Diterbitkan pertama kali pada: 28-Jun-2020 @ 16:23

5 menit membaca

Syarah Riyadhus Shalihin : BAB 22-Nasihat
Ustadz Luthfi Abdul Jabbar, Lc
16 Rajab 1441 H

Nikmat ibadah adalah nikmat terbesar, kenapa?
Karena pada akhirnya balasannya surga..

Allah berfirman,

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat-menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran.
Qs Al Ashr 1-3.

 Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

{وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ}

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. (Adz-Dzariyat: 56)

Allah mengajarkan kita untuk utamakan akhirat dan untuk dunia hanya jangan lupa..

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

{وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الآخِرَةَ وَلا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا}

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi. (Al-Qashash: 77)

Dan bila kita balik, dunia lebih dikejar maka itulah orang yang merugi..

لَفِي خُسْرٍ
Sangat merugi (Al Ashr ayat 2).

Dan duduk di majelis ilmu adalah hidayah dan nikmat besar dari Allah..

Dan keutamaan duduk di majelis ilmu seperti yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sabdakan,

وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَه

“Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah dari rumah-rumah Allah (masjid) membaca Kitabullah dan saling mempelajarinya, melainkan akan turun kepada mereka sakinah (ketenangan), mereka akan dinaungi rahmat, mereka akan dilingkupi para malaikat dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di sisi para makhluk yang dimuliakan di sisi-Nya” (HR. Muslim no. 2699).

Semoga nama kita disebut2 seperti dalam hadits tersebut..

Kitab Riyadhus Shalihin adalah syarat dengan nasihat, dan sebaiknya setiap muslim punya kitab tersebut dan diajarkan kepada anggota keluarga..

Tanggung jawab suami (bapak) adalah untuk ajari agama.. Supaya terbebas dari neraka..

Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allâh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
[at-Tahrîm/66:6]

Bab 22: Nasihat,

artinya murni tidak tercantum.
Akan beri manfaat bila ingin nya murni ingin kebaikan..

Taubat nasuha = taubat yang jujur /murni..

قال اللَّه تعالى: { إنما المؤمنون إخوة } .

Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya sekalian orang yang beriman itu adalah sebagai saudara-saudara.” (al-Hujurat: 10)

Saudara yang Sesunguhnya adalah yang terikat karena Allah..

Dalam pertemanan, kita berbagi kebaikan kepada sesama muslim, itulah nasihat..
Dan nasihat agama adalah bentuk cinta kita kepada keluarga, orang-orang dekat kita dan teman-teman kita..

Dengan kunci : nasihat yang jujur (murni).

Dan hati tidak bisa menerima kecuali yang baik…

Kita semua ini perlu nasihat.. Dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pun perlu nasihat,
Yaitu nasihat dari Al Qur’an.. (Kalamullah).

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

 

قَالَ لِى النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « اقْرَأْ عَلَىَّ » .قُلْتُ آقْرَأُ عَلَيْكَ وَعَلَيْكَ أُنْزِلَ قَالَ « فَإِنِّى أُحِبُّ أَنْ أَسْمَعَهُ مِنْ غَيْرِى » . فَقَرَأْتُ عَلَيْهِ سُورَةَ النِّسَاءِ حَتَّى بَلَغْتُ

 

( فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَى هَؤُلاَءِ شَهِيدًا )

 

قَالَ « أَمْسِكْ » . فَإِذَا عَيْنَاهُ تَذْرِفَانِ

 

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadaku,

 

“Bacalah Al Qur’an untukku.”

 

Maka aku menjawab, “Wahai Rasulullah, bagaimana aku membacakan Al Qur’an untukmu, bukankah Al Qur’an diturunkan kepadamu?”

 

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku suka mendengarnya dari selainku.”

 

Lalu aku membacakan untuknya surat An Nisaa’ hingga sampai pada ayat (yang artinya), “Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu)” (QS. An Nisa’: 41).

 

Beliau berkata, “Cukup.”

 

Maka aku menoleh kepada beliau, ternyata kedua mata beliau dalam keadaan bercucur air mata.” (HR. Bukhari no. 4582 dan Muslim no. 800).

Dalam sebuah hadits disebutkan hak muslim kepada muslim yang lain ada 5, termasuk nasihat..

Hadits pertama..

