Syarah Kitab AL KABAAIR BAB #65 : DEBAT KUSIR
- Syarah Kitab Al Kabaair #Bab 50 Mengganggu Kaum Muslimin dan Mencaci-maki Mereka
- Syarah Kitab Al Kabaair #49- MEMBERONTAK DAN MENGKAFIRKAN ORANG LAIN DIKARENAKAN MELAKUKAN DOSA BESAR
- ALKABAAIR # 48 (SEMENA-MENA)
- ALKABAAIR#45 (ADU DOMBA) 46 (MERATAP DAN MENAMPAR MUKA SENDIRI)
- ALKABAAIR # 41 – MEMBENARKAN DUKUN DAN AHLI NUJUM
- Syarah Kitab AL KABAAIR BAB #65 : DEBAT KUSIR
- ALKABAAIR # 39 – TUKANG MELAKNAT
- ALKABAAIR # 36 (MENGUNGKIT KEBAIKAN) – 37 (TIDAK BERIMAN KEPADA TAKDIR)-38 (MENGUPING PEMBICARAAN)
- ALKABAAIR #34 (KHIANAT) – 35 (SEMBUNYIKAN ILMU)
- ALKABAAIR#29 (Yang Menhalalkan dan dihalalkan untuknya)-30 (Makan Bangkai, minum Darah, daging Babi)-31(Tidak Bersuci)
Diterbitkan pertama kali pada: 13-Mar-2021 @ 06:43
4 menit membaca📖 Syarah Kitab AL KABAAIR BAB #65
▶️#65 Debat kusir dan perwakilan Hakim
👤 Ustadz Rizal Yuliar Putrananda, Lc
🗓️ 29 Rajab 1442H
🕌 Masjid AlIkhlas Dukuh Bima (online)
ALKABAAIR
➡️ 6️⃣5️⃣ : Debat kusir dan perwakilan Hakim
Biasanya yang sering diperdebatkan adalah tentang harta, seperti yang disabdakan oleh Rasulullah ﷺ.
إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً وَفِتْنَةُ أُمَّتِى الْمَالُ
Sesungguhnya setiap umat memiliki ujian, dan ujian umatku adalah harta. (HR Tirmidzi)
✳️Allah Azza wa Jalla berfirman:
إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ ۚ وَاللَّهُ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ
Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu); di sisi Allâh pahala yang besar. [At-Taghâbun/64:15]
Janganlah kita termasuk orang yang ikut dalam perbuatan harta atau persengketaan yang merubah yang batil menjadi yang hak.
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اِنَّاۤ اَنْزَلْنَاۤ اِلَيْكَ الْكِتٰبَ بِا لْحَـقِّ لِتَحْكُمَ بَيْنَ النَّا سِ بِمَاۤ اَرٰٮكَ اللّٰهُ ۗ وَلَا تَكُنْ لِّـلْخَآئِنِيْنَ خَصِيْمًا ۙ
“Sungguh, Kami telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) membawa kebenaran, agar engkau mengadili antara manusia dengan apa yang telah diajarkan Allah kepadamu dan janganlah engkau menjadi penentang (orang yang tidak bersalah) karena (membela) orang yang berkhianat,” (QS. An-Nisa’ : 105)
Imam Adz Dzahabi memulai dengan menyebutkan ayat Al Qur’an.
✳️Allah ﷻ berfirman,
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُعْجِبُكَ قَوْلُهُ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيُشْهِدُ اللَّهَ عَلَى مَا فِي قَلْبِهِ وَهُوَ أَلَدُّ الْخِصَامِ (204) وَإِذَا تَوَلَّى سَعَى فِي الأرْضِ لِيُفْسِدَ فِيهَا وَيُهْلِكَ الْحَرْثَ وَالنَّسْلَ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الْفَسَادَ (205)
Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penantang yang paling keras. Dan apabila ia berpaling (dari muka kalian), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan. (Qs Al Baqarah : 204-205)
➡️Sebetulnya ayat menjelaskan sifat kaum munafikin. Sifat yang disebutkan dalam ayat ini adalah:
+ pandai bersilat lidah.
