Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc MATafsir

TAFSIR QS AL MAI’DAH Bagian #13: AYAT 67-76

This entry is part 13 of 18 in the series Tafsir QS Al Maidah

Diterbitkan pertama kali pada: 02-Nov-2020 @ 20:51

6 menit membaca

TAFSIR QS AL MAI’DAH Bagian #13: AYAT 67-76
Ustadz Dr Firanda Andirja MA
17 Rabi’ul Awal 1442H
Kajian Masjid AlIkhlas Dukuh Bima

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

۞ يٰٓاَيُّهَا الرَّسُوْلُ بَلِّغْ مَآ اُنْزِلَ اِلَيْكَ مِنْ رَّبِّكَ ۗوَاِنْ لَّمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسٰلَتَهٗ ۗوَاللّٰهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْكٰفِرِيْنَ

Wahai Rasul! Sampaikanlah apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Jika tidak engkau lakukan (apa yang diperintahkan itu) berarti engkau tidak menyampaikan amanat-Nya. Dan Allah memelihara engkau dari (gangguan) manusia. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir. QS. Al-Ma’idah : 67

Ayat ini diawali dengan perintah Allah kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam untuk menyampaikan semua yang Allah perintahkan untuk disampaikan.

Maka ada ayat-ayat yang menegur dan menyinggung Nabi Shallallahu alaihi wasallam.

Di dalam kitab Sahihain, dari Siti Aisyah Radhiyallahu Anhu disebutkan bahwa ia pernah mengatakan,

لَوْ كَانَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَاتِمًا مِنَ الْقُرْآنِ شَيْئًا لَكَتَمَ هَذِهِ الْآيَةَ: {وَتُخْفِي فِي نَفْسِكَ مَا اللَّهُ مُبْدِيهِ وَتَخْشَى النَّاسَ وَاللَّهُ أَحَقُّ أَنْ تَخْشَاهُ}

“Seandainya Muhammad Shalallahu’alaihi Wasallam menyembunyikan sesuatu dari Al-Qur’an, niscaya dia akan menyembunyikan ayat ini,” yaitu firman-Nya: sedangkan kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedangkan Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. (Al Ahzab : 37)

Juga saat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam di tegur Allah saat Ibnu Umi Maktum meminta Ilmu kepada beliau Namun beliau saat itu sibuk dengan para pembesar Quraisy.

Ini juga bantahan kepada rafidhoh yang mengatakan bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam menyembunyikan sebagian ayat.

Dan Allah akan menjaga Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam menyampaikan Risalah Allah ini.

Ayat ini turun di Madinah,kemungkinan setelah perang Uhud.

Bahkan ada daging kambing yang diracun, dan berbicara dengan Allah sehingga Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tetap sehat sementara ada sebagian sahabat yang wafat.

Allah pun menjaga Nabi shallallahu alaihi wasallam saat tidur, ketika ada seseorang orang akan membunuh Nabi shallallahu alaihi wasallam, dan Nabi shallallahu alaihi wasallam pun tidak terbunuh.

Ketika perang Hunain, ketika pasukan muslimin terdesak, Nabi shallallahu alaihi wasallam tetap menjaga Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang maju memimpin para sahabat yang akhirnya mereka selamat.

Surat ini banyak berbicara tentang ahlul kitab.

قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ لَسْتُمْ عَلٰى شَيْءٍ حَتّٰى تُقِيْمُوا التَّوْرٰىةَ وَالْاِنْجِيْلَ وَمَآ اُنْزِلَ اِلَيْكُمْ مِّنْ رَّبِّكُمْ ۗوَلَيَزِيْدَنَّ كَثِيْرًا مِّنْهُمْ مَّآ اُنْزِلَ اِلَيْكَ مِنْ رَّبِّكَ طُغْيَانًا وَّكُفْرًاۚ فَلَا تَأْسَ عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ

Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Kamu tidak dipandang beragama sedikit pun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil dan yang diturunkan Tuhanmu kepadamu (Al-Qur’an).” Dan apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu pasti akan membuat banyak di antara mereka lebih durhaka dan lebih ingkar, maka janganlah engkau berputus asa terhadap orang-orang kafir itu. QS. Al-Ma’idah : 68

Dalam taurat dan Injil disebutkan untuk beriman kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan juga disebutkan para sahabatnya.

Kebanyakan mereka fanatik kepada kaumnya, hanya beriman dengan Nabi dari Bani Israil.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sedih bila bani Israil dan Quraisy yang tidak beriman. Dan Allah pun hibur mereka. Karena sifat mereka memang demikian.

اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَالَّذِيْنَ هَادُوْا وَالصَّابِـُٔوْنَ وَالنَّصٰرٰى مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَعَمِلَ صَالِحًا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, shabiin dan orang-orang Nasrani, barangsiapa beriman kepada Allah, kepada hari kemudian, dan berbuat kebajikan, maka tidak ada rasa khawatir padanya dan mereka tidak bersedih hati. QS. Al-Ma’idah : 69

Ini mirip surat Qs Al Baqarah ayat 62.
Ini sering dijadikan liberal bahwa yahudi dan Nasrani juga masuk surga.

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَٱلَّذِينَ هَادُوا۟ وَٱلنَّصَٰرَىٰ وَٱلصَّٰبِـِٔينَ مَنْ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ وَعَمِلَ صَٰلِحًا فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang sabi’in, siapa saja (di antara mereka) yang beriman kepada Allah dan hari akhir, dan melakukan kebajikan, mereka mendapat pahala dari Tuhannya, tidak ada rasa takut pada mereka, dan mereka tidak bersedih hati.
QS. Al-Baqarah : 62

Orang yang beriman = muslimin.

Kata orang liberal, kedua ayat ini Allah tidak mempersyaratkan untuk masuk surga harus beriman kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Sehingga Yahudi, Nasrani, shabiun juga masuk surga.
Tidak ada ahli tafsir yang mengatakan demikian, bahkan tafsir orang Syiah.

Ijma ahli tafsir bahwa kalau mau surga harus beriman, harus masuk Islam, yaitu beriman kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam.

Ada dua tafsir tentang ayat ini.

1. Maksudnya yaitu orang-orang yang beriman dari kalangan Yahudi dan Nasrani di zaman Nabi mereka. Sebelum diutus Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam.

2. Beriman kepada Allah, maksudnya beriman dengan rukun iman.
Ini hanya penekanan, karena banyak nash yang demikian.

Tafsir liberal adalah tafsir hermeneutika.
Yang hanya ikut hawa nafsu.

Allah berfirman tentang sifat-sifat orang Yahudi yang selalu melanggar janji, maka salah satu hikmahnya surat ini dibuka dengan perintah menepati janji.

لَقَدْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ وَاَرْسَلْنَآ اِلَيْهِمْ رُسُلًا ۗ كُلَّمَا جَاۤءَهُمْ رَسُوْلٌۢ بِمَا لَا تَهْوٰٓى اَنْفُسُهُمْۙ فَرِيْقًا كَذَّبُوْا وَفَرِيْقًا يَّقْتُلُوْنَ

Sesungguhnya Kami telah mengambil perjanjian dari Bani Israil, dan telah Kami utus kepada mereka rasul-rasul. Tetapi setiap rasul datang kepada mereka dengan membawa apa yang tidak sesuai dengan keinginan mereka, (maka) sebagian (dari rasul itu) mereka dustakan dan sebagian yang lain mereka bunuh. QS. Al-Ma’idah : 70

Perjanjian yang Allah ambil dengan mereka adalah untuk beriman kepada para rasul dan nabi. Yang mereka langgar.
Nabi Isa pun mereka (Yahudi) dustakan.

فَرِيْقًا كَذَّبُوْا وَفَرِيْقًا يَّقْتُلُوْنَ
Sekelompok rasul mereka telah dustakan (fi’il madhi – lampu)

وَفَرِيْقًا يَّقْتُلُوْنَ
Mereka bunuh (dengan fi’il mudhori). Faidahnya, menurut Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin,
Selalu mereka lakukan hingga mereka mencoba membunuh Nabi Isa bahkan berusaha mencoba membunuh Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam.

Huyai bin Akhtab (Yahudi) dan paman Shafiyah.. Menunggu saat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam hijrah ke Madinah, dan berusaha membunuh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, namun akhirnya Huyai bin Akhtab ini terbunuh di perang Khandaq.

Allah berfirman,

وَحَسِبُوٓا۟ أَلَّا تَكُونَ فِتْنَةٌ فَعَمُوا۟ وَصَمُّوا۟ ثُمَّ تَابَ ٱللَّهُ عَلَيْهِمْ ثُمَّ عَمُوا۟ وَصَمُّوا۟ كَثِيرٌ مِّنْهُمْ وَٱللَّهُ بَصِيرٌۢ بِمَا يَعْمَلُونَ

Dan mereka mengira bahwa tidak akan terjadi bencana apa pun (terhadap mereka dengan membunuh nabi-nabi itu), karena itu mereka menjadi buta dan tuli, (dan Allah beri hukuman) kemudian Allah menerima tobat mereka, lalu banyak di antara mereka buta dan tuli. Dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.QS. Al-Ma’idah : 71

Ini dalil bahwa Allah tidak langsung turunkan hukuman,mungkin ada jeda waktu dan baru ada hukuman.

