Diterbitkan pertama kali pada: 27-Jun-2020 @ 17:56

1 menit membaca

*Itsar (Mendahulukan orang lain)*

Ada beberapa hukum :

1. *Haram*, mendahulukan orang lain untuk sesuatu yang wajib atas diri kita secara syar’i.

Contoh : apabila kita mempunyai air yang cukup untuk wudhu untuk satu orang saja, sedangkan kita belum wudhu, dan teman-teman kita belum wudhu.

Air ini adalah milik kita, bisa saja kita berikan kepada teman agar bisa wudhu dan kita tayammum. Atau kita kita pakai wudhu dan teman tayammum.

Dalam kondisi ini, *tidak boleh* kita berikan air tersebut kepada teman untuk wudhu lalu kita tayammum. Karena kita lah yang mendapatkan air dan air itu milik kita.

2. *Makruh*, mendahulukan orang lain menempati shaf pertama (padahal kita sudah di shaf pertama dan ngalah). Hal ini makruh karena kita dianggap tidak suka kebaikan, padahal kita lebih berhak atas tempat itu.

Ada beberapa ulama yang membuat perkecualian untuk kemashlahatan, jika orang itu bapak kita dan kita khawatir hatinya akan tersinggung bila kita tidak mempersilakan shaf pertama tersebut.

3. *Mubah*, bisa menjadi sunnah dalam hal selain ibadah.

Contoh : kita lapar dan punya makanan, tetapi ada teman kita yang lapar juga, dalam hal ini jika kita mendahulukan teman untuk makan, maka ini adalah hal yang terpuji..

وَالَّذِينَ تَبَوَّءُوا الدَّارَ وَالْإِيمَانَ مِنْ قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ ۚ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) ‘mencintai’ orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung
Qs Al Hasyr ayat 9.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin dalam Syarah Riyadhus Shalihin (3/316).

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?