AZABKU SANGAT PEDIH
Diterbitkan pertama kali pada: 15-Jun-2020 @ 17:49
6 menit membaca*AZABKU SANGAT PEDIH*
Ustadz Dr Syafiq Riza Basalamah.
2 Rajab 1440H
Hendak nya kita selalu bersyukur akan nikmat Allah,
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS. Ibrahim : 7)
Untuk menghindari siksa Allah yang sangat pedih, maka persiapan terbaik adalah beramal sholeh.
Allah memulai Al Qur’an dengan
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Dengan nama Allah YangMaha Pemurah lagi Maha Penyayang
Artinya Al Quran diisi dengan Rahmat..
Akan selalu ada perang antara 2 golongan.
{هَذَانِ خَصْمَانِ اخْتَصَمُوا فِي رَبِّهِمْ فَالَّذِينَ كَفَرُوا قُطِّعَتْ لَهُمْ ثِيَابٌ مِنْ نَارٍ يُصَبُّ مِنْ فَوْقِ رُءُوسِهِمُ الْحَمِيمُ (19) يُصْهَرُ بِهِ مَا فِي بُطُونِهِمْ وَالْجُلُودُ (20) وَلَهُمْ مَقَامِعُ مِنْ حَدِيدٍ (21) كُلَّمَا أَرَادُوا أَنْ يَخْرُجُوا مِنْهَا مِنْ غَمٍّ أُعِيدُوا فِيهَا وَذُوقُوا عَذَابَ الْحَرِيقِ (22) }
Inilah dua golongan (golongan mukmin dan golongan kafir) yang bertengkar, mereka saling bertengkar mengenai Tuhan mereka.
فَالَّذِينَ كَفَرُوا قُطِّعَتْ لَهُمْ ثِيَابٌ مِنْ نَارٍ يُصَبُّ مِنْ فَوْقِ رُءُوسِهِمُ الْحَمِيمُ
Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka. (karena keras kepala, mereka menolak beriman Allah itu Esa dan malah menyekutukan Allah)
يُصْهَرُ بِهِ مَا فِي بُطُونِهِمْ وَالْجُلُودُ
Dengan air itu dihancurluluhkan segala apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit (mereka).
وَلَهُمْ مَقَامِعُ مِنْ حَدِيدٍ
Dan untuk mereka cambuk-cambuk dari besi.
كُلَّمَا أَرَادُوا أَنْ يَخْرُجُوا مِنْهَا مِنْ غَمٍّ أُعِيدُوا فِيهَا
Setiap kali mereka hendak keluar dari neraka lantaran kesengsaraan mereka, niscaya mereka dikembalikan ke dalamnya.
وَذُوقُوا عَذَابَ الْحَرِيقِ
(Kepada mereka dikatakan),
“Rasailah azab yang membakar ini!”
Qs Al Hajj 19-22.
وَيْلٌ لِكُلِّ هُمَزَةٍ لُمَزَةٍ
Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela, QS Al Humazah 1.
وَيْلٌ
Adalah nama lembah di neraka Jahanam.
هُمَزَ ة
Hinaan dengan kata-kata
لُمَزَةٍ
Dengan gesture.
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
{الَّذِي جَمَعَ مَالا وَعَدَّدَهُ}
yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya. (Al-Humazah: 2)
Yakni menghimpun sebagiannya dengan sebagian yang lain dan menghitung-hitung jumlahnya, sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:
وَجَمَعَ فَأَوْعى
Serta mengumpulkan (harta benda), lalu menyimpannya. (Al-Ma’arrij: 18)
Demikianlah menurut As-Saddi-dan Ibnu Jarir.
Muhammad ibnu Ka’b telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:menghimpun harta dan menghitung-hitungnya. (Al-Humazah: 2) Yaitu di siang hari terlena dengan harta bendanya dan merasa asyik dengannya; dan apabila malam hari tiba, maka ia tidur bagaikan bangkai yang telah membusuk.
Sifat orang seperti ini melekat, tidak ingin orang lain melebihi dirinya (dalam hal dunia).
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
{يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُ أَخْلَدَهُ}
dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya. (Al-Humazah: 3)
Manusia itu mengira bahwa dengan mengumpulkan harta, maka hidupnya di dunia ini akan kekal, maka disanggah oleh firman selanjutnya:
{كَلا}
Sekali-kali tidak! (Al-Humazah: 4)
{لَيُنْبَذَنَّ فِي الْحُطَمَةِ}
Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Hutamah. (Al-Humazah: 4)
الْحُطَمَةِ
Membakar dan melumat orang-orang yang di dalamnya.
