TAFSIR JUZ ‘AMMA – 09
📜 *TAFSIR JUZ ‘AMMA – 09*
✒️ Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’ di
🎤Ustadz Ahmad Zainuddin Al Banjary
Ahad, 22 Rajab l 1447H /11 Januari 2026
Surat Abasa adalah surat Makkiyah, yang turun kepada Rasulullah ﷺ selama beliau ﷺ berdakwah di Makkah, sebelum hijrah ke Madinah. Setelah hijrah ayat yang turun disebut Madaniyah.
Ada pendapat lain bahwa Makkiyah adalah apa saja yang turun di kota Makkah.
Dan Madaniyah – apa saja yang turun di Madinah.
Pendapat ketiga, Surat Makkiyah – surat yang redaksi nya ditujukan kepada penduduk kota Makkah. Madaniyah ditujukan kepada penduduk Madinah.
Ibnu Mas’ud – setiap ayat yang turun dengan redaksi – Yaa Ayyuhannaas.. Ini surat Makkiyah.
Madaniyah – dimulai Yaa Ayyuhaladzina amanu.
Ini juga pendapat Imam Ahmad, Ibnu Abbas.
Tapi ternyata tidak demikian. Beberapa ayat dalam Al Baqarah, An Nisa yang Madaniyah – ada ayat diawali Yaa Ayyuhannaas…
Ada pendapat lain setiap surat yang ada di dalamnya Kallaa maka ini Makkiyah.
Setiap surat yang awalnya huruf Hijaiyyah adalah Makkiyah kecuali Al Baqarah, Ali Imran, Ar Ra`D.
Setiap surat yang ada kisah Adam dan Iblis adalah surat Makkiyah kecuali Surat Al Baqarah.
Setiap surat ada disebutkan munafik – surat Madaniyah. Kecuali surat Al Ankabut.
Kenapa saat di Makkah tidak ada kemunafikan? Karena ada hasad… Hasad menimbulkan kemunafikan, Pemimpin munafik hasad kepada Rasulullah ﷺ.
Setiap surat yang ada hukuman Had, perintah sholat, perintah zakat adalah surat Madaniyah.
Ada 12 ilmu yang harus dikuasai oleh orang yang boleh ngomong agama…
1. Aqidah
2. Ibadah
3. Tafsir Al Qur’an
4. Syarah hadits Rasulullah ﷺ
Yang 8 sebagai penunjang
1. Shorof (membedakan makna)
2. Nahwu (susunan kalimat)
3. Balaghah (keindahan bahasa)
4. Tajwid (lancar baca Al Qur’an itu 1 Juz dalam 30 menit)
5. Ushul Fiqih
6. Ushul hadits
7. Ushul Tafsir
8. Sejarah Nabi
Firman Allah.
عَبَسَ وَتَوَلَّى (1) أَنْ جَاءَهُ الْأَعْمَى
Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling, karena telah datang seorang buta kepadanya..
Jadi nama surat ini dinamai surat bermuka masam.
Nama lain surat Abasa adalah surat Ashooqof. Atau Al A’maa.
Ijma ulama surat Abasa adalah surat Makkiyah.
Maksud surat Abasa – metodologi dakwah yang diajarkan dalam Al Qur’an.
Siapa yang menggunakan metode dakwah Ini akan mendapat kemuliaan.
Ada 4 poin penting dalam surat Abasa.
1. Peringatan ringan dan lembut Allah kepada Rasulullah ﷺ.
2. Isi surat Abasa adalah pujian kepada Al Qur’an
3. Penunjukan dalil tentang kekuasaan Allah. Dan nikmat Allah. Nikmat datangkan cinta kepada Allah.
4. Ingatkan dahsyatnya hari kiamat.
Beberapa tanda cinta kepada Allah.
