Diterbitkan pertama kali pada: 24-Jun-2020 @ 18:53

3 menit membaca

*PENGAGUNGAN ALLAH*
Prof. DR. Sholeh Sindi Hafidzahullah
(Guru Besar Masjid Nabawi dan Profesor Bidang Aqidah Universitas Islam Madinah)
Tarjim : Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc, MA.
10 Rabi’ul Akhir 1440H

Diantara pokok yang agung yang ditunjukkan oleh Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam adalah pengagungan kepada Allah subhana wata ‘ala.

Allah adalah yang Maha Agung, memiliki nama-nama yang indah dan memiliki sifat yang tertinggi.

Agama yang dibawa oleh Nabi Shalallahu alaihi wassalam adalah agama yang dibangun berdasar pengagungan kepada Allah. Iman itu bertingkat tingkat tergantung tingkat pengagungan kepada Allah.

Apa itu pengagungan kepada Allah?
Keyakinan hati, diikuti lisan dan amalan sholeh..

Pengagungan Allah dengan hati.
1. Yakin bahwa Allah yang memiliki kesempurnaan Allah dari segala sisi ,pada Dzat, Nama, perbuatan, firman, hikmah..
2. Yakin Allah suci dari segala kekurangan
3. Tidak ada sesuatu apa pun yang menyamai
4. Kita hadirkan dalam hati betapa hebatnya Allah.

Pengagungan Allah dengan lisan.
Memuji, menyanjung Nya..
Allah suka dengan pujian dan sanjungan..

Pengagungan dengan perbuatan dengan takwa.
Bertakwa dengan sebenar benar takwa, tunduk pada aturan, hukum Allah.

Nama Allah, adalah puncak keagungan dalam nama, sifat dan perbuatan..

Cara mengagungkan Allah?
1. Mentauhidkan Allah dalam segala hal. Tidak membuat tandingan-tandingan bagi Allah.

2. Ketaatan kepada Allah adalah yang nomor 1. Tidak taat kepada siapapun dalam bermaksiat kepada Allah.

3. Tidak protes kepada hukum Allah baik hukum syariat maupun hukum takdir.. Ridho atas putusan Allah.

4. Jika ada yang meminta kepadamu dengan menyebut Nama Allah maka berikanlah.
Dengan syarat tidak menimbulkan kemudhorotan.

Hadist, Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam bersabda,
وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَقَدْ سَأَلَ اللَّهَ بِاسْمِهِ الأَعْظَمِ الَّذِى إِذَا دُعِىَ بِهِ أَجَابَ وَإِذَا سُئِلَ بِهِ أَعْطَى

Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh orang ini telah meminta kepada Allah dengan ismullah al-a’dzam (nama Allah yang paling agung), dimana, ketika seseorang berdoa dengan menyebut nama itu, maka doanya akan diijabahi. Daan apabila dia meminta kepada Allah dengan menyebut nama itu, maka dia akan diberi.

(HR. Ahmad 23654, Abu Daud 1495, Turmudzi 3812, dan disahihkan Syuaib al-Arnauth).

5. Apabila ada saudara yang bersumpah dengan menyebut nama Allah maka kita penuhi.
Misalnya, Demi Allah, datangi undangan..
Dengan syaratnya tidak timbul mudhorot.

6. Jika ada orang yang bersumpah dengan Nama Allah maka benarkanlah.

Misalnya, Demi Allah aku tidak……

7. Jangan sering bersumpah. Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam menasihati untuk mengurangi sumpah. Sumpah harus pilih yang benar-benar memerlukan pembenaran.

8. Nama Allah hendaknya disucikan. Tidak berdzikir pada tempat atau hal yang kotor.
Misalnya disebutkan Nama Allah dalam musik.

9. Hati sakit bila syariat Allah dilanggar. Bila lihat kemungkaran maka harus diingkari.
Bila kita melanggar syariat maka kita harus menyesal..

Ibnu Mas’ud berkata,

إن المؤمن يرى ذنوبه كأنه قاعد تحت جبل يخاف أن يقع عليه, وإن الفاجر يرى ذنوبه كذباب مر على أنفه فقال به هكذا فذبه عنه

((Sesungguhnya seorang mukmin memandang dosa-dosanya seakan-akan ia sedang duduk di bawah gunung dan ia takut gunung tersebut jatuh menimpanya. Dan seorang fajir memandang dosa-dosanya seperti seekor lalat yang lewat di hidungnya lalu ia berkata demikian (mengipaskan tangannya di atas hidungnya) untuk mengusir lalat tersebut))

10. Mengagungkan perintah Allah

10.1 tidak meremehkan dalam menjalankannya, segera menjawab perintah Allah.
10.2 menjalankan perintah dengan semangat dan gembira
10.3 mengkosongkan hati dari hal lain, hanya untuk Allah bila sedang taat kepada Allah, merasa diawasi Allah.
10.4 benar-benar taat kepada Allah baik tahu hikmah nya atau tidak..

11. Mengagungkan apa yang Allah Agungkan dan Allah perintahkan.
Seperti : Masjid, Makah, Qurban, tempat2 haji.
Agungkan orang tua, hormati orang yang halal Alquran, muliakan pemimpin yang adil.

12. Mengagungkan Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam. Karena Nabi dicintai oleh Allah.
Hendaknya kita cintai Nabi lebih dari cinta kepada orang tua anak, istri bahkan diri sendiri.

13. Diantara bentuk pengagungan kepada Rasulullah, adalah Mengagungkan sabda Nabi Shalallahu alaihi wassalam. Jika disebut Nama Nabi kita bersholawat. Jika disebut hadist Nabi, kita tidak angkat suara.. Kita perlakuan hadist serupa dengan perlakuan kepada ayat Alquran.

14. Diantara bentuk pengagungan kepada Rasulullah, Memuliakan ahlu bait Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam, yaitu turunan dari Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam.

Juga memuliakan para sahabat Nabi Shalallahu alaihi wassalam.

15. Memuliakan mushaf Alquran. Karena mushaf ini isinya firman Allah.

Para ulama telah sepakat orang dihukumi murtad bila perbuatan tercela dg Alquran (lempar ke sampah, injak Alquran)

Tidak membuka mushaf dengan jari yang diberi ludah.
Jangan taruh mushaf di lantai. Mushaf2 harus ditata rapi.

Kesimpulan, bahasan yang sangat agung, kita harus bersihkan hati dan memenuhi hati dngan pengagungan Allah dalam segala hal tanpa ada kekurangan.

Bentuknya adalah taat pada perintah dan larangan Allah.

Kita ingatkan istri, anak dan keluarga..

Semoga bermanfaat.

$$##-aa-##$$

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?