KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH #01 (Muqaddimah)
- KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH #6 ORANG-ORANG YANG SABAR
- KARAKTERISTIK HAMBA YANG) DICINTAI ALLAH #02 : ORANG YANG BERTAUBAT
- KARAKTERISTIK HAMBA YANG) DICINTAI ALLAH #03 : ORANG-ORANG YANG MENYUCIKAN DIRI.
- KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH-04
- KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH #5 ORANG-ORANG YANG MENGIKUTI TUNTUNAN NABI ﷺ
- KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH #01 (Muqaddimah)
- KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH #8 ORANG-ORANG YANG BERBUAT ADIL
- KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH #9 JIHAD FII SABILILLAH
- KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH #10 HAMBA YANG SUKA MEMBACA SURAT AL IKHLAS
- KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH (11&12)
Diterbitkan pertama kali pada: 16-Jul-2022 @ 06:53
5 menit membaca*KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH* #1 (Muqaddimah)
Syaikh Abdul Azhim bin Badawi al-Khalafi
Ustadz Rizal Yuliar Putrananda, Lc
16 Dzulhijjah 1443 H
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
Kenikmatan yang sesungguhnya itu datangnya dari Allah ﷻ. Namun manusia tidak akan mampu menghitung nikmat Allah. Bahkan Allah berfirman..
إِنَّ الإنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ
Sesungguhnya manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).
➡️ Kitab karakter hamba yang dicintai Allah…
Konsekuensi dari belajar kitab ini adalah supaya kita berupaya berhias diri, supaya mendapatkan cinta dari Allah.
Syaikh Abdul Azhim ini masih hidup dan pernah datang ke negeri kita tercinta ini.
Cinta mendapatkan kebahagiaan bila cinta itu tidak bertepuk sebelah tangan.
Lalu – bagaimana bila yang kita cintai Allah Subhanahu wa Ta’ala dan ternyata cinta kita ini tidak berbalas..
🔻Banyak orang mengakui cinta kepada Allah, namun belum tentu berbalas.
Bahkan musuh Allah pun juga mengaku cinta kepada Allah.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَقَا لَتِ الْيَهُوْدُ وَا لنَّصٰرٰى نَحْنُ اَبْنٰٓ ؤُا اللّٰهِ وَاَ حِبَّآ ؤُهٗ ۗ قُلْ فَلِمَ يُعَذِّبُكُمْ بِذُنُوْبِكُمْ ۗ بَلْ اَنْـتُمْ بَشَرٌ مِّمَّنْ خَلَقَ ۗ يَغْفِرُ لِمَنْ يَّشَآءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَّشَآءُ ۗ وَلِلّٰهِ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۖ وَاِ لَيْهِ الْمَصِيْرُ
“Orang Yahudi dan Nasrani berkata, “Kami adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya.”
Katakanlah, “Mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu? Tidak, kamu adalah manusia (biasa) di antara orang-orang yang Dia ciptakan. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan menyiksa siapa yang Dia kehendaki. Dan milik Allah seluruh kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya. Dan kepada-Nya semua akan kembali.””
(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 18)
Dalam ayat ini Allah membantah pengakuan orang-orang Yahudi dan Nasrani, bahkan Allah akan memberi adzab kepada mereka. Baik adzab saat di dunia maupun di akhirat.
🖍️Bentuk hukuman mereka di dunia adalah.
