This entry is part 50 of 57 in the series Hisnul Muslim

Diterbitkan pertama kali pada: 23-Nov-2024 @ 07:11

6 menit membaca

*MAKNA DOA DAN DZIKIR – 59*
Ustadz Muhammad Anwar, Lc MPd
21 Jumadil Awal 1446H/23 Nopember 2024
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima

🗞️Kitab – Hisnul Muslim oleh Syaikh Said bin Ali Al Qahthani.

➡️ *108. Menyebarkan salam*

🔹Hadits 1

Dari Abu Hurairah –

قَالَ: لاَ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوْا، وَلاَ تُؤْمِنُوْا حَتَّى تَحَابُّوْا، أَوَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوْهُ تَحَابَبْتُمْ، أَفْشُوا السَّلاَمَ بَيْنَكُمْ.

Rasulullah shallallahu alaihi wassalam bersabda: “Kamu tidak akan masuk Surga hingga kamu beriman, kamu tidak akan beriman secara sempurna hingga kamu saling mencintai. Maukah kamu kutunjukkan sesuatu, apabila kamu lakukan akan saling mencintai? Biasakan mengucapkan salam di antara kamu.” [HR. Muslim 1/74, begitu juga imam yang lain]

Para ulama menjelaskan, Syarat masuk surga adalah beriman dan iman sempurna itu bila saling cinta sesama muslim.

1. Syarat masuk surga adalah iman. Syarat iman sempurna saling cinta sesama muslim dan tidak membenci nya.

2. Salam itu ucapan penghormatan saat bertemu.

3. Menebarkan salam adalah sebab terbesar untuk saling mencintai sesama muslim.

Dari Imran bin Hushain radhiyallahu ‘anhu:

جاء رجلٌ إلى النبيِّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم ، فقال : السلامُ عليكم ، فرَدَّ عليه ، ثم جَلَس ، فقال النبيُّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم : عَشْرٌ . ثم جاء آخَرُ ، فقال : السلامُ عليكم ورحمةُ اللهِ ، فرَدَّ عليه ، فجلس ، فقال : عِشْرُونَ . ثم جاء آخَرُ ، فقال : السلامُ عليكم ورحمةُ اللهِ وبَرَكاتُه ، فرَدَّ عليه ، فجلس ، فقال : ثلاثونَ

“Datang seorang lelaki kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia berkata: Assalamu ‘alaikum. Kemudian Nabi membalas salamnya, kemudian orang tadi duduk. Nabi bersabda: sepuluh!

Kemudian datang orang yang lain, ia berkata: Assalamu ‘alaikum warahmatullah. Kemudian Nabi membalas salamnya, kemudian orang tadi duduk. Nabi bersabda: dua puluh!

Kemudian datang orang yang lain, ia berkata: Assalamu ‘alaikum warahmatullah wabarakatuh. Kemudian Nabi membalas salamnya, kemudian orang tadi duduk. Nabi bersabda: tiga puluh!” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Ahmad)

Jadi sempurnakanlah ucapan salam kita kepada saudara muslim kita.

4. Ada penjelasan tentang keistimewaan besar saat ucapkan salam. Rasulullah ﷺ sambungkan masuk surga dengan iman dan ucapan salam.
Hadits ini adalah bantahan terhadap pemahaman bahwa belajar agama itu dibagi dengan kulit dan isi – ada syariat, hakikat… Bahkan sebagian dari mereka meyakini tidak perlu sholat lagi.

5. Allah jadikan ucapan salam sebab kita dapat keselamatan di dunia dan ucapan penghormatan sesama muslim. Ini juga ucapan penghuni surga.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

وَسِيقَ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوْا۟ رَبَّهُمْ إِلَى ٱلْجَنَّةِ زُمَرًا ۖ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَٰبُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلَـٰمٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَٱدْخُلُوهَا خَـٰلِدِينَ

Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam surga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: “Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya”.
Surat Az-Zumar (39) Ayat 73

6. Diantara petunjuk Nabi ﷺ,

A. Rasulullah ﷺ pernah ucapkan salam pada anak-anak. Ini ajarkan ucapan salam sejak kecil.

Dan akan terlihat perbedaan anak-anak yang sering ucapkan salam dengan anak-anak yang tidak biasa ucapkan salam.

