TematikUstadz Rizal Yuliar Putrananda, Lc

KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH – 25- ORANG-ORANG YANG SUKA BERPENAMPILAN RAPI

This entry is part 20 of 28 in the series 40Karakter
5 menit membaca

*KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH – 25- ORANG-ORANG YANG SUKA BERPENAMPILAN RAPI*
Ustadz Rizal Yuliar Putrananda
14 Shafar /9 Agustus 2025
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima

Ustadz memulai dengan beberapa doa, diantara doa untuk perbaikan urusan agama dan dunia.

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِى دِينِىَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِى، وَأَصْلِحْ لِى دُنْيَاىَ الَّتِى فِيهَا مَعَاشِى، وَأَصْلِحْ لِى آخِرَتِى الَّتِى فِيهَا مَعَادِى، وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِى فِى كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لِى مِنْ كُلِّ شَرٍّ

Ya Allah, perbaikilah agamaku sebagai benteng urusanku, perbaikilah duniaku yang menjadi tempat kehidupanku, perbaikilah akhiratku yang menjadi tempat kembaliku. Dan jadikanlah kehidupan ini mempunyai nilai tambah bagiku dalam segala kebaikan, dan jadikanlah kematianku sebagai kebebasanku dari segala kejahatan. HR. Muslim.

Ustadz membawakan hadits yang maknanya ada orang yang masuk surga melakukan amalan dengan berat. Ini artinya istiqomah itu susah.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda

عَجِبَ رَبُّكَ مِنْ قَوْمٍ يُقَادُونَ إِلَى الْجَنَّةِ فِي السَّلَاسِلِ

“Rabb-mu merasa takjub terhadap suatu kaum yang digiring ke surga dalam keadaan terbelenggu dengan rantai.”
— HR. Bukhari.

Sebagai seorang muslim, obsesi nya seharusnya surga. Yang harus diraih dengan penuh perjuangan, lelah, letih dan bahkan sakit…

Itulah ujian kehidupan dunia, sebagaimana hadits, Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

حُفَّتِ الجَنَّةُ بِالمَكَارِهِ، وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ

“Surga itu diliputi oleh hal-hal yang dibenci (oleh hawa nafsu), dan neraka itu diliputi oleh syahwat.”
— HR. Bukhari dan Muslim

Lanjutkan dengan kitab – أحباب الله

Bab ORANG-ORANG YANG SUKA BERPENAMPILAN RAPI.

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ beliau bersabda:

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ
فَقَالَ رَجُلٌ: إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا، وَنَعْلُهُ حَسَنَةً.
قَالَ: إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ، الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ، وَغَمْطُ النَّاسِ.

“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji dzarrah. ”

Lalu ada seorang sahabat yang bertanya, “Sesungguhnya seseorang senang bila pakaiannya bagus dan sandalnya bagus.”

Beliau ﷺ bersabda, “Sesungguhnya Allah Maha Indah dan mencintai keindahan. Kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain.”
HR Muslim, At Tirmidzi

Dzarrah adalah satuan terkecil. Ada yang memaknai butiran debu.

Hakikat sombong adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

ٱلَّذِىٓ أَحۡسَنَ كُلَّ شَىۡءٍ خَلَقَهُ

“Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya.”
QS As-Sajdah ayat 7

لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِ نْسَا نَ فِيْۤ اَحْسَنِ تَقْوِيْمٍ 
“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya,”
(QS. At-Tin 95: Ayat 4)

اِنَّا زَيَّنَّا السَّمَآءَ الدُّنْيَا بِزِيْنَةِ ٱِلْكَوَا كِبِ 
“Sesungguhnya Kami telah menghias langit dunia (yang terdekat), dengan hiasan bintang-bintang.”
(QS. As-Saffat 37: Ayat 6)

Allah sebutkan hanya sebagian orang yang menyadari penciptaan Allah dengan hikmah yang baik. Yaitu dalam 10 ayat terakhir surat Ali Imran (mulai ayat 190).

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضِ وَا خْتِلَا فِ الَّيْلِ وَا لنَّهَا رِ لَاٰ يٰتٍ لِّاُولِى الْاَ لْبَا بِ 
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal,”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 190)

الَّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ قِيَا مًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضِ ۚ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بَا طِلًا  ۚ سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَا بَ النَّا رِ

“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 191)

Sampai akhir surat.

