Silsilah Amalan Qolbu – BERSYUKUR
Diterbitkan pertama kali pada: 11-Feb-2023 @ 19:52
5 menit membaca*BERSYUKUR*
_SILSILAH AMALAN QALBU_
Ustadz Ahmad Zainuddin Al Banjary
21 Rajab 1444H / 11 Feb 2023
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
Bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Ustadz memulai dengan doa.
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, dan berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat.
🔹Syukur secara bahasa berarti:
– mengakui kebaikan dan menyebarkannya.
– nampak pengaruh makanan pada badan hewan.
Terkumpul dua makna pertambahan dan perkembangan.
🔹Secara syariat
🔸Imam Al Qurtubi : syukur adalah
1. bersungguh-sungguh dalam mengerjakan ketaatan dengan disertai menjauhi kemaksiatan baik saat tersembunyi maupun di hadapan orang ramai.
2. Mengakui keterbatasan dalam berterimakasih atas nikmat yang telah diberikan oleh pemberi nikmat.
3. Mengenali nikmat dan membincangkannya.
🔸Secara komprehensif syukur adalah menampakkan bekas nikmat Allah atas seorang hamba, baik dengan mengimaninya dengan hati, atau mengucapkan (memuji) dengan lisan atau menggunakan nikmat itu dengan mengerjakan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
✅ Ada tiga keterkaitan dalam ibadah syukur
1. Bersyukur dengan Qalbu, Allah adalah satu-satunya pemberi nikmat dari setiap nikmat yang dia rasakan.
Termasuk penyimpangan tauhid ketika menisbahkan hujan kepada selain Allah.
Misal kita diberi hujan karena bintang ini itu.
Allah berfirman,
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱذْكُرُوا۟ نِعْمَتَ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ ۚ هَلْ مِنْ خَٰلِقٍ غَيْرُ ٱللَّهِ يَرْزُقُكُم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ ۚ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ فَأَنَّىٰ تُؤْفَكُونَ
Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezeki kepada kamu dari langit dan bumi? Tidak ada Tuhan selain Dia; maka mengapakah kamu berpaling (dari ketauhidan)?
Qs Fathir ayat 3.
Dengan lisan, Ini dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang pandai bersyukur.
Doa bangun tidur.
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ
Segala puji bagi Allah, yang membangunkan kami setelah ditidurkanNya dan kepadaNya kami dibangkitkan. HR. Al-Bukhari
Doa akan tidur
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَطْعَمَنَا، وَسَقَانَا، وَكَفَانَا، وَآوَانَا، فَكَمْ مِمَّنْ لاَ كَافِيَ لَهُ وَلاَ مُؤْوِيَ
Segala puji bagi Allah yang memberi kami makan, memberi kami minum, mencukupi kami, dan memberi kami tempat berteduh. Berapa banyak orang yang tidak mendapatkan siapa yang memberi kecukupan dan tempat berteduh.
HR. Muslim
Bersyukur dengan anggota tubuh dengan jalankan ibadah.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَوَصَّيْنَا الْاِ نْسَا نَ بِوَا لِدَيْهِ اِحْسَا نًا ۗ حَمَلَـتْهُ اُمُّهٗ كُرْهًا وَّوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۗ وَحَمْلُهٗ وَفِصٰلُهٗ ثَلٰـثُوْنَ شَهْرًا ۗ حَتّٰۤى اِذَا بَلَغَ اَشُدَّهٗ وَبَلَغَ اَرْبَعِيْنَ سَنَةً ۙ قَا لَ رَبِّ اَوْزِعْنِيْۤ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْۤ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَا لِدَيَّ وَاَ نْ اَعْمَلَ صَا لِحًا تَرْضٰٮهُ وَاَ صْلِحْ لِيْ فِيْ ذُرِّيَّتِيْ ۗ اِنِّيْ تُبْتُ اِلَيْكَ وَاِ نِّيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
“Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Masa mengandung sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan, sehingga apabila dia (anak itu) telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun, dia berdoa, “Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridai; dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sungguh, aku bertobat kepada Engkau, dan sungguh, aku termasuk orang muslim.””
(QS. Al-Ahqaf 46: Ayat 15)
➡️ *Setiap jenis ketaatan adalah bentuk syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Setiap bentuk syukur adalah adanya sujud syukur.
Dalam sebuah hadits.
عَنْ أَبِى بَكْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّهُ كَانَ إِذَا جَاءَهُ أَمْرُ سُرُورٍ أَوْ بُشِّرَ بِهِ خَرَّ سَاجِدًا شَاكِرًا لِلَّهِ
Dari Abu Bakrah Radhiyallahu ‘anhu bahwa sesungguhnya Nabi ﷺ ketika kedatangan hal yang menyenangkan, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menundukkan tubuh untuk bersujud sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allâh Azza wa Jalla .
[HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi dan Ibnu Majah].
Ka’b bin Malik Radhiyallahu anhu sujud ketika mendengar suara orang yang memberi kabar gembira kepadanya. Ini menunjukkan kebiasaan para sahabat. Sujud itu adalah sujud syukur ketika mendapat kenikmatan yang baru atau terhindar dari bencana. Abu Bakar Radhiyallahu anhu juga bersujud ketika mendengar berita bahwa Musailamah al-Kadzdzab telah terbunuh.
Dalam sholat ada 3 keterkaitan itu.
Ada Qalbu, ada lisan yang baca Al Qur’an dan anggota tubuh yang sujud, ruku…
🖍️ Maka itu menjaga sholat adalah jaga syukur kepada Allah.
➡️ TATA CARA BERSYUKUR
Disebutkan oleh Ibnul Qayyim Al Jauziyyah.
