ITU NEGERI AKHIRAT
Diterbitkan pertama kali pada: 03-Sep-2023 @ 06:13
5 menit membaca*ITU NEGERI AKHIRAT*
Ustadz Dr Abdullah y, Lc MA
17 Shafar 1445 H/ 17 September 2023
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima Bekasi
Ba’da Subuh
Negeri akhirat adalah negeri yang seseorang mau ataupun tidak mau akan menuju ke sana, seberapa pun cintanya akan dunia.
Kita semua akan kembali,
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
Dan kenikmatan akhirat lebih baik dan lebih kekal daripada kenikmatan dunia.
Dalam sebuah hadits qudsi, dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: أَعْدَدْتُ لِعِبَادِي الصَّالِحِينَ مَا لاَ عَيْنٌ رَأَتْ، وَلاَ أُذُنٌ سَمِعَتْ، وَلاَ خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ
“Allah azza wa jalla berfirman, ‘Aku telah menyediakan bagi hamba-hamba-Ku yang saleh kenikmatan yang belum pernah mata melihatnya, belum pernah telinga mendengarnya, dan belum pernah pula terbetik dalam kalbu manusia’.”
HR Bukhari dan Muslim dan lainnya.
Surga adalah sesuatu yang sangat mahal dan Allah sediakan bagi orang-orang yang punya sifat-sifat tertentu..
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
تِلْكَ الدَّا رُ الْاٰ خِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِيْنَ لَا يُرِيْدُوْنَ عُلُوًّا فِى الْاَ رْضِ وَلَا فَسَا دًا ۗ وَا لْعَا قِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ
“Itu adalah Negeri akhirat, Kami jadikan bagi orang-orang yang tidak menyombongkan diri dan tidak berbuat kerusakan di bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu bagi orang-orang yang bertakwa.”
(QS. Al-Qasas 28: Ayat 83)
Kata تِلْكَ adalah untuk sesuatu yang jauh. Yang tinggi.
Kata الدَّا رُ الْاٰ خِرَةُ dalam ayat ini adalah surga (kita tahu negeri akhirat juga ada neraka).
✅ Untuk siapa?
1. Orang-orang yang tidak inginkan ketinggian di bumi.
Ulama menafsirkan عُلُوًّا فِى الْاَ رْضِ adalah kesombongan.
Ada yang menafsirkan kesombongan dalam menerima kebenaran.
Ada juga sombong di bumi tanpa haq.
Juga bermakna kedzaliman.
❓Apa yang dimaksud dengan sombong?
Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ
Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya ada kesombongan sebesar biji dzarah. (HR. Muslim)
Dzarah – semut kecil, sangat ringan.
seorang sahabat Radhiallahu’anhu bertanya kepada Nabi ﷺ,
إن الرجل يحب أن يكون ثوبه حسناً ونعله حسنةً
❓“Bagaimana jika seorang suka bajunya bagus, sendalnya bagus…?”
Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,
إن الله جميلٌ يحب الجمال، الكبر بطر الحق وغمط الناس
“Sungguh Allah itu Maha Indah, dan mencintai keindahan. Kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan memandang remeh orang lain.” (HR. Muslim)
Sahabat bertanya untuk diamalkan.
Dan orang-orang beriman akan melihat Keindahan Rabbnya.
Firman Allah Ta’ala,
{وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاضِرَةٌ، إِلَى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ}
“Wajah-wajah (orang-orang mu’min) pada hari itu berseri-seri (indah). Kepada Rabbnyalah mereka melihat” (QS al-Qiyaamah:22-23)
Menolak kebenaran (sombong), bisa karena kuatir kehilangan harta dan jabatan.
Orang-orang kafir Quraisy tidak menerima kebenaran karena mereka kuatir akan kehilangan kenikmatan harta dunia dari perdagangan. Atau kekuatiran akan kehilangan jabatan yang selama ini diagungkan oleh kaumnya.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,
فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُم مِّنِّى هُدًۭى فَمَن تَبِعَ هُدَاىَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati”.
Surat Al-Baqarah (2) Ayat 38
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
فَاِ مَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِّنِّيْ هُدًى ۙ فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقٰى
” Jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, maka (ketahuilah) barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, dia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.”
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 123)
✅ Sombong juga bermakna merendahkan atau meremehkan orang lain (karena urusan dunia).
Allah Ta’ala berfirman,
وَلَا نِسَاء مِّن نِّسَاء عَسَى أَن يَكُنَّ خَيْراً مِّنْهُنَّ
“Dan jangan pula sekumpulan perempuan mencela kumpulan lainnya, boleh jadi yang dicela itu lebih baik “ (QS. Al Hujuraat 11).
✔️Sifat kedua penghuni surga
Yaitu وَلَا فَسَا دًا, tidak berbuat kerusakan.
Maknanya adalah kerusakan.
Larangan riba karena ada kerusakan
Larangan zina karena ada kerusakan.
