KITABUL JAMI’#DOA DAN DZIKIR #3
Diterbitkan pertama kali pada: 19-Jul-2020 @ 21:21
5 menit membacaKITABUL JAMI #DOA DAN DZIKIR #3
Ustadz Dr Firanda Andirja, Lc MA
29 Dzulqaidah 1441 H
*Hadits 1.*
Dari Ibnu Mas’ud Radiyallahu’anhu ia berkata: Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
أَوْلَى النَّاسِ بِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَكْثَرُهُمْ عَلَيَّ صَلَاةً
“Sesungguhnya manusia yang paling dekat disisiku pada hari kiamat kelak ialah orang yang paling banyak membacakan shalawat untukku.”
(HR at-Tirmidzi, Hadits ini dinilai shahih oleh Ibnu Hibban).
Hadits ini menjelaskan keutamaan shalawat kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam. Dzikir mutlak namun ada waktu lebih utama yaitu hari jumat dan ketika disebut nama Nabi.
Barangsiapa shalawat kepada Rasulullah maka Allah akan bershalawat 10 x, maksudnya :
1. Di beri Rahmat Allah
2. Di doakan Allah.
Orang yang paling sering bershalawat adalah orang yang sering membaca hadits. demikian pula para penuntu ilmu (Syari)
*Hadits 2.*
Dari Syaddad bin Aus Radiyallahu’anhu ia berkata: Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Permintaan ampun yang paling utama ialah jika seseorang hamba membaca:
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ، وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ لَكَ بِذَنْبِيْ، فَاغْفِرْ لِيْ، فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ
(Ya Allah, Engkaulah Rabbku, tidak ada Tuhan selain Engkau yang telah menciptakan aku. Aku adalah hamba-Mu. Sedapat-dapatnya aku selalu setia pada janji dan janji-Mu. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan apa saja yang telah aku perbuat. Aku mengakui nikmat-Mu yang Engkau anugerahkan kepadaku, dan aku mengakui dosa-dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku, karena sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau)”. (HR.Bukhari)
Sayyidul istighfar ini menunjukkan bahwa bentuk istighfar itu bukan hanya ini tetapi ini yang terbaik (pimpinan istighfar).
Istighfar yang lain.
– Astagfirullah
– Robbighfirly
Seseorang hendaknya perhatian kepada istighfar.
Ibnu Taimiyyah berkata, “istighfarnya seseorang lebih baik dari seluruh doa”.
Para Nabi dan Malaikat juga banyak istighfar bagi orang-orang yang beriman.
Dalam sholat penuh dengan istighfar,mulai dari doa istiftah, ruku, sujud, duduk diantara 2 sujud, Tasyahud, setelah tasyahhud.. Dzikir nya ada yang istighfar..
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam istighfar 100x dalam sehari..
Kadang Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam 1x duduk bisa istighfar 100x.
Padahal Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bukan pendosa.
Sungguh beruntung orang yang di akhirat banyak menemukan istighfar dalam catatan amalannya.
Kita berusaha hafalkan dan amalkan istighfar ini.
Dimulai dengan pengakuan keagungan Allah, dan banyak muqodimah dan diakhiri dengan permohonan ampun.
(bila wanita yang berdoa) maka kata Abduk diganti amatuka
Janji hamba = amal shoheh dan tidak berbuat dosa
Janji Allah =ampuni
Dan mohon perlindungan dari akibat dosa, karena dosa pasti ada dampaknya baik sadar maupun tidak sadar.
Nikmat ini mencakup semua nikmat baik duniawi maupun agama (iman, semangat ibadah dll).
Al Khothohi… Aku akui Dosa2 yang aku pikul dalam kondisi tidak suka namun tidak mampu menolaknya..
Di akhiri dengan permohonan ampunan.
*Keistimewaan dzikir ini.*
1. Kumpulan antara pengagungan Allah dan pengakuan hinanya sang hamba.
Ada beberapa tawasul.
A. NAMA Allah
B. Sifat Allah
C. Kondisi hamba yang hina (spt doa Nabi Yunus) dalam beberapa lafaz
D. Permintaan ampunan
E. Tawasul dengan sifat Allah.
Dalam baca doa ini, kita pandang diri penuh kekurangan dan pandang Rabb penuh kesempurnaan.
Doa ini boleh dibaca kapan saja,termasuk dalam shalat (sujud, Tasyahud).
