TematikAqidahUstadz Musa Mulyadi, Lc

KEPERCAYAAN ADANYA KE SIALAN BULAN SAFAR DALAM TIMBANGAN SYARIAT

Diterbitkan pertama kali pada: 26-Sep-2021 @ 06:02

4 menit membaca

*KEPERCAYAAN ADANYA KE SIALAN BULAN SAFAR DALAM TIMBANGAN SYARIAT*
Ustadz Musa Mulyadi, Lc
18 Safar 1443H
@Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima Bekasi..

Ini adalah fenomena yang terjadi sejak dahulu, bahkan sebelum zaman Nabi ﷺ.

Di Masyarakat kita juga banyak hal semacam ini..

Di Jawa ada Rebo Wekasan, saat banyak turunnya kesialan.
Di lombok, ada Rabu Guntung, Rabu terakhir di bulan Safar yang banyak turun bala.. Sehingga muncul budaya ramai-ramai mandi ke pantai jamaah.

Kebetulan ada kitab bahasa arab yang terdapat hal itu, kitab Al Mujarobat (Namun tidak diakui oleh para ulama). Orang-orang membuat ibadah baru, sholat dua rakaat untuk menangkal kesialan.

Di masyarakat lain ada yang memandang setiap hari ada kesialan di bulan Safar. Sehingga mereka tidak berani melakukan kebaikan, misalnya pernikahan, yang mereka yakini pernikahan tidak akan langgeng.

Ada juga yang anggap hari kesialan pada hari lahirnya..
Padahal Rasulullah ﷺ berpuasa pada hari lahirnya yang berarti itu adalah hari baik.

Ada juga fenomena adanya angka sial.. Tidak ada angka 13 pada lift dan pesawat misalnya.

📌Fenomena ini disebut At Tathoyur.. Asal kata Thoyrun (burung), karena objek ini yang sering digunakan oleh kaum musyrikin.

Hakikatnya adalah pesimisme..

Yang lebih parah, agama (terutama Islam) dianggap sumber kesialan..

Dalam QS AL A’RAF, Allah berfirman..

{وَلَقَدْ أَخَذْنَا آلَ فِرْعَوْنَ بِالسِّنِينَ وَنَقْصٍ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ (130) فَإِذَا جَاءَتْهُمُ الْحَسَنَةُ قَالُوا لَنَا هَذِهِ وَإِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَطَّيَّرُوا بِمُوسَى وَمَنْ مَعَهُ أَلا إِنَّمَا طَائِرُهُمْ عِنْدَ اللَّهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ (131) }

Dan sesungguhnya Kami telah menghukum (Fir’aun dan) kaumnya (mendatangkan) musim kemarau yang panjang dan kekurangan buah-buahan, supaya mereka mengambil pelajaran. Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran, mereka berkata, “Ini adalah karena (usaha) kami.” Dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang besertanya. Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui

Kaum musyrikin Quraisy juga menuduh Nabi ﷺ sebagai sumber keislaman.

Nabi ﷺ membantah pandangan mereka ini dengan sabda beliau:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا عَدْوَى وَلَا طِيَرَةَ وَلَا هَامَةَ وَلَا صَفَرَ (أخرجه البخاري و مسلم)

Dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu anhu meriwayatkan, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidak benar (meyakini) penyakit berpindah, tidak benar memercayai gerak-gerik burung, tidak benar meyakini burung hantu, tidak benar anggapan Safar adalah bulan sial”. [HR al-Bukhari dan Muslim]

Nabi ﷺ bahkan melakukan pernikahan di bulan Safar untuk hapuskan keyakinan yang merusak aqidah tersebut.

هَامَةَ

Sejenis burung, yang diyakini orang-orang arab sebagai jelmaan orang yang belum di qishash, dalam bahasa Indonesia burung hantu.

Makna Safar..

1. Orang-orang Quraisy memindahkan di bulan Safar dari bulan Muharam

2. Penyakit yang menyerang unta

3. Bulan Safar. (Ibnu Hajar)

Hukum TaThayur ini adalah syirik..

