KISAH NABI ADAM DAN IBLIS
Diterbitkan pertama kali pada: 24-Nov-2024 @ 07:00
6 menit membaca*KISAH NABI ADAM DAN IBLIS*
Ustadz Musa Mulyadi, Lc
22 Jumadil Awal 1446H/24 Nopember 2024
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
Kisah adalah diantara isi Al Qur’an.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
فَا قْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ
“Maka ceritakanlah kisah-kisah itu agar mereka berpikir.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 176)
Manusia bisa ambil ibroh dari cerita-cerita.
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,
نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ أَحْسَنَ ٱلْقَصَصِ بِمَآ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ هَـٰذَا ٱلْقُرْءَانَ وَإِن كُنتَ مِن قَبْلِهِۦ لَمِنَ ٱلْغَـٰفِلِينَ
Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Quran ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan)nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui.
Surat Yusuf (12) Ayat 3
🔹Kisah pada Al Quran adalah berdasar wahyu dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,
لَقَدْ كَانَ فِى قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌۭ لِّأُو۟لِى ٱلْأَلْبَـٰبِ ۗ مَا كَانَ حَدِيثًۭا يُفْتَرَىٰ وَلَـٰكِن تَصْدِيقَ ٱلَّذِى بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلِّ شَىْءٍۢ وَهُدًۭى وَرَحْمَةًۭ لِّقَوْمٍۢ يُؤْمِنُونَ
Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.
Surat Yusuf (12) Ayat 111
🔹 Kisah dalam Al Qur’an adalah kejadian masa lampau, sesuatu yang ghaib buat kita.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
ذٰلِكَ مِنْ اَنْۢـبَآءِ الْغَيْبِ نُوْحِيْهِ اِلَيْكَ ۗ وَمَا كُنْتَ لَدَيْهِمْ اِذْ يُلْقُوْنَ اَقْلَا مَهُمْ اَيُّهُمْ يَكْفُلُ مَرْيَمَ ۖ وَمَا كُنْتَ لَدَيْهِمْ اِذْ يَخْتَصِمُوْنَ
“Itulah sebagian dari berita-berita gaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), padahal engkau tidak bersama mereka ketika mereka melemparkan pena mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan engkau pun tidak bersama mereka ketika mereka bertengkar.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 44)
Nabi ﷺ tidak ada pada saat peristiwa tersebut.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
تِلْكَ مِنْ اَنْۢبَآءِ الْغَيْبِ نُوْحِيْهَاۤ اِلَيْكَ ۚ مَا كُنْتَ تَعْلَمُهَاۤ اَنْتَ وَلَا قَوْمُكَ مِنْ قَبْلِ هٰذَا
“Itulah sebagian dari berita-berita gaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad); tidak pernah engkau mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini.”
(QS. Hud 11: Ayat 49)
Demikian juga dengan kisah Nabi Adam alaihi salam.
Dan Allah tidak biarkan orang beriman tidak tahu kisah tersebut.
Allah kisahkan Nabi Adam untuk menunjukkan awal kehidupan ini. Begitu juga Allah kuasa akan akhir kelak.
Demikian juga kisah Nabi Yusuf.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
ذٰلِكَ مِنْ اَنْۢبَآءِ الْغَيْبِ نُوْحِيْهِ اِلَيْكَ ۚ وَمَا كُنْتَ لَدَيْهِمْ اِذْ اَجْمَعُوْۤا اَمْرَهُمْ وَهُمْ يَمْكُرُوْنَ
“Itulah sebagian berita gaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad); padahal engkau tidak berada di samping mereka, ketika mereka bersepakat mengatur tipu muslihat (untuk memasukkan Yusuf ke dalam sumur).”
(QS. Yusuf 12: Ayat 102)
Intinya adalah iman, kisah yang harus kita imani. Jangan hanya suka kisah film yang hal tersebut tidak haq, ada kebatilan di dalamnya.
🔹Bagaimana kisah Iblis dan Nabi Adam alaihissalam.
Iblis menurut sebagian ulama, kunyah iblis adalah Abu Kardus.
