This entry is part 1 of 4 in the series DaurohLansia
15 menit membaca

*IMAN KEPADA HARI AKHIR*
Ustadz Dr Firanda Andirja Lc MA
Dauroh Lansia Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima @8 Juli 2026

✅ Session 1

Kebanyakan manusia terlena dengan tujuan yang sekarang yaitu dunia.

Rasulullah ﷺ melihat dua orang: seorang kaya lalu seorang miskin, kemudian beliau menyatakan yang miskin lebih baik. Itu bukan hadis tentang masuk surga lebih dahulu, tetapi tentang kedudukan seseorang di sisi Allah tidak dilihat dari hartanya.

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ السَّاعِدِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ:
مَرَّ رَجُلٌ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ ﷺ فَقَالَ لِرَجُلٍ عِنْدَهُ: مَا رَأْيُكَ فِي هَذَا؟ فَقَالَ: هَذَا رَجُلٌ مِنْ أَشْرَافِ النَّاسِ، هَذَا وَاللَّهِ إِنْ خَطَبَ أَنْ يُنْكَحَ، وَإِنْ شَفَعَ أَنْ يُشَفَّعَ، وَإِنْ قَالَ أَنْ يُسْمَعَ لِقَوْلِهِ.
ثُمَّ مَرَّ رَجُلٌ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: مَا رَأْيُكَ فِي هَذَا؟ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، هَذَا رَجُلٌ مِنْ فُقَرَاءِ الْمُسْلِمِينَ، هَذَا حَرِيٌّ إِنْ خَطَبَ أَنْ لَا يُنْكَحَ، وَإِنْ شَفَعَ أَنْ لَا يُشَفَّعَ، وَإِنْ قَالَ أَنْ لَا يُسْمَعَ لِقَوْلِهِ.
فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:
«هَذَا خَيْرٌ مِنْ مِلْءِ الْأَرْضِ مِثْلَ هَذَا»

“Orang ini (yang miskin) lebih baik daripada sepenuh bumi orang-orang seperti orang yang pertama (kaya) tadi.”
(HR. Shahih Al-Bukhari)

Tidak ada kata terlambat.

Rasulullah ﷺ bersabda,

وَإِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ
“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada akhirnya..”

Kita harus mulai merubah kegiatan kita..
Fokus kepada kegiatan akhirat.

Hari akhir – tidak ada hari berikutnya menunjukkan kekal abadi.

Hari akhir – destinasi terakhir, gak ada yang lain.
Fase kita..
1. Janin – 9 bulan.
2. Dunia, dengan kematian menuju fase berikutnya.
3. Barzakh
4. Padang Mahsyar
5. Surga atau neraka

Hadis yang dimaksud adalah:
عَنْ شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ:
«الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ، وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ، وَالْعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا، ثُمَّ تَمَنَّى عَلَى اللَّهِ»
Artinya: “Orang yang cerdas adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya lalu banyak berangan-angan kepada Allah.”
(HR. Jami’ At-Tirmidzi, no. 2459)

Dunia dari kata..

Ad danii-rendah
Ad dunu – dekat, karena sangat sebentar dibandingkan destinasi berikutnya.

Alam barzakh itu ribuan tahun
Padang Mahsyar itu puluhan ribu tahun.

Nabi ﷺ juga bersabda:
«مَا لِي وَلِلدُّنْيَا، إِنَّمَا مَثَلِي وَمَثَلُ الدُّنْيَا كَرَاكِبٍ قَالَ فِي ظِلِّ شَجَرَةٍ ثُمَّ رَاحَ وَتَرَكَهَا»

“Apa urusanku dengan dunia? Perumpamaanku dengan dunia hanyalah seperti seorang musafir yang berteduh di bawah pohon kemudian pergi meninggalkannya.”

Dunia.

1. Mawar – QS Thoha – zahratal hayatadunyya

Mawar cepat sekali sirna.

QS. Ṭāhā (20): 131:

وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِۦٓ أَزْوَٰجًا مِّنْهُمْ زَهْرَةَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ ۚ وَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ

“Dan janganlah engkau tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai perhiasan kehidupan dunia untuk Kami uji mereka dengannya. Dan karunia Tuhanmu adalah lebih baik dan lebih kekal.”
(QS. Ṭaha [20]: 131)

Frasa زَهْرَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا (zahratal-ḥayāti ad-dunyā) berarti “perhiasan kehidupan dunia”.