Kemudian disebutkam,

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يٰبَنِيْۤ اٰدَمَ قَدْ اَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَا سًا يُّوَا رِيْ سَوْاٰ تِكُمْ وَرِيْشًا ۗ وَلِبَا سُ التَّقْوٰى ۙ ذٰلِكَ خَيْرٌ ۗ ذٰلِكَ مِنْ اٰيٰتِ اللّٰهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُوْنَ

“Wahai anak cucu Adam! Sesungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa, itulah yang lebih baik. Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka ingat.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 26)

Fungsi pakaian adalah untuk tutup aurat dan perhiasan. Bukan untuk maksud lain misal ujub, sombong.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يٰبَنِيْۤ اٰدَمَ خُذُوْا زِيْنَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَّكُلُوْا وَا شْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْا ۚ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَ

“Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 31)

Pakaian yang baik untuk ke masjid. Laki-laki wajib ke masjid untuk berjamaah. Kalau wanita harus sesuai ketentuan yang berlaku, izin dari mahram dan tidak tercium parfum darinya.

Kalimat وَلَا تُسْرِفُوْا (jangan berlebihan) ini untuk ketiga perintah yaitu berpakaian, makan dan minum.

Kelewat batas maknanya kelewat bagus atau kelewat jelek sehingga orang-orang tertuju padanya.

Dan manusia itu pada asalnya..

إِنَّهُ كَانَ ظَلُومٗا جَهُولٗا

Sesungguhnya manusia itu sangat dzalim dan sangat bodoh. Qs Al Ahzab ayat 72.

Dan Allah ciptakan para wanita suka berhias dan tugas suami untuk menuntun supaya tidak kelewat batas.

Salah satu fungsi ternak adalah bulunya untuk perhiasan pakaian.

وَالأنْعَامَ خَلَقَهَا لَكُمْ فِيهَا دِفْءٌ وَمَنَافِعُ وَمِنْهَا تَأْكُلُونَ (5) وَلَكُمْ فِيهَا جَمَالٌ حِينَ تُرِيحُونَ وَحِينَ تَسْرَحُونَ (6) وَتَحْمِلُ أَثْقَالَكُمْ إِلَى بَلَدٍ لَمْ تَكُونُوا بَالِغِيهِ إِلا بِشِقِّ الأنْفُسِ إِنَّ رَبَّكُمْ لَرَءُوفٌ رَحِيمٌ (7)

Dan Dia telah menciptakan binatang ternak untuk kalian, padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan beraneka ragam manfaat (kegunaan), dan sebagiannya kamu makan. Dan kalian memperoleh pandangan yang indah padanya, ketika kalian membawanya kembali ke kandang dan ketika kalian melepaskannya ke tempat penggembalaan. Dan ia memikul beban-beban kalian ke suatu negeri yang kalian tidak sanggup sampai kepadanya, melainkan dengan kesukaran-kesukaran (yang memayahkan) diri. Sesung­guhnya Tuhan kalian benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

وَالْخَيْلَ وَالْبِغَالَ وَالْحَمِيرَ لِتَرْكَبُوهَا وَزِينَةً وَيَخْلُقُ مَا لَا تَعْلَمُونَ (8)
dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal, dan keledai, agar kalian menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. Dan Allah menciptakan apa yang kalian tidak mengetahuinya.

Dan jangan berlebihan.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَا للّٰهُ جَعَلَ لَـكُمْ مِّنْۢ بُيُوْتِكُمْ سَكَنًا وَّجَعَلَ لَـكُمْ مِّنْ جُلُوْدِ الْاَ نْعَا مِ بُيُوْتًا تَسْتَخِفُّوْنَهَا يَوْمَ ظَعْنِكُمْ وَيَوْمَ اِقَا مَتِكُمْ ۙ وَمِنْ اَصْوَا فِهَا وَاَ وْبَا رِهَا وَاَ شْعَا رِهَاۤ اَثَا ثًا وَّمَتَا عًا اِلٰى حِيْنٍ
“Dan Allah menjadikan rumah-rumah bagimu sebagai tempat tinggal dan Dia menjadikan bagimu rumah-rumah (kemah-kemah) dari kulit hewan ternak yang kamu merasa ringan (membawa)nya pada waktu kamu bepergian dan pada waktu kamu bermukim dan (dijadikan-Nya pula) dari bulu domba, bulu unta, dan bulu kambing, alat-alat rumah tangga dan kesenangan sampai waktu (tertentu).”
(QS. An-Nahl 16: Ayat 80)

Pakaian Nabi ﷺ tidak semua putih.

