Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc MATauhid

KITAB TAUHID#41-LARANGAN MENJADIKAN SEKUTU BAGI ALLAH

Diterbitkan pertama kali pada: 11-Jul-2020 @ 16:18

4 menit membaca

Syarah Kitab Tauhid Bab 41: Larangan menjadikan sekutu bagi Allah
Ustadz Dr Firanda Andirja, Lc MA
4 Jumadil Ula 1441 H
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima

Bab ini penyempurnaan dari bab sebelumnya yaitu bab penisbatan nikmat pada sebab.

Firman Allah dalam Al-Qur’an Qs Al Baqarah 21-22.

{يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (21) الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الأرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنزلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ فَلا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ (22) }

Hai manusia, sembahlah Tuhan kalian Yang telah menciptakan kalian dan orang-orang yang sebelum kalian, agar kalian bertakwa. Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagi kalian dan langit sebagai atap dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untuk kalian. Karena itu, janganlah kalian mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kalian mengetahui.

اعْبُدُوا رَبَّكُمُ
Ini adalah perintah pertama dalam mushaf tentang beribadah kepada Allah (perintah tauhid)

فَلَا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَندَادًا وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ

“Maka janganlah kamu membuat sekutu untuk Allah padahal kamu mengetahui (bahwa Allah adalah maha Esa). ” (QS. Al Baqarah: 22).

Larangan berbuat syirik…

Poin-poin:
1. Menciptakan kalian
2.nenek moyang
3. Menjadikan bumi hamparan
4.langit bangunan
5 menurunkan hujan
6 menumbuhkan tetumbuhan

Semua nya tauhid Ar-Rububiyah..

Metode tafsir Al Qur’an
1. Ayat dengan ayat (Ibnu Katsir)
2. Dengan Hadits
3. Dengan perkataan sahabat
4. Dengan perkataan tabiin..

Yang paling sering menukilkan perkataan sahabat adalah Ibnu Jarir ath Thabari.

Ibnu Abbas dalam menafsirkan ayat tersebut mengatakan:
أَنْدَادًا
(tanding bentuk jamak)

“membuat sekutu untuk Allah adalah perbuatan syirik, suatu perbuatan dosa yang lebih sulit untuk dikenali dari pada semut kecil yang merayap di atas batu hitam, pada malam hari yang gelap gulita.

Yaitu seperti ucapan anda: ‘demi Allah dan demi hidupmu wahai fulan, juga demi hidupku’, Atau seperti ucapan: ‘kalau bukan karena anjing ini, tentu kita didatangi pencuri-pencuri itu’, atau seperti ucapan:

‘kalau bukan karena angsa yang dirumah ini, tentu kita didatangi pencuri-pencuri tersebut’, atau seperti ucapan seseorang kepada kawan-kawannya: ‘ini terjadi karena kehendak Allah dan kehendakmu’, atau seperti ucapan seseorang: ‘kalaulah bukan karena Allah dan fulan’.

Oleh karena itu, janganlah anda menyertakan “si fulan” dalam ucapan-ucapan di atas, karena bisa menjatuhkan anda kedalam kemusyrikan.” (HR. Ibnu Abi Hatim)

أَنْدَادًا
Jamak dari
نِدٌّ

(tandingan, setara, yang sama).

Syrik lebih samar dari bekas rayapan semut di batu hitam dalam kegelapan malam.

Pembagian Syrik
1. Besar dan kecil, ada syirik akbar dan syirik asghar

2. Dari kelihatan /tidak nyata :
2.1 syirik jaliy (nampak jelas)
Contoh:
besar : potong hewan untuk jin
Kecil : pakai jimat

2.2 Syrik khafi (tidak nampak /samar)
2.2.1 yang berkaitan dengan niat dan tujuan
Besar : takut sirr (takut kualat)
Kecil : riya, ujub

2.2.2 berkaitan dengan lafal, syirik kecil sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Abbas.

+ bersumpah dengan selain Allah
+ gandengkan sumpah dengan Allah dengan makhluk : Demi Allah & demi kehidupanmu.
+ menyandarkan nikmat kepada selain Allah : kalau bukan karena angsa, pencuri masuk
+ menggandengkan kehendak Allah dengan kehendak yang lain..
ini terjadi karena kehendak Allah dan kehendakmu

Diriwayatkan dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

مَنْ حَلَفَ بِغَيْرِ اللهِ فَقَدْ كَفَرَ أَوْ أَشْرَكَ

“Barangsiapa yang bersumpah dengan menyebut selain Allah, maka ia telah berbuat kekafiran atau kemusyrikan.” (HR. Turmudzi, dan ia nyatakan sebagai hadits hasan, dan dinyatakan oleh Al Hakim shahih).