1. Mencintai = ingin bertemu dengan Allah. Misalnya mencintai kematian yang akan berjumpa Allah
2. Sabar saat jalankan ketaatan
3. Sabar saat dapat musibah
4. Seberapa besar kita dahulukan Allah daripada hal yang kita sukai.
5. Seberapa besar lisan dzikir dalam 24 jam.
6. Seberapa besar kita saat lihat kemungkaran.
7. Seberapa besar kita cinta Al Qur’an
8. Seberapa menyesal kita bila ketinggalan untuk beramal sholeh.
(عَبَسَ وَتَوَلَّى * أَنْ جَاءَهُ الأعْمَى * وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّهُ يَزَّكَّى)
Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling, karena telah datang seorang buta kepadanya. Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa). (‘Abasa: 1-3)
(أَوْ يَذَّكَّرُ فَتَنْفَعَهُ الذِّكْرَى)
atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya? (‘Abasa: 4)
Yaitu memperoleh pelajaran untuk dirinya sehingga ia menahan dirinya dari hal-hal yang diharamkan.
(أَمَّا مَنِ اسْتَغْنَى * فَأَنْتَ لَهُ تَصَدَّى)
Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup, maka kamu melayaninya. (‘Abasa: 5-6)
Adapun orang yang serba cukup, maka kamu melayaninya dengan harapan dia mendapat petunjuk darimu.
(وَمَا عَلَيْكَ أَلا يَزَّكَّى)
Padahal tidak ada (celaan) atasmu kalau dia tidak membersihkan diri (beriman). (‘Abasa: 7)
Artinya, kamu tidak akan bertanggungjawab mengenainya bila dia tidak mau membersihkan dirinya (beriman).
(وَأَمَّا مَنْ جَاءَكَ يَسْعَى * وَهُوَ يَخْشَى)
Dan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pengajaran), sedangkan ia takut (kepada Allah). (‘Abasa: 8-9)
Yakni dengan sengaja datang kepadamu untuk mendapat petunjuk dari pengarahanmu kepadanya.
(فَأَنْتَ عَنْهُ تَلَهَّى)
maka kamu mengabaikannya. (‘Abasa: 10)
Syaikh – sebab turun – ada lelaki buta (Abdullah bin Umi Maktum) – muadzin Rasulullah saat di Madinah.
Dan Nabi berpaling malah memperhatikan orang-orang kaya dengan harapan orang-orang kaya mau masuk Islam.
Dan Allah tegur ringan Rasulullah ﷺ.
🔸Faidah.
Yazakka – sucikan akhlak buruk dan ingin berubah ke akhlak yang baik.
Atau memberi pengajaran / ilmu.
Jadi yang harus diperhatikan adalah orang-orang yang datang kepada pendakwah.
Kaidah tidak ditinggalkan perkara yang sudah dimaklumi daripada perkara yang belum jelas maslahat nya.
Hendaknya menghadap pada Penuntut Ilmu…
Anas bin Malik – saat itu Nabi ﷺ bertemu Ubay bin Kholaf (tokoh Quraisy).
Sejak saat itu Nabi ﷺ selalu memuliakan Abdullah bin Umi Maktum.
🔹Pelajaran.
1. Perintah untuk menyambut dan memperhatikan orang yang ingin belajar ilmu agama.
2. Allah berikan peringatan kepada makhluk agar bertekad menyampaikan kebaikan. Bukan karena orangnya tapi karena dakwahnya.
3. Maksud dari pengutusan rasul adalah memperhatikan orang-orang yang ingin mendapatkan petunjuk.
QA
1. 12 cabang ilmu – untuk yang ingin jadi ahli ilmu agama.
Adapun hadits sampaikan walau 1 ayat… Adalah kita sangat paham makna ayat tersebut baru disampaikan.
Abdullah bin Umi Maktum – lebih dikenalkan karena punya kedekatan dengan Rasulullah ﷺ.
Semoga bermanfaat.
#tafsir #AhmadZainuddin #albanjary #dakwah #belajar #adab #metode #muadzin
$$##-aa-##$$


