KITAB TAUHID #42 TIDAK RELA SUMPAH DG NAMA ALLAH & 43- ATAS KEHENDAL ALLAH DAN KEHENDAKMU
Diterbitkan pertama kali pada: 11-Jul-2020 @ 16:11
6 menit membacaKitab Tauhid Bab 42: ORANG YANG TIDAK RELA TERHADAP SUMPAH YANG MENGGUNAKAN NAMA ALLAH dan BAB 43..
UCAPAN SESEORANG : “ATAS KEHENDAK ALLAH DAN KEHENDAKMU”
Ustadz Dr Firanda Andirja, Lc MA.
18 Jumadil Ula 1441 H
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
Ini adalah mencoreng kemurnian tauhid kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Tauhid seperti baju putih yang bersih, tanpa titik noda sedikitpun.
Orang yang tauhid nya murni akan masuk surga tanpa azab dan tanpa hisab.
Diriwayatkan dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :
“لا تحلفوا بآبائكم، من حلف بالله فليصدق, ومن حلف له بالله فليرض، ومن لم يرض فليس من الله” رواه ابن ماجة بسند حسن.
“Janganlah kalian bersumpah dengan nama nenek moyang kalian! Barangsiapa yang bersumpah dengan nama Allah, maka hendaknya ia jujur, dan barangsiapa yang diberi sumpah dengan nama Allah maka hendaklah ia rela (menerimanya), barangsiapa yang tidak rela menerima sumpah tersebut maka lepaslah ia dari Allah” (HR. Ibnu Majah dengan sanad yang hasan).
لا تحلفوا بآبائكم، من حلف بالله فليصدق, ومن حلف له بالله فليرض، ومن لم يرض فليس من الله
Jangan kalian bersumpah dengan nenek moyang kalian.
Siapa yang bersumpah dengan Nama Allah maka jujurlah.
Siapa yang orang lain bersumpah dengan Nama Allah maka hendaklah dia terima
Barangsiapa yang tidak terima maka dia bukan dari Allah.
لا تحلفوا بآبائكم
Tidak ada mafhum mukholafah dalam lafal ini.
Ini adalah kebiasaan orang Quraisy dahulu. Jangan dipahami bersumpah dengan selain nenek moyang dan selain Allah boleh…
Contoh lain..
Jangan bersumpah dengan selain Allah maka ini kesyirikan
Jangan bersumpah dengan nenek moyang dan thoghut….
Jangan bersumpah dengan amanah….
من حلف بالله فليصدق
Kalau dia tidak jujur maka terjerumus dalam dosa besar yamin gumus.
ومن حلف له بالله فليرض
Siapa yang orang lain bersumpah dengan Nama Allah maka hendaklah dia terima
Kondisi harus ridho.
1. Dalam persengketaan di persidangan
Bila tidak punya bukti Dan lawan perkara bersumpah dengan Nama Allah
2. Jika yang bersumpah dzahirnya bukan pembohong, asalnya harus berprasangka baik kepadanya dengan membenarkan sumpahnya.
Kisah Nabi Isa membenarkan sumpah orang yang ketahuan mencuri, yang bersumpah dengan Nama Allah dan mendustakan matanya..
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:
رَأَى عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَجُلاً يَسْرِقُ فَقَالَ لَهُ: أَسَرَقْتَ . قَالَ: كَلاَّ! وَاللَّهِ الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ! فَقَالَ عِيسَى: آمَنْتُ بِاللَّهِ وَكَذَّبْتُ عَيْنِي.
(Nabi) ‘Isa ibni Maryam (‘alaihi al-salam) melihat seorang lelaki mencuri, lalu dia berkata kepadanya: “Apakah kamu mencuri?” Lelaki itu menjawab: “Tidak! Demi Allah yang tiada Tuhan melainkan Dia!” Maka ‘Isa berkata: “Aku beriman kepada Allah dan aku mendustakan mataku.”[Sahih: Dikeluarkan oleh al-Bukhari dalam Shahihnya, hadis no: 3444]
Adapun kalau terkenal tukang bohong maka tidak wajib diterima sumpah nya.
فليس من الله
Ungkapan bukan dari kami, bukan dari Allah, adalah ancaman dosa besar.
Bab ini ada beberapa Faidah.