+ seakan-akan sedang ungkap kebenaran (padahal bohong – padahal musuh (Islam) )
+ setelah berpaling dia berusaha sebarkan kerusakan
Namun ayat ini berlaku umum.
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَاِ ذَا قِيْلَ لَهُ اتَّقِ اللّٰهَ اَخَذَتْهُ الْعِزَّةُ بِا لْاِ ثْمِ فَحَسْبُهٗ جَهَنَّمُ ۗ وَلَبِئْسَ الْمِهَا دُ
“Dan apabila dikatakan kepadanya, “Bertakwalah kepada Allah,” bangkitlah kesombongannya untuk berbuat dosa. Maka pantaslah baginya Neraka Jahanam, dan sungguh (Jahanam itu) tempat tinggal yang terburuk.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 206)
➡️❗Profesi pelaku debat ada dua kemungkinan.
⏺️1. Seseorang yang profesi Argumentasi, untuk bela kebenaran dan hentikan kedzaliman ini bagus.
⏺️2. Sebaliknya, yang bolak-balik fakta dan sembunyikan kebenaran, maka Allah siapkan neraka Jahanam.
Selanjutnya Syaikh Adz Dzahabi menyebutkan ✳️firman Allah.
مَا ضَرَبُوهُ لَكَ إِلَّا جَدَلًا ۚ بَلْ هُمْ قَوْمٌ خَصِمُونَ
Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar. (Qs Az-Zukhruf : 58)
❕Perumpamaan = analogi =identifikasi sesuatu padahal dengan itu sedang menentang kebenaran. ❗
✳️Dalam ayat lain, Allah berfirman,
إِنَّ ٱلَّذِينَ يُجَٰدِلُونَ فِىٓ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ بِغَيْرِ سُلْطَٰنٍ أَتَىٰهُمْ ۙ إِن فِى صُدُورِهِمْ إِلَّا كِبْرٌ مَّا هُم بِبَٰلِغِيهِ ۚ فَٱسْتَعِذْ بِٱللَّهِ ۖ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ
Sesungguhhnya orang-orang yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka tidak ada dalam dada mereka melainkan hanyalah (keinginan akan) kebesaran yang mereka sekali-kali tiada akan mencapainya, maka mintalah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Qs Ghaafir:56)
Allah mengungkapkan memang banyak orang-orang yang suka mempertentangkan ayat-ayat Allah. ❗❗Mereka tidak akan menang.❗❗
Perdebatan itu tidak seluruh mutlak haram, namun ada debat atau dialog yang diperbolehkan yaitu dengan cara yang baik.
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
قُلْ هٰذِهٖ سَبِيْلِيْۤ اَدْعُوْۤا اِلَى اللّٰهِ ۗ عَلٰى بَصِيْرَةٍ اَنَاۡ وَمَنِ اتَّبَعَنِيْ ۗ وَسُبْحٰنَ اللّٰهِ وَمَاۤ اَنَاۡ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ
“Katakanlah (Muhammad), “Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan yakin, Maha Suci Allah, dan aku tidak termasuk orang-orang musyrik.””
(QS. Yusuf 12: Ayat 108)
Yaitu dengan hujjah yang baik.
✳️Allah berfirman,
وَلَا تُجَادِلُوا أَهْلَ الْكِتَابِ إِلَّا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ
Dan janganlah kamu berdebat denganAhli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik (QS Al Ankabut :46)
✳️Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ أَبْغَضَ الرِّجَالِ إِلَى اللَّهِ الأَلَدُّ الخَصِمُ
“Orang yang paling dibenci oleh Allah Ta’ala adalah orang yang suka berdebat (paling lihai dalam berdebat).” (HR Bukhari dan Muslim)
✳️Dalam hadits lain, walaupun kebanyakan ulama mendhaifkan hadits ini namun Syaikh Adz Dzahabi menyebutkan , Rasulullah ﷺ bersabda,
من جا دل في خصو مة بغير عِاْم، لم يزل في سخط الله حتّى ينز ع
Barangsiapa yang berdebat tanpa ilmu, maka ia akan terus-menerus dalam kemurkaan Allah sampai ia meninggalkan perdebatannya. (Al Jaamiush shaghir juz 2 hal 169)
✳️Al mirou = semua sanggahan terhadap perkataan orang lain baik dengan menampkan celah untuk dibantah.
