This entry is part 3 of 4 in the series DaurohLansia
13 menit membaca

*UMUR KEDUA*
Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As Sidawi
Dauroh Lansia Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
9 Juli 2026.

Uban kita Insya Allah jadi cahaya di akhirat kelak.

Imam Bukhari, tatkala membawa atsar Umar bin Khaththab – belajar kalian sebelum tua –

Imam Bukhari : bahkan sebelum tua sebagaimana dulu para sahabat yang belajar agama walaupun usia tua.

Dalam Al Qur’an, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَا عْبُدْ رَبَّكَ حَتّٰى يَأْتِيَكَ الْيَـقِيْنُ

“dan sembahlah Tuhanmu sampai yakin (ajal) datang kepadamu.”
(QS. Al-Hijr 15: Ayat 99)

Ilmu agama (aqidah yang kuat) lebih dibutuhkan saat usia senja. Usia senja butuh ketenangan, dan ketenangan itu dari Al Quran dan Sunnah.

Kebahagiaan adalah satu hal yang dicari oleh semua orang..namun praktek nya berbeda-beda bagi setiap orang.

Kesenangan itu beda dengan kebahagiaan.

Kebahagiaan itu dengan iman.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

مَنْ عَمِلَ صَا لِحًـا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَـنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةً ۚ وَلَـنَجْزِيَـنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَ حْسَنِ مَا كَا نُوْا يَعْمَلُوْنَ

“Barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”
(QS. An-Nahl 16: Ayat 97)

Syarat nya – kebahagian.

Ayat ini secara jelas kunci utama di dunia dan akhirat adalah iman dan amal sholeh.

Kenikmatan dan kesuksesan yang sesungguhnya adalah di akhirat yaitu masuk surga.

Ayat berikut sangat penting karena menjelaskan hakikat kebahagiaan.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّا رِ وَاُ دْخِلَ الْجَـنَّةَ فَقَدْ فَا زَ ۗ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَاۤ اِلَّا مَتَا عُ الْغُرُوْرِ

“Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 185)

Sukses menurut Al Qur’an = selamat dari Neraka dan masuk surga.

Kalau kita ingin bahagia maka kita harus kembali ke rambu-rambu agama. Kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Usia yang panjang umur dan dekat dengan Allah / baik amal sholeh adalah orang paling baik.

Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda,

خَيْرُ النَّاسِ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ، وَشَرُّ النَّاسِ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَسَاءَ عَمَلُهُ

“Sebaik-baik manusia adalah orang yang panjang umurnya dan baik amalnya. Dan seburuk-buruk manusia adalah orang yang panjang umurnya dan buruk amalnya.”
HR. Tirmidzi

Fase kehidupan (lemah – kuat – lemah) dijelaskan Allah,

Allah berfirman,

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنۢ بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِنۢ بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفًا وَشَيْبَةً ۚ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ ۖ وَهُوَ الْعَلِيمُ الْقَدِيرُ

“Allah-lah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah kuat itu menjadi lemah kembali dan beruban. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dan Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.” (QS. Ar-Rum: 54)

Kita harus bersyukur diberi usia senja, karena banyak keutamaan. Hikmah nya.

1. Usia senja kesempatan bagi kita untuk semakin dekat pada Allah.

Seorang tabiin Ibrahim an Nakha’i berkata :

“كان العلماء قبل الأربعين يطلبون الدنيا، وبعد الأربعين يطلبون الآخرة”

“Para ulama sebelum usia empat puluh mencari (bekal) dunia, dan setelah empat puluh mereka mencari (bekal) akhirat.”

Tanda kebaikan seseorang hamba adalah..

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدٍ خَيْرًا اسْتَعْمَلَهُ
قِيلَ: كَيْفَ يَسْتَعْمِلُهُ؟
قَالَ: يُوَفِّقُهُ لِعَمَلٍ صَالِحٍ قَبْلَ مَوْتِهِ

“Apabila Allah menghendaki kebaikan pada seorang hamba, maka Allah akan memanfaatkannya.”
Para sahabat bertanya: “Bagaimana Allah memanfaatkannya?”
Beliau menjawab: “Allah memberinya taufik untuk melakukan amal saleh sebelum kematiannya.”
(HR. Jami’ at-Tirmidzi)

Dalam hadits lain, Allah kehendaki kebaikan dengan memberi pemahaman agama.

Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda,

مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ

“Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, niscaya Allah akan memahamkannya tentang agama.”
(HR. Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim)

Dan kebaikan/keburukan seseorang itu dilihat dari akhirnya.

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ
“Sesungguhnya amal-amal itu tergantung pada penutupnya (akhirnya).”
(HR. Shahih al-Bukhari)

2. Kesempatan untuk menebar kebaikan kepada orang lain.

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”
HR Bukhari dan Muslim.

Jadilah kran pembuka kebaikan..

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:
إِنَّ مِنَ النَّاسِ مَفَاتِيحَ لِلْخَيْرِ، مَغَالِيقَ لِلشَّرِّ، وَإِنَّ مِنَ النَّاسِ مَفَاتِيحَ لِلشَّرِّ، مَغَالِيقَ لِلْخَيْرِ، فَطُوبَى لِمَنْ جَعَلَ اللَّهُ مَفَاتِيحَ الْخَيْرِ عَلَى يَدَيْهِ، وَوَيْلٌ لِمَنْ جَعَلَ اللَّهُ مَفَاتِيحَ الشَّرِّ عَلَى يَدَيْهِ

“Sesungguhnya di antara manusia ada orang-orang yang menjadi kunci-kunci kebaikan dan penutup keburukan. Dan di antara manusia ada orang-orang yang menjadi kunci-kunci keburukan dan penutup kebaikan. Maka beruntunglah orang yang Allah jadikan kunci-kunci kebaikan berada di tangannya, dan celakalah orang yang Allah jadikan kunci-kunci keburukan berada di tangannya.”
HR Ibnu Majah.

Ingat bagaimana Rasulullah ﷺ berbagi nasihat pada anak muda,

Dalam sebuah hadits,

“Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Seorang pemuda datang kepada Nabi ﷺ lalu berkata: ‘Wahai Rasulullah, izinkanlah aku untuk berzina.’ Maka orang-orang menghampirinya dan menghardiknya. Nabi ﷺ bersabda: ‘Dekatkanlah dia kepadaku.’ Lalu pemuda itu mendekat. Nabi ﷺ bersabda kepadanya: ‘Apakah engkau suka hal itu terjadi pada ibumu?’ Ia menjawab: ‘Tidak, demi Allah.’ Nabi ﷺ bersabda: ‘Begitu pula manusia tidak menyukai hal itu terjadi pada ibu mereka…’”
Kemudian Nabi ﷺ bertanya lagi tentang anak perempuan, saudara perempuan, dan bibinya. Setiap kali pemuda itu menjawab tidak suka, Nabi ﷺ menjelaskan bahwa demikian pula orang lain tidak menyukainya.

Lalu Nabi ﷺ meletakkan tangannya pada pemuda itu dan berdoa:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ ذَنْبَهُ، وَطَهِّرْ قَلْبَهُ، وَحَصِّنْ فَرْجَهُ

“Ya Allah, ampunilah dosanya, sucikanlah hatinya, dan jagalah kemaluannya.”
HR Ahmad.

Yang tua sayang yang muda.

3. Mendapatkan kehormatan dari yang lebih muda.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يُوَقِّرْ كَبِيرَنَا وَيَرْحَمْ صَغِيرَنَا

“Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati orang yang lebih tua dan tidak menyayangi yang lebih muda.” HR Abu Dawud.

4. Kesempatan untuk memperbanyak taubat dan istighfar.

Imam Ahmad – kita ini makhluk yang banyak dosa nya, dan Allah banyak tutupi kesalahan kita.

Jangan mudah putus asa, Allah berfirman,

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
(QS. Az-Zumar: 53)

Syarat nya adalah taubat. Asal belum terlambat.

Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ يَقْبَلُ تَوْبَةَ الْعَبْدِ مَا لَمْ يُغَرْغِ

“Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba selama nyawanya belum sampai di tenggorokan (sebelum sakaratul maut).” HR Tirmidzi

Taubat nasuha, ada 4 syarat
1. Menyesal dengan apa yang kita lakukan.
2. Betekad untuk tidak ulangi perbuatan dosa
3. Mengiringi dengan kebaikan. Kebaikan dapat hapus keburukan (dosa).
4. Bila berkaitan dengan hamba harus minta ridho..

