MAKNA DOA DAN DZIKIR – 15
Diterbitkan pertama kali pada: 03-Jun-2023 @ 06:17
3 menit membaca*MAKNA DOA DAN DZIKIR – 15*
Ustadz Muhammad Anwar, Lc MPd
14 Dzulqaidah 1444H/03.06.2023
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
➡️ *Kita lanjutkan dengan membaca kitab Hisnul Muslim*
🔘 Membaca Salawat Setelah Tasyahud
Ada beberapa riwayat versi doa Sholawat, diantaranya.
➡️ Shalawat Setelah Tasyahhud 1 (Dari Ka’ab bin Ujrah)
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدُ مَجِيْدٌ، اَللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدُ مَجِيْدٌ.
Allaahumma sholli ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa shollaita ‘alaa ibroohiim, wa ‘alaa aali ibroohiim, innaka hamiidun majiid. Allaahumma baarik ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa baarokta ‘alaa ibroohiim, wa ‘alaa aali ibroohiim, innaka hamiidun majiid.
“Ya Allah, berilah rahmat kepada Muhammad dan keluarganya, sebab Engkau telah memberikan rahmat kepada Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung. Berilah berkah kepada Muhammad dan keluarganya (termasuk anak dan istri atau umatnya), sebab Engkau telah memberi berkah kepada Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.” HR Bukhari dan Muslim
🔸Sholawat untuk Nabi maksudnya adalah Allah memuji Nabi shallallahu alaihi wasallam di hadapan para malaikat.
🔸Makna كَمَا (sering diterjemahkan dengan seperti atau sebagaimana) namun yang lebih tepat adalah *sebab*✅
Bila dengan kata sebagaimana atau seperti seolah-olah Nabi Ibrahim lebih mulia daripada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
Arti حَمِيْدُ adalah Maha Terpuji
Arti مَجِيْدٌ adalah Maha Mulia.
Jarang sekali kedua sifat (terpuji dan mulia) itu ada pada seseorang, tapi kedua ada pada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Maksud keberkahan untuk Nabi adalah tambahkan kebaikan, supaya makin berkembang.
➡️ Sholawat 2
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
Allaahumma sholli ‘alaa muhammad, wa ‘alaa azwaajihi wa dzurriyyatihi, kamaa shollaita ‘alaa aali ibroohiim. Wa baarik ‘alaa muhammad, wa ‘alaa azwaajihi wa dzurriyyatihi, kamaa baarokta ‘alaa aali ibroohiim, innaka hamiidun majiid.
“Ya Allah, berilah rahmat kepada Muhammad, istri-istri dan keturunannya, karena Engkau telah memberikan rahmat kepada keluarga Ibrahim. Berilah berkah kepada Muhammad, istri-istri dan keturunannya, karena Engkau telah memberkahi kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.” HR Bukhari dan Muslim
Doa keberkahan diatas untuk keberkahan keluarga Nabi ini khusus bagi anggota keluarga Nabi yang beriman dan ikuti ajaran Nabi shallallahu alaihi wasallam.
Al Hafidh Ibnu Hajar rahimahullah ditanya tentang Shalawat kepada Nabi ﷺ di dalam shalat atau di luar shalat, baik dikatakan wajib atau sunnah, apakah disyariatkan padanya pensifatan Nabi ﷺ dengan sayyid dengan menyatakan misalnya: (صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ) atau (صَلِّ عَلَى سَيِّدِ وَلَدِ آدَمَ) atau mencukupkan dengan (اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ) ? Mana yang lebih utama, menggunakan lafazh Sayyidina, karena itu adalah sifat Beliau ﷺ atau tidak menggunakannya, karena tidak ada dalam Atsar?.
Beliau (Al- Hafidh Ibnu Hajar) menjawab : ”Benar, mengikuti lafazh-lafazh (shalawat) yang diajarkan Nabi ﷺ lebih rajih. Tidak boleh dikatakan bahwa mungkin Beliau ﷺ tidak menggunakan lafazh Sayyid karena sifat rendah hati Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana juga tidak disampaikan ketika disebut nama Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Padahal umatnya dianjurkan sekali untuk mengucapkan (shalawat) setiap kali nama Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam disebut. kami berpendapat bahwa seandainya penyebutan “Sayyid” itu rajih tentulah ada berita dari para Sahabat kemudian para Tabi’in. Namun kami belum pernah mendapatkan satupun atsar dari seorang Sahabat dan Tabi’in yang menyatakan demikian, padahal banyak sekali (lafazh) shalawat yang diriwayatkan dari mereka.
Pendapat yang kuat – Kalau tambahan sayyidina dibacakan diluar sholat maka hal ini boleh.
Para ulama membolehkan untuk Sholawat untuk muslim secara umum, adapun secara pribadi boleh tapi sekali-kali saja supaya tidak jadi syiar.
🔘 Doa Setelah Tasyahud Akhir Sebelum Salam
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ.
“Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari siksaan kubur, dari siksa neraka Jahanam, fitnah (ujian) kehidupan dan setelah mati, serta dari kejahatan fitnah (ujian) Almasih Dajjal.”
Hadits ini diriwayatkan dari Abu Hurairah (HR Bukhari dan Muslim).
🖍️❌
Perlu waspada ada sekte dalam Islam yang menolak adanya fitnah kubur dengan alasan hadits ahad. Namun mereka tidak bisa menolak doa diatas (ada minta perlindungan dari adzab kubur) karena hadits nya shahih dari banyak sahabat (bukan hadits ahad).
Disebut Jahanam – satu akar kata dengan Juhunam – yang artinya gelap.
Neraka Jahanam juga sangat dalam.
Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, beliau berkata,
كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ سَمِعَ وَجْبَةً فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَدْرُونَ مَا هَذَا قَالَ قُلْنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ هَذَا حَجَرٌ رُمِيَ بِهِ فِي النَّارِ مُنْذُ سَبْعِينَ خَرِيفًا فَهُوَ يَهْوِي فِي النَّارِ الْآنَ حَتَّى انْتَهَى إِلَى قَعْرِهَا
“Kami pernah bersama Nabi shallallahu alaihi wasallam tiba-tiba beliau mendengar seperti suara benda jatuh ke dasar. Nabi shallallahu alaihi wasallam bertanya, ‘Tahukah kalian suara apa itu?’ Kami menjawab, ‘Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.’ Beliau bersabda, ‘Ini adalah batu yang dilemparkan ke neraka sejak 70 tahun yang lalu dan sekarang baru mencapai dasarnya’” (HR. Muslim).
Hayati makna doa supaya doa kita lebih khusyu di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Semoga bermanfaat.
##$$-aa-$$##

