GELAPNYA FITNAH
Diterbitkan pertama kali pada: 26-Feb-2023 @ 11:57
5 menit membaca*GELAPNYA FITNAH*
Ustadz Afifi Abdul Wadud, BA
6 Sya’ban 1444H/26.02.2023
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
Kecintaan akan majelis ilmu adalah salah satu barometer keimanan, Ilmu adalah cahaya akhirat.. Ilmu akan menjaga seseorang dari bahaya syubhat.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
بَادِرُوا بِالأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِى كَافِرًا أَوْ يُمْسِى مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا
“Bersegeralah melakukan amalan shalih sebelum datang fitnah (musibah) seperti potongan malam yang gelap. Yaitu seseorang pada waktu pagi dalam keadaan beriman dan di sore hari dalam keadaan kafir. Ada pula yang sore hari dalam keadaan beriman dan di pagi hari dalam keadaan kafir. Ia menjual agamanya karena sedikit dari keuntungan dunia” [HR. Muslim]
➡️ Hadits ini memberi Faidah:
1. Perintah selamat untuk segera beramal
2. Akan muncul fitnah
3. Dahsyat nya fitnah
4. Adanya fitnah dunia
🔹Abu Hurairah adalah sahabat Nabi shallallahu alaihi wasallam yang keutamaan.
Dalam sebuah hadits,
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَسُبُّوا أَصْحَابِي فَلَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ أَنْفَقَ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا مَا بَلَغَ مُدَّ أَحَدِهِمْ وَلَا نَصِيفَهُ
Dari Abu Sa’id Al Khudri Radhiyallahu ‘ahnu, beliau berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,”Janganlah kalian mencela sahabat-sahabatku. Seandainya salah seorang dari kalian berinfaq emas seperti Gunung Uhud, tidak akan menyamai satu mud (infaq) salah seorang dari mereka dan tidak pula setengahnya.
HR Bukhari dan Muslim
Keislaman Abu Hurairah sangat singkat sekitar 3-4 tahun namun telah meriwayatkan hadits sebanyak 5 ribu lebih.
Itulah sebabnya Syiah Rafidhah – sangat berusaha untuk menjatuhkan Abu Hurairah..
🔹Abu Hurairah itu ahlu sufhah, yang mendedikasikan hidupnya untuk ilmu.
Dan Nabi shallallahu alaihi wasallam pun mendoakan Abu Hurairah supaya tidak lupa dengan hafalan nya.
🔹Abu Hurairah adalah sahabat yang paling semangat mencari hadits.
عن أبي هريرة قال : يا رَسُولَ اللَّهِ من أَسْعَدُ الناس بِشَفَاعَتِكَ يوم الْقِيَامَةِ قال رسول اللَّهِ صلى الله عليه وسلم لقد ظَنَنْتُ يا أَبَا هُرَيْرَةَ أَنْ لَا يَسْأَلُنِي عن هذا الحديث أَحَدٌ أَوَّلُ مِنْكَ لِمَا رأيت من حِرْصِكَ على الحديث أَسْعَدُ الناس بِشَفَاعَتِي يوم الْقِيَامَةِ من قال لَا إِلَهَ إلا الله خَالِصًا من قَلْبِهِ
Dari Abu Huroiroh radhiallahu ‘anhu, ia berkata, “Wahai Rasulullah, siapakah yang paling berbahagia dengan syafa’atmu pada hari kiamat?”. Nabi ﷺ berkata, “Aku telah menyangka bahwasanya tidak ada seorangpun yang mendahuluimu bertanya kepadaku tentang hadits ini, karena aku melihat semangatmu dalam mencari hadits. Orang yang paling berbahagia dengan syafa’atku pada hari kiamat adalah orang yang mengucapkan Laa ilaah ilallaah ikhlas dari hatinya” (HR Al-Bukhari)
Untuk urusan akhirat / kebaikan harus segera dilakukan.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,
مَنْ بَطَّأَ بِهِ عَمَلُهُ لَمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ
“Barangsiapa yang lambat amalnya, maka kemuliaan nasab tidak dapat mempercepatnya.”
Kebahagian adalah suatu hal yang diinginkan oleh semua orang, termasuk kafir. Bahagia adalah jiwa yang tenang.
Namun tidak sedikit orang yang salah jalan dalam mencari kebahagiaan.. Yang akhirnya walaupun telah sampai puncak karir tidak didapatkan apa yang dia sebut bahagia..
Bahagia itu letaknya di hati, hati yang tenang, hati yang lapang.
Yaitu orang yang beriman..
🔹Allah Ta’ala berfirman dalam Al Qur’an:
وَمَنْ يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلَا يُظْلَمُونَ نَقِيرًا
“Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun.” (QS. An-Nisa : 124)
Orang yang jafurt, kebaikan nya sia-sia di sisi Allah di akhirat kelak.
