AMALAN PERUSAK QALBU #4 AL KIBRU – Kesombongan
Diterbitkan pertama kali pada: 11-Feb-2024 @ 06:45
5 menit membaca🗒️ *AMALAN PERUSAK QALBU #4 AL KIBRU – Kesombongan*
Ustadz Ahmad Zainuddin Al Banjary
1 Sya’ban 1445H/11 Feb 2024
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima Bekasi
ﺃَﻣَّﺎ ﺑَﻌْﺪُ؛ ﻓَﺈِﻥَّ ﺃَﺻْﺪَﻕَ ﺍﻟْﺤَﺪِﻳْﺚِ ﻛِﺘَﺎﺏُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺧَﻴْﺮَ ﺍﻟْﻬَﺪﻱِ ﻫَﺪْﻱُ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﺻَﻞَّ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ، ﻭَﺷَﺮَّ ﺍﻷُﻣُﻮْﺭِ ﻣُﺤَﺪَﺛَﺎﺗُﻬَﺎ، ﻭَﻛُﻞَّ ﻣُﺤْﺪَﺛَﺔٍ ﺑِﺪْﻋَﺔٌ ﻭَﻛُﻞَّ ﺑِﺪْﻋَﺔٍ ﺿَﻼَﻟﺔٍ ﻭَﻛُﻞَّ ﺿَﻼَﻟَﺔٍ ﻓِﻲ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ.
4️⃣ Al Kibru
Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ
Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya ada kesombongan sebesar biji dzarah. (HR. Muslim)
Kata
لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ
Adalah ancaman
Namun tidak akan kekal di dalam neraka.
Karena kekufuran dan kemunafikan Akbar lah yang menyebabkan seseorang kekal di neraka.
Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (QS. An Nisa’: 48).
✅ Makna tidak masuk surga disini adalah,
▫️1. Disiksa dulu di neraka
▫️2. Tidak masuk surga, pada awal-awal orang-orang masuk surga.
Kata
مَنْ كَانَ
Ismu mausul – menunjukkan keumuman.
Kata
ذَرَّةٍ
1. Biji Sawi
2. Semut kecil
Makna nya sekecil apapun.
▫️3. Meskipun tidak dimasukkan ke surga bukan berarti akan kekal di neraka. Karena selama ada iman akan masuk surga.
Kata من makna keumuman.
Kata مِثْقَالُ ذَرَّةٍ – biji kecil yang dipegang dengan dua jari.
Makna lain – semut kecil.
Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً قَالَ إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ
“Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.” Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.“ (HR. Muslim)
🔸Sombong yang dimaksud adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.
❌ Makna بَطَرُ الْحَقِّ adalah menolak kebenaran. Ini terjadi bagi orang yang lebih tinggi derajat daripada orang yang menasihati.
Maka dari itu Nabi ﷺ berdoa dijauhkan dari fitnah kekayaan.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berdoa dengan kalimat-kalimat ini, yaitu:
اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ النَّارِ وَعَذَابِ النَّارِ وَمِنْ شَرِّ الْغِنَى وَالْفَقْرِ
“ALLAAHUMMA INNII A’UUDZU BIKA MIN FITNATIN NAAR WA ‘ADZAABIN NAAR, WA MIN SYARRIL GHINAA WAL FAQR”
(Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari fitnah Neraka dan adzab Neraka, serta dari keburukan kekayaan dan kefakiran).” (HR. Abu Dawud)
📍Imam Al Kirmani – penjelasan bahwa keburukan ujian kekayaan lebih besar daripada ujian kemiskinan.
🔸Karena didalamnya ada
1. Sifat melampaui batas.
2. Al Kibru.
3. Kedzaliman terhadap orang-orang.
4. Meletakkan harta di selain ketaatan.
Surat Umar bin Khaththab kepada Abu Musa Al Asyari – jangan sampai sifat kesombongan kita menahan kita kembali kepada kebenaran, karena kebenaran itu umurnya lama,
Orang yang punya sifat kesombongan akan susah untuk kembali kepada kebenaran.
Hal ini banyak terjadi pada saat debat.
➡️ Meremehkan orang lain – menghina, merendahkan, mengecilkan.
❓Apa beda sombong dan ujub?
♦️Ibnu Mubarak ketika ditanyakan hal ini.
🔸Al Kibru – meremehkan manusia
🔸Ujub – engkau melihat bahwa engkau memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh orang lain.
Aku tidak mengetahui yang lebih buruk daripada ujub.
➡️ Penyebab kesombongan
1️⃣ Merasa dirinya tidak mau tunduk pada orang lain bahkan tidak mau tunduk pada Allah.
Contoh – Iblis, Fir’aun, kaum Tsamud,
كَلَّا إِنَّ الْإِنْسَانَ لَيَطْغَى (6) أَنْ رَآهُ اسْتَغْنَى
Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas
2️⃣ Kadang sifat sombong adalah sifat mendasar dari manusia dan ini ujian.
Kisah bayi Bani Israil yang bisa bicara.
3️⃣ Situasi dan lingkungan, misalnya harta
{إِنَّ قَارُونَ كَانَ مِنْ قَوْمِ مُوسَى فَبَغَى عَلَيْهِمْ وَآتَيْنَاهُ مِنَ الْكُنُوزِ مَا إِنَّ مَفَاتِحَهُ لَتَنُوءُ بِالْعُصْبَةِ أُولِي الْقُوَّةِ إِذْ قَالَ لَهُ قَوْمُهُ لَا تَفْرَحْ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْفَرِحِينَ (76) وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الآخِرَةَ وَلا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الأرْضِ إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ (77) }
Sesungguhnya Qarun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya, “Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri.” Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.
