TematikUstadz Musa Mulyadi, Lc

HAK-HAK NABI MUHAMMAD ﷺ YANG WAJIB DITUNAIKAN—2

Diterbitkan pertama kali pada: 22-Okt-2023 @ 05:53

4 menit membaca

*HAK-HAK NABI MUHAMMAD ﷺ YANG WAJIB DITUNAIKAN—2*
Ustadz Musa Mulyadi, Lc
7 Rabi’ul Akhir 1445 H / 22.10.2023
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima Bekasi

Ada beberapa poin. (lanjutan)

1️⃣ Wajibnya kita ikuti dan taati Nabi ﷺ.

2️⃣ Nukilan ulama salaf – tentang mengikuti Nabi ﷺ.

Ibnu Umar – apa-apa yang Nabi shallallahu alaihi wasallam lakukan maka kita lakukan. (ketika ditanya Tabiin terkait sholat khouf, sholat ketika Safar)

Salafus sholeh yang lain berkata – Amalan yang sedikit dari Nabi shallallahu alaihi wasallam lebih baik daripada amalan yang banyak tetapi tidak sesuai sunnah.

Ibnu Syihab az Zuhri – berpegang kepada sunnah adalah keselamatan.

Umar bin Khaththab memerintahkan kepada para pegawainya untuk selalu ikuti Nabi shallallahu alaihi wasallam.

Ali bin Abi Thalib – saya bukan Nabi, bukan orang yang diberi wahyu, saya hanya ibadah sesuai dengan Al Qur’an dan Sunnah Nabi shallallahu alaihi wasallam.

Ibnu Mas’ud – konsisten dalam sunnah dari pada berupaya membuat perkara baru dalam urusan bidah.

Ibnu Umar – sholat musafir itu dua rakaat, barangsiapa yang menyelisihi sunnah maka dia kufur (Maksudnya adalah menekankan pentingnya ikuti sunnah Nabi ﷺ)

Imam Atho’ – jika kalian berselisih maka kembalikan kepada Al Qur’an dan Sunnah Nabi ﷺ.

Imam Syafi’i – tidak ada urusan yang lain kecuali ikuti sunnah Nabi ﷺ.

Umar bin Khattab pernah berkata,

إِنِّى لأُقَبِّلُكَ وَإِنِّى أَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ وَأَنَّكَ لاَ تَضُرُّ وَلاَ تَنْفَعُ وَلَوْلاَ أَنِّى رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَبَّلَكَ مَا قَبَّلْتُكَ

“Sesungguhnya aku menciummu dan aku tahu bahwa engkau adalah batu yang tidak bisa memberikan mudhorot (bahaya), tidak bisa pula mendatangkan manfaat. Seandainya bukan karena aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menciummu, maka aku tidak akan menciummu.” (HR. Muslim)

Jadi kalau sesuatu itu adalah hadits shahih maka ikuti, tidak perlu berdebat tentang hal itu.

Ibnu Umar – ketika beliau bawa unta sambil berputar dan ditanya mengapa demikian beliau menjawab tidak tahu, saya hanya pernah melihat Nabi ﷺ melakukan hal itu.

Umar bin Abdul Aziz rahimahullah menulis surat kepada salah seorang gubernur yang isinya, “Saya berwasiat kepadamu agar selalu bertakwa kepada Allah, bersikap sederhana dalam beragama, mengikuti Sunnah Rasul dan meninggalkan perkara bid’ah, pasti telah ditetapkan dalil larangannya. Dan tetaplah kamu berada di atas sunnah, karena dengannya kamu akan terpelihara dari penyimpangan. Dan ketahuilah, kamu harus mengamalkan sunnah dan mengetahui bahwa lawannya adalah kesalahan kesesatan berlebihan dan kebodohan. Dan terimalah apa yang diterima oleh generasi salaf, karena para generasi salaf terdahulu berhenti dengan dasar ilmu dan cukup mengambil agama dengan pandangan yang tajam, serta mereka mampu untuk membahas kalau mau melakukan” (Sunan Abu Dawud).

Abu Usman Al Hiiry – barangsiapa siapa yang mengamalkan sunnah maka kelak dia akan berkata dengan hikmah, dan barangsiapa yang mengamalkan sesuai hawa nafsu maka dia akan berkata dengan bidah.

Imam Ahmad bin Hanbal – suatu ketika saya bertemu dengan orang-orang yang mandi dalam keadaan telanjang (bersama) dan saya nasihati mereka dengan hadits – jangan masuk kamar mandi dengan telanjang – dan saya masuk tempat mandi itu dengan memakai kain. Dan orang yang mengamalkan sunnah akan diganjar dengan surga.

