Diterbitkan pertama kali pada: 28-Jul-2024 @ 20:38

6 menit membaca

*AKHLAK NABI ﷺ di Rumah*
Syaikh Mubarok Bin Ali Aziz Al Haritsi Ustadz Dr Firanda Andirja, Lc MA
22 Muharam 1446H/28.07.2024
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima Bekasi

Allah Subhanahu Wa Ta’ala menciptakan kita dengan beban syariat, dengan balasan pahala bila dilaksanakan dengan benar. Dan Allah juga menjelaskan cara menjalankan syariat Allah.

Allah telah mengutus Rasulullah untuk diikuti. Rasul sebagai uswatun hasanah.

Uswah tidak hanya pada satu hal tetapi pada semua hal yang terkait Nabi ﷺ.

Allah telah memuji perangai Nabi ﷺ dengan akhlak yang agung.

Oleh karena itu kita cari perangai Rasulullah ﷺ pada firman Allah, pada Sunnah-sunnah Nabi ﷺ.

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍۢ
Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.
Surat Al-Qalam (68) Ayat 4

Hari ini kita akan belajar akhlak nabi dari satu rumah beliau ﷺ.

Karena seseorang bila ingin tahu akhlak nya maka perangai di rumahlah yang hakiki.

Disebutkan dalam hadits yang panjang tentang kisah Sa’ad bin Hisyam bin Amir ketika datang ke Madinah dan mengunjungi Aisyah Radhiyallahu ‘Anha untuk menanyakan beberapa masalah. Sa’ad bin Hisyam bin Amir berkata,

فَقُلتُ : يَا أُمَّ المُؤمِنِينَ ! أَنبئِينِي عَن خُلُقِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ ؟ قَالَت : أَلَستَ تَقرَأُ القُرآنَ ؟ قُلتُ : بَلَى .قَالَت : فَإِنَّ خُلُقَ نَبِيِّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ كَانَ القُرآنَ .قَالَ : فَهَمَمْتُ أَن أَقُومَ وَلَا أَسأَلَ أَحَدًا عَن شَيْءٍ حَتَّى أَمُوتَ …الخ رواه مسلم (746)

“Aku berkata, ‘Wahai Ummul Mukminin, beritahulah aku tentang akhlak Rasulullah ﷺ !” Aisyah bertanya, ‘Bukankah engkau membaca Al-Qur’an?” Aku menjawab, “Ya.” Ia berkata, “Sesungguhnya akhlak Nabi ﷺ  adalah Al-Qur’an.” Kemudian aku hendak berdiri dan tidak bertanya kepada siapapun tentang apapun hingga aku mati…” (HR. Muslim, no. 746)

Faidah ➡️ Seorang istri kalau ingin cerita terkait suami hendak nya hanya cerita kebaikan saja.. ❗❗

➡️ Sang penanya bertanya akhlak Nabi ﷺ maka kita juga harus cari tahu bagaimana akhlak nabi ﷺ untuk kita amalkan.

➡️ Yang jadi landasan hukum kita adalah Al Quran, kemudian sunnah Nabi ﷺ dan Shirah Nabi ﷺ.

➡️ Aisyah juga ditanya akhlak Nabi ﷺ di rumah – Nabi ﷺ juga membantu istri, tidak berperilaku sebagai raja atau penguasa.

➡️ Aisyah juga menjelaskan bahwa ketika dengar Adzan – maka Nabi ﷺ segera menuju panggilan Allah, tinggalkan urusan rumah.

➡️ Aisyah menjelaskan bahwa Nabi ﷺ Juga bersihkan bajunya yang kotor, perbaiki sandal, perah susu kambing, artinya beliau ﷺ kerjakan urusan rumah karena harapkan ridho Allah.

Kita lanjutkan akhlak Nabi ﷺ terhadap istri-istrinya.
Dan beliau ﷺ memuji Aisyah radhiyallahu anhaa.

➡️ Nabi ﷺ pernah memuji Aisyah.
Diantara wanita yang sempurna adalah Asyiah istri Firaun, Maryam binti Imran dan Juga Aisyah binti Abu Bakar yang lebih utama dari seluruh wanita di jaman nya, bagai sarith.. Makanan terbaik di zaman itu.