1️⃣ Mengakui nikmat yang ada pada tubuh, pada yang dimilikinya.
2️⃣ Mengenal pemberi nikmat tersebut
3️⃣ Mencintai sang pemberi nikmat
4️⃣ Menggunakan nikmat tersebut untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala
Muhammad bin Ahmad Al Kuraby – syukur adalah mengerjakan ketaatan dan hindari kemaksiatan.
Ibnu Qayyim berkata : pokok syukur adalah mengakui nikmat yang diberikan oleh Allah dengan tunduk kepada Nya, yang tidak mengenal nikmat, dia bodoh tentang nikmat yang dia dapatkan maka dia tidak bisa bersyukur.
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
{أَلَمْ نَجْعَلْ لَهُ عَيْنَيْنِ}
Bukankah Kami telah memberikan kepadanya dua buah mata. (Al-Balad: 8)
yang dengan kedua matanya itu dia melihat.
{وَلِسَانًا}
lidah. (Al-Balad: 9)
yang dengannya dia berbicara, lalu dapat mengungkapkan apa yang terkandung di dalam hatinya.
{وَشَفَتَيْنِ}
dan dua buah bibirnya. (Al-Balad: 9)
yang membantunya untuk berbicara dan makan serta menjadi anggota yang memperindah penampilan wajah dan mulutnya.
➡️ HUKUM BERSYUKUR
Hukum nya Wajib,
🔸Perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala,
فَا ذْكُرُوْنِيْۤ اَذْكُرْكُمْ وَا شْکُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ
“Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 152)
Wasiat Allah,
🔸Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَوَصَّيْنَا الْاِ نْسٰنَ بِوَا لِدَيْهِ ۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصٰلُهٗ فِيْ عَا مَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِـوَا لِدَيْكَ ۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ
“Dan Kami wasiatkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.”
(QS. Luqman 31: Ayat 14)
Dan Allah mencela orang yang enggan bersyukur.
🔸Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
لِيَأْكُلُوْا مِنْ ثَمَرِهٖ ۙ وَمَا عَمِلَـتْهُ اَيْدِيْهِمْ ۗ اَفَلَا يَشْكُرُوْنَ
“agar mereka dapat makan dari buahnya, dan dari hasil usaha tangan mereka. Maka mengapa mereka tidak bersyukur?”
(QS. Ya-Sin 36: Ayat 35)
🔸Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
قَا لَ يٰمُوْسٰۤى اِنِّى اصْطَفَيْتُكَ عَلَى النَّا سِ بِرِسٰلٰتِيْ وَ بِكَلَا مِيْ ۖ فَخُذْ مَاۤ اٰتَيْتُكَ وَكُنْ مِّنَ الشّٰكِرِيْنَ
“(Allah) berfirman, “Wahai Musa! Sesungguhnya Aku memilih (melebihkan) engkau dari manusia yang lain (pada masamu) untuk membawa risalah-Ku dan firman-Ku, sebab itu berpegang teguhlah kepada apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah engkau termasuk orang-orang yang bersyukur.””
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 144)
Puncak tujuan penciptaan manusia adalah bersyukur.
🔸Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَا للّٰهُ اَخْرَجَكُمْ مِّنْۢ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ شَيْــئًا ۙ وَّ جَعَلَ لَـكُمُ السَّمْعَ وَا لْاَ بْصٰرَ وَا لْاَ فْئِدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, agar kamu bersyukur.”
(QS. An-Nahl 16: Ayat 78)
➡️ HAL YANG MEMOTIVASI BERSYUKUR
🔹1. Perhatikan orang yang dibawah kita
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رضي اللّه عنه قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللّهِ صلّى اللّه عليه وسلّم اُنْظُرُوْا إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلَا تَنْظُرُوْا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ، فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لاَ تَزْدَرُوْا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ
Dari Abū Hurairah radhiallahu ‘anhu ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, “Lihatlah kepada yang di bawah kalian dan janganlah kalian melihat yang di atas kalian. Dengan demikian kalian tidak akan meremehkan nikmat yang telah Allah ﷻ berikan kepada kalian.”
HR Muslim
🔹2. Mengingat nikmat Allah
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَاِ نْ تَعُدُّوْا نِعْمَةَ اللّٰهِ لَا تُحْصُوْهَا ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَـغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, Allah benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
(QS. An-Nahl 16: Ayat 18)
Mengingat nikmat akan memudahkan kita untuk bersyukur.
🔹3. Meyakini bahwa semua nikmat akan dimintai tanggung jawab di akhirat kelak
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
ثُمَّ لَـتُسْئَـلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيْمِ
“kemudian kamu benar-benar akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang megah di dunia itu).”
(QS. At-Takasur 102: Ayat 8)
Para Tabiin berkata – Sampai nikmat makanan pun akan ditanya.
🔹4. Doa kepada Allah
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda pada Mu’adz, “Demi Allah, aku sungguh mencintaimu. Aku wasiatkan padamu, janganlah engkau lupa untuk mengucapkan pada akhir shalat (sebelum salam):
اللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
ALLAHUMMA A’INNI ‘ALA DZIKRIKA WA SYUKRIKA WA HUSNI ‘IBADATIK
[Ya Allah, tolonglah aku agar selalu berdzikir/mengingat-Mu, bersyukur pada-Mu, dan memperbagus ibadah pada-Mu].” (HR. Abu Daud dan Ahmad, shahih)
Adapun makna firman Allah,
وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ
Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan.
Surat Ad-Dhuha (93) Ayat 11
Batasan tidak boleh berlebihan dan datangkan kesombongan..
Semoga bermanfaat,
##$$-aa-$$##