1. Larangan bersumpah dengan menyebut nama nenek moyang.
2. Diperintahkan kepada orang yang diberi sumpah dengan menyebut nama Allah untuk rela menerimanya.
3. Ancaman bagi orang-orang yang tidak rela menerimanya.
BAB 43..
UCAPAN SESEORANG : “ATAS KEHENDAK ALLAH DAN KEHENDAKMU”
Kesimpulan :
1. Atas kehendak Allah semata ini yang disunahkan
2. Atas kehendak Allah kemudian atas kehendak mu, ini dibolehkan namun tidak disunahkan
3. Atas kehendak Allah & kehendak mu, ini adalah syirik karena lafal & menunjukkan kesamaan.
Qutaibah Radhiallahu’anhu berkata :
“أن يهوديا أتى النبي r، فقال : إنكم تشركون تقولون : ما شاء الله وشئت، وتقولون : والكعبة، فأمرهم النبي إذا أرادوا أن يحلفوا أو يقولوا : ” ورب الكعبة “، وأن يقولوا : ” ما شاء الله ثم شئت ” رواه النسائي وصححه.
“Bahwa ada seorang Yahudi datang kepada Rasulullah, lalu berkata : “Sesungguhnya kamu sekalian telah melakukan perbuatan syirik, kalian mengucapkan: ‘atas kehendak Allah dan kehendakmu’ dan mengucapkan : ‘demi Ka’bah’, maka Rasulullah memerintahkan para sahabat apabila hendak bersumpah supaya mengucapkan : ‘demi Rabb Pemilik (Tuhannya) ka’bah’, dan mengucapkan : ‘atas kehendak Allah kemudian atas kehendakmu’. (HR. An Nasai dan ia nyatakan sebagai hadits shoheh).
Demi bumi pertiwi (syirik) diganti dengan demi Tuhannya Bumi Pertiwi.
ما شاء الله ثم شئت
Atas kehendak Allah kemudian atas kehendak mu
Ada kehendak Allah, ada kehendak manusia (dan makhluk).
Ada bantahan thd Qadariah dan Jabriah
1. Terhadap Jabriyah, mereka menolak qudroh hamba
Sehinga gerakan hamba semuanya terpaksa diluar kehendaknya
Ibarat buluh yang tertiup angin..
2. bantahan terhadap Qadariah, mereka meyakini bahwa manusia punya kehendak yang merdeka tidak dibawah kehendak Allah,Allah hanya sekedar mengetahui.
Padahal Tidak mungkin kehendak kita keluar dari kehendak Allah..
وَمَا تَشَآءُونَ إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُ رَبُّ ٱلْعَـٰلَمِينَ
Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam.
Surat At-Takwir (81) Ayat 29
Qodariah ada 2.
Q1. Yang ekstrim, mengingkari ilmu Allah yang azali.., ini kafir karena menganggap Allah hanya tahu setelah terjadi..
Q2. Tidak ekstrim, Mereka menetapkan ilmu Allah tetapi mengingkari bahwa Allah menciptakan hamba beserta perbuatannya.
Sehingga diantara mereka ada yang mengatakan takdir ada 2 yaitu takdir terpaksa (mutlak) dan takdir pilihan..
Yang benar adalah Tidak ada pembagian takdir mutlak dan takdir ikhtiar..
Ibnu Abbas Radhiallahu’anhu menuturkan :
“أن رجلا قال للنبي :” ما شاء الله وشئت “، فقال : أجعلتني لله ندا ؟ ما شاء الله وحده”.
“Bahwa ada seorang lelaki berkata kepada Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam : ‘atas kehendak Allah dan kehendakmu’, maka Nabi bersabda : “apakah kamu telah menjadikan diriku sekutu bagi Allah ? hanya atas kehendak Allah semata”.
HR Nasai..
Para sahabat sangat cinta kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam tapi mereka imbangi dengan syariat… Dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tidak suka bila saat Rasul tiba para shahabat berdiri…
Yang berlebihan lainnya seperti mengatakan Nur Muhammad diciptakan dari Nur Allah..
Pada sebagian umat ada yang berlebihan mengadakan acara Maulid dan meyakini Rasulullah shallallahu alaihi wasallam datang pada acara tersebut… Ini adalah kurofat..