Aisyah

Banyak sekali keutamaan yang dimiliki ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahkan Rasulullah menggambarkan keutamaannya layaknya tsarid (bubur daging dan roti) yang merupakan makanan paling utama dan kebanggaan bangsa arab.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Orang yang mulia dari kalangan laki-laki banyak, namun yang mulia dari kalangan wanita hanyalah Maryam binti Imran dan Asiyah istri Fir’aun, dan keutamaan ‘Aisyah atas semua wanita seperti keutamaan tsarid atas segala makanan.” (HR. Bukhari (5/2067) dan Muslim (2431))

Faidah – kita sembunyikan aib-aib istri.

➡️ Ketika Amr bin Ash bertanya siapa wanita yang paling Nabi cintai, beliau jawab Aisyah.

Amr bin Ash mengatakan dalam hadistnya,
“Sungguh dulu orang yang paling saya benci adalah Muhammad, kalau saya mampu berkesempatan bunuh Muhammad maka saya akan bunuh Muhammad, tapi Rasulullah dengan akhlaknya yg baik maka sekarang Muhammad menjadi orang yang paling saya cintai.”
Tapi Amr bin Ash tidak mampu memandang wajah Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam, saking cintanya kepada Nabi sahalallahu ‘alaihi wasallam.

Dan Nabi mensikapi Amr bin Ash dengan sikap yang luar biasa sampai2 dia merasa dia orang yang paling dicintai oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam.
Maka Amr bin Ash ingin tahu seberapa besar cinta Rasulullah kepada dirinya.

Amr bin Ash bertanya kepada Rasulullah,
” “Siapa yang paling kau cintai? Dia menjawab Aisyah”. Lalu aku berkata, “Bagaimana dengan laki-laki? Dia menjawab, ayahnya (Abu Bakar).” Aku berkata lagi, “Siapa berikutnya ya Rasulullah? Dia menjawab Umar.” Kemudian Rasulullah menghitung nama beberapa orang laki-laki dan aku menjadi diam. Aku takut Rasullah tidak memasukkan aku di urutan terakhir. 
[HR Bukhari]

Faidah – kalau Nabi ﷺ bermualah – maka seolah-olah Nabi mencintai partner muamalah.

➡️ Ketika terjadi masalah diantara para istri Nabi ﷺ.

Ketika Fatimah jadi utusan istri-istri Nabi untuk sampaikan kepada Nabi ﷺ supaya bersikap lebih adil. Maka Nabi ﷺ jawab dengan lembut Bahwa Beliau ﷺ sangat mencintai Aisyah.

➡️ Faidah – Fatimah mudah bertemu dengan Nabi ﷺ, artinya Nabi ﷺ sangat lembut bukan keras sehingga anak mudah menemui orang tuanya.

➡️ Para sahabat tahu bahwa istri yang paling Nabi ﷺ cintai adalah Aisyah. Maka sahabat tunggu waktu Nabi ﷺ ada di rumah Aisyah kalau akan beri hadiah.

Beberapa istri komplain melalui Ummu Salamah… Terkait sikap Nabi terhadap Aisyah. Maka jawab Nabi – jangan ganggu aku terkait Aisyah (bukan jangan ganggu Aisyah).

➡️ Faidah – jawaban Nabi ﷺ yang memenangkan Umu Salamah
(Wahyu sempat turun ketika Nabi Bersama Aisyah, bukan saat dengan istri yang lain).

Nabi ﷺ bukan orang yang meminta hadiah tetapi para sahabat yang memilih waktu dan tempat untuk memberi hadiah kepada Nabi ﷺ.

➡️ Sikap Nabi ﷺ kepada istri saat istri haid – tetap bersikap romantis.

‘Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah mengisahkan kenangannya bersama Nabi ﷺ . Kata beliau, “Dulu, aku pernah minum. Saat itu, aku sedang haid. Lalu, aku ulurkan gelas minumku pada Nabi ﷺ . Beliau kemudian meletakkan bibirnya pada bekas bibirku di gelas, lalu beliau teguk minuman itu. Aku juga pernah menggigit sepotong daging. Waktu itu, aku juga sedang haid. Lalu aku berikan potongan daging itu pada Nabi ﷺ , kemudian beliau letakkan bibirnya pada bekas gigitanku dan memakan daging itu. (HR. Muslim)

➡️ Berusaha menyenangkan istri.

