PENGHALANG HIDAYAH
Diterbitkan pertama kali pada: 13-Agu-2023 @ 06:58
5 menit membaca*PENGHALANG HIDAYAH*
Ustadz Muhammad Anwar, Lc MPd
24 Muharam 1445H/13.08.2023
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
Apa itu hidayah?
Secara bahasa adalah bimbingan untuk bisa menuju sesuatu yang diinginkan.
Secara istilah adalah bimbingan supaya bisa sampai pada jalan yang benar.
✅ Hidayah dibagi menjadi 3.
1️⃣ Hidayatul Ammah – hidayah umum
Diberikan kepada seluruh makhluk Allah. Yaitu hidayah untuk bisa sampai hal yang bermanfaat dan bisa terhindar dari mudharat.
Misalnya
Anak kecil yang tahu api yang panas
Burung yang tahu arah terbang
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَا لَّذِيْ قَدَّرَ فَهَدٰى
“yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk,”
(QS. Al-A’la 87: Ayat 3)
2️⃣ Hidayatul bayan – Irsyad, yaitu yang sekedar menunjukkan.
Bisa dimiliki oleh setiap manusia.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَاِ نَّكَ لَتَهْدِيْۤ اِلٰى صِرَا طٍ مُّسْتَقِيْمٍ
“Dan sungguh, engkau benar-benar membimbing (manusia) kepada jalan yang lurus,”
(QS. Asy-Syura 42: Ayat 52)
3️⃣ Hidayatul Taufiq – Ilham. Hanya Allah yang punya. Adalah petunjuk yang langsung dari Allah yang masuk ke hati manusia yang mana hati tersebut akan menggerakkan untuk mengamalkan Hidayatul Irsyad.
مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ, وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ
Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menye-satkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk.
Doa yang paling sering Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam panjatkan adalah:
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ، ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ
Yaa muqollibal quluub, tsabbit qolbii ‘alaa diinik.
Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.
HR Tirmidzi
Yang sering dipanjatkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam
اللَّهُمَّ إنِّي أسْألُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى
“Allahumma inni as-alukal huda wat tuqo wal ‘afaf wal ghina.” Artinya: Ya Allah, aku meminta pada-Mu petunjuk, ketakwaan, diberikan sifat ‘afaf dan ghina.
HR Muslim
⛔ *Penghalang hidayah*
1️⃣ Lemah ilmu atau tidak ada ilmu.
Dalam sholat kita berlindung dari suatu kelompok karena Allah sesatkan karena tidak ada ilmu.
Dalam setiap sholat kita berdoa..
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّينَ
(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan pula (jalan) mereka yang sesat.
orang yang tersesat adalah orang yang tidak mengamalkan kebenaran gara-gara kebodohan dan kesesatan mereka.
Kadang kita memusuhi sesuatu karena kita tidak tahu ilmunya.
Solusi – rajinlah menuntut ilmu
2️⃣ *punya ilmu tapi tidak amalkan*
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّينَ
(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan yang sesat.
Yahudi itu punya ilmu namun tidak mau mengamalkannya.
3️⃣ *Hasad dan sombong*
Dahulu iblis adalah makhluk Allah yang taat, namun begitu Allah ciptakan manusia, iblis mulai sombong.
Dalam Qs Al Baqarah disebutkan bagaimana pintar nya Nabi Adam dan itulah yang menyebabkan iblis hasad dan sombong.
Allah laknat iblis sebagai penghuni neraka selama-lamanya.
Yahudi merasa bangga dengan kasta mereka.
Yahudi hasad dan dengki kepada Nabi Muhammad ﷺ.
Yahudi itu nasab nya sampai kepada Ishaq turunan Dari Sarah.
Sedangkan Nabi Muhammad nasab nya nyambung ke Nabi Ismail anak dari Hajar.
Abu Jahal juga terhalangi hidayah karena hasad dan kesombongan. Orangnya cerdas, dikenal bijaksana. Laqab nya Abul Hakam.
4️⃣ *Takut karena jabatan hilang*
Lihatlah bagaimana Heraklius yang tidak jadi beriman kepada Muhammad ﷺ karena takut kehilangan jabatannya.
Terjadilah dialog antara Heraklius dan Abu Sufyan yang saat itu masih musyrik namun jujur menceritakan kebenaran tentang Rasulullah shallallahu alaihi wasallam..
