TAFSIR QS AL BAQARAH AYAT 256-258
Diterbitkan pertama kali pada: 03-Feb-2024 @ 20:41
6 menit membaca*TAFSIR QS AL BAQARAH AYAT 256-258*
Ustadz Muhammad Shoim Lc
22 Rajab 1445H / 3.02.2024
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
✅ Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
{لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لَا انْفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ (256) }
Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar jalan kesesatan. Karena itu, barang siapa yang ingkar kepada tagut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Qs Al Baqarah ayat 256
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
{لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّين}
Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam). (Al-Baqarah: 256)
Yakni janganlah kalian memaksa seseorang untuk masuk agama Islam, karena sesungguhnya agama Islam itu sudah jelas, terang, dan gamblang dalil-dalil dan bukti-buktinya. Untuk itu, tidak perlu memaksakan seseorang agar memeluknya. Bahkan Allah-lah yang memberinya hidayah untuk masuk Islam, melapangkan dadanya, dan menerangi hatinya hingga ia masuk Islam dengan suka rela dan penuh kesadaran. Barang siapa yang hatinya dibutakan oleh Allah, pendengaran dan pandangannya dikunci mati oleh Allah ﷻ , sesungguhnya tidak ada gunanya bila mendesaknya untuk masuk Islam secara paksa.
Ayat ini diturunkan berkenaan dengan suatu kaum dari kalangan Ansar, sekalipun hukum yang terkandung di dalamnya bersifat umum.
Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, yang asalnya dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa dahulu ada seorang wanita yang kesulitan mendapat keturunan (selalu mengalami kematian anaknya) , maka ia bersumpah kepada dirinya sendiri, “Jika anakku hidup kelak, aku akan menjadikannya seorang Yahudi”. Ketika Bani Nadir diusir dari Madinah, di antara mereka ada anak-anak dari kalangan Ansar. Lalu mereka berkata, “Kami tidak akan menyeru anak-anak kami (untuk masuk Islam).”
Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan firman-Nya: Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang salah. (Al-Baqarah: 256)
🔸Sedangkan apa yang Nabi ﷺ adalah dengan mendakwahkan agama Islam.
hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, yaitu:
حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ حُمَيْدٍ عَنْ أَنَسٍ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِرَجُلٍ: “أَسْلِمْ” قَالَ: إِنِّي أَجِدُنِي كَارِهًا. قَالَ: “وَإِنْ كُنْتَ كَارِهًا”
telah menceritakan kepada kami Yahya, dari Humaid, dari sahabat Abas Radhiyallahu Anhu yang menceritakan: Bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pernah berkata kepada seorang lelaki, “Masuk Islamlah kamu!” Lelaki itu menjawab, “Sesungguhnya masih belum menyukainya.” Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Sekalipun kamu belum menyukainya.”
Ulama lain mengatakan bahwa ayat ini di-mansukh oleh ayat qital (perang). Wajib menyeru semua umat untuk memasuki agama Al-Hanif, yaitu agama Islam. Jika ada seseorang di antara mereka menolak untuk masuk ke dalam agama Islam serta tidak mau tunduk kepada peraturannya atau tidak mau membayar jizyah, maka ia diperangi hingga titik darah penghabisan. Yang demikian itulah makna ikrah, seperti yang disebutkan di dalam firman-Nya:
سَتُدْعَوْنَ إِلى قَوْمٍ أُولِي بَأْسٍ شَدِيدٍ تُقاتِلُونَهُمْ أَوْ يُسْلِمُونَ
Kalian akan diajak untuk (memerangi) kaum yang mempunyai kekuatan yang besar, kalian akan memerangi mereka atau mereka menyerah (masuk Islam). (Al-Fath: 16)
Di dalam sebuah hadis sahih disebutkan:
«عَجِبَ رَبُّكَ مِنْ قَوْمٍ يُقَادُونَ إِلَى الْجَنَّةِ فِي السَّلَاسِلِ»
Tuhanmu kagum kepada suatu kaum yang digiring masuk ke surga dalam keadaan dirantai.
Makna yang dimaksud ialah para tawanan yang didatangkan ke negeri Islam dalam keadaan terikat oleh rantai dan belenggu. Sesudah itu mereka masuk Islam dan memperbaiki amal perbuatan serta hati mereka. Maka mereka kelak termasuk ahli surga.
Sebenarnya ayat-ayat tersebut bertentangan. (ayat 256 Al Baqarah) tidak dimansukh.
Diperangi dalam ayat lain di atas adalah ditaklukkan dalam perang dan diberi pilihan untuk tetap di dalam agama mereka, hanya diminta bayar jiziyah.
Ayat ini berkaitan dengan orang-orang yang belum masuk Islam, namun kalau sudah masuk Islam, maka harus komitmen ajaran Islam, misal hukuman bagi orang yang murtad…
Begitu juga bila suami Islam, istri masih ahli kitab maka suami tidak boleh memaksa istri untuk masuk Islam, anak yang lahir harus ikut bapaknya.
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
{فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لَا انْفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ}
Karena itu, barang siapa yang ingkar kepada taghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Al-Baqarah: 256)
فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ
Umar bin Khaththab menjelaskan makna ayat ini adalah kufur pada syetan.