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata:

> كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَلْبَسُ فِي الْعِيدِ بُرْدَةً حَمْرَاءَ

“Rasulullah ﷺ biasa mengenakan burdah merah pada hari ‘Id.”
— HR. Ibnu Majah.

Dalam riwayat lain, merah nya bergaris.

Dari Al-Bara’ bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:

> كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ مَرْبُوعًا، بَعِيدَ مَا بَيْنَ المَنْكِبَيْنِ، لَهُ شَعَرٌ يَبْلُغُ شَحْمَةَ أُذُنَيْهِ، رَأَيْتُهُ فِي حُلَّةٍ حَمْرَاءَ، لَمْ أَرَ شَيْئًا قَطُّ أَحْسَنَ مِنْهُ

“Rasulullah ﷺ adalah orang yang tinggi sedang (proporsional) , kedua pundaknya lebar, rambutnya sampai ke daun telinga. Aku melihat beliau mengenakan pakaian bernuansa merah, dan aku belum pernah melihat sesuatu pun yang lebih indah darinya.”
— HR. Bukhari dan Muslim.

Ada bahasan tentang warna merah yang mencolok, setidak nya makruh.

Menurut Ibnu ‘Abbas, Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya petunjuk yang baik, tanda yang baik, dan sikap pertengahan merupakan seperdua puluh lima bagian dari kenabian.” shahih.

Penampilan baik itu termasuk menjaga bau badan supaya tidak bau.

Nabi ﷺ memakai pakaian yang terbaik Saat hari jumat, juga minyak wangi.

Dari Abu Ayyub radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda:

مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الجُمُعَةِ، وَلَبِسَ مِنْ أَحْسَنِ ثِيَابِهِ، وَمَسَّ مِنْ طِيبٍ -إِنْ كَانَ عِنْدَهُ-، ثُمَّ أَتَى الجُمُعَةَ فَلَمْ يَتَخَطَّ رِقَابَ النَّاسِ، ثُمَّ صَلَّى مَا كُتِبَ لَهُ، ثُمَّ أَنْصَتَ إِذَا خَرَجَ الإِمَامُ حَتَّى يَفْرُغَ مِنْ صَلاَتِهِ، كَانَتْ كَفَّارَةً لِمَا بَيْنَهَا وَبَيْنَ الجُمُعَةِ الَّتِي قَبْلَهَا

“Barangsiapa mandi pada hari Jumat, lalu mengenakan pakaian terbaiknya, memakai sedikit minyak wangi jika ia memilikinya, kemudian mendatangi shalat Jumat tanpa melangkahi pundak orang, lalu shalat sesuai yang ditakdirkan baginya, kemudian diam mendengarkan khutbah sampai selesai shalat, maka itu menjadi penghapus dosa antara Jumat tersebut dan Jumat sebelumnya.”
— HR. Abu Dawud.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
“Apa susahnya jika salah seorang dari kalian — jika ia mampu — menyediakan dua pakaian khusus untuk hari Jumat, selain pakaian untuk kerjanya?”
— HR. Abu Dawud.

Artinya punya pakaian bagus khusus jumat.

Ada banyak aturan berpakaian dalam syariat.

Misal
1. laki-laki gak boleh pakai emas
2. Laki-laki berpakaian mirip perempuan.
3. Larangan laki-laki memotong jenggot.
4. Larangan pakaian meniru kaum kafir.

Dan seterusnya yang masih banyak lagi.

Semoga bermanfaat.

#salaf #cinta #Allah #surga #sunnah #kesombongan #pakaian #emas #

##$$-aa-$$##

40Karakter

KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH – 24 – ORANG-ORANG YANG RENDAH HATI KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH – 26- ORANG-ORANG YANG MENANGIS KARENA TAKUT KEPADA ALLAH
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?