Rasulullah shallallahu’alahi wa sallam pernah berlomba lari dengan ‘Aisyah radhiyallahu’anha. Aisyah berkata:

سَابَقَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَبَقْتُهُ حَتَّى إِذَا رَهِقَنَا اللَّحْمُ سَابَقَنِي فَسَبَقَنِي فَقَالَ : هَذِهِ بِتِيكِ

“Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam mengajakku berlomba lari lalu aku mengalahkan beliau. Hingga suatu ketika, ketika aku sudah lebih gemuk beliau mengajakku berlomba lari lalu beliau mengalahkanku. Beliau lalu berkata: ‘ini untuk membalas yang kekalahan dulu’.” 

➡️ Aisyah juga bercerita pernah mandi dalam satu ember dalam keadaan junub,sambil bercanda.

➡️ Aisyah minta doa dari Rasulullah ﷺ.

Aisyah radhiyallahu anha mengatakan, Wahai Rasulullah berdoalah untukku.’ Beliau pun berkata,

اللَّهمَّ اغفِرْ لِعائشةَ ما تقدَّم مِن ذنبِها وما تأخَّر ما أسرَّتْ وما أعلَنَتْ
“Ya Allah ampunilah Aisyah dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang, yang sembunyi-sembunyi dan terang-terangan.’

Maka Aisyah tertawa hingga kepalanya tertunduk ke pangkuannya. Maka Rasulullah ﷺ bertanya kepadanya,

أيسُرُّكِ دعائي
Apakah doaku membuatmu gembira?’

Aisyah pun menjawab, ‘Tentu aku sangat senang dengan doa itu.’

Maka Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

واللهِ إنَّها لَدعائي لِأُمَّتي في كلِّ صلاةٍ
‘Demi Allah sesungguhnya itulah doaku untuk umatku di setiap shalat’.”

[HR. Al-Bazzar dan dihasankan oleh Syaikh al-Albani rahimahullah]

❗Dalam keluarga, doa sangat penting.. Banyaklah berdoa untuk kebaikan keluarga, doa ini sebagai bentuk tawakal kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

➡️ Rasulullah ﷺ diuji dengan ujian yang berat. Termasuk ujian pada istrinya yaitu Aisyah.

Sebagai hamba, bila tahu bahwa ujian adalah dari Allah, maka akan ada ganjaran dibalik ujian tersebut.
Orang yang paling berat ujiannya adalah para Nabi..

Fitnah itu adalah tuduhan Aisyah berzina dengan Sufyan bin Al Muathal.
Fitnah itu sangat cepat menyebar, terutama karena ulah orang-orang munafik.

Sikap Nabi ﷺ tidak tergesa-gesa bersikap, tetapi menanti.
Nabi ﷺ datang menemui Aisyah setelah berita itu sampai pada Aisyah sendiri.
Maka Nabi ﷺ menemui Aisyah dan bertanya kebenaran fitnah itu pada Aisyah, dan Rasul ﷺ tahu bagaimana kualitas agama Aisyah. Dan Allah turunkan ayat-ayat dalam Surat An Nur untuk membela Aisyah radhiyallahu anhaa. Dan menyelamatkan dakwah dari gangguan orang-orang munafik.

Faidah dari Qurthubi – Allah selamat kan fitnah seorang nabi Dengan saksi.
Ibu seorang Nabi dituduh dan disematkan oleh Nabi (Isa Alaihi salam)
Allah selamat kan fitnah Aisyah..

ٱلْخَبِيثَـٰتُ لِلْخَبِيثِينَ وَٱلْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَـٰتِ ۖ وَٱلطَّيِّبَـٰتُ لِلطَّيِّبِينَ وَٱلطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَـٰتِ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ ۖ لَهُم مَّغْفِرَةٌۭ وَرِزْقٌۭ كَرِيمٌۭ

Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga).
Surat An-Nur (24) Ayat 26

Apa hubungan dengan rezeki?❓
Adalah pahala yang di transfer karena tuduhan yang tidak benar.

Semoga bermanfaat.

##$$-aa-$$##

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?