Diterbitkan pertama kali pada: 12-Mei-2024 @ 06:26

4 menit membaca

*10 KIAT KETENANGAN JIWA-1*
Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al Badr
Ustadz Ahmad Zainuddin Al Banjary
4 Dzulqaidah 1445 H/12 Mei 2024
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima Bekasi

Ustadz memulai dengan doa memohon ilmu,

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ

Allaahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’an, wa a’uudzu bika min ‘ilmin laa yanfa’.

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, dan berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat.

Manusia dalam hidup akan menghadapi berbagai permasalahan baik yang terkait fisik, hati, keluarga. Masalah-masalah ini akan membuat jiwa tidak tenang.

⛰️ Lapang dada lebih banyak dicari daripada banyak harta benda.

Syaikh memulai dengan kata Alhamdulilah,
Segala macam pujian kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

➡️ Salah satu kiat tenang hidup, membaca Alhamdulilah ketika mendapat cobaan.

الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ

‘[Alhamdulillah ala kulli hal] Segala puji hanya milik Allah atas setiap keadaan’.” (HR. Ibnu Majah)

Hati harus disandarkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, Sang Pembolak-balik hati.

➡️ Sholawat – ibadah yang agung.

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَـٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.
Surat Al-Ahzab (33) Ayat 56

Diantara Faidah Sholawat adalah sebagai Pelancar doa.

dalam hadits Fudholah bin ‘Ubaid, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendengar seseorang memanjatkan doa dalam shalatnya, lalu ia tidak memanjatkan shalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau pun berkata, “Orang ini terlalu tergesa-gesa dalam doanya.” Kemudian beliau memanggilnya lalu menegurnya atau mengatakan kepada lainnya, “Jika salah seorang di antara kalian berdoa, maka mulailah dengan memuji Allah, menyanjung-Nya, lalu bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu mintalah doa yang diinginkan.” (HR. Tirmidzi)

Umar radhiyallahu ‘anhu pernah mengatakan,

إِنَّ الدُّعَاءَ مَوْقُوفٌ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ لاَ يَصْعَدُ مِنْهُ شَىْءٌ حَتَّى تُصَلِّىَ عَلَى نَبِيِّكَ -صلى الله عليه وسلم-

“Sesungguhnya doa itu diam antara langit dan bumi, tidak naik ke atas hingga engkau bershalawat pada Nabimu shallallahu ‘alaihi wa sallam” (HR. Tirmidzi).

Sholawat yang paling afdhal adalah Sholawat Ibrahimiyah.

➡️ Hukum bershalawat untuk Nabi shallallahu alaihi wasallam adalah mubah akan tetapi tidak boleh mempunyai keyakinan khusus pada satu Sholawat tertentu tanpa ada dalil yang shahih.
Misalnya yakini baca pada waktu tertentu, jumlah tertentu, Fadhilah tertentu,dengan cara tertentu.

Benar ada dalil umum keutamaan Sholawat. Karena kekhususan itu harus ada dalil dari Al Qur’an dan Sunnah.

➡️ Adab Sholawat – ucapkan dengan salam. Seperti disebut dalam qs Al Ahzab ayat 56.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

مَا كَا نَ مُحَمَّدٌ اَبَآ اَحَدٍ مِّنْ رِّجَا لِكُمْ وَلٰـكِنْ رَّسُوْلَ اللّٰهِ وَخَا تَمَ النَّبِيّٖنَ  ۗ وَكَا نَ اللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمًا

“Muhammad itu bukanlah bapak dari seseorang di antara kamu, tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup para nabi. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”
(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 40)

Kelompok yang menyimpang dari Islam, meyakini maksud kata khotamul adalah cincin sehingga mereka meyakini ada nabi setelah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Perhatikan hadits berikut,

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ – رضى الله عنه – أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ « إِنَّ مَثَلِى وَمَثَلَ الأَنْبِيَاءِ مِنْ قَبْلِى كَمَثَلِ رَجُلٍ بَنَى بَيْتًا فَأَحْسَنَهُ وَأَجْمَلَهُ ، إِلاَّ مَوْضِعَ لَبِنَةٍ مِنْ زَاوِيَةٍ ، فَجَعَلَ النَّاسُ يَطُوفُونَ بِهِ وَيَعْجَبُونَ لَهُ ، وَيَقُولُونَ هَلاَّ وُضِعَتْ هَذِهِ اللَّبِنَةُ قَالَ فَأَنَا اللَّبِنَةُ ، وَأَنَا خَاتِمُ النَّبِيِّينَ »