Ada kisah israiliyat dulu iblis namanya Azazil..
Ada yang menyebut Iblis itu jan – bapak nya para jin.
Iblis diciptakan dari api, lebih awal dari pada Adam.
وَالْجَانَّ خَلَقْنَاهُ مِن قَبْلُ مِن نَّارِ السَّمُومِ
“Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.” (Al-Hijr: 27)
Juga firman-Nya:
وَخَلَقَ الْجَانَّ مِن مَّارِجٍ مِّن نَّارٍ
“Dan Dia menciptakan jin dari nyala api.” (Ar-Rahman: 15)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Para malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari nyala api, dan Adam diciptakan dari apa yang disifatkan kepada kalian.” (HR. Muslim)
Allah sebutkan kisah iblis dan nabi Adam dalam banyak ayat…
Allah berfirman,
{وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الأرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ (30) }
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.'” Mereka berkata, “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau!” Tuhan berfirman, “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kalian ketahui.” Al-Baqarah, ayat 30
Arti khalifah – setelah nya, maksudnya terus berkembang.
Malaikat mengira Allah akan menciptakan makhluk yang sama seperti sebelumnya.
Yang merusak, karena hawa nafsu.
Manusia juga ada yang baik. Manusia bisa punya turunan, ada kemajuan ada kemaslahatan.
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,
{وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلائِكَةِ اسْجُدُوا لآدَمَ فَسَجَدُوا إِلا إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ (34) }
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kalian kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali iblis; ia enggan dan takabur, dan adalah dia termasuk golongan orang-orang yang kafir. Al-Baqarah, ayat 34
Ayat ini jadi khilaf para ulama.
Iblis itu bukan malaikat, tapi Abul jan. Bapaknya jin. Iblis menolak untuk sujud, karena sombong, merasa lebih baik daripada Adam.
وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ
“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: ‘Sujudlah kamu kepada Adam’, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin…” (Al-Kahfi: 50)
قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ ۖ قَالَ أَنَا۠ خَيْرٌۭ مِّنْهُ خَلَقْتَنِى مِن نَّارٍۢ وَخَلَقْتَهُۥ مِن طِينٍۢ
Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Menjawab iblis “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”.
Surat Al-A’raf (7) Ayat 12
Sombong adalah sebab dari terhalang nya kita paham Al Qur’an dan ambil ilmu.
Penuntut Ilmu itu harus merasa tidak tahu, jangan sombong.
Adab nya harus diam, supaya dapat ibroh.
ٱدْخُلُوٓا۟ أَبْوَٰبَ جَهَنَّمَ خَـٰلِدِينَ فِيهَا ۖ فَبِئْسَ مَثْوَى ٱلْمُتَكَبِّرِينَ
(Dikatakan kepada mereka): “Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka Jahannam, sedang kamu kekal di dalamnya. Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong”.
Surat Ghafir (40) Ayat 76
Allah benci orang yang sombong.
لَا جَرَمَ أَنَّ ٱللَّهَ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُسْتَكْبِرِينَ
Tidak diragukan lagi bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong.
Surat An-Nahl (16) Ayat 23
Setelah iblis diusir, Allah perintahkan Adam untuk menetap di surga, sampai di tergoda oleh iblis.
{وَقُلْنَا يَا آدَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ وَكُلا مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ شِئْتُمَا وَلا تَقْرَبَا هَذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ (35) فَأَزَلَّهُمَا الشَّيْطَانُ عَنْهَا فَأَخْرَجَهُمَا مِمَّا كَانَا فِيهِ وَقُلْنَا اهْبِطُوا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ وَلَكُمْ فِي الأرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَاعٌ إِلَى حِينٍ (36) }
Dan Kami berfirman, “Hai Adam, diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kalian sukai, tetapi janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim. Lalu keduanya digelincirkan oleh setan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula, dan Kami berfirman, “Turunlah kamu! Sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan.” QS Al Baqarah 35-36.