Dalam sebuah hadits…
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

ثَلاثَةٌ لاَ يُكَلِّمُهُمْ اللَّه يوْمَ الْقِيَامةِ، وَلاَ يُزَكِّيهِمْ، وَلا ينْظُرُ إلَيْهِمْ، ولَهُمْ عذَابٌ أليمٌ: شَيْخٌ زَانٍ، ومَلِكٌ كَذَّابٌ، وَعَائِل مُسْتَكْبِرٌ

“Ada tiga golongan manusia yang mereka nanti tidak akan diajak bicara oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di hari kiamat kelak. Allah tidak akan menyucikan mereka, dan Allah tidak akan melihat mereka dengan penglihatan rahmat dari Allah ‘Azza wa Jalla. Dan bagi mereka azab yang pedih.

Tiga golongan itu adalah:
• Seorang tua yang berzina.
• Raja atau penguasa pendusta.. Seseorang yang diberikan amanah menguasai satu umat, tetapi ia adalah pendusta. Ia tidak berbicara secara jujur dan benar kepada rakyatnya.
• Keluarga miskin yang sombong. Keluarga miskin tetapi sombong, angkuh, dan tidak tahu diri. Bicaranya selalu tinggi, menunjukkan keangkuhan dan takaburnya.” (HR. Muslim)

✅ Cara bahagia di usia senja.
1. Memperkuat keimanan, ini adalah pondasi.

Bahagia itu bukan kehidupan itu tapi bagaimana cara bersikap pada kehidupan.

Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda,

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ؛ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ، فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ، فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

“Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Sesungguhnya semua urusannya adalah kebaikan baginya. Hal itu tidak dimiliki oleh siapa pun kecuali orang mukmin. Jika dia mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka itu menjadi kebaikan baginya. Jika dia tertimpa kesusahan, dia bersabar, maka itu pun menjadi kebaikan baginya.”
HR. Muslim

Kita harus selalu evaluasi iman kita.

2. Meningkatkan keikhlasan dalam beribadah.

Ibadah diterima bila memenuhi kedua syarat,yaitu ikhlas dan Ittiba.

Tujuan hidup ini adalah untuk ibadah.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Aku tidaklah menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyaat [51]: 56)

3. Sabar dan ridha dengan ketetapan dan takdir Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

قُلْ لَنْ يُصِيبَنَا إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا ۚ هُوَ مَوْلَانَا ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

“Katakanlah: Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakal.”
(QS. At-Taubah: 51)

Belajar pada kisah Al-Khansā’ radhiyallahu ‘anha. Beliau adalah seorang sahabiyah yang terkenal sangat sabar ketika empat anak laki-lakinya gugur dalam perang Qadisiyah. Ketika mendapat kabar kematian mereka, beliau tidak berputus asa, tetapi berkata:

“الحمد لله الذي شرفني بقتلهم، وأرجو من ربي أن يجمعني بهم في مستقر رحمته”

“Segala puji bagi Allah yang telah memuliakanku dengan gugurnya mereka. Aku berharap kepada Rabb-ku agar Dia mengumpulkanku bersama mereka di tempat rahmat-Nya.”
Kisah Al-Khansā’ sering dijadikan contoh kekuatan iman, kesabaran, dan ridha terhadap takdir Allah.
Kalau yang Anda ingat adalah “sebelum masuk Islam ingin bunuh diri karena kehilangan anak, lalu setelah masuk Islam menjadi kuat”,

4. Pandai mengelola pikiran.

Jangan suudzan Pada Allah, berhusnudzan saja kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Firman Allah,

boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.”
(QS. An-Nisa: 19)

5. Menjaga hubungan yang harmonis dengan orang-orang yang kita cintai.

Yang paling banyak masukkan orang ke surga,

1. Takwa
2. Akhlak baik

A. Suka bantu/senangkan orang
B. Tidak menyakiti orang lain (lisan
C. Ramah

Hadits nya..

سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ الْجَنَّةَ، فَقَالَ: تَقْوَى اللَّهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ

“Rasulullah ﷺ ditanya tentang perkara yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam surga. Beliau menjawab: Takwa kepada Allah dan akhlak yang baik.”
HR Tirmidzi

Bersihkan hati..

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

وَلَا تُخْزِنِي يَوْمَ يُبْعَثُونَ ۝ يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ ۝ إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

“Dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan, (yaitu) pada hari ketika harta dan anak-anak tidak lagi berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.”
(QS. Asy-Syu‘ara: 87–89)

Dan paling utama kita berakhlak baik adalah keluarga kita.
Karena ini asli. Kepada orang lain bisa jadi hanya pencitraan.

Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda,

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ، وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya, dan aku adalah orang yang paling baik kepada keluargaku.”
HR Tirmidzi

5. Siapkan amalan yang dapat alirkan pahala walau pun kita sudah meninggal dunia, yaitu umur kedua.

Bekal terbaik adalah takwa..

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ ۚ وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ

“Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat.”
(QS. Al-Baqarah: 197)

Ada amalan umur kedua,

Pahala tetap mengalir
1. Sedekah jariyah
2. Ilmu yang bermanfaat
3. Anak yang sholeh

Nabi ﷺ bersabda,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ: إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.”
HR. Muslim

Hadits lain,

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ مِمَّا يَلْحَقُ الْمُؤْمِنَ مِنْ عَمَلِهِ وَحَسَنَاتِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ عِلْمًا عَلَّمَهُ وَنَشَرَهُ وَوَلَدًا صَالِحًا تَرَكَهُ وَمُصْحَفًا وَرَّثَهُ أَوْ مَسْجِدًا بَنَاهُ أَوْ بَيْتًا لِابْنِ السَّبِيلِ بَنَاهُ أَوْ نَهْرًا أَجْرَاهُ أَوْ صَدَقَةً أَخْرَجَهَا مِنْ مَالِهِ فِي صِحَّتِهِ وَحَيَاتِهِ يَلْحَقُهُ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ
 
“Sesungguhnya yang didapati oleh orang yang beriman dari amalan dan kebaikan yang ia lakukan setelah ia mati adalah:
• Ilmu yang ia ajarkan dan sebarkan.
• Anak shalih yang ia tinggalkan.
• Mushaf Al-Qur’an yang ia wariskan.
• Masjid yang ia bangun.
• Rumah bagi ibnu sabil (musafir yang terputus perjalanan) yang ia bangun
• Sungai yang ia alirkan.
• Sedekah yang ia keluarkan dari harta ketika ia sehat dan hidup.
Semua itu akan dikaitkan dengannya setelah ia mati.” 
HR Ibnu Majah.

✅ Session 2

*BILA KUMATI*
Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As Sidawi
Dauroh Lansia Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima Bekasi

Nabi ﷺ bersabda,

مَا لِي وَلِلدُّنْيَا، مَا أَنَا فِي الدُّنْيَا إِلَّا كَرَاكِبٍ اسْتَظَلَّ تَحْتَ شَجَرَةٍ ثُمَّ رَاحَ وَتَرَكَهَا

“Apa urusanku dengan dunia? Aku di dunia ini hanyalah seperti seorang pengendara (musafir) yang berteduh di bawah sebuah pohon, kemudian ia pergi meninggalkannya.” HR Tirmidzi

Dibawah pohon, kalau saat ini rest area.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَاِ نَّمَا تُوَفَّوْنَ اُجُوْرَكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّا رِ وَاُ دْخِلَ الْجَـنَّةَ فَقَدْ فَا زَ ۗ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَاۤ اِلَّا مَتَا عُ الْغُرُوْرِ
“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 185)

Ada 2 hal.
🔹 1. Dunia ini fana dan hina.

Nabi ﷺ gambarkan dunia itu tidak sebanding dengan sayap nyamuk.

Nabi ﷺ bersabda,

لَوْ كَانَتِ الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ اللَّهِ جَنَاحَ بَعُوضَةٍ مَا سَقَى كَافِرًا مِنْهَا شَرْبَةَ مَاءٍ

“Seandainya dunia ini di sisi Allah sebanding dengan sayap seekor nyamuk, niscaya Allah tidak akan memberi minum kepada orang kafir walaupun seteguk air dari dunia itu.” HR Tirmidzi

Nabi ﷺ bersabda:

فَوَاللَّهِ لَلدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللَّهِ مِنْ هَذَا عَلَيْكُمْ

“Demi Allah, sungguh dunia lebih hina bagi Allah daripada bangkai anak kambing ini bagi kalian.”HR Muslim.

Dunia itu fana.. Suatu saat kita akan meninggalkannya.

Ada ungkapan..

“Perumpamaan dunia seperti makanan anak Adam. Walaupun dia memperindah dan membumbuinya, lihatlah menjadi apa akhirnya.”

