TAFSIR JUZ AMMA – QS AN NAZIAT
- TAFSIR JUZ AMMA – QS AN NABA
- TAFSIR JUZ AMMA – QS AN NAZIAT
- TAFSIR JUZ AMMA – QS ABASA
Diterbitkan pertama kali pada: 25-Okt-2020 @ 16:18
13 menit membacaTafsir An-Naziat
Ustadz Dr Firanda Andirja
22 Ramadhan 1440H
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
Termasuk Surat Makiyah, yang kebanyakan tentang hari akhirat dan kerasulan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
Tidaklah kita bermaksiat kecuali karena lalai akan hari akhirat.
Allah berfirman
وَالنَّازِعَاتِ غَرْقًا (1)
Demi (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras,
غَرْقًا
Dengan keras..
وَالنَّاشِطَاتِ نَشْطًا (2)
dan (malaikat-malaikat) yang mencabut nyawa dengan lemah lembut
{وَالسَّابِحَاتِ سَبْحًا}
dan (malaikat-malaikat) yang turun dari langit dengan cepat. (An-Nazi’at: 3)
Malaikat tidak makan dan tidak minum, bertasbih tidak pernah letih. Makhluk yang diciptakan dari cahaya.
Energi yang tidak habis.
Jin kalah cepat dengan malaikat, jin juga akan (bila kita lupa baca Bismillah jin akan ikut makan makanan kita).
Jin paling cepat adalah Ifrid.
{فَالسَّابِقَاتِ سَبْقًا}
dan (malaikat-malaikat) yang mendahului dengan kencang. (An-Nazi’at: 4)
Sayap malaikat itu 2,3 atau 4 dan ada yang lebih. JIBRIL punya 600 sayap.
الْحَمْدُ لِلَّهِ فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ جَاعِلِ الْمَلَائِكَةِ رُسُلًا أُولِي أَجْنِحَةٍ مَثْنَىٰ وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ ۚ يَزِيدُ فِي الْخَلْقِ مَا يَشَاءُ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Qs Fathir 1.
Kehadiran malaikat itu tidak terasa beda dengan kehadiran jin (kadang merinding)
{فَالْمُدَبِّرَاتِ أَمْرًا}
dan (malaikat-malaikat) yang mengatur urusan dunia. (An-Nazi’at: 5)
Malaikat ada yang tukang catat, atur awan, jaga gunung dll.
ِ إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
“Ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qaaf: 17-18)
{يَوْمَ تَرْجُفُ الرَّاجِفَةُ تَتْبَعُهَا الرَّادِفَةُ}
(Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama mengguncangkan alam, tiupan pertama itu diiringi oleh tiupan kedua. (An-Nazi’at: 6-7)
Inilah tujuan Allah bersumpah dengan menyebut malaikat.
Waktu ada gempa di Lombok dan Jogja, ada suara yang mengerikan.
Saat hari akhir kelak, jarak antara dua tiupan adalah 40. Allohu a’lam, apakah 40 hari atau 40 bulan atau 40 tahun. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda di dalam hadits Abu Hurairah:
مَا بَيْنَ النَّفْخَتَيْنِ أَرْبَعُونَ
Jarak antara dua tiupan, empat puluh.
Mereka bertanya kepada Abu Hurairah, sahabat yang meriwayatkan hadits ini, 40 hari atau 40 bulan atau apakah 40 tahun? Maka beliau (yaitu Abu Hurairah) enggan menjawabnya.