Itulah ujian Adam, wanita, sesuatu yang sangat diinginkan Adam. Itu adalah jalan masuk fitnah / ujian.
Manusia itu sifatnya tertantang ingin melanggar aturan.
Yang mendorong Nabi Adam mendekati larangan itu adalah istri nya. Inilah pelajaran bahwa istri Juga bisa mempengaruhi keputusan suami.
Karena pelanggaran tersebut, Allah turunkan Adam dari surga.
{قُلْنَا اهْبِطُوا مِنْهَا جَمِيعًا فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِنِّي هُدًى فَمَنْ تَبِعَ هُدَايَ فَلا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ (38) وَالَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا أُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ (39) }
Kami berfirman, “Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. Qs Al Baqarah 38-39.
Dunia adalah tempat sementara. Dan kita harus berusaha kembali ke asal kita, jangan sampai ikut jalan iblis.
✅ FAIDAH
1. Keutamaan ilmu. Malaikat ketika keutamaan Nabi Adam, malaikat patuh akan perintah Allah untuk sujud kepada Adam. Nabi Adam telah Allah ajarkan banyak hal.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَعَلَّمَ اٰدَمَ الْاَ سْمَآءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلٰٓئِكَةِ فَقَا لَ اَنْبِۢـئُوْنِيْ بِاَ سْمَآءِ هٰۤؤُلَآ ءِ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
“Dan Dia ajarkan kepada Adam nama-nama (benda) semuanya, kemudian Dia perlihatkan kepada para malaikat seraya berfirman, “Sebutkan kepada-Ku nama semua (benda) ini, jika kamu yang benar!””
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 31)
2. Siapa saja yang Allah beri anugerah ilmu, maka wajib bagi dia untuk mengakui itu adalah anugerah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
3. Bahaya dengki.
Dengki – sombong.
Obat nya adalah mengakui rezeki itu ditentukan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, bersyukur.
4. Ini adalah asal usul manusia yang benar.
Jangan kufur dengan takdir.
Misal – kenapa saya dilahirkan?
Ini adalah ucapan kufur.
5. Aqidah bahwa Allah ciptakan manusia dengan kedua tangan Nya. Allah punya sifat tangan namun berbeda dengan tangan makhluk.
Allah Ta’ala berfirman,
قَالَ يَا إِبْلِيسُ مَا مَنَعَكَ أَنْ تَسْجُدَ لِمَا خَلَقْتُ بِيَدَيَّ أَسْتَكْبَرْتَ أَمْ كُنْتَ مِنَ الْعَالِينَ
“Wahai Iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Aku ciptakan dengan dua tangan-Ku (yaitu Adam). Apakah kamu menyombongkan diri atau kamu (merasa) termasuk golongan yang (lebih) tinggi?” (QS. Shad: 75)
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
أن الله لمَّا خلق آدم قال له: ويداه مقبوضتان اختر أيهما شئت، قال: اخترت يمين ربي وكلتا يدي ربي يمين مباركة، ثم بسطها فإذا فيها آدم وذريته
“Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan Adam, maka Allah berkata kepada Adam: ‘Kedua tangan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam keadaan digenggam, pilihlah salah satu dari apa yang kamu inginkan.’ Adam berkata: ‘Aku memilih tangan kanan Rabbku. Dan kedua tangan Rabbku kanan, penuh berkah.’ Kemudian Allah buka, dalam genggaman itu Adam dan seluruh keturunannya.” (HR. Tirmidzi)
Keimanan kita kepada nama-nama dan sifat-sifat Allah tentunya sesuai dengan apa yang diinginkan oleh Allah dengan landasan bahwa sifat-sifat tersebut sesuai dengan kebesaran, keagungan, kemuliaan dan kesempurnaan Allah Subhanahu wa Ta’ala, tidak sama dengan sifat makhluk.
…لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
“Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Allah, dan Allah Maha Mendengar dan Maha Melihat.” (QS. Asy-Syura'[42]: 11)
Semoga bermanfaat,
#Adam #salaf #sunnah #iblis #sujud #sombong
##$$-aa-$$##