Larangan Allah pasti ada hikmah dan bila dilanggar pasti ada kerusakan.
Allah adalah Al Hakim, mewajibkan dan melarang dengan hikmah.
Maksiat bisa jadi sebab seseorang terhalangi dari surga.
1. Terhalang masuk surga. Ini karena maksiat yang paling besar,yaitu kesyirikan.
Allah Ta’ala juga berfirman:
إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ
“Sesungguhnya orang yang berbuat syirik terhadap Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun” (QS. Al Maidah: 72).
2. Dihalangi masuk surga di awalnya, artinya diadzab dulu di neraka, untuk dosa-dosa besar yang dibawah kesyirikan.
Ada salaf (Muslim) yang menafsirkan kerusakan yang dimaksud adalah mengambil harta tanpa haq, bukan dengan cara yang halal.
Artinya orang-orang yang akan masuk surga adalah orang-orang yang berhati-hati dalam mencari rezeki di dunia.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Ka’ab,
يَا كَعْبُ بْنَ عُجْرَةَ إِنَّهُ لاَ يَرْبُو لَحْمٌ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ إِلاَّ كَانَتِ النَّارُ أَوْلَى بِهِ
“Wahai Ka’ab bin ‘Ujroh, sesungguhnya daging badan yang tumbuh berkembang dari sesuatu yang haram akan berhak dibakar dalam api neraka.” (HR. Tirmidzi)
Surga itu baik. Dan untuk orang yang baik.
Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An Nisa: 48)
Dan siksa di neraka itu sangat berat. Dan siksa paling ringan adalah seperti disebutkan dalam hadits berikut.
Dari An Nu’man bin Basyir radhiallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
إنَّ أهْوَنَ أهل النارِ عذاباً مَنْ لَهُ نَعْلانِ وشِرَاكانِ من نارٍ يَغلي منهما دماغُه كما يغلي المِرْجَل ما يَرَى أنَّ أحداً أشدُّ منهُ عَذَاباً وإنَّهُ لأهْونُهمْ عذاباً
”Penduduk neraka yang paling ringan siksaannya di neraka adalah seseorang yang memakai dua sandal neraka yang memiliki dua tali. Kemudian otaknya mendidih karena panasnya sebagaimana mendidihnya air di kuali. Orang tersebut merasa tidak ada orang lain yang siksanya lebih pedih dari siksaannya. Padahal siksaannya adalah yang paling ringan diantara mereka” (HR. Muslim).
Banyak-banyak beristighfar, dan hati-hati dalam mencari harta. Hindari harta yang syubhat.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas. Di antara keduanya terdapat perkara-perkara yang syubhat (samar-samar) yang tidak diketahui oleh orang banyak. Maka siapa yang takut terhadap syubhat berarti dia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya. Dan siapa yang terjerumus dalam perkara syubhat, maka akan terjerumus dalam perkara yang diharamkan”. (HR. Bukhari dan Muslim)
Apabila sudah masuk neraka, maka nikmat dunia tidak ada artinya.
Dari Anas bin Malik radhiallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
يُؤتَى بأنْعَم أهل الدنيا مِنْ أهل النار فيُصْبَغُ في النارِ صَبْغَةً ثم يُقَال: يا ابنَ آدمَ هل رأيتَ خيراً قطُّ هل مَرَّ بكَ نعيمٌ قط؟ فيقولُ لا والله يا ربِّ، ويؤْتَى بأشَدِّ الناسِ بؤساً في الدنيا مِنْ أهل الجنة فيصبغُ صبغةً في الجنة فيقال: يا ابن آدمَ هل رأيتَ بؤساً قط؟ هل مَرَّ بك من شدة قط؟ فيقولُ: لا والله يا ربِّ ما رأيتُ بؤساً ولا مرّ بِي مِنْ شدةٍ قَطُّ
“Didatangkan penduduk neraka yang paling banyak nikmatnya di dunia pada hari kiamat. Lalu ia dicelupkan ke neraka dengan sekali celupan. Kemudian dikatakan kepadanya, ‘Wahai anak Adam, apakah engkau pernah merasakan kebaikan sedikit saja? Apakah engkau pernah merasakan kenikmatan sedikit saja?’ Ia mengatakan, ‘Tidak, demi Allah, wahai Rabb-ku.” Didatangkan pula penduduk surga yang paling sengsara di dunia. Kemudian ia dicelupkan ke dalam surga dengan sekali celupan. Kemudian dikatakan kepadanya, ‘Wahai anak Adam, apakah engkau pernah merasakan keburukan sekali saja? Apakah engkau pernah merasakan kesulitan sekali saja?’ Ia menjawab, ‘Tidak, demi Allah, wahai Rabb-ku! Aku tidak pernah merasakan keburukan sama sekali dan aku tidak pernah melihatnya tidak pula mengalamminya” (HR. Muslim).
Semoga bermanfaat.
$$##-aa-##$$

