Diterbitkan pertama kali pada: 18-Jul-2020 @ 17:34

4 menit membaca

Kitab Tauhid – lanjutan
Ustadz Dr Firanda Andirja MA
10 Dzulqo’dah 1439 H

Dalil Tauhid, larangan menyembah selain Allah

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman

أَيُشْرِكُونَ مَا لَا يَخْلُقُ شَيْئًا وَهُمْ يُخْلَقُونَ (191) وَلا يَسْتَطِيعُونَ لَهُمْ نَصْرًا وَلا أَنْفُسَهُمْ يَنْصُرُونَ (192)

Apakah mereka mempersekutukan (Allah dengan) berhala-berhala yang tak dapat menciptakan sesuatu pun? Sedangkan berhala-berhala itu sendiri buatan orang. Dan berhala-berhala itu tidak mampu memberi pertolongan kepada penyembah-penyembahnya, dan kepada dirinya sendiri pun berhala-berhala itu tidak dapat memberi pertolongan.
QS Al A’raf 191-192

أَيُشْرِكُونَ
Ini adalah penafikan. Karena Allah sudah tahu.

Allah juga berfirman

يَا أَيُّهَا النَّاسُ ضُرِبَ مَثَلٌ فَاسْتَمِعُوا لَهُ ۚ إِنَّ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ لَنْ يَخْلُقُوا ذُبَابًا وَلَوِ اجْتَمَعُوا لَهُ ۖ وَإِنْ يَسْلُبْهُمُ الذُّبَابُ شَيْئًا لَا يَسْتَنْقِذُوهُ مِنْهُ ۚ ضَعُفَ الطَّالِبُ وَالْمَطْلُوبُ

Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah.
QS Al Hajj 73.

Sifat sesembahan selain Allah :

1. Jadi mereka benar-benar tidak pantas disembah karena mereka butuh kepada yang menciptakan (sebagai makhluk)
لَا يَخْلُقُ

2. mereka adalah yang diciptakan.

3. Tidak mampu menolong para penyembah.

4. Tidak bisa menolong diri mereka sendiri.

Allah berfirman,

وَاتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ آلِهَةً لَا يَخْلُقُونَ شَيْئًا وَهُمْ يُخْلَقُونَ وَلَا يَمْلِكُونَ لِأَنْفُسِهِمْ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا وَلَا يَمْلِكُونَ مَوْتًا وَلَا حَيَاةً وَلَا نُشُورًا

Kemudian mereka mengambil tuhan-tuhan selain daripada-Nya (untuk disembah), yang tuhan-tuhan itu tidak menciptakan apapun, bahkan mereka sendiri diciptakan dan tidak kuasa untuk (menolak) sesuatu kemudharatan dari dirinya dan tidak (pula untuk mengambil) suatu kemanfaatanpun dan (juga) tidak kuasa mematikan, menghidupkan dan tidak (pula) membangkitkan.
QS Al Furqon 3

Allah berfirman dalam QS Al A’raf – 188
قُلْ لَا أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلَا ضَرًّا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ ۚ وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لَاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ ۚ إِنْ أَنَا إِلَّا نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Katakanlah: “Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman”.

Dalam Al jin 21-23, Allah berfirman

{قُلْ إِنِّي لَا أَمْلِكُ لَكُمْ ضَرًّا وَلا رَشَدًا}

Katakanlah, “Sesungguhnya aku tidak kuasa mendatangkan sesuatu kemudaratan pun kepadamu dan tidak (pula) sesuatu kemanfaatan.” (Al-Jin: 21)

{وَلَنْ أَجِدَ مِنْ دُونِهِ مُلْتَحَدًا}

dan sekali-kali aku tiada akan memperoleh tempat berlindung selain dari-Nya. (Al-Jin: 22)

{إِلا بَلاغًا مِنَ اللَّهِ وَرِسَالاتِهِ}

Akan tetapi (aku hanya) menyampaikan (peringatan) dari Allah dan risalah-Nya. (Al-Jin: 23)

Dalil ke 2.

{يُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَيُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي لأجَلٍ مُسَمًّى ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ لَهُ الْمُلْكُ وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ مَا يَمْلِكُونَ مِنْ قِطْمِيرٍ (13) إِنْ تَدْعُوهُمْ لَا يَسْمَعُوا دُعَاءَكُمْ وَلَوْ سَمِعُوا مَا اسْتَجَابُوا لَكُمْ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكْفُرُونَ بِشِرْكِكُمْ وَلا يُنَبِّئُكَ مِثْلُ خَبِيرٍ (14) }

Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Yang (berbuat) demikian itulah Allah Tuhanmu, kepunyaan-Nyalah kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari. Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu; dan kalau mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu. Dan di hari kiamat mereka akan mengingkari kemusyrikanmu dan tidak ada yang dapat memberikan keterangan kepadamu sebagai yang diberikan oleh Yang Maha Mengetahui
QS Al Fathir 13-14.