Dunia ini menggoda, dan yang paling menggoda adalah.
1. Wanita
2. Harta

Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda,

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

“Aku tidak meninggalkan setelahku suatu fitnah (ujian) yang lebih berbahaya bagi kaum laki-laki daripada fitnah wanita.”
HR Bukhari dan Muslim.

Hadits lain,
إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً، وَفِتْنَةُ أُمَّتِي الْمَالُ

“Sesungguhnya setiap umat memiliki fitnah (ujian), dan fitnah umatku adalah harta.”
HR Tirmidzi

3. Tahta
4. Quota (HP).

🔹 2. Sadari bahwa seindah apapun dunia tidak ada apa-apa dibanding kenikmatan surga.

Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda,

وَاللَّهِ مَا الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا مِثْلُ مَا يَجْعَلُ أَحَدُكُمْ إِصْبَعَهُ هَذِهِ فِي الْيَمِّ، فَلْيَنْظُرْ بِمَ يَرْجِعُ

“Demi Allah, tidaklah dunia dibandingkan dengan akhirat melainkan seperti seseorang yang mencelupkan jarinya ke laut, lalu lihatlah seberapa banyak air yang menempel pada jarinya.” HR Muslim

Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda,

مَوْضِعُ سَوْطٍ فِي الْجَنَّةِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

“Tempat cambuk di surga lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.”
HR Bukhari dan Muslim

Jadikan dunia ini sebagai sarana menuju akhirat.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam,

“Didatangkan orang yang paling sengsara kehidupannya di dunia dari kalangan penghuni surga, lalu ia dicelupkan sekali celupan ke dalam surga. Kemudian dikatakan kepadanya: ‘Wahai anak Adam, apakah engkau pernah melihat kesengsaraan? Apakah pernah mengalami kesulitan?’ Ia menjawab: ‘Tidak, demi Allah wahai Rabb-ku. Aku tidak pernah mengalami kesengsaraan dan tidak pernah melihat kesulitan.’” HR Muslim.

Dan firman Allah.. Jangan total tinggalkan dunia tapi harus utamakan akhirat.

وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ ۖ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (pahala) negeri akhirat, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia. Berbuat baiklah sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”
(QS. Al-Qashash: 77)

Fokus utama adalah akhirat.

Kita gak mungkin lepas dari kematian.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اَيْنَ مَا تَكُوْنُوْا يُدْرِكْكُّمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِيْ بُرُوْجٍ مُّشَيَّدَةٍ ۗ وَاِ نْ تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌ يَّقُوْلُوْا هٰذِهٖ مِنْ عِنْدِ اللّٰهِ ۚ وَاِ نْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَّقُوْلُوْا هٰذِهٖ مِنْ عِنْدِكَ ۗ قُلْ كُلٌّ مِّنْ عِنْدِ اللّٰهِ ۗ فَمَا لِ هٰۤؤُلَآ ءِ الْقَوْمِ لَا يَكَا دُوْنَ يَفْقَهُوْنَ حَدِيْثًا

“Di mana pun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi dan kukuh. Jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan, “Ini dari sisi Allah,” dan jika mereka ditimpa suatu keburukan mereka mengatakan, “Ini dari engkau (Muhammad).” Katakanlah, “Semuanya (datang) dari sisi Allah.” Maka mengapa orang-orang itu (orang-orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan (sedikit pun)?”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 78)

Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda,

أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ

“Perbanyaklah mengingat penghancur kelezatan (yaitu kematian).”
HR Tirmidzi

Nasihat nya sering-sering karena sering lupa.

➡️ Faidah.

1. Motivasi kita untuk beramal sholeh.
Ada nasihat dari nabi Muhammad ﷺ kalau sholat seperti sholat yang terakhir.
2. Segera bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Nasihat Ali bin Abi Thalib. Yang paling beliau takutkan terjadi pada kebanyakan orang adalah :
A. Panjang angan-angan
B. Turuti hawa nafsu.

3. Kita merasa qonaah – cukup dengan rezeki.

Sifat manusia itu memang rakus pada dunia…

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

لَوْ أَنَّ لِابْنِ آدَمَ وَادِيًا مِنْ ذَهَبٍ أَحَبَّ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَادِيَانِ، وَلَنْ يَمْلَأَ فَاهُ إِلَّا التُّرَابُ، وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ

“Seandainya anak Adam memiliki satu lembah dari emas, niscaya ia ingin memiliki dua lembah. Dan tidak ada yang memenuhi mulutnya kecuali tanah (kematian). Dan Allah menerima taubat orang yang bertaubat.”
HR Bukhari dan Muslim.