Di akhir dialog dia menyimpulkan bahwa semua ciri-ciri nabi yang dijelaskan dalam kitab Injil, Nabi yang mereka tunggu-tunggu ada pada diri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu Heraklius mengatakan,
“Jika benar apa yang engkau beritakan, maka dia (maksudnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ) kelak akan mampu menguasai wilayah yang dipijak oleh kedua kakiku ini. Saya yakin dia akan datang, namun saya tidak pernah menduga kalau dia berasal dari kalian”.
Heraklius berkata kepada utusan Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu Dihyah bin al-Kalbi, “Sungguh saya tahu bahwa temanmu itu adalah seorang nabi yang diutus.Nabi yang kami tunggu-tunggu dan nabi yang kami dapatkan (keterangannya) dalam kitab kami. Namun saya takut orang-orang romawi akan membunuhku. Kalau bukan karena itu, tentu saya sudah mengikutinya.”
Hal semacam ini banyak di jaman kita.
Begitu juga Fir’aun yang tidak beriman karena takut kehilangan jabatan setelah musyawarah dengan Haman.
5️⃣ *Syahwat dan harta benda*
Syahwat adalah dorongan jiwa untuk melakukan hal-hal yang diinginkan. Ada syahwat halal dan ada syahwat haram.
Dalam poin ini yang dimaksud adalah syahwat haram.
Misalnya orang takut duduk di majelis ilmu karena takut gak bisa mencari harta dengan caranya yang bisa jadi haram. Misalnya riba,
6️⃣ *Lebih mencintai keluarga, kerabat daripada hidayah*
Ini terjadi pada orang-orang Nasrani, Yahudi dan musyrikin.
Banyak orang yang terhalangi mau masuk Islam karena ancaman keluarganya.
Di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ada seorang pemuda yang kaya, berpenampilan rupawan, dan biasa dengan kenikmatan dunia. Ia adalah Mush’ab bin Umair. Ada yang menukilkan kesan pertama al-Barra bin Azib ketika pertama kali melihat Mush’ab bin Umair tiba di Madinah. Ia berkata,
رَجُلٌ لَمْ أَرَ مِثْلَهُ كَأَنَّهُ مِنْ رِجَالِ الجَنَّةِ
“Seorang laki-laki, yang aku belum pernah melihat orang semisal dirinya. Seolah-olah dia adalah laki-laki dari kalangan penduduk surga.”
Ia adalah di antara pemuda yang paling tampan dan kaya di Kota Mekah. Kemudian ketika Islam datang, ia jual dunianya dengan kekalnya kebahagiaan di akhirat.
Dalam Asad al-Ghabah, Imam Ibnul Atsir mengatakan, “Mush’ab adalah seorang pemuda yang tampan dan rapi penampilannya. Kedua orang tuanya sangat menyayanginya. Ibunya adalah seorang wanita yang sangat kaya. Sandal Mush’ab adalah sandal al-Hadrami, pakaiannya merupakan pakaian yang terbaik, dan dia adalah orang Mekah yang paling harum sehingga semerbak aroma parfumnya meninggalkan jejak di jalan yang ia lewati.” (al-Jabiri, 2014: 19).
7️⃣ *Takut meninggalkan ajaran nenek moyang*
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَاِ ذَا قِيْلَ لَهُمْ تَعَا لَوْا اِلٰى مَاۤ اَنْزَلَ اللّٰهُ وَاِ لَى الرَّسُوْلِ قَا لُوْا حَسْبُنَا مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ اٰبَآءَنَا ۗ اَوَلَوْ كَا نَ اٰبَآ ؤُهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ شَيْـئًـا وَّلَا يَهْتَدُوْنَ
“Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Marilah (mengikuti) apa yang diturunkan Allah dan (mengikuti) Rasul.”
Mereka menjawab, “Cukuplah bagi kami apa yang kami dapati nenek moyang kami (mengerjakannya).” Apakah (mereka akan mengikuti) juga nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?”
(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 104)
Ini yang juga banyak kita jumpai saat ini. Islam tidak datang untuk memusuhi adat istiadat, tapi hanya menyempurnakan.
8️⃣ *teman-teman nongkrong kita*
Ash-shohibu saahib. Teman-teman itu menarik – mempengaruhi.
Dalam sebuah hadits Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan tentang peran dan dampak seorang teman dalam sabda beliau :
مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَة
“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Semoga bermanfaat.
$$##-aa-$$##


