SILSILAH HADITS SHAHIH-08
- SILSILAH HADITS SHAHIH-02
- SILSILAH HADITS SHAHIH-03
- SILSILAH HADITS SHAHIH-05
- SILSILAH HADITS SHAHIH-08
📖 *SILSILAH HADITS SHAHIH-08*
✒️ Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani yang disusun oleh Syaikh Masyhur Hasan Alu Salman.
Ustadz Badrusalam, Lc
5 Dzulhijjah 1447H/ 21 Mei 2026
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima Bekasi
➡️ BAB 1: Akhlak, Perbuatan baik dan Hubungan sesama manusia.
➡️ Hadits 31
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ: كَانَتْ تَحْتِي امْرَأَةٌ أُحِبُّهَا، وَكَانَ عُمَرُ يَكْرَهُهَا، فَقَالَ لِي: طَلِّقْهَا، فَأَبَيْتُ، فَأَتَى عُمَرُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ، فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:أَطِعْ أَبَاكَ وَ طَلِّقْهَا
Dari Abdullah bin Umar, ia berkata:
“Aku memiliki seorang istri yang sangat aku cintai, namun ayahku (Umar) tidak menyukainya.
Maka ia berkata kepadaku: ‘Ceraikan dia!’ Tapi aku enggan melakukannya. Lalu Umar pergi menemui Rasulullah ﷺ dan menceritakan hal itu kepadanya.
Maka Rasulullah ﷺ bersabda:
‘Patuhi ayahmu, Ceraikan dia.'”
HR. Abu Dawud, Ahmad.
🔹 Faidah
1. Seorang anak wajib menaati perintah orang tua untuk ceraikan istri asal sesuai syariat. Umar dengan keutamaan yang tinggi di sisi Rasulullah ﷺ, pasti melihat dari sisi agama.
2. Ayah harus perhatian pada agama anaknya.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
لِيَتَّخِذْ أَحَدُكُمْ قَلْبًا شَاكِرًا، وَلِسَانًا ذَاكِرًا، وَزَوْجَةً مُؤْمِنَةً تُعِينُهُ عَلَى أَمْرِ الْآخِرَةِ
“Hendaklah salah seorang dari kalian memiliki hati yang bersyukur, lisan yang berdzikir, dan istri mukminah yang membantunya dalam urusan akhirat.”
HR Tirmidzi
➡️ Hadits 32
عن عبد الله بن عمرو، أن معاذ بن جبل أراد سفرًا، فقال: يا رسول الله أوصني. قال: “اعبد الله ولا تشرك به شيئًا.” فقال: زدني يا رسول الله. قال: “إذا أسأت فاحسن.” فقال: زدني. قال: “استقم ولتحسن خلقك
Dari Abdullah bin Amru :” Bahwasanya manakala Muadz bin Jabal ingin bersafar, ia berkata kepada Nabi ﷺ : ‘Wahai Rasulullah, beri aku wasiat.’
Beliau ﷺ bersabda : ‘Beribadahlah kepada Allah, dan jangan menyekutukan Nya dengan sesuatu apa pun!’
Ia berkata lagi : ‘Wahai Nabiyullah, tambahkan untukku.’
Beliau ﷺ bersabda: ‘Jika kamu berbuat keburukan, iringilah dengan perbuatan baik.’
Ia berkata lagi : ‘Wahai Nabiyullah, tambahkan untukku.’
Beliau ﷺ bersabda : ‘Istiqamahlah, dan perbaiki akhlakmu!’. HR Ibnu Hibban dan Al Hakim.
🔹 Faidah
1. Kalau hendak safar hendaknya minta wasiat kepada ahli ilmu.
2. Nasihat kepada orang safar, hendaknya selalu menjaga tauhid. Jauhi syirik.
Selalu bertawakal kepada Allah. Safar biasanya mudah terjatuh pada tathoyyur, syirik.
3. Kalau berbuat buruk, iringi dengan perbuatan kebaikan.
4. Safar hendaknya istiqomah di atas ketaatan kepada Allah.
Maka doa Safar yang diajarkan adalah,
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَىٰ، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَىٰ
اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ
اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ، وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ، وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ، وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالْأَهْلِ
“Ya Allah, kami memohon kebaikan dan takwa dalam perjalanan ini… mudahkan perjalanan kami… Engkau teman dalam safar dan penjaga keluarga kami… lindungilah dari kesulitan safar dan keburukan saat kembali.”