Surat Al Qashash, 76-77.
4️⃣ Ilmu
Orang ilmu bisa sombong karena bisa merendahkan orang lain.
5️⃣ Ibadah dan amal sholeh.
Merasa lebih sholeh.
6️⃣ Nasab.
Iman dan amal yang membuat seseorang menjadi mulia.
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ
Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk rupa dan harta kalian. Akan tetapi, Allah hanyalah melihat pada hati dan amalan kalian.” (HR. Muslim).
Umar bin Khaththab pernah berkata – Bilal (yang bekas budak) termasuk orang-orang utama.
➡️ Contoh kaum yang sombong
1. Iblis.
Qs Al A’raf 11-12.
2. Fir’aun dan bala tentara
Qs Al Qashash ayat 4.
3. Kaum Tsamud. Qs Qashash.
4. Kaum Ad. Qs Fussilat ayat 15.
5. Kaum Syuaib. Qs Al A’raf 88-93.
6. Kaum Musyrikin Arab.
➡️ Sifat sombong menghancurkan Qalbu.
Bila Qalbu hancur maka sifat lahiriah buruk.
🔸1. Tidak mau beriman, seperti Bani Israil.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
لَنْ يَّسْتَـنْكِفَ الْمَسِيْحُ اَنْ يَّكُوْنَ عَبْدًا لِّـلّٰـهِ وَلَا الْمَلٰٓئِكَةُ الْمُقَرَّبُوْنَ ۗ وَمَنْ يَّسْتَـنْكِفْ عَنْ عِبَا دَ تِهٖ وَيَسْتَكْبِرْ فَسَيَحْشُرُهُمْ اِلَيْهِ جَمِيْعًا
“Al-Masih sama sekali tidak enggan menjadi hamba Allah, dan begitu pula para malaikat yang terdekat (kepada Allah). Dan barang siapa enggan menyembah-Nya dan menyombongkan diri, maka Allah akan mengumpulkan mereka semua kepada-Nya.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 172)
🔸2. Akhlak buruk diantaranya tidak mau menoleh pada orang yang diajak bicara.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّا سِ وَلَا تَمْشِ فِى الْاَ رْضِ مَرَحًا ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَا لٍ فَخُوْرٍ
“Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.”
(QS. Luqman 31: Ayat 18)
🔸3. Memanjangkan pakaian lebih dari mata kaki.
Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ يَنْظُرُ اللَّهُ إِلَى مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ خُيَلاَءَ
“Allah tidak akan melihat kepada orang yang menyeret pakaianya dalam keadaan sombong.” (HR. Muslim).
Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma juga, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ الَّذِى يَجُرُّ ثِيَابَهُ مِنَ الْخُيَلاَءِ لاَ يَنْظُرُ اللَّهُ إِلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Sesungguhnya orang yang menyeret pakaiannya dengan sombong, Allah tidak akan melihatnya pada hari kiamat.” (HR. Muslim )
Diakui atau tidak kain yang panjang ada unsur kesombongan.
✅ Batas dua mata kaki, ada khilaf
Hambali – dua mata kaki masuk.
Lainya tidak masuk dua mata kaki.
🔸4. Suka ada orang berdiri menyambut kedatangannya.
Ini memang adab para santri tetapi seharusnya Kyai nya tidak seharusnya begitu.
Lihatlah adab Rasulullah ﷺ dan para sahabat. Rasulullah ﷺ melarang sahabat berdiri menyambut kedatangan Rasulullah ﷺ.
🔸5. Terlalu difasih-fasihkan kalau bicara. Terlalu dibuat-buat.
🔸6. Tidak mau memulai salam
🔸7. Tidak mau belajar
🔸8. Tidak mau kembali kepada kebenaran
🔸9. Suka diletakkan di tempat tertentu.
Misalnya diundang hanya mau ke orang kaya.
➡️ Cara hilangkan kesombongan.
Kerjakan tawadhu. Serahkan semua kelebihan yang kita miliki kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
قَا لَ الَّذِيْ عِنْدَهٗ عِلْمٌ مِّنَ الْـكِتٰبِ اَنَاۡ اٰتِيْكَ بِهٖ قَبْلَ اَنْ يَّرْتَدَّ اِلَيْكَ طَرْفُكَ ۗ فَلَمَّا رَاٰ هُ مُسْتَقِرًّا عِنْدَهٗ قَا لَ هٰذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّيْ ۗ لِيَبْلُوَنِيْٓءَاَشْكُرُ اَمْ اَكْفُرُ ۗ وَمَنْ شَكَرَ فَاِ نَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهٖ ۚ وَمَنْ كَفَرَ فَاِ نَّ رَبِّيْ غَنِيٌّ كَرِيْمٌ
“Seorang yang mempunyai ilmu dari Kitab berkata, “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.” Maka ketika dia (Sulaiman) melihat singgasana itu terletak di hadapannya, dia pun berkata, “Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku, apakah aku bersyukur atau mengingkari (nikmat-Nya). Barang siapa bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri, dan barang siapa ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya, Maha Mulia.””
(QS. An-Naml 27: Ayat 40)
Semoga bermanfaat.
#alkibru #sombong #isbal
##$$-aa-$$##