2. Rumput yang cepat kering.

QS. Al-Kahfi (18): 45
وَاضْرِبْ لَهُم مَّثَلَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَاءٍ أَنزَلْنَاهُ مِنَ السَّمَاءِ فَاخْتَلَطَ بِهِ نَبَاتُ الْأَرْضِ فَأَصْبَحَ هَشِيمًا تَذْرُوهُ الرِّيَاحُ ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ مُّقْتَدِرًا

“Dan buatlah perumpamaan kepada mereka tentang kehidupan dunia, seperti air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah dengan subur tanaman-tanaman bumi karena air itu, kemudian tanaman itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.”
Ayat ini menggambarkan bahwa keindahan dunia seperti rumput yang tumbuh subur setelah hujan: terlihat indah, tetapi tidak lama kemudian kering dan hilang.

Ayat lain..

QS. Al-Hadid (57): 20

كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا…

“Perumpamaannya seperti hujan yang tanamannya mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering, lalu kamu melihatnya menguning, kemudian menjadi hancur…”
(QS. Al-Qur’an, Al-Hadid [57]: 20)

3. Nilai sangat kecil dibanding nikmat surga.

Dzikir lebih baik dari dunia, karena pahalanya kekal abadi.

QS. Al-Kahfi (18): 46

الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِندَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا

“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amal kebajikan yang kekal adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu dan lebih baik untuk menjadi harapan.”

Makna وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ adalah amal kebajikan adalah amal kebajikan dzikir.

Subhanallah, Alhamdulillah, Allah Akbar.

Kenapa orang tua terkesan banyak masalah? Itu karena manusia itu memang diciptakan untuk diuji.

Nabi ﷺ diuji tidak henti… Dari pada lahir sebagai yatim sampai meninggal.

Seperti firman Allah..

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي كَبَدٍ

“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.”
(QS. Al-Balad [90]: 4)

Ujian tidak berhenti sampai meninggal.

Ayat yang dimaksud adalah QS. An-Naḥl (16): 70:
وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ ثُمَّ يَتَوَفَّاكُمْ ۚ وَمِنكُم مَّن يُرَدُّ إِلَىٰ أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ بَعْدَ عِلْمٍ شَيْئًا ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ قَدِيرٌ
Artinya: “Allah menciptakan kamu, kemudian mewafatkan kamu; dan di antara kamu ada yang dikembalikan kepada umur yang paling lemah (tua renta), sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang telah diketahuinya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahakuasa.”
(QS. An-Naḥl [16]: 70)

Firman Allah.. Qs Yasin ayat 68.

وَمَن نُّعَمِّرْهُ نُنَكِّسْهُ فِي الْخَلْقِ ۖ أَفَلَا يَعْقِلُونَ

“Dan barang siapa Kami panjangkan umurnya, niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian (yang lemah). Maka apakah mereka tidak mengerti?”

➡️ Kematian

Ada proses dalam kematian
1. Sakaratul maut
2. Keluar ruh dari jasad
3. Kematian, pisahnya ruh dari jasad.

Sakaratul maut dari Kata سكر menunjuk kata tertutup. Antara sadar dan tidak sadar karena kesakitan.

Bila ridha dan sabar – kurangi dosa dan tambah derajat.

Yang cabut nyawa itu malaikat maut, lalu ruh manusia diserahkan.
1. Malaikat rahmat jika orang baik
2. Malaikat adzab jika kufur.

Orang yang meninggal biasa-biasa belum tentu lebih baik.

Aisyah Radhiyallahu anhaa tidak cemburu lagi pada orang yang meninggal biasa-biasa setelah melihat Rasulullah ﷺ wafat.

Poin kritis – harus husnudzan kepada Allah.

Misal nya Ya Allah saya ridha dengan ini dan mohon ampuni…

Firman Allah..

عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ ﷺ قَبْلَ وَفَاتِهِ بِثَلَاثَةِ أَيَّامٍ يَقُولُ:
«لَا يَمُوتَنَّ أَحَدُكُمْ إِلَّا وَهُوَ يُحْسِنُ بِاللَّهِ الظَّنَّ»

Artinya: “Janganlah salah seorang di antara kalian meninggal dunia kecuali dalam keadaan berbaik sangka kepada Allah.”
(HR. Shahih Muslim)

Nabi ﷺ berlindung kepada Allah dari syetan saat sakaratul maut.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَدْمِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ التَّرَدِّي، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْغَرَقِ وَالْحَرَقِ، *وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ يَتَخَبَّطَنِي الشَّيْطَانُ عِنْدَ الْمَوْتِ*

