًّا (68) ثُمَّ لَنَنزعَنَّ مِنْ كُلِّ شِيعَةٍ أَيُّهُمْ أَشَدُّ عَلَى الرَّحْمَنِ عِتِيًّا (69) ثُمَّ لَنَحْنُ أَعْلَمُ بِالَّذِينَ هُمْ أَوْلَى بِهَا صِلِيًّا (70) }

Demi Tuhanmu, sesungguhnya akan Kami bangkitkan mereka bersama setan, kemudian akan Kami datangkan mereka ke sekeliling Jahanam dengan berlutut. Kemudian pasti akan Kami tarik tiap-tiap golongan siapa di antara mereka yang sangat durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurah. Dan kemudian Kami sungguh lebih mengetahui orang-orang yang seharusnya dimasukkan ke dalam neraka. QS Maryam ayat 68-70.

9. dikatakan kepada mereka

فَٱدْخُلُوٓا۟ أَبْوَٰبَ جَهَنَّمَ خَـٰلِدِينَ فِيهَا ۖ فَلَبِئْسَ مَثْوَى ٱلْمُتَكَبِّرِينَ

Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahannam, kamu kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu.
Qs An-Nahl (16) Ayat 29

Allah mengatakan setiap kalian pasti akan melewati shirorh.

Shiroth
Secara bahasa = jalan
Datang dalam dalil disebut dengan 2 nama
1. Ash Shiroth الصراط (jalan)
2. Al Jisr (jembatan) الجسر , karena dibentangkan di atas neraka jahanam.

Dalil, ada 2..

1. Dari Al Qur’an

{وَإِنْ مِنْكُمْ إِلا وَارِدُهَا كَانَ عَلَى رَبِّكَ حَتْمًا مَقْضِيًّا (71) ثُمَّ نُنَجِّي الَّذِينَ اتَّقَوْا وَنَذَرُ الظَّالِمِينَ فِيهَا جِثِيًّا (72) }

Dan tidak ada seorang pun darimu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan.

Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.

وَارِدُهَا
Mendatangi – tidak lazim sampai masuk neraka.

Mencakup semua orang, sesholeh apa pun, bahkan para Nabi lewat.

{يَوْمَ لَا يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ}

pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia. (At-Tahrim: 8)

{نُورُهُمْ يَسْعَى بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ}

sedangkan cahaya mereka menyala di hadapan dan di sebelah kanan mereka. (At-Tahrim: 8) – tafsir – di atas shirath.

{يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ}

sambil mereka mengatakan, “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.” (At-Tahrim: 8)

Cahaya orang munafik diredupkan.

2. Dari Hadits

Sangat banyak tentang adanya Shiroth..

Sifat-sifat Shiroth

1. sangat panjang, karena di atas neraka yang sangat luas. (matahari, rembulan masuk neraka, ukuran manusia sangat besar, bahkan gigi sebesar gunung Uhud).

2. shiroth adalah ujian akhir penentu

3. madhadhoh – mudah memiringkan orang di atasnya

4. mazalah – mudah menggelincirkan

5. lebih tipis dari rambut, lebih tajam dari pedang

6. dilewati oleh seluruh nabi dan umatnya

7. *ada di samping2 nya Al Kalaalib (besi untuk gantung daging) dan Al Khothoothiif (Besi yang ujung untuk mengait sesuatu) – besi sangat tajam.

8. besi-besi tajam seperti bola dengan duri yang sangat tajam

Hadits berikutnya..

Ada yang bertanya; ‘wahai Rasulullah, apakah jembatan itu?” beliau menjawab; “tempat yang licin yang dapat menggelincirkan, disana terdapat besi-besi pencakar, besi-besi pengait dan duri besi yang terbuat dari pohon-pohon berduri.

Maka orang-orang mu’min akan melewatinya seperti kedipan mata, seperti kilat (cahaya) , seperti angin, seperti burung, seperti kuda-kuda yang berlari kencang, dan hewan tunggangan. HR Muslim dari Abu Sa‘id al Khudri.

Hadits lain..

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: “Lalu diutuslah amanah dan rohim (tali persaudaraan) keduanya berdiri di samping kiri-kanan shiraath tersebut. Orang yang pertama lewat seperti kilat”. Aku bertanya: “Dengan bapak dan ibuku (aku korbankan) demi engkau. Adakah sesuatu seperti kilat?” Rasulullah ﷺ bersabda : “Tidakkah kalian pernah melihat kilat bagaimana ia lewat dalam sekejap mata? Kemudian ada yang melewatinya seperti angin, kemudian seperti burung dan seperti kuda yang berlari kencang. Mereka berjalan sesuai dengan amalan mereka. Nabi kalian waktu itu berdiri di atas shirâth sambil berkata: “Ya Allah selamatkanlah! selamatkanlah! Sampai para hamba yang lemah amalannya, sehingga datang seseorang lalu ia tidak bisa melewati kecuali dengan merangkak”.

Beliau menuturkan (lagi): “Di kedua belah pinggir shirath terdapat besi pengait yang bergantungan untuk menyambar siapa saja yang diperintahkan untuk disambar. Maka ada yang terpeleset namun selamat dan ada pula yang terjungkir ke dalam neraka. [HR. Muslim]

Kondisi Manusia di atas Shirath

1. Yang pertama lewat adalah Rasulullah ﷺ, adapun dari umatnya kaum fakir dari Muhajirin (sama dengan yang pertama minum di telaga)

2. Orang munafik diberi cahaya redup (Allah permainkan mereka), mereka cari cahaya ke belakang dan terhalang tembok yang ada adzab di sisi mereka.

3. Kondisi orang-orang Islam.

A. Selamat (ada yang cepat seperti cahaya)

B. Selamat tapi terluka, dibalas lalu selamat.
Mereka yang punya dosa namun gak sampai masuk neraka. Orang mukmin yang terhalangi dari kaitan besi karena amal kita.

C. TERJUNGKAL ke neraka.

Orang-orang yang salah pemahaman tentang shirath

1. Mu’tazilah – Al Qodhi Abdul Jabbar, mengatakan shirath adalah jalan ke neraka atau ke surga.

Dalil mereka.
– tipis tajam – mana mungkin bisa lewat. (Allah Maha Mampu)
– kenapa disiksa di atas shirath..

Hikmah – semakin bersyukur masuk surga setelah lihat neraka.

2. Sebagian mengatakan majaz.
(Al Qorofi)

Sebagian ulama menetapkan adanya shirath tapi tidak tipis dan tajam. Maksud mereka itu kiasan sulit dan mudahnya.. Mereka terkena syubhat.. Tipis ada besi kaitan dll.

##$$-aa-$$##

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?