Dan diantara dua tiupan inilah Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menurunkan hujan yang ringan, yang dengan sebabnya akan tumbuh jasad manusia di dalam kuburnya. Sebagaimana di dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim. Tulang ekor (ujung tulang) manusia yang telah dikabarkan oleh Nabi Shallallohu ‘alaihi wa Sallam bahwasanya dia tidak akan hancur, akan tumbuh seperti tumbuhnya tunas setelah hujan. Sehingga terbentuklah manusia kembali dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala. Rasulullah Shallallahu hu ‘alalihi wa sallam bersabda:
ثُمَّ يُنْزِلُ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً . فَيَنْبُتُونَ كَمَا يَنْبُتُ الْبَقْلُ لَيْسَ مِنَ الإِنْسَانِ شَىْءٌ إِلاَّ يَبْلَى إِلاَّ عَظْمًا وَاحِدًا وَهْوَ عَجْبُ الذَّنَبِ ، وَمِنْهُ يُرَكَّبُ الْخَلْقُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menurunkan hujan dari langit maka mereka pun tumbuh seperti tumbuhnya tunas, tidak ada dari badan manusia sesuatu, kecuali akan rusak. Kecuali satu tulang, yaitu tulang ekor. Dan darinyalah akan akan dibentuk manusia pada hari kiamat (Hadits Shohih diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 4554 dan Muslim, no. 5253).
Allah berfirman,
{قُلُوبٌ يَوْمَئِذٍ وَاجِفَةٌ}
Hati manusia pada waktu itu sangat takut. (An-Nazi’at: 8)
Saking takut mereka jadi berwarna biru, jantung naik Dan mata terbelalak.
{أَبْصَارُهَا خَاشِعَةٌ}
pandangannya tunduk. (An-Nazi’at: 9)
Yakni pandangan mata orang-orang yang mengalaminya tunduk. Sesungguhnya kata kerja di sini dikaitkan dengan pandangan mata, mengingat ia menunjukkan gejala kejiwaan yang dialami oleh pelakunya.
Makna yang dimaksud ialah mereka tampak hina dan rendah karena menyaksikan huru-hara yang mengerikan lagi sangat menakutkan di hari (kiamat) itu.
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
{يَقُولُونَ أَئِنَّا لَمَرْدُودُونَ فِي الْحَافِرَةِ}
(Orang-orang kafir) berkata, “Apakah sesungguhnya kami benar-benar dikembalikan kepada kehidupan yang semula?” (An-Nazi’at: 10)
{أَئِذَا كُنَّا عِظَامًا نَخِرَةً}
Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila kami telah menjadi tulang belulang yang hancur lumat? (An-Nazi’at: 11)
{قَالُوا تِلْكَ إِذًا كَرَّةٌ خَاسِرَةٌ}
Mereka berkata, “Kalau demikian, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan.” (An-Nazi’at: 12)
Dan pengembalian mereka itu mudah..
{فَإِنَّمَا هِيَ زَجْرَةٌ وَاحِدَةٌ فَإِذَا هُمْ بِالسَّاهِرَةِ}
Sesungguhnya pengembalian itu hanyalah dengan satu kali tiupan saja, maka dengan serta merta mereka hidup kembali di permukaan bumi. (An-Nazi’at: 13-14)
Nabi Yusuf, pindah dari Palestina ke Mesir. Dan mulai ada keturunan Bani Israel.
Singkatnya ada Raja yang bengis Yaitu Firaun.
Awalnya ngaku tuhan Mesir tetapi lama kelamaan ngaku Tuhan seluruh alam.
Ada dukun yang bisiki Firaun akan ada bayi laki-laki yang kelak akan membunuh Firaun.
(Tuhan tapi percaya dukun)
Harun sudah lahir dan Ibu Musa hamil tapi perut sangat kecil, sehingga terlewat dari dari pemeriksaan petugas Firaun.
Singkat cerita saat Musa lahir diselamatkan oleh Ibunya, dihanyutkan di sungai dan diselamatkan oleh istri Firaun, padahal Firaun sudah mau membunuhnya. Musa kulit nya coklat.
Setelah diselamatkan istri Firaun dan diawasi Harun, dan dicarikan ibunya yang Musa hanya mau menyusu padanya.
Itulah nikmat yang diberikan Allah kepada Musa padahal Musa tidak meminta.
Pelajaran bagi kita, jika kita minta maka Allah akan memenuhi nya.
Musa saat muda pernah tidak sengaja membunuh orang saat akan melerai pertikaian.
Musa pernah dituduh ada kecactan.