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari tertimpa reruntuhan, aku berlindung kepada-Mu dari jatuh (terperosok), aku berlindung kepada-Mu dari tenggelam dan terbakar, dan aku berlindung kepada-Mu agar setan tidak menyesatkanku ketika kematian.”
(HR. Sunan An-Nasa’i)

Jangan anggap baik orang kafir yang mati kelihatan baik-baik saja.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَا لنّٰزِعٰتِ غَرْقًا
“Demi (malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras.”
(QS. An-Nazi’at 79: Ayat 1)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَ لَوْ تَرٰۤى اِذْ يَتَوَفَّى الَّذِيْنَ كَفَرُوا ۙ الْمَلٰٓئِكَةُ يَضْرِبُوْنَ وُجُوْهَهُمْ وَاَ دْبَا رَهُمْ ۚ وَذُوْقُوْا عَذَا بَ الْحَرِيْقِ
“Dan sekiranya kamu melihat ketika para malaikat mencabut nyawa orang-orang yang kafir sambil memukul wajah dan punggung mereka (dan berkata), “Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar.””
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 50)

Untuk menuju Allah dengan mulus dan taubat itu tidak mudah..

➡️ Alam Barzakh

Alam kubur karena kebanyakan manusia dikubur.
Barzakh itu artinya perantara. Antara dunia dan padang Mahsyar.

Firaun jasadnya selamat.

QS. Yūnus (10): 92

فَالْيَوْمَ نُنَجِّيكَ بِبَدَنِكَ لِتَكُونَ لِمَنْ خَلْفَكَ آيَةً ۚ وَإِنَّ كَثِيرًا مِّنَ النَّاسِ عَنْ آيَاتِنَا لَغَافِلُونَ
Artinya: “Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu agar engkau dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang setelahmu. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia benar-benar lengah terhadap tanda-tanda (kekuasaan) Kami.”
(QS. Yūnus [10]: 92)

Dalam islam, ruh gentayangan itu tidak ada..

Orang pemakan riba disiksa terus saat di alam barzakh.

Ada 3 fase..
1. Dhommatul Qabr – himpitan – semua orang alami. Ini Sop – bagi orang sholeh kurangi dosa dan tinggikan derajat.

2. Fitnatul Qabr, datang jua munkar dan nakir. Semua hitam dan biru.
Fitnah itu ujian yang dilakukan oleh munkar dan nakir.
Dengan 3 pertanyaan..
Siapa tuhan mu
Apa agama mu
Siapa nabi mu

Ini dijawab dengan ilmu/iman bukan hafalan.

QS. Ibrāhīm (14): 27

يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ ۖ وَيُضِلُّ اللَّهُ الظَّالِمِينَ ۚ وَيَفْعَلُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ
Artinya: “Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim. Dan Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.”
(QS. Ibrāhīm [14]: 27)

Doa saat kubur kan,

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila selesai memakamkan jenazah, beliau berdiri di samping kuburannya, lalu bersabda,
اسْتَغْفِرُوا لِأَخِيكُمْ، وَسَلُوا لَهُ بِالتَّثْبِيتِ، فَإِنَّهُ الْآنَ يُسْأَلُ
”Mintakanlah ampunan untuk saudara kalian, dan mintalah keteguhan untuknya. Karena saat ini dia sedang diuji.” (HR. Abu Daud 3221, al-Hakim 1372, al-Baghawi dalam Syarhus Sunah 1523, dan sanadnya dishahihkan ad-Dzahabi).
Lafadz Doanya
Berdasarkan hadis di atas, seusai memakamkan jenazah, kita bisa membaca:
اللَّهُمَّ اغْـفِـرْ لَــهُ
ALLAHUMMAGHFIR LAHUU (Ya Allah, ampunilah dia)
اللَّهُمَّ ثَـــبـِّـــتْهُ
ALLAHUMMA TSABBIT HUU (Ya Allah, berilah keteguhan kepadanya).

Bisa jawab dengan baik dapat nikmat kubur,
Tidak bisa jawab akan dapat siksa kubur

Qs Ali Imran 169—171. Contoh adanya nikmat di alam barzakh.

وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ (169) فَرِحِينَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَيَسْتَبْشِرُونَ بِالَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُوا بِهِمْ مِنْ خَلْفِهِمْ أَلَّا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ (170) يَسْتَبْشِرُونَ بِنِعْمَةٍ مِنَ اللَّهِ وَفَضْلٍ وَأَنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُؤْمِنِينَ (171)

Janganlah kalian mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki, mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. 
Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman. (Yaitu) orang-orang yang menaati perintah Allah dan Rasul-Nya sesudah mereka mendapat luka (dalam peperangan Uhud). Bagi orang-orang yang berbuat kebaikan di antara mereka dan yang bertakwa ada pahala yang besar.

