MAKRUH NYA MENGHARAPKAN KEMATIAN KARENA DITIMPA MUSIBAH
Diterbitkan pertama kali pada: 29-Jun-2020 @ 06:54
2 menit membaca*MAKRUH NYA MENGHARAPKAN KEMATIAN KARENA DITIMPA MUSIBAH*
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
وَلاَ يَتَمَنَّيَنَّ أَحَدُكُمُ المَوْتَ: إِمَّا مُحْسِنًا فَلَعَلَّهُ أَنْ يَزْدَادَ خَيْرًا، وَإِمَّا مُسِيئًا فَلَعَلَّهُ أَنْ يَسْتَعْتِبَ
“Janganlah salah seorang di antara kalian mengharapkan kematian. Jika dia orang baik, semoga saja bisa menambah amal kebaikannya. Dan jika dia orang yang buruk (akhlaknya), semoga bisa menjadikannya bertaubat.” (HR. Bukhari)
Dalam riwayat lain,
لَا يَتَمَنَّى أَحَدُكُمُ الْمَوْتَ، وَلَا يَدْعُ بِهِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَهُ، إِنَّهُ إِذَا مَاتَ أَحَدُكُمُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ، وَإِنَّهُ لَا يَزِيدُ الْمُؤْمِنَ عُمْرُهُ إِلَّا خَيْرًا
“Janganlah seseorang mengharapkan kematian dan janganlah meminta mati sebelum datang waktunya. Karena orang mati itu amalnya akan terputus, sedangkan umur seorang mukmin tidaklah bertambah melainkan akan menambah kebaikan.” (HR. Muslim)
Larangan ini untuk pengharaman, karena mengharap kematian mengandung kesan tidak ridha dengan keputusan Allah.
Orang mukmin harus bersabar apabila ditimpa musibah, karena apabila ia bersabar dari musibah yang menimpanya, dia akan memperoleh 2 hal penting :
Pertama, dihapuskan kesalahannya, seseorang tidaklah ditimpa suatu kegelisahan, kegundahan, dan kesulitan kecuali Allah akan menghapuskan kesalahannya, bahkan hanya duri yang menusuknya,akan dihapus dosa karena itu.
Kedua, jika dia mengharapkan pahala dari Allah dan bersabar karena mengharap ridho-Nya, maka dia akan diberi pahala.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
{إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ}
Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas (Az-Zumar: 10)
Mengharapkan kematian menunjukkan bahwa dia tidak sabar dan tidak ridha atas qadha (keputusan) Allah Ta’ala. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menjelaskan, seandainya dia termasuk orang yang baik, bisa jadi dengan sisa hidupnya itu amal kebaikannya menjadi bertambah.
Dan sudah diketahui bahwa 1 tasbih dalam catatan hidup manusia lebih baik dari dunia beserta isinya, karena dunia beserta isinya akan pergi dan binasa, sedangkan tasbih dan amal shalih tetap kekal..
Allah Ta’ala berfirman,
الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا
Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan. Qs Al Kahfi ayat 46.
Jika dia tetap hidup dalam keadaan sakit dan terkena musibah, bisa jadi kebaikan nya akan bertambah.
Seandainya dia jahat, pernah berbuat jahat dia bisa meminta Allah untuk meridhainya dan memaafkannya. Kemudian ia meninggal dalam keadaan taubat.
Bisa jadi sisa akhir hidup nya adalah kebaikan untuknya..
Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin dalam Syarah Riyadhus Shalihin (3/387)



Masya Allah,
Terimakasih kajiannya, sangat menginspirasi
Barakallahu fii kum – Alhamdulillah bila bermanfaat – tafadholuu untuk di sebarkan.