This entry is part 4 of 7 in the series Bayan Salaf
5 menit membaca

🗒️ *BAYAN SABILI SALAF #04*
Penulis – Syaikh Faisal bin Qazar al Jazim.
🎤 Ustadz Dr Musyaffa Ad Dariny, Lc MA
Ahad, 29 Rajab 1447H/ 18 Januari 2026 (Ba’da Subuh)
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima

➡️ PERINTAH UNTUK IKUTI MANHAJ SALAF.

Perintah pada asalnya menunjukkan hukum wajib.
Manhaj Salaf – metode beragama para sahabat Nabi ﷺ dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik.

Banyak dalil yang menunjukkan hal ini.

1. Dalil 1.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَا لسّٰبِقُوْنَ الْاَ وَّلُوْنَ مِنَ الْمُهٰجِرِيْنَ وَا لْاَ نْصَا رِ وَا لَّذِيْنَ اتَّبَعُوْهُمْ بِاِ حْسَا نٍ ۙ رَّضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُ وَاَ عَدَّ لَهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ تَحْتَهَا الْاَ نْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۤ اَبَدًا ۗ ذٰلِكَ الْـفَوْزُ الْعَظِيْمُ

“Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) baik dari Muhajirin maupun Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah.

Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung.”
(QS. At-Taubah 9: Ayat 100)

Orang-orang yang mengikuti dengan baik – masuk semua kaum muslimin yang ikuti manhaj salaf ini. Sampai jaman ini dan seterusnya.
Allah rida kepada mereka menunjukkan bahwa mereka di atas jalan yang benar.

Dengan mengikuti mereka dengan baik, akhirnya kita mendapat surga karena Allah rida kepada kita.

2. Dalil 2.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَاِ نْ اٰمَنُوْا بِمِثْلِ مَاۤ اٰمَنْتُمْ بِهٖ فَقَدِ اهْتَدَوْا ۚ وَاِ نْ تَوَلَّوْا فَاِ نَّمَا هُمْ فِيْ شِقَا قٍ ۚ فَسَيَكْفِيْکَهُمُ اللّٰهُ ۚ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ 

“Maka jika mereka telah beriman sebagaimana yang kalian imani, sungguh, mereka telah mendapat petunjuk/hidayah.

Tetapi jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (denganmu) maka Allah mencukupkan engkau (Muhammad) terhadap mereka (dengan pertolongan-Nya). Dan Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 137)

Disebut disini – apabila mereka beriman seperti iman kalian – maksud nya para sahabat radhiallahu anhum..
Orang-orang yang dapat hidayah adalah orang-orang yang beriman seperti para sahabat radhiallahu anhum.
Cara beragama mengikuti cara para shahabat radhiyallahu anhum. Sehingga kita dapat benar-benar hidayah.

Dalam agama yang paling bagus adalah yang paling sesuai dengan tuntutan Nabi ﷺ, sesuai dengan contoh para sahabat radhiallahu anhum, paling awal.

Semakin jauh dari Islam yang benar maka mereka akan berpecah belah, saling bermusuhan.

Para ulama dahulu menyebut ahli bidah itu ahlu tafaruq. Mereka bawa nama-nama yang menunjukkan perpecahan…

افترقت اليهود على إِحدى وسبعين فرقة، فواحدة في الجنة وسبعين في النار، وافتر قت النصا رى على اثنين وسبعين فرقة فواحد ة في الجنة وإحدى وسبعين في النار، والذ ي نفسي بيده لتفترقن أمتي على ثلاث وسبعين فرقة، فوا حدةفي الجنة، وثلثين وسبعين فيالنار، قيل يا رسول الله من هم؟ قال: هم الجما عة

“Orang Yahudi berselisih menjadi 71 golongan, satu di surga dan tujuh puluh di neraka. Orang Nasrani berpecah belah menjadi 72 golongan, satu di surga dan tujuh puluh satu di neraka. Demi Dzat yang diriku berada ditanganNya, umatku benar-benar berselisih menjadi 73 golongan, satu di surga dan 72 di neraka. Lalu sahabat bertanya, ‘siapa mereka?’, Rasulullah berkata,’mereka Al-Jama’ah’ ”

Dalam riwayat lain yang shahih dikatakan bahwa Al-Jama’ah adalah “yang aku dan sahabatku berada diatasnya“. Hadits ini menunjukkan bahwa umat Islam akan berpecah belah.

