Diterbitkan pertama kali pada: 15-Sep-2024 @ 19:01

4 menit membaca

🗞️*BIRRUL WALIDAIN-2*
🎤Ustadz Dr Firanda Andirja Lc MA
🗓️ 12 Rabi’ul Awal 1446H/ 15 September 2024
Bada Maghrib – Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima Bekasi.

Ulama menyarankan : Hendaklah setiap orang mendoakan kedua orang tua 5x sehari. Karena Allah gandengkan syukur kepada Allah dan syukur kepada manusia.

Berbakti kepada orang tua pun bertingkat, pahala makin besar saat orang tua makin jompo.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam Surat Al-Isra (17) Ayat 23:

۞ وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَـٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّۢ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًۭا كَرِيمًۭا

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.

✅ Berbakti kepada orang tua yang sudah meninggal dunia.

➡️ Ada kemungkinan, ketika saat orang tua masih hidup.

1. Kurang berbakti
2. Durhaka
3. Berbakti

bersabda,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang diambil manfaatnya dan doa anak yang shalih” HR Muslim.

Ketika orang tua sudah meninggal Allah masih beri jalan untuk berbakti kepada orang tua.

Saat orang tua sudah wafat, ada kemungkinan :
1. Lebih bermanfaat bagi orang tua, misal sedekah
2. Lebih ikhlas

➡️ Cara berbakti kepada orang tua yang sudah meninggal.

Dari Abu Usaid Malik bin Rabi’ah As-Sa’idi, berkata, “Ketika kami berada di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tiba-tiba datang seseorang dari Bani Salimah, ia berkata, “Wahai Rasulullah, apakah masih ada bentuk berbakti kepada kedua orang tuaku ketika mereka telah meninggal dunia?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

 نَعَمِ الصَّلاَةُ عَلَيْهِمَا وَالاِسْتِغْفَارُ لَهُمَا وَإِنْفَاذُ عَهْدِهِمَا مِنْ بَعْدِهِمَا وَصِلَةُ الرَّحِمِ الَّتِى لاَ تُوصَلُ إِلاَّ بِهِمَا وَإِكْرَامُ صَدِيقِهِمَا

“Iya mendoakan keduanya, meminta ampun untuk keduanya, memenuhi janji mereka setelah meninggal dunia, menjalin hubungan silaturahim (kekerabatan) dengan keluarga kedua orang tua yang tidak pernah terjalin dan memuliakan teman dekat keduanya.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Hadits ini secara sanad ada masalah tapi matan benar.

♦️Yaitu dengan cara :

1️⃣Mendoakan keduanya (menyolatkan jenazah, mendoakan secara umum).
1. Agar derajat diangkat
2. Agar kuburan diluaskan
3. Agar diberi nikmat kubur
4. Kubur menjadi taman surga
5. Dijauhkan adzab kubur

2️⃣ Mohon ampunan untuk mereka berdua.
Mohon ampunan itu luar biasa. Banyak sekali amalan yang ganjaran nya ampunan. Makanya Rasulullah ﷺ pesan kepada Umar bin Khaththab kalau ketemu Uwais Al Qarni supaya didoakan ampunan.

Banyak contoh doa yang para Nabi ajarkan untuk minta ampunan orang tua. Termasuk keinginan nabi Ibrahim.

1. Istighfar akan angkat derajat orang tua di surga.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda

إنَّ الرَّجُلَ لَتُرْفَعُ دَرَجَتُهُ فِي الْجَنَّةِ فَيَقُولُ: أَنَّى هَذَا؟ فَيُقَالُ: بِاسْتِغْفَارِ وَلَدِكَ لَكَ

“Sungguhnya seseorang benar-benar diangkat derajatnya di surga lalu dia pun bertanya, ‘Dari mana ini?’ Dijawab, ‘Karena istigfar anakmu untukmu.’ HR Ibnu Majah.

3️⃣ Menunaikan janji mereka ketika orang tua masih hidup.

Ada yang menjelaskan maksud nya wasiat, yang maksimal 1/3 harta warisan.

Menunaikan janji kebaikan orang tua, misal mau Umrohkan orang lain.

4️⃣ Menyambung Silaturahim dari jalur mereka.

Yaitu jalur rahim ayah dan ibu.
Om kita
Tante kita
Bibi – punya kedudukan spesial. Bibi dari ibu. (Kholah bukan Ammah). ‼️

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, bahwa ada seseorang yang mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Ya Rasulullah, saya melakukan dosa besar, apakah ada kesempatan taubat untukku?” tanya sahabat.