Dari ayat ini dhahirnya ruh bertemu, menurut Syaikh Sya’di.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

قِيْلَ ادْخُلِ الْجَـنَّةَ ۗ قَا لَ يٰلَيْتَ قَوْمِيْ يَعْلَمُوْنَ
“Dikatakan (kepadanya), “Masuklah ke surga.” Dia (laki-laki itu) berkata, “Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui,”
(QS. Ya-Sin 36: Ayat 26)

Mereka menentu dakwah nabi.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

بِمَا غَفَرَلِيْ رَبِّيْ وَجَعَلَنِيْ مِنَ الْمُكْرَمِيْنَ

“apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang telah dimuliakan.””
(QS. Ya-Sin 36: Ayat 27)

Mereka rasakan nikmat surga tapi hanya Muqaddimah.

➡️ SESSION 2

Padang Mahsyar yang didahului dengan hari kebangkitan yang didahului dengan 2 tiupan sangkakala. (ada khilaf).

Ada tiupan pertama : terjadi kehancuran alam semesta untuk diganti alam yang baru.

QS. Ibrāhīm (14): 48

يَوْمَ تُبَدَّلُ الْأَرْضُ غَيْرَ الْأَرْضِ وَالسَّمَاوَاتُ ۖ وَبَرَزُوا لِلَّهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ

Artinya: “Pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan mereka semuanya (di Padang Mahsyar) berkumpul menghadap Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.”
Juga terdapat dalam:

Dan tiupan kedua

QS. Az-Zumar ayat 68, ayatnya adalah:
وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَصَعِقَ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَمَن فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَن شَاءَ اللَّهُ ۖ ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَىٰ فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنظُرُونَ
Artinya: “Dan sangkakala pun ditiup, maka matilah semua yang ada di langit dan di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian sangkakala itu ditiup sekali lagi, maka seketika itu mereka bangkit (dari kuburnya) menunggu (keputusan Allah).”
(QS. Az-Zumar [39]: 68)

Dibangkitkan dalam kondisi telanjang, belum Khitan, dan tanpa alas.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
يُحْشَرُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حُفَاةً عُرَاةً غُرْلاً

“Manusia akan dikumpulkan pada hari Kiamat dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak berpakaian dan belum dikhitan.”
HR Muslim.

Pertama di beri pakaian adalah nabi Ibrahim.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ أَوَّلَ مَنْ يُكْسَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِبْرَاهِيْمُ
“Sesungguhnya orang pertama yang diberi pakaian pada hari Kiamat adalah Nabi Ibrahim.” HR Bukhari.

Kondisi Dibangkitkan
1. Kondisi orang kafir : wajah hitam, keringat hingga tutup wajah, wajah berdebu. Dalam sebagian kondisi mereka terbalik (kepala di bawah).

Abu Said al-Khudri radhiyallahu ‘anhu mengatakan bahwa ada seseorang berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

يَا رَسُولَ اللهِ كَيْفَ يُحْشَرُ الْكَافِرُ عَلَى وَجْهِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ؟ قَالَ: أَلَيْسَ الَّذِي أَمْشَاهُ عَلَى رِجْلَيْهِ فِي الدُّنْيَا قَادِرًا عَلَى أَنْ يُمْشِيَهُ عَلَى وَجْهِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ؟!

“Wahai Rasulullah, bagaimana bisa orang kafir digiring di atas wajah mereka pada hari Kiamat?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Bukankah Rabb yang membuat seseorang berjalan di atas kedua kakinya di dunia, mampu untuk membuatnya berjalan di atas wajahnya pada hari Kiamat?!” Qatadah mengatakan, “Benar, demi kemuliaan Rabb kami.”
HR Bukhari dan Muslim

2. Kondisi para pelaku maksiat
Disiksa dan dihinakan.

Orang yang curi tanah akan disiksa.
Orang yang suka minta – minta tidak ada daging di wajah nya.

Orang sombong akan dalam bentuk kecil seperti semut, diinjak-injak.