HR Muslim
5. Ketika Safar, perbaiki akhlak. Umar bin Khaththab : kalau ingin kenal seseorang maka pergilah Safar dengan orang tersebut. (Safar yang jauh dan melelahkan).
➡️ Hadits 33
عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ سَعِيدٍ، قَالَ: حَدَّثَنِي أَبِي، قَالَ: كُنْتُ عِنْدَ ابْنِ عَبَّاسٍ، فَأَتَاهُ رَجُلٌ فَقَالَ لَهُ ابْنُ عَبَّاسٍ: مَنْ أَنْتَ؟ قَالَ: أَنَا ابْنُ عَمِّكَ، فَرَقَّ لَهُ، وَقَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: “تَعَلَّمُوا مِنْ أَنْسَابِكُمْ مَا تَصِلُونَ بِهِ أَرْحَامَكُمْ، فَإِنَّ صِلَةَ الرَّحِمِ مَحَبَّةٌ فِي الْأَهْلِ، مَثْرَاةٌ فِي الْمَالِ، مَنْسَأَةٌ فِي الْأَثَرِ.”
(رواه أبو داود)
Dari Ishaq bin Sa’id, ia berkata : Ayahku bercerita kepadaku : “Pada suatu ketika aku berada di sisi Ibnu Abbas, lantas tiba-tiba seorang laki-laki datang menemuinya.
Ibnu Abbas pun bertanya kepadanya :’ Siapa kamu?’ Perawi kembali bercerita :” Kemudian laki-laki itu memberitahukan bahwa ia dan Ibnu Abbas memiliki hubungan kekerabatan yang jauh.
Maka, Ibnu Abbas melembutkan tutur kata kepadanya, lalu ia berkata :” Rasulullah ﷺ bersabda ; Kenalilah nasab kalian, dan sambunglah tali silaturahim.
Sesungguhnya tidak ada kedekatan kekerabatan jika diputuskan walaupun sebenarnya kerabat dekat, dan tidak ada kekerabatan yang jauh jika disambung walaupun sebenarnya kekerabatan jauh.”
HR Abu Dawud.
🔹 Faidah
1. Pentingnya untuk mempelajari nasab kita.
2. Pentingnya menyambung silaturrahim.
Silaturahmi berpahala sangat besar.
➡️ Hadits 34
Dari Abdullah bin Amru :
عن عبد الله بن عمر رضي الله عنهما، قال:
جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ ﷺ، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، كَمْ نَعْفُو عَنِ الْخَادِمِ؟ فَسَكَتَ، ثُمَّ قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، كَمْ نَعْفُو عَنِ الْخَادِمِ؟ فَقَالَ: «فِي كُلِّ يَوْمٍ سَبْعِينَ مَرَّةً».
“Seorang laki-laki datang kepada Nabi ﷺ dan bertanya, ‘Wahai Rasulullah, berapa kali kami harus memaafkan pembantu?’
Namun Nabi ﷺ diam. Lalu ia bertanya lagi, ‘Wahai Rasulullah, berapa kali kami harus memaafkan pembantu?’
Maka Nabi ﷺ bersabda: ‘Dalam setiap hari, (maafkan) sampai tujuh puluh kali.'”
HR Abu Dawud
🔹 Faidah
1. Mudah memberi maaf kepada pembantu yang berbuat kesalahan.
2. Islam ajarkan akhlak yang lengkap.
➡️ Hadits 35
٣٥- عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلَ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعَثَهُ إِلَى قَوْمٍ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ! أَوْصِنِي؟ قَالَ: (( أَفْشِ السَّلَامَ وَابْذُلِ الطَّعَامَ. وَاسْتَحِي مِنَ اللهِ اسْتِحْيَاءَكَ رَجُلًا مِنْ أَهْلِكَ. وَإِذَا أَسَأْتَ فَأَحْسِنْ، وَلْتُحَسِّنْ خُلُقَكَ مَا اسْتَطَعْتَ. ))
Dari Mu’adz bin Jabal; Bahwa Rasulullah ﷺ mengutusnya kepada suatu kaum.