Adanya ahli bidah – sebabkan perpecahan dan melemahkan Islam. Itulah sebabnya Yahudi suka dengan ahli bidah.

3. Dalil 3.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَمَنْ يُّشَا قِقِ الرَّسُوْلَ مِنْۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَـهُ الْهُدٰى وَ يَـتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيْلِ الْمُؤْمِنِيْنَ نُوَلِّهٖ مَا تَوَلّٰى وَنُصْلِهٖ جَهَـنَّمَ ۗ وَسَآءَتْ مَصِيْرًا

“Dan barang siapa menyelisihi Rasul (Muhammad) setelah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan selain jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan dia dalam kesesatan yang telah dilakukannya itu dan akan Kami masukkan dia ke dalam Neraka Jahanam, dan itu seburuk-buruk tempat kembali.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 115)

Ayat ini juga tunjukkan kaum muslimin untuk ikuti manhaj salaf.
Orang-orang yang menyelisihi Rasul ﷺ dan ikuti jalan selain jalan kaum mukmin (saat ayat turun, mereka adalah Nabi ﷺ bersama para sahabatnya), terancam tersesat dan masuk neraka Jahanam.

4. Dalil 4.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِي فَسَيَرَى اخْتِلاَفاً كَثِيْراً، فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّيْنَ الرَّاشِدِيْنَ، تَمَسَّكُوْا بِهَا وَعَضُّوْا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ، وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ اْلأُمُوْرِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ.

‘Sungguh, orang yang masih hidup di antara kalian setelahku akan melihat perselisihan yang banyak, maka wajib atas kalian berpegang teguh kepada Sunnahku dan Sunnah Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk. Peganglah erat-erat dan gigitlah dia dengan gigi geraham kalian. Dan jauhilah oleh kalian perkara-perkara yang baru (dalam agama), karena sesungguhnya setiap perkara yang baru itu adalah bid‘ah. Dan setiap bid‘ah itu adalah sesat/penyimpangan.’” HR Tirmidzi

Gigit gigi geraham – pegang teguh sunnah dengan sekuat tenaga.

Manhaj salaf hakikatnya tuntunan Nabi ﷺ dan tuntunan para khulafaur rasyidin.

5. Dalil 5.

حفظه الله

عَنْ أَبِيْ وَاقِدٍ اَللَّيْثِي قَالَ: إِنَّ رَسُوْلَ الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَنَحْنُ جُلُوْسٌ عَلَى بِسَاطٍ: (إِنَّهَا سَتَكُوْنُ فِتْنَةٌ) قَالُوْا : وَكَيْفَ نَفْعَلُ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ فَرُدَّ يَدَهُ إِلَى الْبِسَاطِ فأَمْسَكَ بِهِ فَقَالَ: (تَفْعَلُوْنَ هَكَذَا) وَذَكَرَ لَهُمْ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا :(أَنَّهَا سَتَكُوْنُ فِتْنَةٌ) فَلَمْ يَسْمَعْهُ كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ ، فَقَالَ مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ: أَلاَ تَسْمَعُوْنَ مَا يَقُوْلُ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ؟ فَقَالُوْا: مَا قَالَ؟ قَالَ: (إِنَّهَا سَتَكُوْنُ فِتْنَةٌ) فَقَالُوْا: فَكَيْفَ لَنَا يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ وَكَيْفَ نَصْنَعُ؟ قَالَ: تَرْجِعُوْنَ إِلَى أَمْرِكُمُ الْأَوَّل

Dari Abu Wâqid al-Laitsi Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Sesungguhnya Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, sementara kami sedang duduk-duduk di atas sebuah hamparan (tikar), ‘Sesungguhnya akan terjadi fitnah.’ Para Sahabat  bertanya, ‘Apa yang harus kami perbuat?’ Lalu Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam meletakkan tangannya ke tikar dan memegangnya dengan kuat lalu bersabda, ‘Lakukanlah seperti ini!’ Suatu hari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan kepada para Sahabat nya, ‘Sesungguhnya akan terjadi fitnah.’ Tetapi kebanyakan Sahabat  tidak mendengarnya, maka Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu anhu berkata, ‘Apakah kalian tidak mendengar perkataan Rasulullah ?’ Mereka bertanya, ‘Apa yang disabdakan Rasulullah ?’ Beliau bersabda, ‘Sesungguhnya akan terjadi fitnah.’ Mereka bertanya, ‘Bagaimana dengan kami wahai Rasulullah ? Apa yang harus kami lakukan?’ Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hendaklah kalian kembali kepada urusan yang pertama kali.” HR Tirmidzi.