Dari Abdullah bin Amr bin al-Ash radhiallahu’anhu, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

يُحشرُ المُتكَبِرون يَوم القِيامةِ أَمثالَ الذَّر فِي صُورة الرِّجال , يَغشاهُم الذُّل مِن كُل مَكان , يُساقُون إِلى سِجنِ مِن جَهنَّم يُسمَّى : بُوْلَس تَعلُوهُم نَار الأنْيَار ويُسقَون مِن عُصارَة أَهلِ النَّار طينةَ الخَبال

“Kelak pada hari kiamat orang-orang yang sombong akan digiring seperti semut bermuka manusia, yang diliputi kehinaan di setiap tempatnya. Kemudian mereka digiring menuju penjara di dalam neraka yang bernama Bulas. Dan di atas mereka ada neraka al-Anyar. Minuman mereka adalah nanah yang diperas dari para penduduk neraka“ (HR. at-Tirmidzi no. 2492. Dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Al Jami’).

Orang yang tidak adil, badan miring.

3. Kondisi orang sholeh

Diberi kemuliaan.
Mujahid – aroma nya wangi.
Tukang adzan – paling tinggi
Meninggal dalam kondisi ihram – Dibangkitkan dalam kondisi ber talbiyah.

➡️ Hari kebangkitan.

Dikumpulkan di padang Mahsyar, adalah bumi yang dirubah.

Dalam sebuah hadits z

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:
«يُحْشَرُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَى أَرْضٍ بَيْضَاءَ عَفْرَاءَ كَقُرْصَةِ النَّقِيِّ، لَيْسَ فِيهَا مَعْلَمٌ لِأَحَدٍ»

Artinya: “Manusia akan dikumpulkan pada hari kiamat di atas bumi yang putih kemerah-merahan seperti roti yang bersih, tidak ada tanda (bangunan atau ciri) apa pun bagi seorang pun di atasnya.”
(HR. Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim)

Yaitu bumi yang kita pijaki namun di rubah Allah. Bumi adalah saksi perilaku manusia.

QS. Ṭāhā (20): 106–107
فَيَذَرُهَا قَاعًا صَفْصَفًا ۝ لَّا تَرَىٰ فِيهَا عِوَجًا وَلَا أَمْتًا
Artinya: “Lalu Dia akan membiarkan bumi itu menjadi datar sama sekali, sehingga kamu tidak akan melihat lagi ada tempat yang rendah dan yang tinggi di sana.”
(QS. Ṭāhā [20]: 106–107)

QS. Al-Kahfi (18): 47
وَيَوْمَ نُسَيِّرُ الْجِبَالَ وَتَرَى الْأَرْضَ بَارِزَةً ۚ وَحَشَرْنَاهُمْ فَلَمْ نُغَادِرْ مِنْهُمْ أَحَدًا
Artinya: “Dan (ingatlah) pada hari Kami memperjalankan gunung-gunung dan kamu akan melihat bumi itu rata, dan Kami kumpulkan mereka seluruhnya, dan Kami tidak meninggalkan seorang pun dari mereka.”
(QS. Al-Kahfi [18]: 47)

➡️ Kemudian matahari didekatkan hingga 1 mil.

Manusia berkeringat sesuai kadar amal.

Al Ghazali – siapa yang suka berkeringat karena Allah maka pada hari kiamat akan berkurang keringat nya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

تُدْنَى الشَّمْسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنَ الْخَلْقِ حَتَّى تَكُوْنَ مِنْهُمْ كَمِقْدَارِ مِيْلٍ، قَالَ سُلَيْمُ بْنُ عَامِرٍ : فَوَاللهِ، مَا أَدْرِي مَا يَعْنِي بِالْمِيْلِ أَمَسَافَةَ اْلأَرْضِ أَمْ الْمِيْلَ الَّذِي تُكْتَحَلُ بِهِ الْعَيْنُ، قَالَ : فَيَكُوْنُ النَّاسُ عَلَى قَدْرِ أَعْمَالِهِمْ فِي الْعَرَقِ فَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى كَعْبَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى رُكْبَتَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى حَقْوَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يُلْجِمُهُ الْعَرَقُ إِلْجَامًا، وَأَشَارَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِهِ إِلَى فِيْهِ

“Pada hari kiamat, matahari didekatkan jaraknya terhadap makhluk hingga tinggal sejauh satu mil.” –Sulaim bin Amir (perawi hadits ini) berkata: “Demi Allah, aku tidak tahu apa yang dimaksud dengan mil. Apakah ukuran jarak perjalanan, atau alat yang dipakai untuk bercelak mata?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sehingga manusia tersiksa dalam keringatnya sesuai dengan kadar amal-amalnya (yakni dosa-dosanya). Di antara mereka ada yang keringatnya sampai kedua mata kakinya. Ada yang sampai kedua lututnya, dan ada yang sampai pinggangnya, serta ada yang tenggelam dalam keringatnya.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan isyarat dengan meletakkan tangan ke mulut beliau.” (Hadits shahih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 2864)

Ada 7 golongan yang dinaungi Allah.