Thiyarah termasuk syirik yang menafikan kesempurnaan tauhid, karena ia berasal dari apa yang disampaikan syaithan berupa godaan dan bisikannya.

اَلطِّيَرَةُ شِرْكٌ، اَلطِّيَرَةُ شِرْكٌ، اَلطِّيَرَةُ شِرْكٌ، وَمَا مِنَّا إِلاَّ، وَلَكِنَّ اللهَ يُذْهِبُهُ بِالتَّوَكُّلِ.

“Thiyarah itu syirik, thiyarah itu syirik, thiyarah itu syirik dan setiap orang pasti (pernah terlintas dalam hatinya sesuatu dari hal ini). Hanya saja Allah menghilangkannya dengan tawakkal kepada-Nya.”

*Makna syirik*

1. Syirik kecil bila ada anggapan bahwa hal tersebut jadi sebab kesialan, padahal Allah dan Rasul-Nya tidak pernah menyatakan hal tersebut.

Para ulama menambahkan adanya anggapan sial secara syariat dan kauniyyah.

2. Bisa berubah menjadi syirik besar, apabila dia meyakini penyebab kesialan adalah objek kesialan tersebut.

📌 TaThayur ini menafikan Tauhid.. (mencederai Tauhid).

▶️ Orang yang TaThayur ini memindahkan kesialan bukan kepada Allah.
Padahal segala sesuatu itu dari Allah..

Surat At-Taubah (9) Ayat 51

قُل لَّن يُصِيبَنَآ إِلَّا مَا كَتَبَ ٱللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلَىٰنَا ۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ ٱلْمُؤْمِنُونَ
Katakanlah: “Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal”.

▶️ Mereka gantungan sesuatu kepada dugaan saja.. Yang tidak ada hakikatnya.

Orang yang sudah terjatuh terlalu dalam pada TaThayur maka akan terjatuh pada menggantungkan kepada selain Allah..

⛔Jadi TaThayur ini hukumnya haram…

📌Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin
Orang yang tathayur..

▶️1. Orang yang setuju anggapan tathayur, batalkan aktifitas, ini adalah bentuk tathayur yang paling jelek.

⏩2. Ada dalam dirinya was-was anggapan sial, namun tidak hentikan aktifitas nya.. Ini lebih ringan.

✳️ *Apa obat tathayur*

1. Optimisme.

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَا عَدْوَى، وَلَا طِيَرَةَ، وَيُعْجِبُنِيْ الْفَأْلُ

“Tidak ada penyakit yang menular sendiri dan tidak ada kesialan. Al-fa`lu (kata-kata yang baik) membuatku kagum.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Al Fa’l adalah motivasi..

*Sesunguhnya kalimat yang baik itu bisa membuka hati* (Syaikh Utsaimin).

Rasulullah ﷺ bersabda,

 “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau lebih baik diam (jika tidak mampu berkata baik)” (HR: al-Bukhari dan Muslim)

2. Dalam sebuah hadits.
Doa meminta dijauhkan dari keburukan.

اللَّهُمَّ لَا يَأْتِي بِالْحَسَنَاتِ إِلَّا أَنْتَ وَلَا يَدْفَعُ السَّيِّئَاتِ إِلَّا أَنْتَ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِكَ

ALLAAHUMMA LAA YA`TII BILHASANAATI ILLAA ANTA WA LAA YADFA’USSAYYIAATI ILLAA ANTA, WA LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BIKA

(Ya Allah, tidak ada yang mendatangkan kebaikan kecuali Engkau, dan tidak ada yang dapat menolak keburukan kecuali Engkau, dan tidak ada daya serta kekuatan kecuali karena-Mu) ‘.”

3. Bertawakal kepada Allah.
Menggantungkan hati kepada Allah dan menjalankan sebab.

Sebab itu terakhir, yang pertama adalah keyakinan penuh kepada Allah.. Hikmah nya bila berhasil maka mudah mengatakan Alhamdulilah.
Bila gagal akan muncul rasa sabar dan ridho atas takdir Allah…

Inilah sifat orang-orang sholeh.

Semoga bermanfaat..

##$$-aa-$$##

Digita Template

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?