1. Dibiarkan tersesat selama 40 tahun
2. Dirubah dari bentuk asli (monyet dan babi)
Salah satu Doa yang diajarkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah
Doa Agar Mudah Melakukan Kebaikan, Meninggalkan Kemungkaran, Mencintai Orang Miskin Dan Berlindung Dari Fitnah
اَللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ، وَتَرْكَ الْمُنْكَرَاتِ، وَحُبَّ الْمَسَاكِينِ، وَإِذَا أَرَدْتَ بِعِبَادِكَ فِتْنَةً، فَاقْبِضْنِى إِلَيْكَ غَيْرَ مَفْتُونٍ، وَأَسْأَلُكَ حُبَّكَ، وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ، وَحُبَّ عَمَلٍ يُقَرِّبُنِي إِلَى حُبِّكَ
“Allaahumma innii as-aluka fi’lal khoiroot, wa tarkal munkaroot, wa hubbal masaakiin. Wa idzaa arod-ta bi’ibaadika fitnatan, faq-bidh-nii ilaika ghoiro maftuun wa asaluka hubbaka wa hubba man yuhibbuka wa hubba ‘amalin yuqorribuny ila hubbika”
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu taufiq agar bisa mengamalkan semua kebaikan, meninggalkan semua kemungkaran dan bisa mencintai orang miskin. Jika Engkau menghendaki bagi hamba-hamba-Mu ujian (fitnah), maka wafatkanlah aku tanpa terkena fitnah itu, dan aku meminta kecintaan-Mu dan kecintaan orang-orang yang mencintai-Mu dan kecintaan kepada suatu amalan yang mendekatkanku kepada cinta-Mu” HR Ahmad, HR Tirmidzi
Kemudian Ustadz membawakan kisah bagaimana Abu Hurairah yang selalu berusaha mengajak ibunya masuk Islam,yang saat itu masih musryik.
Yang suka mencela dirinya (dan tidak apa-apa) namun saat ibunya mencela Rasulullah ﷺ maka Abu Hurairah menangis, saking cintanya Abu Hurairah kepada Rasulullah ﷺ.
Kesedihan dan tangis Abu Hurairah diketahui Rasulullah ﷺ, dan Abu Hurairah menceritakan apa yang ibunya lalukan, dan minta Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berdoa supaya ibunya dapat hidayah. Akhirnya ibunya masuk Islam.
Abu Hurairah pun ketagihan minta doa kepada Rasulullah ﷺ supaya Abu Hurairah dan Ibunya dicintai Allah dan kaum mukminin..
Rasulullah ﷺ berdoa, “Ya Allah, jadikanlah hamba-Mu ini yaitu Abu Hurairah dan ibunya orang yang dicintai oleh semua hambaMu yang beriman dan jadikanlah mereka berdua orang-orang yang mencintai semua orang yang beriman”. Karena itu tidak ada seorang pun mukmin yang mendengar tentang diriku ataupun melihat diriku kecuali akan mencintaiku [HR Muslim].
🖍️ Faidah : *Syiah yang suka mencela Abu Hurairah berarti bukan mukminin.*
Dari Anas bin Malik, beliau mengatakan bahwa seseorang bertanya pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
مَتَّى السَّاعَةُ يَا رَسُولَ اللَّهِ
“Kapan terjadi hari kiamat, wahai Rasulullah?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,
مَا أَعْدَدْتَ لَهَا
“Apa yang telah engkau persiapkan untuk menghadapinya?” Orang tersebut menjawab,
مَا أَعْدَدْتُ لَهَا مِنْ كَثِيرِ صَلاَةٍ وَلاَ صَوْمٍ وَلاَ صَدَقَةٍ ، وَلَكِنِّى أُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ
“Aku tidaklah mempersiapkan untuk menghadapi hari tersebut dengan banyak shalat, banyak puasa dan banyak sedekah. Tetapi yang aku persiapkan adalah cinta Allah dan Rasul-Nya.” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,
أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ
“(Kalau begitu) engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.” (HR. Bukhari dan Muslim) Dalam riwayat lain di Shohih Bukhari, Anas mengatakan,
فَمَا فَرِحْنَا بِشَىْءٍ فَرَحَنَا بِقَوْلِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – « أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ » . قَالَ أَنَسٌ فَأَنَا أُحِبُّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ ، وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ مَعَهُمْ بِحُبِّى إِيَّاهُمْ ، وَإِنْ لَمْ أَعْمَلْ بِمِثْلِ أَعْمَالِهِمْ
“Kami tidaklah pernah merasa gembira sebagaimana rasa gembira kami ketika mendengar sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: Anta ma’a man ahbabta (Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai).” Anas pun mengatakan,
فَأَنَا أُحِبُّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ ، وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ مَعَهُمْ بِحُبِّى إِيَّاهُمْ ، وَإِنْ لَمْ أَعْمَلْ بِمِثْلِ أَعْمَالِهِمْ
“Kalau begitu aku mencintai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakar, dan ‘Umar. Aku berharap bisa bersama dengan mereka karena kecintaanku pada mereka, walaupun aku tidak bisa beramal seperti amalan mereka.”