Ini menunjukkan bersumpah dengan selain Allah hukum nya kafir, dan dosa besar..

Dan Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu berkata:

لأَنْ أَحْلِفَ بِاللهِ كَاذِبًا أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَحْلِفَ بِغَيْرِهِ صَادِقًا

“Sungguh bersumpah bohong dengan menyebut nama Allah, lebih Aku sukai daripada bersumpah jujur tetapi dengan menyebut nama selain-Nya.”

Karena dosa Syrik lebih besar dari pada dosa dusta.
Karena ibnu Mas’ud tahu besar nya dosa dusta, (meriwayatkan hadits dusta untuk ambil harta kaum muslimin).

Diriwayatkan dari Hudzaifah bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

لاَ تَقُوْلُوْا مَا شَاءَ اللهُ وَشَاءَ فُلاَنٌ، وَلَكِنْ قُوْلُوْا مَا شَاءَ اللهُ ثُمَّ شَاءَ فُلاَنٌ

“Janganlah kalian mengatakan: ‘atas kehendak Allah dan kehendak si fulan’, tapi katakanlah: ‘atas kehendak Allah kemudian atas kehendak si fulan.” (HR. Abu Daud dengan sanad yang baik)

Sama dengan perkataan ibnu Abbas, ini menunjukkan bahwa para shahabat ambil ilmu dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Diriwayatkan dari Ibrahim An Nakha’i (seorang tabi’in) bahwa ia melarang ucapan:

“Aku berlindung kepada Allah dan kepadamu”, tetapi ia memperbolehkan ucapan: “Aku berlindung kepada Allah, kemudian kepadamu”, serta ucapan: ‘kalau bukan karena Allah kemudian karena si fulan’, dan ia tidak memperbolehkan ucapan: ‘kalau bukan karena Allah dan karena fulan’.

kalau sumpah tetap gak boleh pakai kemudian.

فَلَا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَندَادًا

Ayat ini turun tentang kaum musyrikin Arab, pelaku syirik akbar.

Asalnya : ayat berkaitan dengan syirik akbar akan tetapi para salaf berhujjah untuk juga mengingkari syirik kecil.

Kenapa boleh demikian?
1. Karena syirik besar maupun kecil sama-sama menjadikan tandingan bagi Allah

2. Lafal
أَندَادًا
Adakah ism nakiroh dalam konteks larangan maka memberi Faidah keumuman mencakup semua tandingan besar maupun kecil.

Semua syirik khafi (syirik Lafal), hukum asalnya syirik kecil namun bisa berubah menjadi syirik akbar jika meyakini, akan tetapi kebanyakan kaum muslimin yang mengucapkannya tidak meyakini.

Contoh : kalau bukan karena angsa, pencuri gak masuk..

Yang ucapkan tidak yakin benar bahwa angsa yang sebabkan pencuri gak masuk.. (syirik kecil).
Bila yakin malah jadi syirik besar..

Contoh ucapan Syirik…
Demi Allah dan Demi Nabi
Karena Allah dan Karena Nabi

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

لاَ تُطْرُوْنِي كَمَا أَطْرَتِ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ، فَإِنَّمَا أَنَا عَبْدُهُ، فَقُوْلُوْا عَبْدُ اللهِ وَرَسُوْلُهُ.

“Janganlah kalian berlebih-lebihan dalam memujiku, sebagai-mana orang-orang Nasrani telah berlebih-lebihan memuji ‘Isa putera Maryam. Aku hanyalah hamba-Nya, maka kata-kanlah, ‘‘Abdullaah wa Rasuuluhu (hamba Allah dan Rasul-Nya).’”
HR Bukhari.

Pembagian tauhid Rububiyah, Uluhiyah, Asma wa sifat adalah sekedar metode belajar bukan maksud trinitas. Karena banyak yang menyimpang dalam tauhid Uluhiyah dan juga tauhid asma wa sifat.

Semoga Bermanfaat…. ditutup dengan doa kafaratul Majelis..

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وبِحَمْدِكَ ، أشْهَدُ أنْ لا إلهَ إِلاَّ أنتَ أسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إليكَ

SUBHAANAKALLOHUMMA WA BIHAMDIKA, ASY-HADU ALLA ILAHA ILLA ANTA, AS-TAGHFIRUKA WA ATUUBU ILAIK

(Mahasuci Engkau, wahai Allah, dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Aku meminta ampun kepada-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu)

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?