TAFSIR JUZ ‘AMMA – 03
📜 *TAFSIR JUZ ‘AMMA – 03*
✒️ Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’ di
🎤Ustadz Ahmad Zainuddin Al Banjary
Ahad, 13 Dzulqaidah 1446H/11 Mei 2025
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, pada surat An Naba,
رَبِّ السَّماواتِ وَالْأَرْضِ وَما بَيْنَهُمَا الرَّحْمنِ لَا يَمْلِكُونَ مِنْهُ خِطاباً (37) يَوْمَ يَقُومُ الرُّوحُ وَالْمَلائِكَةُ صَفًّا لَا يَتَكَلَّمُونَ إِلاَّ مَنْ أَذِنَ لَهُ الرَّحْمنُ وَقالَ صَواباً (38) ذلِكَ الْيَوْمُ الْحَقُّ فَمَنْ شاءَ اتَّخَذَ إِلى رَبِّهِ مَآباً (39) إِنَّا أَنْذَرْناكُمْ عَذاباً قَرِيباً يَوْمَ يَنْظُرُ الْمَرْءُ مَا قَدَّمَتْ يَداهُ وَيَقُولُ الْكافِرُ يا لَيْتَنِي كُنْتُ تُراباً (40)
Rabb Yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya; Yang Maha Pemurah. Mereka tidak dapat berbicara dengan Dia.
Rabb – pencipta, pengatur, memelihara.
ArRahman adalah nama Allah dan ada sifat Rahmat yang meliputi segala sesuatu.
Pada ayat sebelumnya – orang yang bertakwa mendapat kemenangan., dapat kenikmatan surga.. ..dst Tidak ada perkataan sia-sia. Itulah nikmat dari Allah Subhanahu wa Ta’ala yang Mencipta langit dan bumi.
Rahmat Allah meliputi:
Mencipta langit dan bumi
Memasukkan orang ke surga dan memberi nikmat
Allah menetapkan kematian pada waktunya. (Allah memberi tenggang waktu untuk bertaubat). Kematian tidak datang terlalu cepat atau lambat.
Setelah itu Allah menyebutkan keagungan Nya, kekuasaan yang besar pada hari kiamat.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ
“Pemilik hari pembalasan.”
(QS. Al-Fatihah 1: Ayat 4)
Pada hari, ketika ruh dan para malaikat berdiri bersaf-saf, mereka tidak berkata-kata kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Allah Yang Maha Pemurah; dan ia mengucapkan kata yang benar.
Di hari kiamat, seseorang akan bicara dalam dua keadaan.
1. Allah izinkan dia berbicara
2. Apa yang dia bicarakan adalah benar.
Itulah hari yang tidak ada kebatilan, tidak ada manfaat kedustaan.
Yakni tiada seorang pun yang mampu memulai berbicara kepada-Nya kecuali dengan seizin-Nya.
Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:
مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ
Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya.(Al-Baqarah: 255)
Semakna pula dengan firman-Nya yang lain, yaitu:
يَوْمَ يَأْتِ لَا تَكَلَّمُ نَفْسٌ إِلَّا بِإِذْنِهِ
Di kala datang hari itu, tidak ada seorang pun yang berbicara, melainkan dengan izin-Nya. (Hud: 105)
Pada hari, ketika ruh dan para malaikat berdiri bersaf-saf, ruh disini maksud nya malaikat Jibril, ini menunjukkan kekhususan Jibril.
Bersaf-saf – tunduk kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
{فَمَنْ شَاءَ اتَّخَذَ إِلَى رَبِّهِ مَآبًا}
Itulah hari yang pasti terjadi. Maka barang siapa yang menghendaki, niscaya ia menempuh jalan kembali kepada Rabb nya.
Ayat ini adalah bantahan kepada jabbariyah, bukan robot.
Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepada kalian (hai orang kafir) siksa yang dekat kedatangannya,
Dekat = setiap yang mau datang.
pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya;
Ini yang membuat dia gelisah, terperanjat, bahwa apa yang dilakukan di dunia akan diperlihatkan di akhirat.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَـنْظُرْ نَـفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۚ وَا تَّقُوا اللّٰهَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah.”
(QS. Al-Hasyr 59: Ayat 18)
Dan adanya penyesalan orang-orang kafir
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَنَا دَوْا يٰمٰلِكُ لِيَقْضِ عَلَيْنَا رَبُّكَ ۗ قَا لَ اِنَّكُمْ مّٰكِثُوْنَ
“Dan mereka berseru, “Wahai (Malaikat) Malik! Biarlah Tuhanmu mematikan kami saja.” Dia menjawab, “Sungguh, kamu akan tetap tinggal (di neraka ini).””
(QS. Az-Zukhruf 43: Ayat 77)
Seperti juga firman Allah,
وَوَجَدُوا ما عَمِلُوا حاضِراً
dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). (Al-Kahfi: 49)
Dan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
يُنَبَّؤُا الْإِنْسانُ يَوْمَئِذٍ بِما قَدَّمَ وَأَخَّرَ
Pada hari itu diberikan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya. (Al-Qiyamah: 13)
Adapun firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
{وَيَقُولُ الْكَافِرُ يَا لَيْتَنِي كُنْتُ تُرَابًا}
dan orang kafir berkata, “Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah.” (An-Naba: 40)
Orang kafir di hari itu berkhayal seandainya dirinya sewaktu di dunia berupa tanah dan bukan makhluk serta tidak dikeluarkan ke alam wujud. Demikian itu terjadi ketika dia menyaksikan azab Allah terpampang di hadapannya dan ia melihat semua amal perbuatannya yang telah dicatat oleh para malaikat juru tulis amal perbuatan, yang semuanya mulia lagi bertakwa. Semua amal perbuatannya penuh dengan kerusakan dan dosa-dosa.
Ada pendapat lain, orang kafir itu berkata demikian setelah melihat hewan-hewan dijadikan tanah. Itupun setelah hewan di qishah.
✅ Faidah.
1. Allah, satu-satunya yang memiliki Rububiyah di dunia dan akhirat. Dan satu-satunya yang paling berhak kita beribadah / berdoa /bersandar kepada Nya.
2. Pemandangan yang sangat menakutkan di hari kiamat. Jibril dan malaikat-malaikat berbaris bersaf-saf dan tidak ada yang bisa berbicara tanpa izin dari Allah.
3. Semua amal perbuatan kita akan diperlihatkan oleh Allah.
4. Hari kiamat dekat, setiap yang datang pasti dekat.
5. Tidak ada udzur bagi manusia di akhirat kelak karena semua fasilitas telah disediakan. (rasul, utusan, kitab dst).
6. Penyesalan pasti di akhir. Jangan sampai menyesal kelak. Persiapkan diri, hisab diri banyak-banyak.
QA
1. Hadapi takdir buruk. Bagaimana cara hadapi?
A. Rela dengan memahami bahwa itu termasuk takdir yang telah Allah tetapkan. Kita hanya makhluk. Ridho itu wajib.
B. Bagaimana dalam menyikapi takdir buruk yang telah terjadi. Hanya Nabi dan para ulul azmi yang ridho dalam menyikapi takdir buruk yang terjadi. Kita diwajibkan sabar. Sabar dengan jaga Qalbu, lisan dan tangan.
Semoga bermanfaat.
#tafsir #AhmadZainuddin #albanjary #surga #neraka #annaba #naba #juzamma
#malaikat #berbaris
$$##-aa-##$$