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda,

“Perumpamaan aku dengan Nabi sebelumku ialah seperti seorang lelaki yang membangun sebuah bangunan kemudian ia memperindah dan mempercantik bangunan tersebut kecuali satu tempat batu bata di salah satu sudutnya. Orang-orang ketika itu mengitarinya, mereka kagum dan berkata, “Amboi, jika batu bata ini diletakkan, akulah batu bata itu dan aku adalah penutup para nabi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

⛰️ Lapang dada adalah Nikmat terbesar dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Lapang dada adalah nyaman dada, ketenangan dada, dan hilangnya hal-hal yang menyempitkannya dan tetapnya perasaan tersebut membuat hidup bahagia.

Sebagai mana Allah berfirman,

مَنْ عَمِلَ صَـٰلِحًۭا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌۭ فَلَنُحْيِيَنَّهُۥ حَيَوٰةًۭ طَيِّبَةًۭ

Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik.
Surat An-Nahl (16) Ayat 97

Pengertian kehidupan yang baik ialah kehidupan yang mengandung semua segi kebahagiaan dari berbagai aspeknya. Telah diriwayatkan dari Ibnu Abbas dan sejumlah ulama, bahwa mereka menafsirkannya dengan pengertian rezeki yang halal lagi baik.

Dari Ali ibnu Abu Talib, disebutkan bahwa dia menafsirkannya dengan pengertian al-qana’ah (puas dengan apa yang diberikan kepadanya). 

❗Orang yang tauhid nya kuat hanya mengeluh kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

*Sesungguhnya tegak nya ibadah di malam hari lebih menghujam*.✅

Jika Allah memberikan kepada seseorang kelapangan dada maka akan memberikan ketenangan/kelezatan dalam ibadah.

Dan dia akan mendapatkan tujuan hidupnya dan mudah dalam ibadah, mudah mengerjakan ketaatan.

Mudah baginya mengatur aspek kehidupan, mudah mengatur anak-anak nya.

Adapun dada sempit maka kepentingan-kepentingan nya akan banyak yang batal, malas untuk ikut kegiatan-kegiatan.

Bahkan berpindah dari satu keresahan ke keresahan yang lain.

Lapang dada adalah penolong seorang hamba yang paling utama.
Sandarkan segala sesuatu kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

{وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ}

dan mereka menjawab, “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami, dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.” (Ali Imran: 173)

Allah lah yang memberi kita kelapangan dada.

أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ

Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?,
Surat Al-Insyirah (94) Ayat 1

✅ Lapang dada hanya dapat diperoleh dengan perhatian yang tinggi pada masalah agama. Perbaiki hubungan dengan Allah.

Sangat aneh kalau ahli tauhid tetapi ibadahnya kurang.

Perhatikan sholat kita. Utamakan sholat kita.

❗Besarnya kelapangan dada kita tergantung besarnya perhatian kita pada agama kita.

Makin taat dalam agama ➡️ makin lapang dada.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عَقِدَ الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ إِذَا هُوَ نَامَ ثَلاَثَ عُقَدٍ ، يَضْرِبُ كُلَّ عُقْدَةٍ عَلَيْكَ لَيْلٌ طَوِيلٌ فَارْقُدْ ، فَإِنِ اسْتَيْقَظَ فَذَكَرَ اللَّهَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ ، فَإِنْ تَوَضَّأَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ ، فَإِنْ صَلَّى انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَأَصْبَحَ نَشِيطًا طَيِّبَ النَّفْسِ ، وَإِلاَّ أَصْبَحَ خَبِيثَ النَّفْسِ كَسْلاَنَ

“Setan membuat tiga ikatan di tengkuk (leher bagian belakang) salah seorang dari kalian ketika tidur. Di setiap ikatan setan akan mengatakan, “Malam masih panjang, tidurlah!” Jika ia bangun lalu berdzikir pada Allah, lepaslah satu ikatan. Kemudian jika dia berwudhu, lepas lagi satu ikatan. Kemudian jika dia mengerjakan sholat, lepaslah ikatan terakhir. Di pagi hari dia akan bersemangat dan bergembira. Jika tidak melakukan seperti ini, dia tidak ceria dan menjadi malas.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Semoga bermanfaat.

$$##-aa-##$$

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?