Ulama Syafi’iyah membolehkan acara Maulid namun tidak seperti itu.. (dan yang benar adalah tidak ada syariat untuk melaksanakan acara Maulid)
Diriwayatkan oleh Ibnu majah, dari At Thufail saudara seibu Aisyah, (dari ibu Ummu Ruman) . ia berkata :
“Aku bermimpi seolah-olah aku mendatangi sekelompok orang-orang Yahudi, dan aku berkata kepada mereka :
‘Sungguh kalian adalah sebaik-baik kaum jika kalian tidak mengatakan : Uzair putra Allah’.
Mereka menjawab : ‘Sungguh kalian juga sebaik-baik kaum jika kalian tidak mengatakan : ‘Atas kehendak Allah dan kehendak Muhammad’. Kemudian aku melewati sekelompok orang-orang Nasrani, dan aku berkata kepada mereka : ‘Sungguh kalian adalah sebaik-baik kaum jika kalian tidak mengatakan : ‘Al Masih putra Allah’.
Mereka pun balik berkata : ‘Sungguh kalian juga sebaik-baik kaum jika kalian tidak mengatakan : ‘Atas kehendak Allah dan Muhammad’. Maka pada keesokan harinya aku memberitahukan mimpiku tersebut kepada kawan-kawanku, setelah itu aku mendatangi Nabi Muhammad, dan aku beritahukan hal itu kepada beliau.
Kemudian Rasul bersabda : “Apakah engkau telah memberitahukannya kepada seseorang ?, aku manjawab : ‘ya’.
Lalu Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda yang diawalinya dengan memuji nama Allah Subhanahu wata’ala :
“أما بعد، فإن طفيلا رأى رؤيا أخبر بها من أخبر منكم، وإنكم قلتم كلمة كان يمنعني كذا وكذا أن أنهاكم عنها، فلا تقولوا : ما شاء الله وشاء محمد، ولكن قولوا : ما شاء الله وحده “.
“Amma ba’du, sesungguhnya Thufail telah bermimpi tentang sesuatu, dan telah diberitahukan kepada sebagian orang dari kalian. Dan sesunguhnya kalian telah mengucapkan suatu ucapan yang ketika itu saya tidak sempat melarangnya, karena aku disibukkan dengan urusan ini dan itu, oleh karena itu, janganlah kalian mengatakan :
‘Atas kehendak Allah dan kehendak Muhammad’, akan tetapi ucapkanlah : ‘Atas kehendak Allah semata’.”
Ini mimpi dan dibenarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
Syirik ashghar ini sudah ada sejak lama namun baru Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dakwahi dengan larangan tidak dari awal namun tunggu umat nya siap.. (Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mendahulukan melarang syirik besar dahulu)
Ini juga dalil bahwa dakwah itu perlu strategi..
Kandungan bab ini :
1. Hadits diatas menunjukkan bahwa orang Yahudi pun mengetahui tentang perbuatan yang disebut syirik ashghor.
2. Pemahaman seseorang akan kebenaran tidak menjamin ia untuk menerima dan melaksanakannya, apabila ia dipengaruhi oleh hawa nafsunya. (sebagaimana orang-orang Yahudi tadi, dia mengerti kebenaran, tetapi dia tidak mau mengikuti kebenaran itu, dan tidak mau beriman kepada Nabi yang membawanya)
3. Sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam : “Apakah engkau menjadikan diriku sekutu bagi Allah ?” sebagai bukti adanya penolakan terhadap orang-orang yang mengatakan kepada beliau : ‘Atas kehendak Allah dan kehendakmu’, jika demikian sikap beliau, lalu bagaimana dengan orang-orang yang mengatakan :
“يا أكرم الخلق ما لي ألوذ به سواك …”
“Wahai makhluk termulia, tak ada seorangpun bagiku sebagai tempatku berlindung kecuali engkau ..” dan dua bait selanjutnya.
4. Ucapan seseorang : “atas kehendak Allah dan kehendakmu” termasuk syirik ashghor, tidak termasuk syirik akbar , karena beliau bersabda : “kalian telah mengucapkan suatu ucapan yang karena kesibukanku dengan ini dan itu aku tidak sempat melarangnya”.
5. Mimpi yang baik termasuk bagian dari wahyu.
6. Mimpi kadang menjadi sebab disyariatkannya suatu hukum.
Semoga Bermanfaat…. ditutup dengan doa kafaratul Majelis..
##$$-aa-##$$