Setelah itu, ini ayat banyak ditinggalkan orang-orang liberal.

Allah berfirman,

لَقَدْ كَفَرَ ٱلَّذِينَ قَالُوٓا۟ إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْمَسِيحُ ٱبْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ ٱلْمَسِيحُ يَٰبَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ رَبِّى وَرَبَّكُمْ إِنَّهُۥ مَن يُشْرِكْ بِٱللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ ٱللَّهُ عَلَيْهِ ٱلْجَنَّةَ وَمَأْوَىٰهُ ٱلنَّارُ وَمَا لِلظَّٰلِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ

Sungguh, telah kafir orang-orang yang berkata, “Sesungguhnya Allah itu dialah Al-Masih putra Maryam.” Padahal Al-Masih (sendiri) berkata, “Wahai Bani Israil! Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu.” Sesungguhnya barangsiapa berbuat syirik Allah, maka sungguh, Allah mengharamkan surga baginya, dan tempatnya ialah neraka. Dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang zalim itu. QS. Al-Ma’idah : 72

Nabi Isa juga dakwah tauhid. Karena banyak kesyirikan.

لَّقَدْ كَفَرَ ٱلَّذِينَ قَالُوٓا۟ إِنَّ ٱللَّهَ ثَالِثُ ثَلَٰثَةٍ وَمَا مِنْ إِلَٰهٍ إِلَّآ إِلَٰهٌ وَٰحِدٌ وَإِن لَّمْ يَنتَهُوا۟ عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Sungguh, telah kafir orang-orang yang mengatakan, bahwa Allah adalah salah satu dari yang tiga, padahal tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa azab yang pedih. QS. Al-Ma’idah : 73

Tiga ini maksudnya Allah, ruhul kudus, Nabi Isa.

Allah buka dengan kata

لَّقَدْ كَفَرَ

Sungguh telah kafir.. (ada penekanan).

Nasrani dihukumi kafir karena salah dalam beriman, beda dengan yahudi yang lebih buruk termasuk suka membunuh para nabi.

أَفَلَا يَتُوبُونَ إِلَى ٱللَّهِ وَيَسْتَغْفِرُونَهُۥ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Mengapa mereka tidak bertobat kepada Allah dan memohon ampunan kepada-Nya? Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
QS. Al-Ma’idah : 74

مَّا ٱلْمَسِيحُ ٱبْنُ مَرْيَمَ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِهِ ٱلرُّسُلُ وَأُمُّهُۥ صِدِّيقَةٌ كَانَا يَأْكُلَانِ ٱلطَّعَامَ ٱنظُرْ كَيْفَ نُبَيِّنُ لَهُمُ ٱلْءَايَٰتِ ثُمَّ ٱنظُرْ أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ

Al-Masih putra Maryam hanyalah seorang Rasul. Sebelumnya pun sudah berlalu beberapa rasul. Dan ibunya seorang yang berpegang teguh pada kebenaran. Keduanya biasa memakan makanan. Perhatikanlah bagaimana Kami menjelaskan ayat-ayat (tanda-tanda kekuasaan) kepada mereka (Ahli Kitab), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka dipalingkan (oleh keinginan mereka). QS. Al-Ma’idah : 75

قُلْ أَتَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَا لَا يَمْلِكُ لَكُمْ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا وَٱللَّهُ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ

Katakanlah (Muhammad), “Mengapa kamu menyembah yang selain Allah, sesuatu yang tidak dapat menimbulkan bencana kepadamu dan tidak (pula) memberi manfaat?” Dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui. QS. Al-Ma’idah : 76

Nasrani ada dua model.

1. Allah =Isa, bantahan berarti sesuatu yang azali=sesuatu yang muhdats (baru), sesuatu yang kontradiktif.

Allah = Isa, berarti Allah turun level dan ini tidak pantas.

Tidak mungkin Rabb =Marbub,
Tidak mungkin Khaliq=Makhluq.

2. Trinitas, Allah =Ruhul Kudus =Isa,
Bantahan, ini membingungkan.
Isa sebelum disalib pun minta perlindungan dari Allah.

3. Isa =anak Allah, Bantahan tidak mungkin Tuhan disamakan dengan manusia.

4. Keyakinan Maryam sebagai Tuhan.
Bantahan, Isa dan Maryam makan karena Tuhan tidak makan. Isyarat keduanya buang hajat dan tidak pantas Tuhan buang hajat.

Semoga bermanfaat..

Tafsir QS Al Maidah

TAFSIR QS AL MAI’DAH Bagian #12: AYAT 59-66 TAFSIR QS AL MAI’DAH Bagian #14: AYAT 77-86
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?