Kita boleh sanggah atau memotong debat bila menjelaskan kebenaran.
✳️Al Jidalu = ungkapan yang disampaikan untuk menjatuhkan sambil menuduh kebodohan / kegilaan.
Al mirou dan Al Jidalu yang membela kebenaran diperbolehkan.
Hajjaj ibnu Dinar, dari Abu Galib, dari Abu Umamah Radhiyallahu Anhu yang mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pernah bersabda:
مَا ضَلَّ قَوْمٌ بَعْدَ هُدًى كَانُوا عَلَيْهِ، إِلَّا أُورِثُوا الْجَدَلَ”، ثُمَّ تَلَا هَذِهِ الْآيَةَ: {مَا ضَرَبُوهُ لَكَ إِلا جَدَلا بَلْ هُمْ قَوْمٌ خَصِمُونَ}
Tidak akan sesat suatu kaum setelah datang petunjuk yang mereka berada di atasnya kecuali setelah mereka melakukan perbantahan. Kemudian Rasulullah ﷺ membaca firman-Nya: Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu, melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar (QS Az Zukhruf : 58)
♦️Allah sebutkan bahkan orang yang suka putar balikan fakta ini adalah sifat-sifat orang yang munafik.
Kebenaran yang absolut adalah yang sudah Allah sebutkan.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
إنّ اخْوف ما أخا ف على أمّثي؛ زلّة عالم، و جدال منافق با لْقر آن، و دنيا تقطع أعنا قكم
“Sesungguhnya yang paling aku takutkan akan menimpa umatku yakni tergelincirnya seorang ulama, perdebatan seorang munafik terhadap Al Qur’an dan kehidupan dunia yang memotong leher kalian.” Diriwayatkan oleh Yazid bin Ziyad dari Mujahid dari Ibnu Umar.
Seorang yang terlanjur dipercaya orang untuk sampaikan kebenaran namun dia tergelincir dalam kesalahan, putar balik fakta padahal dari dalil tetapi salah pemahaman.
Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda,
الْمِرَاءُ فِي الْقُرْآنِ كُفْرٌ
“memperdebatkan Al Qur’an adalah kekufuran ” (HR Abu Dawud)
❗✳️ Artinya suka menafsirkan Al Qur’an dengan sekehendaknya. (ta’wil, tahrif, takyif).
Dari Ibnu Umar Radhiallahu’anhuma, Rasulullah ﷺ bersabda, “Barangsiapa yang melakukan pertengkaran dalam kebatilan sedangkan ia mengetahuinya, maka ia akan terus-menerus (berada) di dalam kemurkaan Allah sampai ia meninggalkan pertengkaran itu” di dalam teks lain disebutkan, “Sesungguhnya ia (akan) mendapat kemurkaan Allah” HR Abu Dawud.
✳️Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَى أُمَّتِي كُلُّ مُنَافِقٍ عَلِيمِ اللِّسَانِ
“Sesungguhnya yang paling aku takuti dari umatku adalah setiap munafik yang lisannya pandai bersilat lidah.” HR Ahmad.
Dengan retorika, yang memperjuangkan kebatilan sebagai kebenaran.
✳️Nabi ﷺ, beliau bersabda,
الْحَيَاءُ وَالْعِيُّ شُعْبَتَانِ مِنْ الْإِيمَانِ وَالْبَذَاءُ وَالْبَيَانُ شُعْبَتَانِ مِنْ النِّفَاقِ
“Sifat malu dan al ‘iyyu (sedikit bicara – karena takut dosa -) adalah dua cabang dari cabang-cabang keimanan. Sedangkan Al Badza` (perbuatan keji) dan Al Bayan (ucapan yang dibuat-buat fasih) adalah dua cabang dari cabang-cabang kemunafikan.”
HR Tirmidzi
Malu adalah sifat seseorang yang mencegah orang terjatuh dalam keburukan.
✳️Rasulullah ﷺ bersabda,
إِذَا لَمْ تَسْتَحِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ
Jika tidak punya malu, berbuatlah sekehendakmu. HR Bukhari.
Semoga bermanfaat,
$$##-aa-##$$