*Tawasul dalam doa.*
1. *YANG di bolehkah*, diantaranya dengan Nama-nama Allah, dengan sifat-sifat Allah, juga perbuatan Allah, dengan kondisi hamba contoh doa Zakariya, Tawasul dengan amal shoheh (kisah 3 pemuda dalam goa), Tawasul dengan Iman.. Dan dengan doa orang yang diharapkan dikabulkan doa nya. (seperti sahabat yang datang kepada Nabi yang minta menemani Nabi di surga, dan Nabi perintahkan untuk banyak sujud)
2. *Tawasul yang dilarang*
2.1 Tawasul syirik = doa kepada mayat, jin, makhluk ghaib.
2.2 Tawasul Bid’ah = dengan kedudukan orang sholeh..
Misalnya Aku ampuni aku dengan kedudukan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam.
Atau karena kedudukan Abu Bakar..
*Hadits 3.*
Dari Ibnu Umar Radiyallahu’anhuma ia berkata: “Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam tidak pernah meninggalkan kalimat-kalimat ini ketika petang dan pagi hari, yaitu:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي د الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْللِي، وَمَالِي، اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي، وَآمِنْ رَوْعَاتِي، اللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِي، وَعَنْ يَمِينِي، وَعَنْ شِمَالِي، وَمِنْ فَوْقِي، وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِ
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan agama di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tentramkan–lah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri dan dari atasku. Aku berlindung dengan kebesaran–Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (keburukan yang datang tiba-tiba tanpa aku sadari ).
(HR. an-Nasa’i dan Ibnu Majah. Hadits ini dinilai shahih oleh al-Hakim).
*Dzikir PAGI petang*
*PAGI* – kapan ?
– setelah adzan subuh
– batas akhir khilaf : sampai hingga terbit matahari atau duha, yang kedua lebih kuat. Namun bila karena udzur boleh walaupun telah lewat waktu itu.
*PETANG*
-mulia Ashar, sampai batas akhir nya khilaf
– hingga terbenam matahari atau
– hingga 1/3 malam yang pertama.
Dzikir-dzikir ini apakah boleh dibaca selain pagi dan petang?
Jika tidak disebut Lafal pagi atau petang maka boleh dibaca di waktu lain namun dianggap sunnah.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin menjelaskan, kalau kita anggap dzikir ini dikhususkan siang atau malam maka ini bid’ah.
*Hadits 4*
Dari Ibnu Umar Radiyallahu’anhuma ia berkata: “Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam biasa membaca doa:
‘Allahumma inni a’udzu bika min zawali ni’matika, wa tahawwuli “afiyatika, wa fuja’ati niqmatika, wa jami’i sakhathika’
(Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya nikmat-Mu, dari berubah nya keselamatan dari Mu, dari datangannya kesengsaraan -Mu yang tiba-tiba, dan dari segala kemarahan -Mu).” (HR.Muslim).
Beda hilang dan berubah..
Hilang = tanpa ganti (kuat hilang)
Berubah = hilang dan diganti lawan (kuat – hilang diganti dengan sakit)
Hilang = kekayaan hilang tanpa jadi miskin
Berubah = kekayaan hilang dan jadi miskin..
Seluruh keburukan yaitu penyebab hilangnya nikmat dan berubah nya keselamatan dan hukuman yang tiba-tiba, sebab nya adalah maksiat kepada Allah.
*Hadits 4.*
Dari Abdullah bin Amr Radiyallahu’anhuma ia berkata: “Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam biasa membaca do’a:
اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيعِ سَخَطِكَ
(Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari dikuasai/terdominasi oleh hutang (kadang orang perlu hutang) , dari dikuasai oleh musuh, dan ditertawakan oleh musuh).” (HR. an-Nasa’i. Hadits ini dinilai shahih oleh al-Hakim).
Jangan memasukkan rasa khawatir setelah aman.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
لا تُخِيفوا أنفُسَكم بعْدَ أَمْنِها. قالوا: وما ذاكَ يا رسولَ اللهِ؟ قال: الدَّيْنُ
“Jangan kalian membuat takut (meneror) diri kalian sendiri padahal sebelumnya kalian dalam keadaan aman.”
Para sahabat bertanya: “Apakah itu wahai Rasulullah?”
Rasulullah menjawab: “Itulah utang!” (HR. Ahmad,
NABI shallallahu alaihi wasallam pernah berhutang tapi tidak terkuasai, karena gadaikan baju perang…
Nabi shallallahu alaihi wasallam pernah berhutang unta (40 dirham) kepada Jabir bin Abdillah.
Orang yang berhutang biasanya suka bohong.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Mengapa engkau sering kali berlindung kepada Allah dari utang?”
Beliau menjawab,
إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا غَرِمَ حَدَّثَ فَكَذَبَ ، وَوَعَدَ فَأَخْلَفَ
“Sesungguhnya, apabila seseorang terlilit utang, maka bila berbicara ia akan dusta dan bila berjanji ia akan ingkari.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Semoga bermanfaat
##$$-aa-$$##


