JADILAH MULIA DENGAN BAKTI KEPADA ORANG TUA
Diterbitkan pertama kali pada: 01-Jun-2024 @ 20:48
6 menit membaca*JADILAH MULIA DENGAN BAKTI KEPADA ORANG TUA *
Ustadz Rizal Yuliar Putrananda
24 Dzulqaidah 1445H /1 Juni 2024
Masjid Izzatul Islam Grand Wisata
Melanjutkan pelajaran hadits-hadits akhlak. Kajian akhlak adalah bukan kajian pelengkap, tetapi merupakan jantung dari agama Islam ini.
Misi utama diutusnya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah menyempurnakan akhlak manusia.
Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al Badr menulis kitab ini kitab yang panjang berisi hadits-hadits terkait akhlak.
Salah satu amalan mulia adalah berbakti kepada orang tua, Allah akan ridho kepada seseorang kalau orang tua ridho.. Dengan catatan ini yang sesuai dengan syariat Islam.
Dalam sebuah hadits,
وَعَنْ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ عُمَرَ -رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا-, عَنْ اَلنَّبِيِّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ: – رِضَا اَللَّهِ فِي رِضَا اَلْوَالِدَيْنِ, وَسَخَطُ اَللَّهِ فِي سَخَطِ اَلْوَالِدَيْنِ – أَخْرَجَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ, وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّانَ وَالْحَاكِم
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ashr radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Keridhaan Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua.” (HR Tirmidzi, hadits ini sahih)
Perhatikan hadits berikut..
Dari Mu’awiyah bin Haidah Al Qusyairi radhiallahu’ahu, beliau bertanya kepada Nabi:
يا رسولَ اللهِ ! مَنْ أَبَرُّ ؟ قال : أُمَّكَ ، قُلْتُ : مَنْ أَبَرُّ ؟ قال : أُمَّكَ ، قُلْتُ : مَنْ أَبَرُّ : قال : أُمَّكَ ، قُلْتُ : مَنْ أَبَرُّ ؟ قال : أباك ، ثُمَّ الأَقْرَبَ فَالأَقْرَبَ
“Wahai Rasulullah, siapa yang paling berhak aku perlakukan dengan baik? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: ayahmu, lalu yang lebih dekat setelahnya dan setelahnya” (HR. Al Bukhari dalam Adabul Mufrad, sanadnya hasan).
Orang yang baik kepada teman-teman nya tapi tidak berbakti kepada orang tua, maka kebaikan itu tidak bermanfaat.
Allah memerintahkan kepada kita melalui lisan yang mulia untuk memenuhi bakti ibu 3x baru ayah.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَوَصَّيْنَا الْاِ نْسَا نَ بِوَا لِدَيْهِ اِحْسَا نًا ۗ حَمَلَـتْهُ اُمُّهٗ كُرْهًا وَّوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۗ وَحَمْلُهٗ وَفِصٰلُهٗ ثَلٰـثُوْنَ شَهْرًا ۗ حَتّٰۤى اِذَا بَلَغَ اَشُدَّهٗ وَبَلَغَ اَرْبَعِيْنَ سَنَةً ۙ قَا لَ رَبِّ اَوْزِعْنِيْۤ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْۤ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَا لِدَيَّ وَاَ نْ اَعْمَلَ صَا لِحًا تَرْضٰٮهُ وَاَ صْلِحْ لِيْ فِيْ ذُرِّيَّتِيْ ۗ اِنِّيْ تُبْتُ اِلَيْكَ وَاِ نِّيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
“Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Masa mengandung sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan, sehingga apabila dia (anak itu) telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun, dia berdoa, “Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridai; dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sungguh, aku bertobat kepada Engkau, dan sungguh, aku termasuk orang muslim.””
(QS. Al-Ahqaf 46: Ayat 15)
Allah berwasiat untuk berbakti kepada orang tua.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَوَصَّيْنَا الْاِ نْسٰنَ بِوَا لِدَيْهِ ۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصٰلُهٗ فِيْ عَا مَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِـوَا لِدَيْكَ ۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.”
(QS. Luqman 31: Ayat 14)
✅ Dari ayat ini muncul Beberapa hukum fiqih.
