MAKNA DOA DAN DZIKIR – 53
Diterbitkan pertama kali pada: 21-Sep-2024 @ 06:15
6 menit membaca*MAKNA DOA DAN DZIKIR – 53*
Ustadz Muhammad Anwar, Lc MPd
16 Rabi’ul Awal 1446H/21.09.2024
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
🗞️Kitab – Hisnul Muslim oleh Syaikh Said bin Ali Al Qahthani.
➡️ * 91. Do’a untuk orang yang meminjami ketika membayar hutang*
بَارَكَ اللَّهُ لَكَ فِي أَهْلِكَ وَمَالِكَ، إِنَّمَا جَزَاءُ السَّلَفِ الْحَمْدُ وَالأَدَاءُ
Baarakallaahu laka fii ahlika wa maalika. Innama jaza’us salafil hamdu wal adaa’u.
“Semoga Allah memberikan berkah kepadamu dalam keluarga dan hartamu. Sesungguhnya balasan meminjami adalah pujian dan pembayaran.” [HR. An-Nasai dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah, hal. 300, Ibnu Majah 2/809, dan lihat Shahih Ibnu Majah 2/55]
Diriwayatkan dari sahabat Abdullah bin Rabi’ah.
Hadits ini menjelaskan bahwa Rasulullah ﷺ berhutang, namun bukan untuk diri beliau ﷺ sendiri namun untuk keperluan umat muslim saat itu. Yaitu persiapan perang.
🔹Doa ini adalah ada unsur..
1. Pujian
2. Al ‘ada (pelunasan atas janji)
✅ Faidah
1. Perhatian Nabi ﷺ kepada kemaslahatan umat sangat besar, sampai beliau ﷺ berhutang untuk memenuhi kebutuhan kaum muslimin.
2. Pinjaman yang baik merupakan kebanggaan syariat kita.
Unsur pinjaman yang baik adalah ada 4 :
Harta dari yang halal
Yang meminjamkan benar-benar atas kerelaan hati
Berharap pahala dari Allah ﷻ
Bertujuan membantu saudaranya.
Dari Abu al-Yasr Radhiyallahu anhu, ia berkata, ‘Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
عن أبي اليسر رضي الله عنه قال: سمعت رسول الله- صلى الله عليه وسلم- يقول: «مَنْ أَنْظَرَ مُعْسِراً أَوْ وَضَعَ عَنْهُ، أَظَلَّهُ الله فِي ظِلِّهِ». أخرجه مسلم.
“Barang siapa yang menunggu/menunda orang yang susah atau memaafkannya, niscaya Allah menaunginya di bawah naungan-Nya.” HR. Muslim.
Orang yang beri hutang dan memberi kesempatan untuk tangguh pelunasan maka seolah-olah dia sedekah sebesar hutang.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَطْلُ الْغَنِىِّ ظُلْمٌ
“Menunda pelunasan utang yang dilakukan orang mampu adalah kedzaliman.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dan orang yang berhutang hendaknya serius bayar hutang.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda :
مَنْ أَخَذَ أَمْوَالَ النَّاسِ يُرِيدُ أَدَاءَهَا أَدَّى اللَّهُ عَنْهُ وَمَنْ أَخَذَ يُرِيدُ إِتْلَافَهَا أَتْلَفَهُ اللَّهُ
“Barangsiapa yang mengambil harta orang (berhutang) dengan tujuan untuk membayarnya (mengembalikannya), maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan tunaikan untuknya. Dan barangsiapa mengambilnya untuk menghabiskannya, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan membinasakannya” HR Bukhari.
3. Boleh memberi kelebihan saat bayar hutang. Selama tidak ada persyaratan di awal.
Dari Jabir bin Abdullah Radhiyallahu ‘anhu ia berkata.
أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ فِي الْمَسْجِدِ وَكَانَ لِي عَلَيْهِ دَيْنٌ فَقَضَانِي وَزَادَنِي
“Aku mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam di masjid, sedangkan beliau mempunyai hutang kepadaku, lalu beliau membayarnya dan menambahkannya”
HR Bukhari
4. Dalam syariat Islam, ada anjuran bagi yang punya piutang untuk gugurkan hutang yang seseorang pinjaman padanya.
Bahasanya kita ikhlaskan.
Allah berfirman di bagian akhir surat al-Baqarah,
وَإِنْ كَانَ ذُو عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ إِلَى مَيْسَرَةٍ وَأَنْ تَصَدَّقُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
Jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. (QS. al-Baqarah: 280).
➡️ * 92. Do’a agar terhindar dari syirik*
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلَمُ.