6. Dalil 6.

Dari Utsman bin Hadhir, ia berkata: Aku datang menjumpai Abdullah bin Abbas. Lalu aku berkata kepadanya, أوصيني (berilah wasiat kepadaku); diapun berkata.

نَعَمْ عَلَيْكَ بِتَقْوَى اللهِ وَ الإِسْتِِقَامَةِ وَ الأَثَرِ وَ لاَ تَبْتَدِعْ

“Ya , bertaqwalah engkau kepada Allah, istiqamahlah dan (berpeganglah pada) atsar (jejak para salaf) . Ikutilah, dan jangan mengada-ada dalam urusan agama”

Dalam riwayat lain – Ibnu Abbas – beristiqomah, ikuti perkara yang awal, dan jangan berbuat bid’ah.

7. Penguat, perkataan Umar bin Abdul Aziz.

Beliau seorang khalifah yang adil, ulama yang zuhud.
Pemerintah beliau sangat adil.

Ketika beliau menilai surat kepada Sahabat beliau , :

Ama ba’du..

Aku berwasiat kepada mu, bertakwalah kepada Allah. Dan ambil jalan pertengahan dalam menjalankan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mengikuti sunnah Nabi ﷺ dan meninggalkan kebidahan 2 orang yang datang setelahnya dan engkau diwajibkan untuk menetapi Sunnah Nabi ﷺ karena sesungguhnya menetapi sunnah nabi ﷺ akan menjadi penjaga engkau dari kebinasaan.

Sungguh, tidaklah manusia melakukan kebidahan kecuali telah ada dalil yang sebelumnya membantahnya.
Sungguh sunnah tidak disunnahkan oleh orang (Nabi ﷺ dan para sahabat) kecuali orang yang mengajarkan (Nabi ﷺ dan para sahabat) tahu bahwa sebaliknya adalah kesalahan.
Maka hendaknya engkau mencukupkan diri dengan orang-orang yang terdahulu mencukupkan dengannya.
Karena sesungguhnya orang-orang dulu diawal Islam tidak melakukan sesuatu karena pengetahuan mereka (bahwa kalau dilakukan akan menyelisihi sunnah yang artinya tidak baik).

Kalau amalan yang datang belakangan ada keutamaan, maka para nabi ﷺ dan para shahabat lebih tahu.

Apabila benar bahwa yang kalian lakukan benar tentu Nabi ﷺ dan para shahabat tentu sudah mendahului kalian.

Intinya nasihat untuk ikuti sunnah Nabi ﷺ dan para shahabat radhiallahu anhum. Karena mereka yang paling tahu agama.

8. Penguat Abul ‘Aliyah… Rahimahullah.

Beliau berkata, “Pelajari agama Islam, dan jangan sampai membenci nya kemudian akhirnya berbelok. Dan ikuti jalan yang lurus dan harus menjalankan sunnah Nabi ﷺ dan Sunnah para sahabat radhiallahu anhum.

Dan jauhi oleh kalian hawa nafsu (maksud nya kebidahan) yang melemparkan permusuhan dan kebidahan.”

Dari ayat dan hadits bisa disampulkan bahwa bidah akan timbulkan perpecahan.

9. Perkataan Imam Ahmad Rahimahullah – sebagai penguat.

Pondasi sunnah menurut kami adalah berpegang teguh pada tuntunan para sahabat nabi ﷺ dan mengikuti mereka. Dan meninggalkan kebidahan 2.

Definisi bidah – yang paling bagus adalah menurut Imam Asy Syatibi yaitu bidah adalah cara beragama yang dibuat-buat yang menandingi cara ibadah dalam syariat dan maksud menjalankan nya adalah untuk berlebih-lebihan dalam ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Semoga bermanfaat.

#sunnah #salaf #sahabat #manhaj #aqidah #bid’ah #pecahbelah

##$$-aa-$$##

Bayan Salaf

BAYAN SABILI SALAF #03 BAYAN SABILI SALAF #05
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?