Itulah keutamaan orang yang mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, orang sholeh, pelaku kebaikan yang masih hidup atau pun yang telah mati. Namun, kecintaan ini dilakukan dengan melakukan perintah Allah dan Rasul-Nya, menjauhi setiap larangan dan beradab sesuai yang diajarkan oleh syari’at Islam.
🔻 *Cinta kita di dunia akan berdampak di akhirat kelak.*❤️
Allah berfirman,
الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ
“Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS. Az-Zukhruf: 67)
🖍️ Selanjutnya pahami nama-nama dan sifat Allah dengan pemahaman yang benar.
Allah mempunyai sifat mencintai, manusia juga punya sifat mencintai tapi hakikatnya berbeda.
Allah tegaskan hal ini dalam firman Allah.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَنْ يَّرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِيْـنِهٖ فَسَوْفَ يَأْتِى اللّٰهُ بِقَوْمٍ يُّحِبُّهُمْ وَيُحِبُّوْنَهٗۤ ۙ اَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ اَعِزَّةٍ عَلَى الْكٰفِرِيْنَ ۖ يُجَاهِدُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا يَخَا فُوْنَ لَوْمَةَ لَآئِمٍ ۗ ذٰلِكَ فَضْلُ اللّٰهِ يُؤْتِيْهِ مَنْ يَّشَآءُ ۗ وَا للّٰهُ وَا سِعٌ عَلِيْمٌ
“Wahai orang-orang yang beriman! Barang siapa di antara kamu yang murtad (keluar) dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum, Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, dan bersikap lemah lembut terhadap orang-orang yang beriman, tetapi bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah yang diberikan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui.”
(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 54)
Cinta Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak bisa disamakan dengan cinta makhluk.
Dalam sebuah hadits.. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ عَبْدًا دَعَا جِبْرِيلَ فَقَالَ إِنِّي أُحِبُّ فُلَانًا فَأَحِبَّهُ قَالَ فَيُحِبُّهُ جِبْرِيلُ ثُمَّ يُنَادِي فِي السَّمَاءِ فَيَقُولُ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ فُلَانًا فَأَحِبُّوهُ فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ قَالَ ثُمَّ يُوضَعُ لَهُ الْقَبُولُ فِي الْأَرْضِ
“Sesungguhnya apabila Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai seseorang, maka Dia akan memanggil malaikat Jibril alaihi salam seraya berseru: ‘Hai Jibril, sesungguhnya Aku mencintai si fulan. Oleh karena itu, cintailah ia! ‘ Rasulullah bersabda: ‘Akhirnya orang tersebut pun dicintai Jibril. Setelah itu, Jibril berseru di atas langit; ‘Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai si fulan. OIeh karena itu, cintailah ia! ‘ Kemudian para penghuni langit pun mulai mencintainya pula.’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Setelah itu para penghuni bumi juga mencintainya.’
Muttafaq ‘alaih
Tidak terlalu penting pengakuan cinta kita kepada Allah, yang terpenting adalah bagaimana Allah mencintai kita..
Semoga bermanfaat.
##$$-aa-$$##



بارك الله فيكم جميعا يا شيخ
جزاكم الله خيرا