Umar Radhiyallahu Anhu pernah mengatakan, “Sesungguhnya al-jibt adalah sihir, dan tagut adalah setan. Sesungguhnya sifat berani dan sifat pengecut ada di dalam diri kaum lelaki; orang yang pemberani berperang membela orang yang tidak dikenalnya, sedangkan orang yang pengecut lari tidak dapat membela ibunya sendiri. Sesungguhnya kehormatan seorang lelaki itu terletak pada agamanya, sedangkan kedudukannya terletak pada akhlaknya, sekalipun ia seorang Persia atau seorang Nabat (kaum Arab kuno) .”
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,
{اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُوا يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُمْ مِنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ أُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ (257) }
Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (Islam, kebenaran ). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah setan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.
🔸Wali – orang yang dekat.
Ibnul Qayyim mengatakan – taghut itu dari kata طغ yang artinya melampaui batas.
Syetan itu menghiasi amalan buruk orang supaya kelihatan bagus..
Allah menceritakan bahwa Dia memberi petunjuk orang yang mengikuti jalan yang diridai-Nya ke jalan keselamatan. Untuk itu Dia mengeluarkan hamba-hamba-Nya yang mukmin dari kegelapan, kekufuran, dan keraguan menuju kepada cahaya perkara hak yang jelas lagi gamblang, terang, mudah, dan bercahaya. Orang-orang kafir itu penolong mereka hanyalah setan. Setanlah yang menghiasi mereka dengan kebodohan dan kesesatan. Setan mengeluarkan mereka dan menyimpangkan mereka dari perkara yang hak kepada kekufuran dan kebohongan.
{أُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ}
Mereka itu adalah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (Al-Baqarah: 257)
Ayat selanjutnya berkaitan dengan kisah Nabi Ibrahim melawan Raja Namrud, Babilonia, Iraq.
{أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِي حَاجَّ إِبْرَاهِيمَ فِي رَبِّهِ أَنْ آتَاهُ اللَّهُ الْمُلْكَ إِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّيَ الَّذِي يُحْيِي وَيُمِيتُ قَالَ أَنَا أُحْيِي وَأُمِيتُ قَالَ إِبْرَاهِيمُ فَإِنَّ اللَّهَ يَأْتِي بِالشَّمْسِ مِنَ الْمَشْرِقِ فَأْتِ بِهَا مِنَ الْمَغْرِبِ فَبُهِتَ الَّذِي كَفَرَ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ (258) }
Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). Ketika Ibrahim mengatakan, “Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan,” orang itu berkata, “Saya dapat menghidupkan dan mematikan.” Ibrahim berkata, “Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat.” Lalu terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. Qs Al Baqarah ayat 258
Riwayat dari ulama Tabiin, Muhajid bin Jabr – murid senior Ibnu Abbas – mengatakan,
ملك الأرض مشرقها ومغربها أربعة نفر: مؤمنان وكافران، فالمؤمنان: سليمان بن داود وذو القرنين، والكافران: بختنصر ونمرود بن كنعان، لم يملكها غيرهم
Raja seluruh bumi, dari timur sampai barat ada 4 orang, dua mukmin dan dua kafir. Dua raja mukmin, Sulaiman bin Daud dan Dzulqarnain. Dua raja kafir, Bukhtanshar dan Namrud bin Kan’an. (Riwayat Thabari dalam tafsirnya).
🔸Ayat ini menunjukkan bahwa berdebat dengan orang-orang kafir itu bisa dengan logika. (tapi harus dipahami bahwa logika manusia ada keterbatasan).
Hanya Islam yang menyuruh umat nya untuk menyembah Allah, ada syarat Tuhan yang berhak disembah yang disebutkan dalam surat Al Ikhlas.
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (1) اللَّهُ الصَّمَدُ (2) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (3) وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (4)
Katakanlah, “Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula-diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.”
Ketika Namrud dengan kesombongan mengaku sebagai tuhan,
Karena itulah Nabi Ibrahim menjawabnya dengan jawaban
فَإِنَّ اللَّهَ يَأْتِي بِالشَّمْسِ مِنَ الْمَشْرِقِ فَأْتِ بِها مِنَ الْمَغْرِبِ
Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat. (Al-Baqarah: 258)
Dengan kata lain, apabila kamu mengakui dirimu seperti apa yang kamu katakan itu, yaitu bahwa dirimu dapat menghidupkan dan mematikan, maka Tuhan yang menghidupkan dan yang mematikan adalah Yang dapat mengatur semua alam wujud, yakni pada semua makhluk dan dapat menundukkan semua bintang serta peredarannya. Bahwa matahari yang tampak setiap harinya ini terbit dari arah timur, maka jika kamu seperti apa yang kamu akukan sebagai tuhan, terbit-kanlah dia dari arah barat!
Setelah raja itu menyadari kelemahan dan ketidakmampuannya, karena ia tidak dapat mencongkakkan dirinya lagi kali ini, maka ia terdiam.
Semoga bermanfaat.
#tafsir #albaqaeah #Rajadunia
#paksa #komitmen
##$$-aa-$$##