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِيْ ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ: اَلْإِمَامُ الْعَادِلُ، وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللهِ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْـمَسَاجِدِ ، وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللهِ اِجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فَقَالَ : إِنِّيْ أَخَافُ اللهَ ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tujuh golongan yang dinaungi Allâh dalam naungan-Nya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya:

(1) Imam yang adil,

(2) seorang pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah kepada Allâh,

(3) seorang yang hatinya bergantung ke masjid,

(4) dua orang yang saling mencintai di jalan Allâh, keduanya berkumpul karena-Nya dan berpisah karena-Nya,

(5) seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik, lalu ia berkata, ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allâh.’ Dan

(6) seseorang yang bershadaqah dengan satu shadaqah lalu ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfaqkan tangan kanannya, serta

(7) seseorang yang berdzikir kepada Allâh dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya.”

Berusahalah untuk menjadi salah satunya.

Allah tidak datang-datang dan akan ada syafaatul utsma..

Agar Allah segera datang memulai persidangan. Syafaat agung karena Nabi-nabi lain gak bisa.

Qs Al Fajr… Malaikat bersaf-saf.

Sidang pertama urusan darah.

Semua sidang di dunia yang gak adil akan diulangi lagi.

Saat Umar ditikam, beliau tidak ingin yang menikam nya orang muslim, karena sidang akhirat ini.

Semua urusan yang kita pernah dzalim segera selesaikan.

Ibnu Umar ketika ditahan ilmu – maka jawab nya ilmu itu banyak tapi kalau mampu temui Allah jangan ada urusan dengan orang lain.

Dalam qs Abasa, seseorang kabur dari ibunya, saudaranya itu karena takut dituntut.

Setelah Allah datang semua persidangan dilakukan.

➡️ Hisab.

Di saat kehausan ini, Nabi ﷺ menanti di telaga.

Dari Sahl bin Sa’d radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنِّى فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِ ، مَنْ مَرَّ عَلَىَّ شَرِبَ ، وَمَنْ شَرِبَ لَمْ يَظْمَأْ أَبَدًا
Saya menunggu kalian di telaga. Siapa yang mendatangiku, dia akan minum airnya dan siapa yang minum airnya, tidak akan haus selamanya. (HR. Bukhari & Muslim)

Hisab itu audit. Fungsi untuk memilih dan memilah amal sholeh dan amal buruk.

Apa saja yang dihisab?

1. Seluruh nikmat. Tsumma latus alunna..

Hadits Abul haitam.. Minum dan naungan teduh.

Hadits yang dimaksud kemungkinan adalah kisah Abu al-Haitsam bin at-Tayyihān رضي الله عنه ketika Nabi ﷺ bersama Abu Bakar dan Umar رضي الله عنهما mendatangi kebunnya, lalu beliau memberi mereka kurma, air minum, dan tempat berteduh.
Teks hadis:
**عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ ذَاتَ يَوْمٍ أَوْ لَيْلَةٍ، فَإِذَا هُوَ بِأَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ، فَقَالَ: «مَا أَخْرَجَكُمَا مِنْ بُيُوتِكُمَا هَذِهِ السَّاعَةَ؟» … فَانْطَلَقُوا إِلَى حَائِطٍ لِرَجُلٍ مِنَ الْأَنْصَارِ يُقَالُ لَهُ أَبُو الْهَيْثَمِ بْنُ التَّيِّهَانِ… فَجَاءَ بِعِذْقٍ فِيهِ بُسْرٌ وَتَمْرٌ وَرُطَبٌ، فَقَالَ: كُلُوا مِنْ هَذَا، وَأَخَذَ الْمُدْيَةَ…»
Kemudian Nabi ﷺ bersabda setelah menikmati makanan dan minuman:
«هَذَا مِنَ النَّعِيمِ الَّذِي تُسْأَلُونَ عَنْهُ»
Artinya: “Ini termasuk kenikmatan yang akan ditanyakan kepada kalian (pada hari kiamat).”
(HR. Shahih Muslim)

Hadits ini berkaitan dengan firman Allah:
ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ
“Kemudian kamu pasti akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu peroleh).”
(QS. At-Takātsur [102]: 8)

Yang ditanya – bagaimana cara mensyukuri nya.

