KITAB TAUHID #39 – ORANG YANG INGKARI SIFAT2 ALLAH (1)
Diterbitkan pertama kali pada: 11-Jul-2020 @ 16:35
4 menit membacaSyarah Kitab Tauhid Bab 39 : Orang yang mengingkari sifat-sifat Allah
Ustadz Dr Firanda Andirja, Lc MA
5 Rabi’ul Akhir 1441 H
Sejarah Bid’ah dalam Islam
Bid’ah muncul tatkala terbunuhnya Khalifah Utsman Bin Afan radhiyallahu’anhu pada tahun 35H. Yang membunuh beliau banyak orang, dan terbunuh ketika beliau sedang membaca Quran sehingga darah membasahi mushaf Al Qur’an.
Diantara pengikut Utsman adalah Muawiyah yang tinggal di Negeri Syam, kemudian kekhilafahan turun ke Ali Bin Abi Thalib , akan tetapi Muawiyah tidak mau membaiat Ali bin Abi Thalib.
Muawiyah menuntut kepada Ali bin Abi Thalib supaya pembunuh Utsman bin Affan ditangkap.
Maksud Ali (dengan Ijtihad nya) adalah Muawiyah supaya membaiat Ali dahulu kemudian baru mencari pembunuh Utsman karena Negeri sedang dalam kekacauan, yang kemudian sampai terjadilah perang Shiffin.
Ali Bin Abi Thalib mengutus juru bicara Abu Musa Al Asyari, dan Muawiyah menyuruh Amr bin Ash sebagai juru bicara (kedua nya disebut Al Hakamain). Kedua nya berhasil mencapai kesepakatan damai.
kemudian ada dari pengikut Ali Bin Abi Thalib yang tidak ridho dengan keputusan 2 hakim tersebut, dan dikenal sebagai Khawarij, sebagian masuk kubu Ali Bin Abi Thalib , dan sebagian masuk ke kubu Muawiyah, dan sehingga tersebar berita saling kianat sehingga muncullah perang..
1. Bid’ah pertama kali yaitu kaum Khawarij, para ulama menjelaskan bahwa Ijtihad Ali Bin Abi Thalib lebih Utama dari pada Ijtihad Mu’awiyah….
Kemudian Ali Bin Abi Thalib meninggal, Hasan Bin Ali menjadi Khalifah kemudian diserahkan kepada Muawiyah…
2. Kemudian muncul kaum Syi’ah…
Syiah ada 3 model:
1) Al Mufadhdhillah ( yg menyatakan bahwa Ali Lebih utama dari pada Abu Bakar dan Umar)
2) AS-Sabbah ( yang mencaci-maki Abu Bakar dan Umar)
3) Al Mualihah ( yang menuhankan Ali Bin Abi Thalib
Ketika mengetahui sekte ini Ali membakar mereka dan membuat parit-parit di depan pintu masjid Bani Kandah untuk membakar mereka. Imam Bukhari meriwayatkan dalam kitab shahihnya, dari Ibnu Abbas ia mengatakan, “Suatu ketika Ali memerangi dan membakar orang-orang zindiq (Syiah yang menuhankan Ali). Andaikan aku yang melakukannya aku tidak akan membakar mereka karena Nabi pernah melarang penyiksaan sebagaimana siksaan Allah (dibakar), akan tetapi aku pasti akan memenggal batang leher mereka, karena Nabi bersabda:
من بدل دينه فاقتلوه
“Barangsiapa yang mengganti agamanya (murtad) maka bunuhlah ia“
Karena itulah mereka makin yakin bahwa Ali adalah tuhan karena yang berhak menyiksa dengan api hanyalah tuhan.
Syi’ah pun berkembang dalam berbagai modelnya….
Tidak seorangpun sahabat yang berada dalam Barisan Khawarij maupun barisan Syi’ah. …
3. Setelah itu, di Akhir Zaman Sahabat muncullah Bid’ah Qodariyah melalui tangan Ma’bad Al Juhani ( di zaman ibnu Umar)
Yang meyakini semua perkara terjadi begitu aja tanpa ditaqdirkan Allah ﷻ
Ibnu Umar Berkata… :
“Jika kamu bertemu dengan mereka maka beritahu bahwa aku berlepas diri dari mereka dan merekapun berlepas diri dariku dan demi Allah, seandainya salah seorang dari mereka menginfakkan emas sebanyak gunung Uhud tidaklah Allah akan menerimanya sampai mereka beriman dengan takdir.”
4. Zaman Hasan Al Basri ( 110H) Muncullah Mu’tazilah yg dibawah Wasil bin Atha’ yang diikuti Amr bin Ubaid ( perawi hadits yg sangat Zuhud)
Sehingga Bid’ah mu’tazilah sangat laris….
5. Diakhir Khalifah Bani Umayyah muncullah Jaad bin dirham ( gurunya Jahm bin Shofyan) kemudian Jahm bin Shofyan membawa aqidah Jahmiyah
Daulah Umayah ( Dinasti Umayyah)
Umayyah bin Abi syams, bin Abdi Manaf, bin Kusay, bin kilaf ( Suku Quraysh)
Dia punya keturunan
•5.1 Harb
Abu sofyan
Muawiyah (Kholifah1)
Yazid (2)
Muawiyah (3)
•5.2 Abul Ash
Marwan Bin Al Hakam (kholifah ke4)
Marwan
+ Abul Azis
Umar bin Abdul Azis (8)
+ Abdul Malik (5)
Walid (6)
Punya anak namanya Yazid (12)
Sulaiman (7)
Punya anak namanya Ibrohim
Yazid ( 9)
Punya Anak Walid ( 11)
Hisyam ( 10)
+ Muhammad
Marwan (13)
Dan terjadi kerusuhan kekuasaan dan diambil oleh Marwan.
Jaad bin Dirham Mengambil pemikiran dari Aban bin Hamaam dari
Thalud bin Labid dari Labid bin Al Asham ( yang menyihir Nabi ﷺ)
Inilah yg mengatakan Bahwa Taurat adalah Makhluk.
Tatkala ketahuan pemikiran sesat nya, dia lari dari Kuffah ke Khurosan. Dan ketemu Jahm bin Sufyan.
Di zaman Marwan hidup Jaad bin Dirham, diteruskan oleh
Jahm bin Sufyan ini yang menolak sifat2 Allah ﷻ :
• Allah tidak berbicara (padahal Allah berbicara dengan Musa)
• Allah tidak Mencintai (padahal Ibrahim adalah kekasih Allah)
Jahm Bin Sofyan thn 128H
Subhat jahmiyah….
Segala sesuatu yang tertempeli sifat-sifat adalah makhluk, maka Allah tidak boleh mempunyai sifat, maka Jahmiyah mengingkari Sifat Allah.
Sebelum meninggal Jahm bin Shofyan, ilmunya ditransfer ke Muhammad bin Kulabiyah, kemudian Kulabiyah ini mempunyai Murid Abu Hasan Al Asy’ari ,yang mempunyai 3 fase:
1) Fase Imam Muktazilah (selama 40 tahun)
2) Kulabiyah
3) Menuju Sunnah
Abu Hasan Al Asyari mirip pemikirannya dengan Abu Mansur Al Maturidi.
Jahm bin Sufyan mempunyai dua murid yaitu :
• Ahmad ibnu du’ad
• Bisr bin Iyad Al Mirisi
Kemudian Muncul Asyairoh
Al Mutaqaddimun yaitu diantaranya Al Baqilaani, dll
Al Mutaakhirun Yaitu Al Juwainib, Arrozi, Al Inji, al amidi dll
Insya Allah disambung kajian berikutnya..