3️⃣ Balasan orang yang menyelisihi sunnah.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَلْيَحْذَرِ الَّذِيْنَ يُخَا لِفُوْنَ عَنْ اَمْرِهٖۤ اَنْ تُصِيْبَهُمْ فِتْنَةٌ اَوْ يُصِيْبَهُمْ عَذَا بٌ اَ لِيْمٌ

” maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah rasul-Nya takut akan mendapat cobaan atau ditimpa azab yang pedih.”
(QS. An-Nur 24: Ayat 63)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَمَنْ يُّشَا قِقِ الرَّسُوْلَ مِنْۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَـهُ الْهُدٰى وَ يَـتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيْلِ الْمُؤْمِنِيْنَ نُوَلِّهٖ مَا تَوَلّٰى وَنُصْلِهٖ جَهَـنَّمَ ۗ وَسَآءَتْ مَصِيْرًا

“Dan barang siapa menentang Rasul (Muhammad) setelah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan dia dalam kesesatan yang telah dilakukannya itu dan akan Kami masukkan dia ke dalam Neraka Jahanam, dan itu seburuk-buruk tempat kembali.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 115)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan berasal dari kami, maka amalan tersebut tertolak.” (HR. Muslim)

4️⃣ Kewajiban kita adalah mengikuti dan mencintai Nabi shallallahu alaihi wasallam.

MAKNA mencintai Nabi shallallahu alaihi wasallam.

Fudhail bin Iyadh – orang-orang berbeda-beda dalam menafsirkan kata mencintai – namun dalam hal mencintai sunnah makna nya adalah sikap.

Sufyan ats Tsaury – mahabah itu adalah mengikuti sunnah Nabi shallallahu alaihi wasallam.

Mencintai Nabi shallallahu alaihi wasallam itu dengan membela dan mengamalkan sunnah Nabi shallallahu alaihi. Dan pantang menyelisihi sunnah.

Mahabbah itu Mendahulukan yang dicintai. Maka mencintai Allah dan Rasul-Nya dengan Mendahulukan Allah dan Rasul-Nya.

Qadhi Iyadh – hakikat Mahabbah Sunnah Nabi ﷺ.- hati kita cocok dan condong kepada sunnah Nabi ﷺ.

Kecocokan ini ditinjau dari tiga hal.

1. Fisik
2. Akal
3. Beri kebaikan dan nikmat yang banyak.

Nabi shallallahu alaihi wasallam adalah orang yang paling berjasa kepada kita. Lebih dari jasa orang tua kita.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

قُلْ اِنْ كَا نَ اٰبَآ ؤُكُمْ وَاَ بْنَآ ؤُكُمْ وَاِ خْوَا نُكُمْ وَاَ زْوَا جُكُمْ وَعَشِيْرَتُكُمْ وَ اَمْوَا لُ ٱِ قْتَرَفْتُمُوْهَا وَتِجَا رَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَا دَهَا وَ مَسٰكِنُ تَرْضَوْنَهَاۤ اَحَبَّ اِلَيْكُمْ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَ جِهَا دٍ فِيْ سَبِيْلِهٖ فَتَرَ بَّصُوْا حَتّٰى يَأْتِيَ اللّٰهُ بِاَ مْرِهٖ ۗ وَا للّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفٰسِقِيْنَ
“Katakanlah, “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.”
(QS. At-Taubah 9: Ayat 24)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana diberitakan Abu Hurairah :

فَوَ الَذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِن وَلَدِهِ وَ وَالِدِهِ رواه البخاري

“Demi Dzat yang jiwaku di tanganNya. Tidak sempurna iman salah seorang dari kalian, hingga menjadikan aku lebih ia cintai dari anaknya dan orang tuanya“
HR Bukhari.

Umar bin Al Khaththab :

كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ آخِذٌ بِيَدِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ فَقَالَ لَهُ عُمَرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَأَنْتَ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ إِلَّا مِنْ نَفْسِي فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْكَ مِنْ نَفْسِكَ فَقَالَ لَهُ عُمَرُ فَإِنَّهُ الْآنَ وَاللَّهِ لَأَنْتَ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ نَفْسِي فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْآنَ يَا عُمَر ُ رواه البخاري

“Kami bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan beliau dalam keadaan memegang tangan Umar bin Al Khaththab, lalu Umar berkata kepada beliau: “Wahai, Rasululah! Sungguh engkau lebih aku cintai dari segala sesuatu kecuali diriku,” lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak, demi Dzat yang jiwaku di tanganNya, sampai aku lebih kamu cintai dari dirimu sendiri”. Lalu Umarpun berkata: “Sekarang, demi Allah, sungguh engkau lebih aku cintai dari diriku sendiri,” lalu Nabi n bersabda: “Sekarang, wahai Umar!” HR Bukhari.

Semoga bermanfaat.

##$$-aa-$$##

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?