Bukhari meriwayatkan dalam Shahihnya dari Abu Hurairah r.a berkata bahwa Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam bersabda, “Sesungguhnya Musa adalah seorang laki-laki yang pemalu dan menutup diri. Kulitnya tidak terlihat sedikit pun karena rasa malunya. Di kalangan Bani Israil terdapat orang-orang yang menyakitinya. Mereka berkata, ‘Musa tidak tertutup seperti itu kecuali karena cacat yang ada di kulitnya, bisa penyakit sopak, bisa karena kedua buah pelirnya besar atau penyakit lainnya.’
Dan sesungguhnya Allah berkehendak untuk membebaskan Musa dari segala tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Suatu hari Musa menyendiri. Dia melepas pakaiannya dan meletakkannya di atas sebuah batu, lalu dia mandi. Selesai mandi Musa menghampiri bajunya untuk mengambilnya dan memakainya, tetapi batu itu berlari membawa baju Musa. Maka Musa mengambil tongkatnya. Orang-orang melihat Musa telanjang dalam bentuk ciptaan Allah yang baik. Allah membebaskan Musa dari tuduhan yang mereka katakan. Batu itu berhenti, maka Musa mengambil bajunya dan memakainya. Musa mulai memukul batu itu dengan tongkatnya. Demi Allah, pukulan tongkat Musa itu meninggalkan bekas di batu itu sebanyak tiga atau empat atau lima; dan itulah firman Allah, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadi seperti orang yang menyakiti Musa. Maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakana. Dan dia adalah seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah.” (Al-Ahzab: 69).”
Nabi Musa tanpa bawa bekal sampai negri Madyan.
Allah berfirman,
وَلَمَّا تَوَجَّهَ تِلْقَاءَ مَدْيَنَ قَالَ عَسَى رَبِّي أَنْ يَهْدِيَنِي سَوَاءَ السَّبِيلِ
(٢٢)وَلَمَّا وَرَدَ مَاءَ مَدْيَنَ وَجَدَ عَلَيْهِ أُمَّةً مِنَ النَّاسِ يَسْقُونَ وَوَجَدَ مِنْ دُونِهِمُ امْرَأتَيْنِ تَذُودَانِ قَالَ مَا خَطْبُكُمَا قَالَتَا لا نَسْقِي حَتَّى يُصْدِرَ الرِّعَاءُ وَأَبُونَا شَيْخٌ كَبِيرٌ (٢٣)فَسَقَى لَهُمَا ثُمَّ تَوَلَّى إِلَى الظِّلِّ فَقَالَ رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ
“Dan tatkala Nabi Musa menghadap kejurusan negeri Mad-yan ia berdoa (lagi): “Mudah-mudahan Tuhanku memimpinku ke jalan yang benar”. Dan tatkala ia sampai di sumber air negeri Mad-yan ia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang meminumkan (ternaknya), dan ia menjumpai di belakang orang banyak itu, dua orang wanita yang sedang menghambat (ternaknya). Musa berkata: “Apakah maksudmu (dengan berbuat begitu)?” kedua wanita itu menjawab: “Kami tidak dapat meminumkan (ternak kami), sebelum pengembala-pengembala itu memulangkan (ternaknya), sedang bapak Kami adalah orang tua yang telah lanjut umurnya”. Maka Musa memberi minum ternak itu untuk (menolong) keduanya, kemudian Dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdoa: “Ya Tuhanku Sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku”. (QS Al-Qoshos : 22-24)
Madyan, diluar kekuasaan Mesir, dan orang Shalih Madyan memberi tahu Nabi Musa bahwa sekarang sudah aman.
Wanita itu merekomendasikan bahwa Nabi Musa adalah kuat dan amanah,dan jadi pekerja ayahnya.
1. Nabi Musa kuat angkat batu penutup sumur sendirian.
2. Amanah, Nabi Musa berjalan di depan wanita.
Dan Nabi Musa bekerja sebagai penggembala kambing selama 10 tahun sebagai mahar pernikahan dengan salah seorang wanita anak orang shaleh tersebut.
Setelah itu Nabi Musa pergi kembali ke Mesir dan di tengah jalan ketemu api dan ingin api untuk hangat kan istrinya yang kedinginan.
Dan Musa berhadapan dengan para tukang sihir, dan Allah memberi mu’jizat tongkat kepada Nabi Musa. (Tongkat dan tangan yang bercahaya).