🔹 Cara ingat kematian.

1. Hadir dalam majelis ilmu yang bisa ingatkan akhirat.

Kisah Ibnu Umar saat duduk di majelis ilmu murid nya dan menetes air matanya.

2. Baca Al Qur’an sesering mungkin. Al Qur’an Isinya banyak tentang akhirat.

3. Ziarah kubur atau antarkan jenazah, sholatkan jenazah.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

مَنْ شَهِدَ الْجَنَازَةَ حَتَّى يُصَلِّيَ عَلَيْهَا فَلَهُ قِيرَاطٌ، وَمَنْ شَهِدَهَا حَتَّى تُدْفَنَ فَلَهُ قِيرَاطَانِ

“Barang siapa menghadiri jenazah sampai menshalatkannya, maka baginya satu qirath. Dan barang siapa menghadirinya sampai jenazah itu dikuburkan, maka baginya dua qirath.”

Para sahabat bertanya:
وَمَا الْقِيرَاطَانِ؟

“Apakah dua qirath itu?”

Nabi ﷺ menjawab:
مِثْلُ الْجَبَلَيْنِ الْعَظِيمَيْنِ
“Seperti dua gunung yang besar.”
HR Bukhari dan Muslim

Nabi ﷺ ketika ditanya siapa orang yang paling cerdas adalah orang paling sering ingat mati dan semangat siapkan bekal setelah kematian nanti.

Takwa adalah bekal terbaik… Qs Al Baqarah 197.

Melaksanakan semua perintah Allah, menjauhi segala larangan sesuai tuntutan Nabi ﷺ.

Yang paling penting adalah praktek.

Yang jadi penilaian adalah yang akhir.

Bekal Husnul Khatimah..
1. Jaga tauhid dan jangan merasa aman.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُم بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُم مِّنْ عَمَلِهِم مِّن شَيْءٍ ۚ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ

“Dan orang-orang yang beriman, dan anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan keturunan mereka dengan mereka (di dalam surga), dan Kami tidak mengurangi sedikit pun pahala amal mereka. Setiap orang terikat dengan apa yang dikerjakannya.”
(QS. At-Thur: 21)

Ada kisah Abu Bakar yang telah dijamin surga bertanya apa yang bisa selamatkan dari neraka – Nabi ﷺ jawab – kalimat Tauhid.

2. Ilmu agama. Jadi tahu benar/salah, bid’ah/sunnah.

Doa yang dipanjatkan Rasulullah ﷺ

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, dan berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat.

Ilmu dulu yang diminta..

3. Amal ibadah (praktek). Inti ilmu adalah amal.
Sholat, baca Al Qur’an, dzikir, doa..

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَوَصَّيْنَا الْاِ نْسَا نَ بِوَا لِدَيْهِ اِحْسَا نًا ۗ حَمَلَـتْهُ اُمُّهٗ كُرْهًا وَّوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۗ وَحَمْلُهٗ وَفِصٰلُهٗ ثَلٰـثُوْنَ شَهْرًا ۗ حَتّٰۤى اِذَا بَلَغَ اَشُدَّهٗ وَبَلَغَ اَرْبَعِيْنَ سَنَةً ۙ قَا لَ *رَبِّ اَوْزِعْنِيْۤ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْۤ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَا لِدَيَّ وَاَ نْ اَعْمَلَ صَا لِحًا تَرْضٰٮهُ وَاَ صْلِحْ لِيْ فِيْ ذُرِّيَّتِيْ ۗ اِنِّيْ تُبْتُ اِلَيْكَ وَاِ نِّيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ*

“Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Masa mengandung sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan, sehingga apabila dia (anak itu) telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun, dia berdoa, *”Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridai; dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sungguh, aku bertobat kepada Engkau, dan sungguh, aku termasuk orang muslim*.””
(QS. Al-Ahqaf 46: Ayat 15)

4. Sabar.
Kunci kebahagian itu syukur dan sabar.
Allah sebut sabar sebanyak 93 x.

5. Banyak-banyak doa.

Semoga bermanfaat..

#kiamat #jariyah #sedekah #husnudzan
#DaurohLansia #AlIkhlas #kematian

##$$-aa-$$##

DaurohLansia

JADIKAN SHOLAT MU BERDALIL PERPINDAHAN HARTA
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?