Allaahumma innii a’uudzu bbika an usyrika bika wa ana a’lamu wa astaghfiruka lima laa a’lamu.
“Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu, agar tidak menyekutukan-Mu, sedang aku mengetahuinya dan minta ampun terhadap apa yang tidak aku ketahui.” [HR. Ahmad dan imam yang lain 4/403, lihat Shahihul Jami’ 3/233, dan Shahihut Targhrib wat Tarhib oleh Al-Albani 1/19]
✅ Perlu kita tanamkan dalam diri ini untuk selalu takut akan terjatuh pada kesyirikan.
Nabi Ibrahim pun berdoa,
وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَن نَّعْبُدَ الْأَصْنَامَ
“Dan jauhkanlah aku dan anak cucuku dari perbuatan (menyembah) berhala”. ( QS. Ibrahim: 35 ).
Hadits ini bermula dari Abu Bakar radhiyallahu anhu, sahabat terbaik. yaitu dari Ma’qil bin Yasar, beliau berkata:
انطلقتُ مع أبي بكر الصديق رضي الله عنه إلى النبي صلى الله عليه وسلم
“Aku pergi bersama Abu Bakar Radhiyallahu ‘Anhu menemui Nabi ﷺ .”
Kemudian Nabi berkata:
يا أبا بكر للشِّركُ فيكم أخفى من دبيب النمل
“Sesungguhnya kesyirikan pada kalian lebih samar daripada rayapan semut.”
Abu Bakar bertanya:
وهل الشرك إلا من جعل مع الله الها آخر
“Ya Rasulullah, bukankah kesyirikan adalah menjadikan sesembahan selain Allah bersama Allah?”
Rasulullah ﷺ berkata:
الذي نفسي بيده للشِّركُ أخفى من دبيب النمل
“Aku bersumpah dengan yang jiwaku berada di tanganNya, sesungguhnya syirik itu lebih samar daripada rayapan semut.”
ألا أدلك على شيءٍ إذا قلته ذهب عنك قليلهُ وكثيرهُ
“Maukah aku tunjukkan kepada engkau sesuatu doa yang jika kau ucapkan maka akan pergi kesyirikan darimu yang kecil maupun yang banyak.”
Nabi ﷺ berkata:
اللَّهُمَّ إَنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ , وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا أَعْلَمُ
*“Ya Allah aku berlindung kepada Engkau dari kesyirikan yang aku sadari dan aku mohon ampunanMu dari syirik yang tidak aku sadari.”* HR Bukhari.
Kesyirikan bisa mengurangi nilai keislaman kita bahkan bisa membatalkan keislaman kita.
✅ FAIDAH
1. Diantara kesempuranaan tauhid seseorang adalah wajib kita tanamkan rasa takut jatuh pada kesyirikan.
2. Rasa kuatir Nabi ﷺ kepada umat ini akan terjadinya syirik kecil.
Rasulullah ﷺ bersabda,
أَخْوَفَ ما أَخافُ عليكُمُ الشِّركُ الأصغرُ، فسئل عنه، فقال: الرِّياءُ
“‘Yang paling aku takutkan atas kalian adalah syirik kecil’. Kemudian Nabi Muhammad ﷺ ditanya tentang syirik kecil tersebut, lalu beliau menjawab: ‘ar-riya’.” (HR. Ahmad, Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi)
Bahkan Rasulullah ﷺ lebih takut umat ini jatuh pada syirik kecil dari pada fitnah dajjal.
Dalam suatu hadits Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِمَا هُوَ أَخْوَفُ عَلَيْكُمْ عِنْدِيْ مِنَ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ قَالَ قُلْنَا بَلَى فَقَالَ الشِّرْكُ الْخَفِيُّ أَنْ يَقُوْمَ الرَّجُلُ يُصَلِّيْ فَيُزَيِّنُ صَلاَتَهُ لِمَا يَرَى مِنْ نَظَرِ رَجُلٍ
“Maukah aku kabarkan kepada kalian, wahai para shahābatku tentang yang lebih aku khawatirkan kepada kalian daripada fitnahnya alMasihi adDajjal?”
Para shahabat berkata, “Tentu ya Rasulullah , apakah itu?”
Rasulullah ﷺ berkata, “Syirku khafiy (syirik yang samar).”
Kemudian Rasulullah ﷺ mencontohkan:
“Seseorang berdiri kemudian dia shalat dan dia baguskan shalatnya, karena dia tahu ada orang yang melihatnya.”
HR Ibnu Majah.
3. Syirik kecil banyak bentuknya.
Misal – bersumpah dengan menyebut selain Nama Allah. Misal sebut Nama Rasul (yang melarang Rasulullah ﷺ).