Allah perintahkan Nabi Musa mendakwahi Firaun padahal dulu pergi dari Mesir karena takut kepada Firaun.
Sehingga Musa berdoa, seperti firman Allah Ta’ala,
قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي
“Musa berkata, ‘Robbis rohlii shodrii, wa yassirlii amrii, wahlul ‘uqdatam mil lisaani yafqohu qoulii’ [Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku” (QS. Thoha: 25-28)
Dan Musa memohon pendamping dakwah, dan dikabulkan saudara nya Harun sebagai Nabi.
Allah Ta’ala berfirman,
اذْهَبْ إِلَى فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَى
“Pergilah kepada Fir’aun; Sesungguhnya ia telah melampaui batas“. (QS. Thaha: 24).
Dan Musa mendakwahi Firaun dengan lemah lembut, Allah berfirman.
فَقُولَا لَهُۥ قَوْلًۭا لَّيِّنًۭا لَّعَلَّهُۥ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَىٰ
maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut”.
Qs Thaha 44.
firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
{هَلْ أتَاكَ حَدِيثُ مُوسَى}
Sudahkah sampai kepadamu (ya Muhammad) berita Musa. (An-Nazi’at: 15)
Yakni apakah engkau sudah mendengar kisahnya.
{إِذْ نَادَاهُ رَبُّهُ}
Tatkala Tuhannya memanggilnya. (An-Nazi’at: 16)
Yaitu Tuhan berbicara kepadanya dengan melalui seruan.
{بِالْوَادِي الْمُقَدَّسِ}
di lembah suci ialah Lembah Tuwa. (An-Nazi’at: 16)
Tuwa adalah nama lembah menurut pendapat yang sahih, seperti yang telah disebutkan dalam tafsir surat Taha. Lalu Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman kepadanya:
{اذْهَبْ إِلَى فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَى}
Pergilah kamu kepada Fir’aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas. (An-Nazi’at: 17)
Yakni bertindak sewenang-wenang, jahat, dan zalim.
{فَقُلْ هَلْ لَكَ إِلَى أَنْ تَزَكَّى}
Dan katakanlah (kepada Fir’aun), “Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri (dari kesesatan)?” (An-Nazi’at: 18)
Itulah contoh perkataan yang lembut kepada Firaun. Juga ayat berikutnya..
{وَأَهْدِيَكَ إِلَى رَبِّكَ}
Dan kamu akan kupimpin ke jalan Tuhanmu. (An-Nazi’at: 19)
Yaitu akan kutunjukkan kepadamu cara menyembah Tuhanmu.
{فَتَخْشَى}
supaya kamu takut kepadanya. (An-Nazi’at: 19)
Yakni kelak hatimu akan menjadi tunduk patuh kepada-Nya dan khusyuk, yang sebelumnya hatimu keras, jahat, dan jauh dari kebaikan.
{فَأَرَاهُ الآيَةَ الْكُبْرَى}
Lalu Musa memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar. (An-Nazi’at: 20)
Ada 9 mu’jizat yang diberikan kepada Musa.
{فَكَذَّبَ وَعَصَى}
Tetapi Fir’aun mendustakan dan mendurhakai. (An-Nazi’at: 21)
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
{ثُمَّ أَدْبَرَ يَسْعَى}
Kemudian dia berpaling seraya berusaha menentang (Musa). (An-Nazi’at: 22)
Yakni sebagai reaksinya terhadap perkara yang hak, dia menentangnya dengan kebatilan, yang hal ini ia realisasikan dengan mengumpulkan para akhli sihir untuk menentang mukjizat yang jelas yang disampaikan oleh Musa ‘alaihissalam
{فَحَشَرَ فَنَادَى}
Maka dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya), lalu berseru memanggil kaumnya. (An-Nazi’at: 23)
Fir’aun menyeru mereka semuanya untuk berkumpul kepadanya.