“Apakah kamu punya Ibu?” tanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Tidak punya.” Jawab orang ini.

“Kamu punya Bibi?” tanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Punya.” Jawab sahabat.

“Baktikan dirimu kepadanya.” Perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
(HR. Tirmidzi).

Aisyah – kunyah nya Ummu Abdillah (bin Zubair). Aisyah itu Kholah dari Abdullah.

Dalil lain yang menunjukkan kedekatan bibi dengan keponakannya adalah pertanyaan Aisyah kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Ya Rasulullah, semua kawanku punya kunyah.”

Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

فَاكْتَنِي بِابْنِكِ عَبْدِ اللَّهِ

“Berkunyah-lah dengan anakmu Abdullah.” (HR. Abu Dawud)

5️⃣ Muliakanlah teman mereka.

🔹1. Ini isyarat bagi kita untuk mengenal baik teman baik orang tua kita.

Disebutkan dalam kitab Shahih Muslim, dari ‘Abdullâh bin ‘Umar bin Khaththab Radhiyallahu ‘anhu : “Suatu hari beliau Radhiyallahu ‘anhu berjalan di kota Makkah dengan mengendarai keledai yang biasa beliau Radhiyallahu ‘anhu gunakan bersantai jika bosan mengendarai unta. Lalu di dekat beliau lewatlah seorang Arab Badui.

Lantas ‘Abdullah bin ‘Umar pun bertanya kepadanya:”Benarkah engkau Fulan bin Fulan?” Ia menjawab,”Ya,” kemudian ‘Abdullah bin ‘Umar memberikan keledainya kepada orang itu sambil berkata,”Naikilah keledai ini.” Beliau juga memberikan sorban yang mengikat di kepalanya seraya berkata,”Ikatlah kepalamu dengan sorban ini,” maka sebagian sahabatnya berkata,”Semoga Allah mengampunimu.

Mengapa engkau memberikan keledai kendaraan santaimu dan sorban ikat kepalamu kepada orang itu?”

Maka ‘Ibnu ‘Umar menjawab: ”Orang ini, dahulu adalah teman ‘Umar (bapakku), dan aku pernah mendengar Rasulullah berkata,’Sesungguhnya bakti yang terbaik, ialah tetap menyambung hubungan keluarga ayahnya”.

Demikian juga kisah Ibnu Umar dan anak Abu Musa Al asyari.

🔹2. Bakti lain adalah membayar hutang orang tua.

🔹3. Tunaikan nadzar orang tua.

🔹 4. Sedekah atas nama orang tua.

Dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu anhuma :

أَنَّ سَعْـدَ بْنَ عُـبَـادَةَ -أَخَا بَـنِـيْ سَاعِدَةِ- تُـوُفّـِيَتْ أُمُّـهُ وَهُـوَ غَـائِـبٌ عَنْهَا، فَـقَالَ: يَـا رَسُوْلَ اللّٰـهِ! إِنَّ أُمّـِيْ تُـوُفّـِيَتْ، وَأَنَا غَائِبٌ عَنْهَا، فَهَلْ يَنْـفَعُهَا إِنْ تَصَدَّقْتُ بِـشَـيْءٍ عَنْهَا؟ قَـالَ: نَـعَمْ، قَالَ: فَـإِنّـِيْ أُشْهِـدُكَ أَنَّ حَائِـطَ الْـمِخْـرَافِ صَدَقَـةٌ عَلَـيْـهَا.

Bahwasanya Sa’ad bin ‘Ubadah –saudara Bani Sa’idah– ditinggal mati oleh ibunya, sedangkan ia tidak berada bersamanya, maka ia bertanya, “Wahai Rasulullah! Sesungguhnya ibuku meninggal dunia, dan aku sedang tidak bersamanya. Apakah bermanfaat baginya apabila aku menyedekahkan sesuatu atas namanya?” Beliau menjawab, “Ya.” Dia berkata, “Sesungguhnya aku menjadikan engkau saksi bahwa kebun(ku) yang berbuah itu menjadi sedekah atas nama ibuku.”

🔹 Keinginan orang tua terkait kebaikan. Misalnya ingin anaknya bisa hafal Al Quran, bangun masjid dst

🔹Ciri anak sholeh adalah sering mendoakan orang tua.

Semoga bermanfaat.

#anakberbakti #orangtua #durhaka #surga #pintu

##$$-aa-$$##

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?