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda.
من حلف بغير الله فقد كفر أو أشرك
“barangsiapa bersumpah atas nama selain Allah, maka ia telah kafir atau berbuat syirik” (HR. Ahmad, Abu Daud, Al Baihaqi, dishahihkan oleh Ahmad Syakir dalam takhrij Musnad Ahmad 7/199).
Contoh lain ucapan kesyirikan kecil.
Atas kehendak Allah DAN kehendak Fulan
Kalau lah bukan
➡️ *93. Do’a untuk orang yang mengatakan: Baarakallahu fiika*
وَفِيكَ بَارَكَاللَّهُ
Wa fiika baarakallaahu.
“Semoga Allah juga memberkahimu.” [Ibnu Sunni h. 138, no. 278, lihat Al-Waabilush Shayyib Iibnil Qayyim, hal. 304. Tahqiq Muhammad Uyun]
Hadits ini dari Aisyah radhiyallahu anhaa.
Dua keuntungan orang yang doakan kebaikan.
1. Mendapat doa yang sama
2. Mendapat pahala
✅ FAIDAH
1. Nabi ﷺ hanya terima hadiah, bukan sedekah.
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ سَلَّامٍ الْجُمَحِيُّ حَدَّثَنَا الرَّبِيعُ يَعْنِي ابْنَ مُسْلِمٍ عَنْ مُحَمَّدٍ وَهُوَ ابْنُ زِيَادٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أُتِيَ بِطَعَامٍ سَأَلَ عَنْهُ فَإِنْ قِيلَ هَدِيَّةٌ أَكَلَ مِنْهَا وَإِنْ قِيلَ صَدَقَةٌ لَمْ يَأْكُلْ مِنْهَا
Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Sallam Al Jumahi telah menceritakan kepada kami Ar Rabi’ bin Muslim dari Muhammad bin Ziyad dari Abu Hurairah bahwasanya; “Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam diberi makanan, maka beliau pasti menanyakannya. Bila dikatakan bahwa itu adalah hadiah, maka beliau memakannya, dan bila dikatakan bahwa itu adalah sedekah, maka beliau tidak memakannya.”
HR Muslim.
Karena sedekah sejatinya kotoran harta dan Nabi ﷺ tidak menerima hal yang kotor.
2. Disunnahkan untuk berbagi kepada tetangga dan fakir untuk melembutkan hati dan saling mencintai.
3. Disunnahkan untuk berdoa bagi yang menerima hadiah.
➡️ *94. Do’a menolak firasat buruk /tathoyur/ fikiran negatif / sial*
اَللَّهُمَّ لاَ طَيْرَ إِلاَّ طَيْرُكَ، وَلاَ خَيْرَ إِلاَّ خَيْرُكَ، وَلاَ إِلَـهَ غَيْرُكَ
Allaahumma laa thaira illaa thairuka, wa laa khaira illaa khairuka, wa laa ilaaha ghairuka.
“Ya Allah! Tidak ada kesialan kecuali kesialan yang Engkau tentukan, dan tidak ada kebaikan kecuali kebaikan-Mu, serta tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau.” [HR. Ahmad 2/220, Ibnus Sunni no. 292, dan lihat Al-Ahadits Ash-Sha
Ini berbeda dengan sesuatu yang ada alasan yang jelas, misal tidak aman dst.
Demikian juga dilarang merasa ada kebaikan dengan adanya sesuatu, misalnya ada kupu-kupu di rumah maka berarti akan ada tamu yang bawa rezeki.
Telah diriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu anhuma, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ رَدَّتْهُ الطِّيَرَةُ مِنْ حَاجَةٍ فَقَدْ أَشْرَكَ، قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ مَا كَفَّارَةُ ذَلِكَ؟ قَالَ: أَنْ يَقُوْلَ أَحَدُهُمْ :اَللَّهُمَّ لاَ خَيْرَ إِلاَّ خَيْرُكَ وَلاَ طَيْرَ إِلاَّ طَيْرُكَ وَلاَ إِلَهَ غَيْرُكَ.
“Barangsiapa mengurungkan niatnya karena thiyarah, maka ia telah berbuat syirik.” Para Sahabat bertanya: “Lalu apakah tebusannya?” Beliau ﷺ menjawab: “Hendaklah ia mengucapkan: ‘Ya Allah, tidak ada kebaikan kecuali kebaikan dari Engkau, tiadalah burung itu (yang dijadikan objek tathayyur) melainkan makhluk-Mu dan tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau.’”
HR Ahmad.
Semoga bermanfaat.
#salaf #sunnah #syirik #dajjal
#hadiah #sedekah
##$$-aa-##$$