{فَقَالَ أَنَا رَبُّكُمُ الأعْلَى}
(Seraya) berkata, “Akulah Tuhan kalian yang paling tinggi.” (An-Nazi’at: 24)
{فَأَخَذَهُ اللَّهُ نَكَالَ الآخِرَةِ وَالأولَى}
Maka Allah mengazabnya dengan azab di akhirat dan azab di dunia. (An-Nazi’at: 25)
Ada tiga pendapat di kalangan ahli tafsir mengenai apa yang dimaksud dengan siksaan pertama dan siksaan yang terakhir.
Pendapat yang pertama: mengatakan bahwa siksaan yang pertama adalah siksaan di dunia dimana Fir’aun ditenggelamkan oleh Allah ﷻ, kemudian dimasukkan ke alam kubur dan disiksa di dalamnya dan siksaan yang terakhir adalah di neraka jahannam. Allah berfirman :
حَتَّىٰ إِذَا أَدْرَكَهُ الْغَرَقُ قَالَ آمَنْتُ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا الَّذِي آمَنَتْ بِهِ بَنُو إِسْرَائِيلَ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ . آلْآنَ وَقَدْ عَصَيْتَ قَبْلُ وَكُنْتَ مِنَ الْمُفْسِدِينَ
Sehingga ketika Fir’aun hampir tenggelam dia berkata, “Aku percaya bahwa tidak ada tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan aku termasuk orang-orang muslim (berserah diri).” 91. Mengapa baru sekarang (kamu beriman) padahal seseungguhnya engkau telah durhaka sejak dahulu, dan engkau termasuk orang yang berbuat kerusakan. (QS Yunus : 90-91)
Sehingga Allah ﷻ menenggelamkan Fir’aun dan tidak menerima taubatnya, kemudian Allah menyiksanya di alam kubur. Allah berfirman:
النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا ۖ
“Kepada mereka diperlihatkan neraka, pada pagi dan petang (di alam kubur)”
Kata para ulama, itulah sebabnya mengapa Allah berfirman pada kelanjutan ayat setelah itu:
وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ
“dan pada hari kiamat nanti, (Lalu kepada malaikat diperintahkan), “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam adzab yang sangat keras”.” (QS. Ghafir : 46)
Ini menunjukkan bahwa adzab di hari kiamat tidak sama dengan adzab yang sekarang mereka rasakan di alam kubur. Meskipun mereka secara dzhahir tidak dikuburkan, bahkan mayat Fir’aun sendiri diselamatkan dan tidak dimasukkan ke dalam liang lahat, tetapi mereka sekarang disiksa di alam kubur. Oleh karena itu alam kubur disebut juga dengan alam barzakh, alam barzakh adalah perantara antara alam dunia dan alam akhirat. Meskipun seseorang tidak dikubur secara dzhahir tetapi dia tetap akan masuk ke alam barzakh. Meskipun dia dimakan oleh ikan hiu, mayatnya dicincang-cincang, atau dicabik-cabik oleh hewan semisal singa atau harimau maka tetap saja ruhnya masuk ke dalam alam barzakh. Diantaranya jasad Fir’aun yang selamat dan bala tentaranya yang mati tenggelam dalam lautan tidaklah dikubur, tetapi kata Allah mereka sekarang tetap disiksa. Itulah adzab pertama yang mereka rasakan, dan adzab terakhir nanti yaitu pada hari kiamat nanti dimana Fir’aun dan para pengikutnya akan mendapatkan adzab yang lebih pedih.
Pendapat yang kedua sebagaimana pendapat sebagian sahabat mengatakan bahwa siksaan yang pertama adalah perkataan Fir’aun kepada penduduk kota Mesir dimana dia mengatakan, “Wahai penduduk Mesir, aku tidak mengetahui ada Tuhan kalian selain aku.” Allah berfirman :
وَقَالَ فِرْعَوْنُ يَاأَيُّهَا الْمَلَأُ مَا عَلِمْتُ لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرِي
Dan berkata Fir´aun: “Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku” (QS Al-Qosos : 38)
Adapun siksaan yang terakhir (yang kedua) adalah atas perkataan Fir’aun أَنَا رَبُّكُمُ الْأَعْلَىٰ “Akulah tuhanmu yang paling tinggi” Dan jarak antara perkataan pertama dan perkataan kedua adalah 40 tahun. (lihat Tafsir At-Thobari 24/83-84 dan Tafsir Ibnu Katsir 8/317).