Sesungguhnya orang yang menghimpun harta dan yang menghitung-hitungnya itu akan dicampakkan ke dalam Hutamah. Dan Hutamah adalah nama lain dari neraka, dinamakan demikian karena ia meremukredamkan orang yang dimasukkan ke dalamnya. Untuk itulah maka disebutkan dalam firman berikutnya:
{وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْحُطَمَةُ }
Dan tahukah kamu apa Hutamah itu?
نَارُ اللَّهِ الْمُوقَدَةُ الَّتِي تَطَّلِعُ عَلَى الأفْئِدَةِ
(yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan, yang (membakar) sampai ke hati. (Al-Humazah: 5-7)
Sabit Al-Bannani (murid senior Imam Bukhari) mengatakan bahwa api neraka Hutamah membakar mereka sampai ke hatinya, sedangkan mereka dalam keadaan tetap hidup.
Dan bilamana azab mencapai puncaknya, maka mereka hanya dapat menjerit dan menangis merasakan sakitnya yang tiada terperikan.
Muhammad ibnu Ka’b Al-Qurazi mengatakan bahwa api neraka Hutamah membakar semua anggota tubuh penghuninya; dan apabila api itu sampai ke hatinya dan mencapai batas tenggorokannya, maka kembalilah api itu ke tubuhnya.
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
{إِنَّهَا عَلَيْهِمْ مُؤْصَدَةٌ}
Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka. (Al-Humazah: 8)
{فِي عَمَدٍ مُمَدَّدَةٍ}
(sedangkan mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang. (Al-Humazah: 9)
Itu semua ancaman bagi orang yang hidupnya untuk dunia.
Adzab Allah itu ada 2, di dunia dan di akhirat.
وَ لَنُذِیۡقَنَّہُمۡ مِّنَ الۡعَذَابِ الۡاَدۡنٰی دُوۡنَ الۡعَذَابِ الۡاَکۡبَرِ لَعَلَّہُمۡ یَرۡجِعُوۡنَ
Dan Sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebahagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat), mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar).
―QS. 32:21
Jangan kagum dengan harta orang-orang kafir, karena sejatinya itu bahan adzab mereka..
{وَلا تُعْجِبْكَ أَمْوَالُهُمْ وَأَوْلادُهُمْ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُعَذِّبَهُمْ بِهَا فِي الدُّنْيَا وَتَزْهَقَ أَنْفُسُهُمْ وَهُمْ كَافِرُونَ (85) }
Dan janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki akan mengazab mereka di dunia dengan harta dan anak-anak itu dan agar melayang nyawa mereka dalam keadaan kafir.
Qs Taubah 85.
Adzab Allah itu bisa datang setiap saat.
{أَفَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى}
Maka apakah penduduk kota-kota itu merasa aman. (Al-A’raf: 97)
Maksudnya penduduk kota-kota yang kafir.
{أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا}
dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka. (Al-A’raf: 97)
Yakni azab dan pembalasan Kami.
{بَيَاتًا}
di malam hari. (Al-A’raf: 97)
Al bayat artinya di malam hari.
{وَهُمْ نَائِمُونَ * أَوَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا ضُحًى وَهُمْ يَلْعَبُونَ}
di waktu mereka sedang tidur? Atau apakah penduduk kota-kota itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalah naik ketika mereka sedang bermain? (Al-A’raf: 97-98)
Kadang adzab itu tidak terasa, seperti hati yang keras yang tidak mau menerima kebenaran.
Adzab juga bisa disegerakan, seperti kisah Fir’aun..
{وَلَقَدْ أَخَذْنَا آلَ فِرْعَوْنَ بِالسِّنِينَ وَنَقْصٍ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ (130) فَإِذَا جَاءَتْهُمُ الْحَسَنَةُ قَالُوا لَنَا هَذِهِ وَإِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَطَّيَّرُوا بِمُوسَى وَمَنْ مَعَهُ أَلا إِنَّمَا طَائِرُهُمْ عِنْدَ اللَّهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ (131) }
Dan sesungguhnya Kami telah menghukum (Fir’aun dan) kaumnya (mendatangkan) musim kemarau yang panjang dan kekurangan buah-buahan, supaya mereka mengambil pelajaran. Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran, mereka berkata, “Ini adalah karena (usaha) kami.” Dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang besertanya. Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui qs AlA’raf. 130-131.