Contoh dermawan Ibnu Jud’an, Abu Thalib yang membela dakwah Nabi ﷺ.
Bagaimana cara orang beriman dibalik musibah yang beruntun tetap bisa bahagia? Harus sabar dan ikhlas..
✅ Sikap manusia terhadap musibah..
1. Gak bisa bersabar
2. Bersabar, tidak mengeluhkan kondisi kepada makhluk, masih merasakan pahitmya musibah
3. Ridho akan musibah yang terjadi
4. Bersyukur dibalik musibah yang diterima
Harus dilihat dengan kacamata iman.
Abu Qilabah – seorang perawi hadits – yang diakhir Hayat kehilangan tangan namun tetap bersyukur.. Selalu terdengar ucapan syukur.
Janji Allah di akhirat kelak kepada orang yang sabar karena musibah adalah pahala yang sangat besar. Bahkan seseorang yang di dunia tidak diuji dengan musibah, kelak di akhirat mengharapkan dia dapat musibah di dunia.. Supaya juga dapat pahala yang besar.
Contoh musibah dan dilihat dengan kacamata iman..
Telah diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam kitab shahihnya dengan sanadnya dari ‘Atha’ bin Abi Rabah ia berkata, Ibnu Abbas berkata kepadaku, “Inginkah engkau aku tunjukkan seorang wanita penghuni surga?” Aku pun menjawab, “Tentu saja.”
Ia berkata, ”Wanita berkulit hitam ini (orangnya). Ia telah datang menemui Nabi shallallahu’alaihi wasallam lalu berkata:
“Sesungguhnya aku berpenyakit ayan (epilepsi), yang bila kambuh maka tanpa disadari auratku terbuka. Do’akanlah supaya aku sembuh.” Rasululloh shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
“Jika engkau kuat bersabar, engkau akan memperoleh surga. Namun jika engkau ingin, aku akan berdoa kepada Allah agar Dia menyembuhkanmu.”
Maka ia berkata:”Aku akan bersabar.” Kemudian ia berkata:”Sesungguhnya aku (bila kambuh maka tanpa disadari auratku) terbuka, maka mintakanlah kepada Allah supaya auratku tidak terbuka.” Maka Beliau shallallahu ’alaihi wasallam pun mendo’akannya. (HR Al-Bukhari)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, “Di dunia itu terdapat surga. Barangsiapa yang tidak memasukinya, maka dia tidak akan memperoleh surga akhirat.”
Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa surga dunia adalah mencintai Allah, mengenal Allah, senantiasa mengingat-Nya, merasa tenang dan thuma’ninah ketika bermunajat pada-Nya, menjadikan kecintaan hakiki hanya untuk-Nya, memiliki rasa takut dan dibarengi rasa harap kepada-Nya, senantiasa bertawakkal pada-Nya dan menyerahkan segala urusan hanya pada-Nya.
Inilah surga dunia yang dirindukan oleh para pecinta surga akhirat.
🔹Kenapa segera beramal?
Karena dengan amal sholeh Allah akan angkat derajat bagi pelakunya.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَعَدَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَـيَسْتَخْلِفَـنَّهُمْ فِى الْاَ رْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۖ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِيْنَهُمُ الَّذِى ارْتَضٰى لَهُمْ وَلَـيُبَدِّلَــنَّهُمْ مِّنْۢ بَعْدِ خَوْفِهِمْ اَمْنًا ۗ يَعْبُدُوْنَنِيْ لَا يُشْرِكُوْنَ بِيْ شَيْـئًــا ۗ وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذٰلِكَ فَاُ ولٰٓئِكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ
“Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridai. Dan Dia benar-benar mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka (tetap) menyembah-Ku dengan tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatu pun. Tetapi barang siapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.”
(QS. An-Nur 24: Ayat 55)
2️⃣ Berita akan datangnya fitnah.
Kehidupan kita semua adalah fitnah
Fitnah ini adalah ujian.
Ini adalah definisi fitnah umum.
Namun ada fitnah arti khusus, misalnya adanya Hajaj bin Yusuf.
Dan sikap Hasan Al Bashri saat hadapi Hajjaj bin Yusuf.
➡️ Syahwat – rusaknya keinginan – ingin maksiat
Banyak orang yang ingin jadi pengusaha namun kelak akan banyak penyesalan di akhirat.
➡️ Syubhat itu yang rusak ilmunya.
Fitnah akan hancurkan agama seseorang..
Beliau bersabda kepada para sahabat,
تَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنَ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ
Berlindunglah kepada Allah dari setiap fitnah, yang nampak maupun yang tidak nampak. (HR. Muslim )
🔹Maksudnya
1. Terhindar dari fitnah semacam Dajjal
2. Supaya tidak terjerumus fitnah yang rusak agama
3. Agar bisa menghindari fitnah dengan tepat. Sesuai penjelasan para dari Nabi
Semoga bermanfaat.
##$$-aa-$$##