1. Mengandung dan menyusui 30 bulan. Dan ayat 14 qs Luqman, usia kandungan yang mungkin hidup minimal 6 bulan (30-24). Jadi tidak boleh ada suudzon seseorang yang hanya hamil 6 bulan dan melahirkan.
2. Mengandung, melahirkan, menyusui hanya dialami oleh ibu, maka Allah perintahkan 3x berbakti kepada ibu baru kemudian kepada ayah.
Apa yang Allah tuntunan adalah pasti yang terbaik.
Setelah bakti kepada ibu 3x,ayah baru kepada orang yang dekat dari jalur orang tua. Utamakan bibi dari jalur ibu. ❗
Untuk bibi dari ayah tidak disebutkan dalam hadits.
Namun bukan berarti kita tidak berbakti kepada ayah sebelum 3x kepada ibu.
Tapi yang dimaksud adalah bersamaan namun kualitas yang harus lebih baik saat berbakti kepada ibu.
Atho Ibnu Yasar, murid Ibnu Abbas ketika seseorang yang membunuh seseorang Karena cinta nya ditolak bertanya kepada Ibnu Abbas apakah ada amalan untuk hapus dosa pembunuhan tersebut.
Ibnu Abbas menjawab dengan bertanya – apakah ibumu masih hidup.?
Artinya peluang diampuni nya dosa membunuh tadi dapat dikalahkan dengan amalan berbakti kepada orang tua. Yaitu amalan yang bisa mendekatkan kepada Allah.
Intinya – bertaubat dahulu baru beramal kebaikan yang banyak.
Iringi perbuatan buruk dengan perbuatan baik.
Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa tidak ada seorang muslim yang berbuat baik kepada orang tua tidak dibukakan dua pintu surga. Kecuali anak berbuat durhaka kepada orang tua sampai orang tua memanfaatkan dan ridho pada anaknya.
Bakti kepada orang tetap diwajibkan meskipun orang tua berbuat dhalim kepada anaknya.
❗Seorang anak pantang membuat orang tua menangis karena ini adalah kedurhakaan yang besar. ❗❗
Nabi shallallahu alaihi wasallam samakan jihad dengan berbakti kepada orang tua. Padahal jihad ada resiko terbunuh.
Hadits – surga ada dibawah telapak kaki ibu – maksudnya kuatkan azzam untuk berbakti kepada ibu.
✅ Nabi shallallahu alaihi wasallam memerintahkan kalau meminta surga supaya Minta *surga firdaus – paling atas dan paling tengah – dan orang tua adalah pintu tengah surga*.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ فِي الْجَنَّةِ مِائَةَ دَرَجَةٍ أَعَدَّهَا اللَّهُ لِلْمُجَاهِدِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ مَا بَيْنَ الدَّرَجَتَيْنِ كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ ، فَإِذَا سَأَلْتُمُ اللَّهَ فَاسْأَلُوهُ الْفِرْدَوْسَ فَإِنَّهُ أَوْسَطُ الْجَنَّةِ وَأَعْلَى الْجَنَّةِ أُرَاهُ فَوْقَهُ عَرْشُ الرَّحْمَنِ ، وَمِنْهُ تَفَجَّرُ أَنْهَارُ الْجَنَّةِ
Di surga itu terdapat seratus tingkatan, Allah menyediakannya untuk para mujahid di jalan Allah, jarak antara keduanya seperti antara langit dan bumi. Karena itu, jika kalian meminta kepada Allah, mintalah Firdaus, karena sungguh dia adalah surga yang paling tengah dan paling tinggi. Di atasnya ada Arsy Sang Maha Pengasih, dan darinya sumber sungai-sungai surga.” (HR. Bukhari & Ibnu Hibban).
Dari Abu Darda Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْوَالِدُ أَوْسَطُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ فَإِنْ شِئْتَ فَأَضِعْ ذَلِكَ الْبَابَ أَوِ احْفَظْهُ
Orang tua adalah pintu surga paling tengah. Kalian bisa sia-siakan pintu itu, atau kalian bisa menjaganya. (HR. Ahmad).