2. Nikmat Special, hadits orang-orang pertama masuk neraka. Karena tidak ikhlas.

2.1 Mujahid
2.2 Ustadz
2.3 Hartawan

Yang ditanya bentuk syukur mereka.

3. Semua yang dibawah kita.

Setiap kita adalah pemimpin.

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كُلُّكُمْ رَاعٍ فَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، فَالأَمِيرُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ، وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ، وَالمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ، وَالعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ، أَلاَ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
“Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. Amir (kepala Negara), dia adalah pemimpin manusia secara umum, dan dia akan diminta pertanggungjawaban atas mereka. Seorang suami dalam keluarga adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka. Seorang istri adalah pemimpin di dalam rumah tangga suaminya dan terhadap anak-anaknya, dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka. Seorang hamba sahaya adalah pemimpin dalam urusan harta tuannya, dia akan dimintai pertanggungjawaban atasnya. Ketahuilah, bahwa setiap kalian adalah pemimipin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas siapa yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari no. 2554 dan Muslim no. 1829)

4. Semua penglihatan dan pendengaran§serta hati akan dihisab. Qs 17:36.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَا تَقْفُ مَا لَـيْسَ لَـكَ بِهٖ عِلْمٌ ۗ اِنَّ السَّمْعَ وَا لْبَصَرَ وَا لْفُؤَادَ كُلُّ اُولٰٓئِكَ كَا نَ عَنْهُ مَسْئُوْلًا

“Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.”
(QS. Al-Isra’ 17: Ayat 36)

Kalau lihat sesuatu – camkan apakah kita bisa jawab pertanyaan Allah.

5. Empat perkara.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ ، وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَ فَعَلَ ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ ، وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَ أَبْلَاهُ

“Tidaklah bergeser kedua kaki seorang hamba nanti pada hari kiamat, sehingga Allah akan menanyakan tentang (4 perkara:) (Pertama,) tentang umurnya dihabiskan untuk apa. (Kedua,) tentang ilmunya diamalkan atau tidak. (Ketiga,) Tentang hartanya, dari mana dia peroleh dan ke mana dia habiskan. (Keempat,) tentang tubuhnya, capek / lelahnya untuk apa.” HR Tirmidzi.

2 nikmat yang terkena yaitu saat sehat dan waktu luang.

Tinggalkan yang syubhat.

 أَبِيْ عَبْدِ اللهِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيْرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: (( إِنَّ الْحَلاَلَ بَيِّنٌ وَإِنَّ الْحَرَامَ بَيِّنٌ، وَبَيْنَهُمَا أُمُوْرٌ مُشْتَبِهَاتٌ، لاَ يَعْلَمُهُنَّ كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ، فَمَنِ اتَّقَى الشُّبُهَاتِ فَقَدِ اسْتَبْرَأَ لِدِينِهِ وَعِرْضِهِ، وَمَنْ وَقَعَ فِي الشُّبُهَاتِ وَقَعَ فِي الْحَرَامِ كَالرَّاعِي يَرْعَى حَوْلَ الْحِمَى يُوشِكُ أَنْ يَرْتَعَ فِيهِ، أَلاَ وَإِنَّ لِكُلِّ مَلِكٍ حِمًى، أَلاَ وَإِنَّ حِمَى اللهِ مَحَارِمُهُ، أَلاَ وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلاَ وَهِيَ الْقَلْبُ )). رواه البخاري ومسلم، وهذا لفظ مسلم.

Dari Abu ‘Abdillah Nu’man bin Basyir Radhiyallahu anhuma berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya yang halal itu telah jelas dan yang haram pun telah jelas pula. Sedangkan di antaranya ada perkara syubhat (samar-samar) yang kebanyakan manusia tidak mengetahui (hukum)-Nya. Barangsiapa yang menghindari perkara syubhat (samar-samar), maka ia telah membersihkan agama dan kehormatannya. Barangsiapa yang jatuh ke dalam perkara yang samar-samar, maka ia telah jatuh ke dalam perkara yang haram.

Seperti penggembala yang berada di dekat pagar larangan (milik orang) dan dikhawatirkan ia akan masuk ke dalamnya. Ketahuilah, bahwa setiap raja memiliki larangan (undang­undang). Ingatlah bahwa larangan Allah adalah apa yang diharamkan-Nya. Ketahuilah, bahwa di dalam jasad manusia terdapat segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasadnya; dan jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasadnya. Ketahuilah, bahwa segumpal daging itu adalah hati. [Diriwayatkan oleh al Bukhari dan Muslim, dan ini adalah lafazh Muslim].