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia pernah melewati anak-anak, maka ia mengucapkan salam kepada mereka dan berkata,

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَفْعَلُهُ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa melakukan seperti ini.” (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Thufail bin Ubay bin Ka’ab Radhiyallahu anhuma, suatu ketika ia mendatangi ‘Abdullah bin ‘Umar Radhiyallahu anhuma, kemudian ia berjalan bersamanya ke pasar. Thufail berkata, “Setiap kali ia bertemu dengan tukang loak (pedagang barang bekas),  pedagang, orang miskin, atau siapa saja, ia selalu mengucapkan salam.” Thufail melanjutkan, “Suatu hari aku datang lagi ke rumah Ibnu ‘Umar Radhiyallahu anhuma, lalu ia ingin ikut menemaniku ke pasar. Aku pun bertanya, ’Apa yang engkau kerjakan di pasar sedangkan engkau tidak berjual beli, tidak menanyakan harga barang-barang, dan tidak pula mau duduk-duduk di pasar.’ Aku melanjutkan, ‘Sebaiknya kita duduk-duduk saja disini sambil bercakap-cakap.’ Ibnu ‘Umar Radhiyallahu anhuma langsung menjawab, ‘Wahai Abu Bathn, sesungguhnya kita pergi ke pasar semata-mata hanya ingin mengucapkan salam saja, yaitu kita ucapkan salam kepada kaum Muslimin mana saja yang kita jumpai.’”

Bahkan disebutkan dalam sebuah hadits, Rasulullah ﷺ pernah bersabda – jangan mulai pembicaraan sebelum diawali dengan salam jangan dijawab. Namun hadits ini jadi permasalahan di kalangan ulama.

✅ Adab ucapan salam.
1. Orang naik kendaraan kepada orang berjalan.

Rasulullah ﷺ bersabda,

وَالرَّاكِبُ عَلَى الْمَاشِي

Yang naik kendaraan hendaknya memberi salam kepada yang sedang berjalan.

2. Orang berjalan kepada orang yang duduk.

Nabi ﷺ bersabda,

وَالْمَارُّ عَلَى الْقَاعِدِ

Orang yang berjalan (yang sedang lewat) hendaknya dia beri salam kepada yang duduk.

3. Kelompok sedikit kepada orang yang banyak.

Nabi ﷺ bersabda,

وَالْقَلِيلُ عَلَى الْكَثِيرِ

Yang jumlahnya sedikit tatkala bertemu dengan jumlahnya yang banyak, maka yang jumlahnya sedikit menghormati yang jumlahnya banyak dengan mendahului memberi salam kepada mereka.

4. Orang umur di bawah kepada orang yang lebih tua.

لِيُسَلِّمِ الصَّغِيرُ عَلَى الْكَبِيرِ

Kalau bertemu antara yang muda dengan yang tua maka yang muda hendaknya yang dahulu memberi salam.

5. Setelah ketemu dan ucapkan salam, jika terpisah/terhalang oleh pohon atau tembok maka ucapkan salam lagi.

🔹Hadits 2

ثَلاَثٌ مَنْ جَمَعَهُنَّ فَقَدْ جَمَعَ اْلإِيْمَانَ: اْلإِنْصَافُ مِنْ نَفْسِكَ، وَبَذْلُ السَّلاَمِ لِلْعَالَمِ، وَاْلإِنْفَاقُ مِنَ اْلإِقْتَارِ.

“Ada tiga perkara, barang siapa yang bisa mengerjakannya, maka sungguh telah mengumpulkan keimanan:

1. Berlaku adil terhadap diri sendiri; (apalagi kepada orang lain)
2. Menyebarkan salam ke seluruh penduduk dunia; (sesama kaum muslim, baik kenal atau tidak)
3. Berinfak dalam keadaan fakir.” [HR. Al-Bukhari dengan Fathul Bari 1/82, dari hadits ‘Amar z secara mauquf muallaq]

Adil kepada diri sendiri – tunaikan hak dirinya, melakukan ketaatan dan jauhi kemaksiatan.

