Diterbitkan pertama kali pada: 31-Des-2023 @ 07:20

2 menit membaca

*LEMBARAN BARU KEHIDUPAN*
Ustadz Abu Ja’far Cecep Rahmat, Lc
18 Jumadil Akhir 1445H/ 31.12. 2023
Ba’da Subuh – Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima Bekasi

Marilah kita tingkatkan rasa syukur kita kepada Allah atas segala nikmat yang telah Allah berikan. Terutama nikmat hidayah agama Islam ini.

Allah Ta’ala berfirman,

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya.” (QS. An Nahl: 18).

Tema ini berkaitan dengan seorang manusia yang tidak bisa terlepas dari dosa dan dengan istighfar untuk memulai lembaran baru kehidupan. Terkait orang yang bertaubat.

Setiap manusia pasti pernah berbuat kesalahan, Rasulullah ﷺ bersabda:

كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ

“Setiap anak Adam adalah bersalah.” HR Tirmidzi

Dan kita tidak boleh memvonis seseorang dengan vonis tidak akan diterima taubatnya. Tidak boleh vonis seseorang tidak bakal bertaubat.

Firman Allah Ta’ala,

فَرِيقًا هَدَىٰ وَفَرِيقًا حَقَّ عَلَيْهِمُ ٱلضَّلَـٰلَةُ ۗ إِنَّهُمُ ٱتَّخَذُوا۟ ٱلشَّيَـٰطِينَ أَوْلِيَآءَ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُم مُّهْتَدُونَ

Sebahagian diberi-Nya petunjuk dan sebahagian lagi telah pasti kesesatan bagi mereka. Sesungguhnya mereka menjadikan syaitan-syaitan pelindung (mereka) selain Allah, dan mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk. Surat Al-A’raf (7) Ayat 30

Ambillah kisah seseorang yang telah membunuh 99 jiwa, dan setelah bertanya kepada ahli ilmu, akhirnya taubat nya bisa diterima. Sebelumnya ketika bertanya kepada ahli ibadah dia tidak mendapatkan jawaban yang memberinya peluang untuk menjadi yang lebih baik.

🔺Tema ini dibagi menjadi 2.
1. Muhasabah – introspeksi.
2. Taubat

Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu berkata, “Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab, itu akan memudahkan hisab kalian kelak. Timbanglah amal kalian sebelum ditimbang kelak. Ingatlah keadaan yang genting pada hari kiamat,

يَوْمَئِذٍ تُعْرَضُونَ لَا تَخْفَى مِنْكُمْ خَافِيَةٌ

“Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Rabbmu), tiada sesuatupun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah).” (QS. Al-Haqqah: 18).”

❗Orang yang tidak pernah Muhasabah maka hisab nya akan berat.

✅ Orang yang mengenal diri nya akan mengetahui betapa buruknya dirinya itu.

Muhammad bin Wasi’ rahimahullah berkata,

لَوْ كَانَ لِلذُّنُوْبِ رِيْحٌ مَا قَدَرَ أَحَدٌ أَنْ يَجْلِسَ إِلَيَّ

“Andaikan dosa itu memiliki bau, tentu tidak ada dari seorang pun yang ingin duduk dekat-dekat denganku.”

🔺Muhasabah itu ada dua yaitu,
1. Sebelum beramal
2. Sesudah beramal

1️⃣ Muhasabah sebelum beramal,
Lihat diri apakah bakal mampu melaksanakan amalan tersebut. Timbanglah dengan ilmu yang benar. Timbang juga niat sebelum beramal – apakah murni karena Allah atau karena dunia.

2️⃣ Muhasabah setelah beramal.
Seseorang lihat dirinya atas ketaatan yang dia lakukan. Apakah sudah ikhlas, apakah sudah sesuai petunjuk Rasulullah shallallahu alaihi wasallam?
Apakah sudah Ihsan (merasa diawasi oleh Allah).?

🔸Taubat dan istighfar

Setelah beramal sholeh, dianjurkan untuk istighfar. Dalam beramal sholeh tentu ada kekurangan dan kesalahan.

Ibnu Taimiyyah dalam kitab Majmu Fatawa mengatakan, “Taubat nasuha yang diterima Allah, dapat mengangkat pelakuknya menjadi lebih agung dari sebelumnya. Sebagaimana perkataan sebagian ulama salaf, “Kalau bukan karena taubat yang lebih dia cintai, maka makhluk yang paling mulia tidak akan diuji dengan dosa.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

 وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ
Orang yang tidak taubat, dia lah orang yang dzalim. QS Al Hujurat ayat 11.

🔸Syarat taubat.
1. Menyesal atas kesalahan dan berhenti dari kesalahan.
2. Bertekad untuk tidak mengulangi
3. Kalau terkait dengan manusia – mintalah kehalalan dengan orang yang pernah kita dzalimi.

Dan terimalah taubat (permintaan maaf) saudara kita.

Semoga bermanfaat.

#Muhasabah #taubat #syukur

##$$-aa-$$##

Digita Template

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?