KITAB TAUHID #19- SIKAP KERAS RASULULLAH TERHADAP ORANG BERIBADAH KEPADA ALLAH DI SISI KUBURAN ORANG SHALIH
Diterbitkan pertama kali pada: 17-Jul-2020 @ 21:39
3 menit membacaKitab Tauhid Bab *Sikap Keras Rasulullah terhadap orang yang beribadah kepada Allah di sisi kuburan orang shalih*, bagaimana lagi jika menyembah orang sholeh tersebut.
Ustadz Dr Firanda Andirja, Lc MA
4 Rabi’ul Awwal 1440H
Kaidah: wasilah itu mengambil hukum tujuan, karena beribadah di kuburan orang sholeh bisa mengantarkan kesyirikan maka hukumnya haram.
Kenyataannya banyak saudara-saudara kita masih banyak kaum muslimin di penjuru dunia yang meminta-minta kepada penghuni kubur (yang dianggap orang sholeh) .
Mereka mengatakan..
Yaa Husein, pertolonganmu…
Yaa Ali, pertolonganmu
Yaa Rasulullah, petolonganmu..
Diriwayatkan dalam shoheh [Bukhari dan Muslim], dari Aisyah radhiyallahu anha bahwa Ummu Salamah radhiyallahu anha bercerita kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam tentang gereja yang ia lihat di negeri Habasyah (Ethiopia), yang didalamnya terdapat patung-patung (gambar-gambar), maka Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :
“أولئك إذا مات فيهم الرجل الصالح، أو العبد الصالح بنوا على قبره مسجدا، وصوروا فيه تلك الصور، أولئك شرار الخلق عند الله “.
”Mereka itu, apabila ada orang yang sholeh atau hamba yang sholeh meninggal, mereka membangun diatas kuburannya sebuah tempat ibadah, dan mereka membuat didalamnya patung-patung, dan mereka sejelek-jelek makhluk disisi Allah”.
Mereka dihukumi beliau sebagai sejelek-jelek makhluk karena mereka melakukan dua fitnah sekaligus, yaitu fitnah memuja kuburan dengan membangun tempat ibadah diatasnya dan fitnah membuat rupanya patung-patung.
Hadist ini tidak menerangkan mereka beribadah kepada ahli kubur tapi hanya sebagai wasilah.
Syaikhul Islam, inilah yang menjadikan orang-orang jatuh pada syirik besar.
Syirik kepada kuburan orang sholeh lebih mudah terjadi dari pada kesyirikan kepada batu dan pohon.
Mereka beribadah lebih hati-hati (khusyu) di sisi kuburan orang-orang sholeh.
Kebanyakan mereka berharap keberkahan beribadah di sisi kuburan orang sholeh.
Dalam riwayat Imam Bukhari dan Muslim, Aisyah juga berkata : ketika Rasulullah akan diambil nyawanya, beliaupun segera menutup mukanya dengan kain, dan ketika nafasnya terasa sesak maka dibukanya kembali kain itu. Ketika beliau dalam keadaan demikian itulah beliau bersabda :
لعنة الله على اليهود والنصارى، اتخذوا قبور أنبيائهم مساجد
“Laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yahudi dan Nasrani, yang telah menjadikan kuburan para Nabi mereka sebagai tempat peribadatan”.
Beliau mengingatkan umatnya agar menjauhi perbuatan mereka, dan jika bukan karena hal itu, Maka pasti kuburan beliau akan ditampakkan, hanya saja beliau khawatir kalau kuburannya nanti dijadikan tempat beribadah.
Kuburan dijadikan masjid maksudnya adalah dijadikan tempat beribadah…
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berdoa, “Ya Allah, jangan jadikan kuburan ku sebagai berhala yang disembah”
Selama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam di kubur, tidak ada sahabat yang beribadah di kuburan tersebut..
Sebelumnya perluasan masjid di sisi kanan kuburan, saat pemerintahan Al Walid bin Abdul Malik diperintahkan perluasan do sisi kiri masjid (kena kuburan – tahun 91 H).
Bangunan dibuat kerucut, supaya orang-orang tidak nyaman sholat hadap kuburan..
Akhirnya dibuat 3 lapis dinding, yang ambil Raudah 3 meter.., supaya orang-orang tidak bisa usap kuburan Nabi Shallallahu alaihi wasallam.
Sehingga, sebenarnya kuburan Nabi diluar masjid Nabawi.
Kalaupun kuburan Nabi dalam masjid, maka tidak bisa diqiaskan dengan kuburan2 yang lain,
1. Kuburan Nabi asalnya diluar, kemudian diperluas
2. Kuburan Nabi tidak boleh dipindahkan (hadits : Para Nabi dikubur dimana mereka wafat)
3. Masjid Nabawi tidak mungkin dipindah karena letak masjid ditentukan oleh Allah.
Bila kuburan dulu, masjid belakangan maka masjid dipindah.
Bila kuburan belakangan dari pada masjid, maka kuburan harus dipindah.
Ibnul Qayyim : maka Nabi berdoa (“Ya Allah, jangan jadikan kuburan ku sebagai berhala yang disembah”) dan Allah mengabulkan doa Nabi sehingga kuburan Nabi ditutup dengan 3 dinding dan dalam penjagaan yang ketat.
Kuburan Nabi bukan ditinggikan tapi rumah Aisyah memang sudah tinggi.
Maksud larangan kuburan dijadikan masjid,
1. Sholat di atas kuburan tersebut (hadist : “Jangan kalian jadikan rumah kalian sebagai kuburan”, cara nya dengan baca Quran dan sholat sunnah di rumah)
2. Sholat ke arah kuburan (hadist : jangan sholat ke arah kuburan).. Ini wasilah.
لاَ تُصَلُّوْا إِلَى الْقُبُوْرِ وَلاَ تَجْلِسُوْا عَلَيْهَا
“Janganlah kalian shalat menghadap kuburan, dan janganlah duduk di atasnya.” (HR. Muslim No. 972)
3. Membangun masjid di sekitar kuburan tersebut.
Bid’ah menjadikan kuburan orang sholeh jadi masjid adalah Rafidhah (Syiah).
Semoga bermanfaat,
##$$-aa-$$##