Ibnu Abbas berkata :
أَمْهَلَهُ فِي الْأُولَى، ثُمَّ أَخَذَهُ فِي الْآخِرَةِ، فَعَذَّبَهُ بِكَلِمَتَيْهِ
“Allah membiarkan Fir’aun pada perkataannya yang pertama, lalu Allah menghukumnya tatkala mengucapkan perkataannya yang kedua, maka Allah mengadzabnya dengan dua perkataannya tersebut” (Tafsiir Al-Qurthubi 19/202)
Ini menunjukan bahwa Allah membiarkan Fir’aun berbuat dzolim akan tetapi Allah tidak lalai dengannya. Nabi ﷺ bersabda :
إِنَّ اللَّهَ لَيُمْلِي لِلظَّالِمِ حَتَّى إِذَا أَخَذَهُ لَمْ يُفْلِتْهُ
“Sesungguhnya Allah membiarkan orang yang dzolim, hingga tatkala Allah menyiksanya maka ia tidak akan lolos” (HR Al-Bukhari no 4686)
Pendapat ketiga : Siksaan yang pertama yaitu akibat pendustaannya kepada Musa, dan siksaan kedua akibat perkatannya “Aku adalah tuhan kalian yang tertinggi”. Hal ini sebagaimana dzohir ayat
“Tetapi dia (Fir’aun) mendustakan dan dan mendurhakai” lalu firman Allah berikutnya “Fir’aun (seraya) berkata, “Akulah tuhanmu yang paling tinggi” (lihat Tafsir al-Qurthubi 19/202)
Ini semua memberi faidah kepada kita bahwa adzab di akhirat bukan hanya berkaitan dengan amaliah saja, bukan hanya karena merampok, berzina, mencuri seseorang itu diadzab. Tetapi sesat dalam masalah keyakinan dan perkataan pun juga akan diadzab oleh Allah ﷻ.
Demikian juga menunjukan bahwa Allah jika mengadzab maka dengan detail, karenanya Allah mengadzab Fir’aun karena perkataannya yang pertama dan perkataannya yang kedua. Oleh karena itu, orang-orang kafir pun di akherat ketika diadzab akan dibedakan oleh Allah. Orang kafir yang baik, sering membantu kaum muslim, jika bertemu dengan seorang muslim dia senyum, meskipun dia tetap kekal di neraka jahannam tetapi tidak akan sama adzab yang akan didapatkan dengan orang kafir yang jahat, suka merampok, membunuh, dan suka berbuat dzhalim.
Demikian juga menunjukan bahwa manusia kesombongannya bisa bertambah-tambah. Pada awalnya Fir’aun hanya berkata : “Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku” (QS Al-Qosos : 38), awalnya iapun hanya berkata
يَا قَوْمِ أَلَيْسَ لِي مُلْكُ مِصْرَ وَهَٰذِهِ الْأَنْهَارُ تَجْرِي مِنْ تَحْتِي ۖ أَفَلَا تُبْصِرُونَ
”Wahai kaumku! Bukankah kerajaan Mesir itu milikku dan (bukankah) sungai ini mengalir di bawahku, apakah kalian tidak melihat?”.” (QS Az-Zukhruf : 51)
Dan akhirnya setelah 40 tahun ia berkata, أَنَا رَبُّكُمُ الْأَعْلَىٰ “Aku adalah tuhan kalian yang tertinggi”
Dan Allah memberi hikmah kisah tersebut…
{إِنَّ فِي ذَلِكَ لَعِبْرَةً لِمَنْ يَخْشَى}
Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut kepada Tuhannya. (An-Nazi’at: 26)
أَأَنْتُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَمِ السَّمَاءُ بَنَاهَا (27) رَفَعَ سَمْكَهَا فَسَوَّاهَا (28) وَأَغْطَشَ لَيْلَهَا وَأَخْرَجَ ضُحَاهَا (29) وَالْأَرْضَ بَعْدَ ذَلِكَ دَحَاهَا (30) أَخْرَجَ مِنْهَا مَاءَهَا وَمَرْعَاهَا (31) وَالْجِبَالَ أَرْسَاهَا (32) مَتَاعًا لَكُمْ وَلِأَنْعَامِكُمْ (33)
Apakah kalian yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit? Allah telah membangunnya. Dia meninggikan bangunannya, lalu menyempurnakannya, dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita dan menjadikan siangnya terang benderang. Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya. Ia memancarkan darinya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya. Dan gunung-gunung dipancarkan-Nya dengan teguh, (semua itu) untuk kesenangan kalian dan untuk binatang-binatang ternakmu.