Apabila ada wasiat orang tua yang bukan menyelisihi syariat maka lakukan karena itu bentuk bakti kepada orang tua.
Nabi shallallahu alaihi wasallam dalam hadits – Bakti yang paling bakti adalah menyambung cinta kepada orang yang orang tua kita cinta.
Lihatlah hadits Ibnu Umar yang memuliakan seorang badui karena orang badui itu orang yang Umar bin Khaththab cintai.
Ambillah pelajaran dari kisah bakti orang tua, Uwais Al Qarni – yang rela menggendong ibunya dari Yaman menuju Mekkah.
Dalam perjalanan tersebut, Uwais berdoa supaya bertemu dengan sahabat. Dan Allah kabulkan doa tersebut, yaitu dengan bertemu Umar bin Khaththab.
Pemahaman para sahabat – satu tarikan nafas ibu saat melahirkan tidak dapat diganti dengan gendong ibu dari Yaman ke Mekkah (amalan yang sangat berat).
Dari Abi Burdah, ia melihat melihat Ibnu Umar dan seorang penduduk Yaman yang sedang thawaf di sekitar ka’bah sambil menggendong ibunya di punggungnya. Orang itu bersenandung,
إِنِّي لَهَا بَعِيْرُهَا الْمُـذِلَّلُ – إِنْ أُذْعِرْتُ رِكَابُهَا لَمْ أُذْعَرُ
Sesungguhnya diriku adalah tunggangan ibu yang sangat patuh.
Apabila tunggangan yang lain lari, maka aku tidak akan lari.
ثُمَّ قَالَ : ياَ ابْنَ عُمَرَ أَتَرَانِى جَزَيْتُهَا ؟ قَالَ : لاَ وَلاَ بِزَفْرَةٍ وَاحِدَةٍ ، ثُمَّ طَافَ ابْنُ عُمَرَ فَأَتَى الْمَقَامَ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ قَالَ : يَا بْنَ أَبِى مُوْسَى إِنَّ كُلَّ رَكْعَتَيْنِ تُكَفِّرَانِ مَا أَمَامَهُمَا .
Orang itu lalu berkata, “Wahai Ibnu Umar apakah aku telah membalas budi kepadanya?” Ibnu Umar menjawab, “Belum, walaupun setarik napas yang ia keluarkan ketika melahirkan.” Beliau lalu thawaf dan shalat dua raka’at pada maqam Ibrahim lalu berkata, “Wahai Ibnu Abi Musa (Abu Burdah), sesungguhnya setiap dua raka’at akan menghapuskan berbagai dosa yang diperbuat sesudahnya.”(HR. Bukhari dalam Adabul Mufrad no. 11, shahih secara sanad)
❗✅ Sebuah nasihat – kalau anak sakit, orang tua selalu berharap anak sembuh dan sehat.
Sedang bila orang tua sakit, kadang anak berharap orang tua segera meninggal. ❗❗
Jauhi pikiran seperti ini.
Bakti orang tua, tidak harus hanya kepada orang tua yang muslim. Kepada orang tua yang kafir pun anak wajib berbakti kepada orang tua.
Lihatlah bagaimana usaha Abu Hurairah berbakti dan Berdakwah kepada ibunya supaya masuk Islam. Dan selalu dicaci maki oleh ibunya.
Suatu saat Abu Hurairah berlari menuju Rasulullah shallallahu alaihi wasallam karena ibunya mencaci nya dan mencaci Rasulullah ﷺ..
Abu Hurairah tidak terima Rasulullah ﷺ dicaci maki.. Dan minta Nabi ﷺ mendoakan ibunya supaya masuk Islam.
Setelah Nabi ﷺ mendoakan ibu Abu Hurairah, Abu Hurairah pulang dan di jumpai Ibunya sedang mandi untuk persiapan bersyahadat.
Abu Hurairah ketagihan minta doa Nabi ﷺ agar kaum mukminin cinta kepada Abu Hurairah dan ibunya.
Kalau ada manusia yang tidak cinta kepada Abu Hurairah maka orang tersebut bukan orang yang beriman.
Semoga bermanfaat.
#bakti #berbakti #jihad #sholat #orangtua
##$$-aa-##$$