Mu’adz berkata: “Wahai Rasulullah, berilah aku wasiat?”
Rasulullah ﷺ pun bersabda: “Sebarkanlah salam dan berilah makan. Malulah kepada Allah seperti kamu malu kepada seorang laki-laki (yang shalih) dari keluargamu. Iringilah perbuatan burukmu dengan perbuatan baik, dan perbaikilah akhlakmu semampumu.”
HR. Ibnu Nashr al-Marwazi, al-Bazzar, ath-Thabrani
🔹 Faidah
1. Anjuran untuk tebarkan salam. Yang lebih utama adalah yang memulai salam.
Nabi ﷺ bersabda:
لَا تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا، وَلَا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا، أَوَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ؟ أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ
“Kalian tidak akan masuk surga sampai beriman, dan tidak sempurna iman kalian sampai saling mencintai. Maukah aku tunjukkan sesuatu yang jika kalian lakukan kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.” HR Muslim.
Hadits lainnya, Nabi ﷺ bersabda,
يَا أَيُّهَا النَّاسُ، أَفْشُوا السَّلَامَ، وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ، وَصِلُوا الْأَرْحَامَ، وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ، تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ
“Wahai manusia, sebarkanlah salam, berilah makan, sambunglah silaturahim, dan shalatlah di malam hari ketika manusia tidur, niscaya kalian masuk surga dengan selamat.”HR Tirmidzi
2. Memberi makan, pahala sangat besar.
3. Anjuran malu kepada Allah. Malu kepada Allah harus lebih besar dari pada malu kepada manusia. Rasa malu harus di tumbuhkan. Hakikat malu – takut terhindar perbuatan tercela. Orang yang malu pada hal kebaikan itu namanya lemah.
Nabi ﷺ bersabda:
الْحَيَاءُ لَا يَأْتِي إِلَّا بِخَيْرٍ
“Malu tidak datang kecuali membawa kebaikan.” HR Bukhari dan Muslim.
➡️ Hadits 36
٣٦- عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ مَرْفُوعًا: (( أَفْضَلُ الْأَعْمَالِ أَنْ تُدْخِلَ عَلَى أَخِيكَ الْمُؤْمِنِ سُرُورًا أَوْ تَقْضِيَ عَنْهُ دَيْنًا أَوْ تُطْعِمَهُ خُبْزًا. ))
Dari Abu Hurairah, secara *marfu’*: “Amalan yang paling utama itu adalah membuat saudaramu sesama Mukmin merasa senang, atau kamu melunasi utangnya, atau kamu memberinya roti (makanan).”
[no. 1494] — (HR. Ibnu Abid Dun-ya dan ad-Dailami)
🔹 Faidah
1. Dianjurkan untuk memberi kabar gembira.
Nabi ﷺ bersabda:
مَا مِنْ عَبْدٍ يَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ صِدْقًا مِنْ قَلْبِهِ إِلَّا حَرَّمَهُ اللَّهُ عَلَى النَّارِ
“Tidaklah seorang hamba bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah dengan jujur dari hatinya, kecuali Allah haramkan ia dari neraka.”
Lalu Mu’adh ibn Jabal berkata:
“Wahai Rasulullah, bolehkah aku menyampaikan kabar gembira ini kepada manusia?”
Beliau ﷺ menjawab:
إِذًا يَتَّكِلُوا
“Kalau begitu mereka akan bersandar (tidak beramal).” HR Bukhari dan Muslim.
Begitu juga hadits, kisah taubat nya 3 sahabat yang tidak ikut perang Tabuk…
Kabar gembira bahwa taubat Kaab bin Malik diterima Allah.
Syarat hadits dari sahabat bisa naik ke marfu’ adalah sahabat tersebut tidak pernah ambil dari ahli kitab, jadi tetap mauquf.
Dalam hal fiqih, pegang kaidah ini.
دَرْءُ الْمَفَاسِدِ مُقَدَّمٌ عَلَى جَلْبِ الْمَصَالِحِ
“Menolak kerusakan/mafsadat didahulukan daripada meraih kemaslahatan.”
Semoga bermanfaat,
#salaf #hadits #akhlak #silaturahim #
##$$-aa-$$##