{وَقَالُوا مَهْمَا تَأْتِنَا بِهِ مِنْ آيَةٍ لِتَسْحَرَنَا بِهَا فَمَا نَحْنُ لَكَ بِمُؤْمِنِينَ (132) فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمُ الطُّوفَانَ وَالْجَرَادَ وَالْقُمَّلَ وَالضَّفَادِعَ وَالدَّمَ آيَاتٍ مُفَصَّلاتٍ فَاسْتَكْبَرُوا وَكَانُوا قَوْمًا مُجْرِمِينَ (133) وَلَمَّا وَقَعَ عَلَيْهِمُ الرِّجْزُ قَالُوا يَا مُوسَى ادْعُ لَنَا رَبَّكَ بِمَا عَهِدَ عِنْدَكَ لَئِنْ كَشَفْتَ عَنَّا الرِّجْزَ لَنُؤْمِنَنَّ لَكَ وَلَنُرْسِلَنَّ مَعَكَ بَنِي إِسْرَائِيلَ (134) فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُمُ الرِّجْزَ إِلَى أَجَلٍ هُمْ بَالِغُوهُ إِذَا هُمْ يَنْكُثُونَ (135) }
Mereka berkata, “Bagaimanapun kamu mendatangkan keterangan kepada kami untuk menyihir kami dengan keterangan itu, maka kami sekali-kali tidak akan beriman kepadamu.” Maka Kami kirimkan kepada mereka topan, belalang, kutu, katak, dan darah sebagai bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa. Dan ketika mereka ditimpa azab (yang telah diterangkan itu),merekapun berkata, “Hai Musa, mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu dengan (perantaraan) kenabian yang diketahui Allah ada di sisimu. Sesungguhnya jika kamu dapat menghilangkan azab itu dari kami, pasti kami akan beriman kepadamu, dan akan kami biarkan Bani Israil pergi bersamamu.” Maka setelah Kami hilangkan azab itu dari mereka hingga batas waktu yang mereka sampai kepadanya, tiba-tiba mereka mengingkarinya
Qs Al Araf 132-135.
Kadang adzab Allah itu tidak terasa, diulur-ulur.
Kadang antara nikmat dan adzab jaraknya sangat sebentar seperti kisah kaum Luth.
Orang kafir di dunia mendapat rezeki, sedangkan di akhirat mereka tidak akan mendapat kenikmatan, hanya adzab..
{وَلا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ خَيْرٌ لأنْفُسِهِمْ إِنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ لِيَزْدَادُوا إِثْمًا وَلَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ}
Dan janganlah sekali-kali orang-orang kafir menyangka bahwa pemberian tangguh Kami kepada mereka adalah lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka dan bagi mereka azab yang menghinakan. (Ali Imran: 178)
Allah punya rencana untuk orang-orang kafir.
Niat itu sangat penting..
{مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ (15) أُولَئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الآخِرَةِ إِلا النَّارُ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (16) }
Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna, dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat kecuali neraka, dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan. Qs Hud 15-16.
Dan amalan orang-orang kafir itu batal..
Orang yang berbuat dosa dan tidak pernah diadzab, bisa jadi akan mendapatkan adzab yang jauh lebih pedih di akhirat.
Musibah itu untuk mengingatkan akan dosa dan adzab kita.
Allah mengadzab orang musyrik, contohnya pada perang Badr.
Apakah negri2 yang kuat itu diadzab?
Iya.. Mungkin berupa
1. Banyaknya kriminal
2. Rasa tidak aman
3. Perang
4. Banyaknya perkosaan.
Jadi negri yang belum adzab.. Kemungkinan menunggu giliran atau memang di akhirkan.
Kaum Nuh, menunggu 950 tahun untuk diadzab.
Bisa juga adzab yang datang tidak terasa, karena kemajuan teknologi (rumah anti gempa) dll.
Atau kita pandang keadaan sekarang bisa jadi sudah diadzab sebelumnya.
Adzab / musibah itu bagi muslim adalah untuk hapuskan dosa agar mereka kembali kepada Allah.
*Jangan merasa aman dengan adzab Allah*
*Jangan melihat kecilnya dosa tapi lihat kepada siapa kita bermaksiat*
*ingat, Adzab Allah sangat pedih*
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
{إِنَّ رَبَّكَ لَبِالْمِرْصَادِ}
Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi. (Al-Fajr: 14).
$$##-aa-##$$