Seolah-olah Allah mengatakan langit yang lebih dahsyat daripada manusia saja mudah, apalagi hanya membangkitkan manusia kelak.
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
{فَإِذَا جَاءَتِ الطَّامَّةُ الْكُبْرَى}
Maka apabila malapetaka yang sangat besar telah datang. (An-Nazi’at: 34)
الطَّامَّةُ
Semua (kena).
{يَوْمَ يَتَذَكَّرُ الإنْسَانُ مَا سَعَى}
Pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya. (An-Nazi’at: 35)
Yakni pada hari itu manusia teringat semua kebaikan dan keburukan yang telah dikerjakannya, sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:
يَوْمَئِذٍ يَتَذَكَّرُ الْإِنْسانُ وَأَنَّى لَهُ الذِّكْرى
dan pada hari itu ingatlah manusia, akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya. (Al-Fajr: 23)
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
{وَبُرِّزَتِ الْجَحِيمُ لِمَنْ يَرَى}
dan diperlihatkan neraka dengan jelas kepada setiap orang yang melihat. (An-Nazi’at: 36)
Yaitu neraka ditampakkan, sehingga semua manusia dapat melihatnya dengan mata kepala mereka sendiri.
{فَأَمَّا مَنْ طَغَى}
Adapun orang yang melampaui batas (An-Nazi’at: 37)
Maksudnya, membangkang dan berlaku sewenang-wenang.
{وَآثَرَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا}
dan lebih mengutamakan kehidupan dunia (An-Nazi’at: 38)
Yakni lebih memprioritaskannya daripada urusan agama dan bekal di akhiratnya.
{فَإِنَّ الْجَحِيمَ هِيَ الْمَأْوَى}
maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya). (An-Nazi’at: 39)
Neraka itu sangat luas, bahkan bulan dan matahari yang besar pun masuk neraka belum penuh. Dan neraka masih minta tambah.
Maka tempat kembalinya adalah neraka Jahim, dan makanannya adalah buah zaqqum, sedangkan minumannya adalah air yang mendidih lagi sangat panas.
{وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى}
Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya. (An-Nazi’at: 40)
Yaitu takut akan hari ia dihadapkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan takut akan keputusan Allah terhadap dirinya di hari itu, lalu ia menahan hawa nafsunya dan tidak memperturutkannya serta menundukkannya untuk taat kepada Tuhannya.
{فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى}
maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya). (An-Nazi’at: 41)
Yakni sebagai tempat berpulangnya; surga yang luaslah tempat kembalinya. Kemudian disebutkan dalam firman berikutnya:
{يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا فِيمَ أَنْتَ مِنْ ذِكْرَاهَا إِلَى رَبِّكَ مُنْتَهَاهَا}
(Orang-orang kafir) bertanya kepadamu(Muhammad) tentang hari berbangkit, kapankah terjadinya? Siapakah kamu (sehingga) dapat menyebutkan (waktunya)? Kepada Tuhanmulah dikembalikan kesudahannya (ketentuan waktunya). (An-Nazi’at: 42-44)
Firman Allah Shalallahu’alaihi Wasallam:
{إِنَّمَا أَنْتَ مُنْذِرُ مَنْ يَخْشَاهَا}
Kamu hanyalah pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya (hari berbangkit). (An-Nazi’at: 45).
{كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوا إِلا عَشِيَّةً أَوْ ضُحَاهَا}
Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari. (An-Nazi’at: 46)
##$$-aa-$$##