فَالأَوَّلُ : عن أَبِي رُقيَّةَ تَميمِ بنِ أَوْس الدَّارِيِّ رضي اللَّه عنه أَنَّ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَالَ: « الدِّينُ النَّصِيحَةُ » قُلْنَا : لِمَنْ ؟ قَالَ « للَّه وَلِكِتَابِهِ ولِرسُولِهِ وَلأَئمَّةِ المُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ » رواه مُسْلم .

182. Pertama: Dari Abu Ruqayyah yaitu Tamin bin Aus ad-Dari radhiyallahu anhu bahwasanya Nabi shalallahu alaihi wasalam bersabda: “Agama itu adalah merupakan nasihat.” Kita semua bertanya: “Untuk siapa?” Beliau shalallahu alaihi wasalam menjawab: “Bagi Allah, bagi kitabNya, bagi rasulNya, bagi pemimpin-pemimpin kaum muslimin serta bagi segenap umumnya umat Islam.” (Riwayat Muslim)

Keterangan:
Sendi pokok dan tiang utama dalam Agama Islam adalah nasihat. Kata “nasihat” itu meliputi seluruh makna dan pengertian yang tujuannya adalah untuk mendapatkan kebahagiaan bagi orang yang dinasihati. Dalam hadits di atas dijelaskan intisari dan pengertian nasihat itu, yakni: Bagi Allah yakni dengan iman pada Allah dan tampaknya tanda-tanda kemuliaan Allah, bagi kitab Allah yakni dengan mengenang-ngenangkan -mengingat-ngingat- arti-artinya serta mengamalkan, apa saja yang tercantum di dalamnya. Bila ini sudah diamalkan, maka orang itu telah dinasihati oleh jiwanya sendiri. Bagi Rasul Allah yakni dengan mengikuti segala perintah-perintahnya serta tunduk dan menjauhi larangan-larangannya. Bagi pemimpin-pemimpin Islam yakni dengan meminta nasihat-nasihat dan fatwa-fatwa mereka yang mengenai hukum-hukum agama yang semuanya itu tentu diambil dari pokok-pokoknya yakni al-Quran dan Hadis, dan bagi segenap umat Islam yakni memimpin mereka ini pada jalan yang benar serta diridhai Allah, juga menunjukkan kepada mereka ini mana-mana yang baik (benar) dan mana-mana yang jelek (salah).

Hadits 2….

الثَّاني : عَنْ جرير بْنِ عبدِ اللَّه رضي اللَّه عنه قال : بَايَعْتُ رَسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم عَلى : إِقَامِ الصَّلاَةِ ، وإِيتَاءِ الزَّكَاةِ ، وَالنُّصْحِ لِكلِّ مُسْلِمٍ . متفقٌ عليه .

183. Kedua: Dari Jarir bin Abdullah radhiyallahu anhu, katanya: “Saya membaiat kepada Rasulullah shalallahu alaihi wasalam untuk mendirikan shalat, memberikan zakat dan memberi nasihat kepada setiap orang Islam.” (Muttafaq ‘alaih)

Baiat ini kepada pemimpin (saat itu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam).

Dan saat ini banyak kelompok2 yang ada prosesi Baiat…

Dalam hadits ini, Baiat nya adalah..

untuk mendirikan shalat, memberikan zakat dan memberi nasihat kepada setiap orang Islam.

Nasihat yang niat nya murni…

Orang yang paling berhak mendapatkan nasihat kita adalah orang-orang terdekat kita..

Semakin berkurang KEMURNIAN nasihat maka semakin susah diterima oleh yang dinasihati..

     عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُول اللَّه صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ : أَكْمَل الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهمْ خُلُقًا، وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ … رواه الترمذي وغيره

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya dan sebaik-sebaik kamu adalah orang yang paling baik kepada keluarganya”
HR Tirmidzi

Hadits 3..

الثَّالثُ : عَنْ أَنَس رضي اللَّه عنه عن النبيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ » متفقٌ عليه .

184. Ketiga: Dari Anas radhiyallahu anhu dari Nabi shalallahu alaihi wasalam sabdanya: “Tidak sempurnalah keimanan seorang itu sehingga ia mencintai kepada saudaranya -sesama muslim- perihal apa-apa yang ia mencintai untuk dirinya sendiri.” (Muttafaq ‘alaih)

Nasihat adalah komunikasi…

Tahdzir = peringatan tanpa mempermalukan..
Ta’yir = mempermalukan (terutama di depan umum).

Baiat = sumpah setia, dan bukan membenarkan semua kelakuan seseorang yang kita Baiat.

Semoga bermanfaat..

##$$-aa-$$##

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?