6. Janji.

Setiap janji akan ditanya.

QS. Al-Isrā’ (17): 34
وَأَوْفُوا بِالْعَهْدِ ۖ إِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْئُولًا
Artinya: “Dan penuhilah janji, karena sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungjawabannya.”
(QS. Al-Isrā’ [17]: 34)

QS. Al-Mā’idah (5): 1
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَوْفُوا بِالْعُقُودِ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah akad-akad (perjanjian).”

Nasihat Umar bin Khaththab – Audit dirimu sebelum audit di hari akhirat kelak.

➡️ Al Mizan

Timbangan Allah itu adil dan detail.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَنَضَعُ الْمَوَا زِيْنَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيٰمَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَـفْسٌ شَيْـئًـا ۗ وَاِ نْ كَا نَ مِثْقَا لَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ اَتَيْنَا بِهَا ۗ وَكَفٰى بِنَا حٰسِبِيْنَ

“Dan Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari Kiamat, maka tidak seorang pun dirugikan walau sedikit; sekalipun hanya seberat biji sawi, pasti Kami mendatangkannya (pahala). Dan cukuplah Kami yang membuat perhitungan.”
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 47)

Dalam ayat lain, QS. Az-Zalzalah (99): 7–8:
فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ ۝ وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ
Artinya: “Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.”
(QS. Az-Zalzalah [99]: 7–8)

Rasulullah ﷺ nasihatkan untuk tidak remehkan amalan sekecil apapun.

Dalam ayat lain,

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يٰبُنَيَّ اِنَّهَاۤ اِنْ تَكُ مِثْقَا لَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ فَتَكُنْ فِيْ صَخْرَةٍ اَوْ فِى السَّمٰوٰتِ اَوْ فِى الْاَ رْضِ يَأْتِ بِهَا اللّٰهُ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَطِيْفٌ خَبِيْرٌ

“(Luqman berkata), “Wahai anakku! Sungguh, jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di bumi, niscaya Allah akan memberinya (balasan). Sesungguhnya Allah Maha Halus, Maha Mengetahui.”
(QS. Luqman 31: Ayat 16)

Setelah ditimbang ada 3 kemungkinan,
1. Lebih berat timbangan pahala, maka masuk surga
2. Lebih berat timbangan dosa, masuk neraka
3. Seimbang, disebut Ashabul A’raf. Tempat tinggi antara surga dan neraka.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَبَيْنَهُمَا حِجَا بٌ ۚ وَعَلَى الْاَ عْرَا فِ رِجَا لٌ يَّعْرِفُوْنَ كُلًّا بِۢسِيْمٰٮهُمْ ۚ وَنَا دَوْا اَصْحٰبَ الْجَـنَّةِ اَنْ سَلٰمٌ عَلَيْكُمْ ۗ لَمْ يَدْخُلُوْهَا وَهُمْ يَطْمَعُوْنَ
“Dan di antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada tabir dan di atas A’raf (tempat yang tertinggi) ada orang-orang yang saling mengenal, masing-masing dengan tanda-tandanya. Mereka menyeru penghuni surga, “Salamun ‘alaikum” (salam sejahtera bagimu). Mereka belum dapat masuk, tetapi mereka ingin segera (masuk).”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 46)

Apakah kafir ditimbang amalannya? Ada khilaf.. Karena neraka juga bertingkat-tingkat.

➡️ Dzulma kegelapan.

Manusia terbagi menjadi dua.
1. Kafir asli (Yahudi, Nasrani, Budhay, Hindu) – langsung masuk neraka.
2. Kaum muslim baik yang mukmin dan munafik. Ini masuk kegelapan – lewat jembatan shirath. Diatas neraka.

Munafik, cahaya redup dan masuk neraka

Beriman – ada 3 model.

1. Tercabik-cabik (kalalib) dan masuk neraka.
2. Tercabik-cabik tapi selamat ke surga. Ini karena dosa mereka dihukum di shirath.
3. Tidak Tercabik dan masuk surga.
A. Cepat seperti cahaya
B. Seperti angin
C. Seperti kuda
D. Berjalan

Siapa.
1. Fakir miskin yang sholeh awal, dan yang kaya belakangan.

Setelah shirath – masuk Qantarah.. Dan akhirnya surga.

Semoga bermanfaat..

#kiamat #akhirat #majelisilmu #AlIkhlas #Firanda #DaurohLansia

##$$-aa-$$##

DaurohLansia

JADIKAN SHOLAT MU BERDALIL
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?