Dalam ayat diatas Allah menjelaskan kelemahan sesembahan2 selain Allah.
1. Tidak memiliki sesuatu apapun, walaupun hanya sekedar kulit ari
2. Tidak dapat mendengar seruan para penyembahnya
3. Seandainya mereka dapat mendengar, mereka tidak memiliki kemampuan untuk mengabulkan nya.
4. Pada hari kiamat, justru mereka akan mengingkari bahwa dirinya telah disembah.

Jika hanya 1 kelemahan dari keempat kelemahan sdh menyebabkan tidak pantas disembah, lalu bagaimana bila terkumpul 4 kelemahan?

Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu berkata :

شُجَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ أُحُدٍ وَكُسِرَتْ رَبَاعِيَّتُهُ. فَقَالَ: (كَيْفَ يُفْلِحُ قَوْمٌ شَجُّوا نَبِيَّهُمْ؟) فنَزَلَتْ: لَيْسَ لَكَ مِنَ الْأَمْرِ شَيْءٌ.

Pada perang Uhud, Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam terluka pada kepala, dan gigi taring beliau patah. Beliau pun bersabda, ‘Bagaimana akan beruntung, suatu kaum yang melukai Nabi mereka?’ Maka turunlah (ayat),
‘Tiada hak sedikitpun bagimu (untuk campur tangan) dalam urusan mereka.’ QS Ali ‘Imran : 128].”

Dan diriwayatkan dalam shoheh Bukhori Ibnu Umar Radhiallahu’anhu bahwa ia mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda ketika beliau berdiri dari ruku’ pada rakaat yang terahir dalam sholat shubuh :

اللهم العن فلانا وفلانا “، بعد ما يقول :” سمع الله لمن حمده ربنا لك الحمد “، فأنزل الله ] ليس لك من الأمر شيء.

“Ya Allah, laknatilah si fulan dan sifulan”, setelah beliau mengucapkan : سمع الله لمن حمده ربنا لك الحمد , setelah itu turunlah firman Allah :

]ليس لك من الأمر شيء[

“Tak ada hak apapun bagimu dalam urusan mereka itu”.

Dalam riwayat yang lain : “Beliau mendoakan semoga Shofwan bin Umayah,
Suhail bin Amr, dan Al Harits bin Hisyam dijauhkan dari rahmat Allah”,
maka turunlah ayat :

]ليس لك من الأمر شيء[

“Tak ada hak apapun bagimu dalam urusan mereka itu”.

Diriwayatkan pula dalam shoheh Bukhori dari Abu Hurairah
Radhiallahu’anhu ia berkata : “ketika diturunkan kepada Rasulullah
Shallallahu’alaihi wasallam firman Allah Subhanahu wata’ala :

]وأنذر عشيرتك الأقربين[

“Dan berilah peringatan kepada keluargamu yang terdekat” (QS. Asy
Syu’ara, 214)

Berdirilah beliau dan bersabda : “Wahai orang-orang quraisy, teruslah diri kamu sekalian (dari siksa Allah dengan memurnikan ibadah kepadaNya). sedikitpun aku tidak bisa berbuat apa-apa dihadapan Allah untuk kalian. Wahai Abbas bin Abdul Mutholib, sedikitpun aku tidak bisa berbuat apa-apa untukmu dihadapan Allah, wahai Shofiyah bibi
Rasulullah, sedikitpun aku tidak bisa berbuat apa-apa untukmu dihadapan Allah nanti, wahai Fatimah binti Rasulullah, mintalah kepadaku apa saja yang kau kehendaki, tapi sedikitpun aku tidak bisa
berbuat apa-apa untukmu dihadapan Allah nanti”.

Jika para malaikat saja tunduk dan takut kepada Allah, sehingga tidak pantas disembah, maka tentunya makhluk Allah selain malaikat akan lebih tidak pantas lagi untuk disembah.

Dengan bukti-bukti di atas, maka sangat naif bagi mereka yang menjadikan para wali, batu, pohon, Jin, sebagai sesembahan selain Allah karena kedudukan mereka jelas-jelas jauh lebih rendah dibandingkan para Nabi dan para malaikat..

$$##-aa-##$$

Digita Template

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?