✅ FAIDAH

1. Anjuran berlaku adil kepada seluruh manusia terutama pada diri sendiri.
2. Anjuran untuk berinfak. Harus dilawan perasaan takut susah
3. Keistimewaan salam yaitu bagian dari ibadah.
4. Orang yang pertama kali ucapkan salam adalah Abu Dzar Al Ghifari.

dari Abu Hurairah, bahwa Abu Dzar Al-Ghifari mengatakan;

فوالله إنّي لأوَّل الناس حيّاه بتحية الإسلام فقلت: السلام عليك يا رسول الله. فقال: وَعَلَيْكَ السَّلَامُ وَرَحْمَةُ اللهِ

Maka demi Allah, aku adalah orang pertama yang mengucapkan salam penghormatan kepada Rasulullah dengan penghormatan Islam. Aku mengucapkan; Assalaamu ‘alaika yaa Rasulullah . Kemudian beliau menjawab; Wa ‘alaikassalam wa rohmatullah.

Kalau dari Para Nabi, maka Nabi Adam yang paling pertama ucapkan salam.

Yang paling pertama memerintahkan salam adalah Allah, di mana Dia memerintahkan Nabi Adam ‘Alaihissalam untuk mengucapkannya kepada para malaikat. Ini sebagaimana yang diriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari, “Bahwasanya ketika Allah menciptakan Adam ‘Alaihissalam, maka Allah berfirman, ‘Pergilah, dan ucapkan salam kepada para malaikat itu, lalu simaklah apa yang mereka ucapkan untuk menjawabmu, karena sesungguhnya jawaban salam itu merupakan salam penghormatan bagimu dan salam penghormatan bagi anak keturunanmu.’ Maka Nabi Adam ‘Alaihissalam mengucapkan, ‘Assalamu ‘alaikum,’ maka mereka menjawab, ‘Assalamu ‘alaika wa rahmatullah,’ sehingga mereka menambahkannya, ‘Wa rahmatullah’…”. Al-Hadits.

🔹Hadits 3

وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ: أَنَّ رَجُلاً سَأَلَ النَّبِيَّ: أَيُّ اْلإِسْلاَمِ خَيْرٌ، قَالَ: تُطْعِمُ الطَّعَامَ، وَتَقْرَأُ السَّلاَمَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ.

Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma , dia berkata: “Sesungguhnya seorang laki-laki bertanya kepada Nabi shallallahu alaihi wassalam, manakah ajaran Islam yang lebih baik?” Rasul shallallahu alaihi wassalam bersabda: “Hendaklah engkau memberi makanan, mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan yang tidak.” [HR. Al-Bukhari dengan Fathul Bari 1/55, Muslim 1/65]

✅ FAIDAH.
1. Ada motivasi untukmemberi makan, atau beri manfaat kepada orang lain.
2. Hadits ini menguatkan bahwa ucapan salam bukan ucapan biasa, Sebar salam baik kenal ataupun tidak.

Dari ‘Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya termasuk tanda-tanda hari Kiamat adalah jika salam diucapkan (hanya) kepada orang yang dikenal”. HR Ahmad.

3. Orang yang titip salam. Maka kita jawab.

‘Alaihi wa alaika salam.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Aisyah,

يَا عَائِشَةُ ، هَذَا جِبْرِيلُ يَقْرَأُ عَلَيْكِ السَّلاَمَ

Wahai Aisyah, ini ada Jibril, beliau menyampaikan salam untukmu.

Kemudian Aisyah memberi jawaban,

وَعَلَيْهِ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Dan salam balik untuknya, beserta rahmat Allah dan barakahnya. (HR. Bukhari & Muslim)

Cara Aisyah menjawab titipan salam tidak berbeda dengan umumnya jawaban salam,

وَعَلَيْهِ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bisa juga anda tambahkan salam untuk orang yang dititipi, sehingga lafadznya menjadi,

وَعَلَيْكَ وَعَلَيْهِ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Dan salam balik untuk anda, untuknya, beserta rahmat Allah dan barakahnya.

4. Jangan ditambahkan ucapan salam dengan ucapan lain.. Dan jangan disingkat.
Yang diajarkan Rasulullah ﷺ sudah sempurna.

Semoga bermanfaat.

#salaf #sunnah #takwa #adil #salam #kiamat

##$$-aa-##$$

Digita Template

Hisnul Muslim

MAKNA DOA DAN DZIKIR – 58 MAKNA DOA DAN DZIKIR – 60
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?