This entry is part 1 of 2 in the series Al-Qawa'idul Arba'

Diterbitkan pertama kali pada: 12-Sep-2020 @ 22:31

8 menit membaca

4 KAIDAH MEMAHAMI TAUHID #1
Syaikh Muhammad Abdul Wahab At-Tamimi
Ustadz Dr Firanda Andirja, Lc MA
24 Muharam 1442H

Ini sebenarnya bukan kitab besar tapi hanya kitab tipis.
Belajar yang baik dan benar adalah dengan kitab supaya runut dan teratur, supaya paham secara rinci.
Kajian tematik hanya untuk belajar membentuk pola pikir.
Sebaiknya kita gabung antara kajian tematik dan kajian kitab.

Kitab ini adalah lanjutan dari kitab Uhsul Tsalatsah (3 landasan utama).

Risalah ini berisi empat kaidah dalam memahami tauhid dan hakikat syirik.

Tujuan Risalah ini untuk menjelaskan hakikat tauhid dan syirik yang sesungguhnya.

Ada Muqodimah dan isi (4 kaidah).

Muqaddimah berisi :

1. Hakikat dakwah Ibrahim alaihissalam yang hanif

2. Tujuan kita diciptakan, yaitu untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Isi nya 4 kaidah:

1. Kaum Musyrikin Arab juga mengakui Allah sebagai pencipta, Tauhid Ar Rububi’ah.
Kenapa mereka menyembah berhala.

2. Mereka menjadikan berhala sebagai dua faktor yaitu
+ pendekat mereka kepada Allah.
+ sebagai pemberi syafa’at

3. Jumlah Model kesyirikan Nabi Shalallahu alaihi wasallam diutus banyak, ada yang:

+ menyembah malaikat,
+ menyembah Nabi
+ menyembah orang sholeh
+ menyembah batu, pohon
+ menyembah jin
+ menyembah matahari dan bulan

4. Kondisi sebagian orang di zaman beliau lebih parah dari kondisi kesyirikan musyrikin Arab, dalam kondisi genting malah berdoa kepada wali2, sementara orang musyrikin Arab dalam kondisi genting berdoa kepada Allah

Syaikh berkata :

Saya memohon kepada Allah Yang Maha Pemurah,Tuhan ‘Arsy yang Agung agar memeliharamu di dunia dan akhirat, menjadikanmu diberkahi di manapun berada, menjadikanmu bersyukur saat diberi nikmat, bersabar ketika ditimpa musibah, dan meminta ampun jika berbuat dosa. Karena tiga hal terakhir yang telah disebutkan di atas adalah kunci kebahagiaan.

Syaikh mulai dengan mendoakan para pembaca.
Berkah ini maksud waktu nya tidak ada yang terbuang, mendatangkan manfaat.
Nabi shallallahu alaihi wasallam menyamakan orang mukmin seperti pohon, yaitu pohon kurma, semua bagian nya bermanfaat. Tiga sumber kebahagian adalah bersyukur bila diberi nikmat, bersabar ketika ditimpa musibah, dan meminta ampun jika berbuat dosa.

Ketahuilah, semoga Allah membimbing Anda dalam mena’ati-Nya.

Benar lah bahwa kita perlu bimbingan Allah.

*Al-hanifiyah adalah agama Nabi Ibrahim ‘alaihis salam, yaitu Anda beribadah kepada Allah dengan memurnikan ibadah hanya untuk-Nya saja.

*Dengan agama al-hanifiyah inilah Allah memerintahkan semua manusia dan untuk tujuan inilah Allah menciptakan mereka,
sebagaimana Allah Ta’ala berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku (saja)” (QS.Adz-Dzaariyaat: 56).*

Hakikat Al Hanifiyah / Millah Ibrahim.

Al Hanifiyah makna dasarnya kecondongan/miring,maksudnya condong kepada tauhid dan jauh dari kesyirikan.

Allah sifati Ibrahim dengan banyak pujian.
Diantara adalah..

{إِنَّ إِبْرَاهِيمَ كَانَ أُمَّةً قَانِتًا لِلَّهِ حَنِيفًا وَلَمْ يَكُ مِنَ الْمُشْرِكِينَ (120) شَاكِرًا لأنْعُمِهِ اجْتَبَاهُ وَهَدَاهُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ (121) وَآتَيْنَاهُ فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَإِنَّهُ فِي الآخِرَةِ لَمِنَ الصَّالِحِينَ (122) ثُمَّ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ أَنِ اتَّبِعْ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ (123) }

Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang pemimpin yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan), (lagi) yang mensyukuri nikmat-nikmat Allah, Allah telah memilihnya dan menunjukinya kepada jalan yang lurus. Dan Kami berikan kepadanya kebaikan di dunia. Dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh. Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), “Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif, ” dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan (berbuat syirik).
Qs An Nahl ayat 120-123.

Allah perintahkan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam untuk mengikuti agama Ibrahim alaihissalam. Demikian juga Allah perintahkan kita..

قُلْ صَدَقَ ٱللَّهُ ۗ فَٱتَّبِعُوا۟ مِلَّةَ إِبْرَٰهِيمَ حَنِيفًۭا وَمَا كَانَ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ
Katakanlah: “Benarlah (apa yang difirmankan) Allah”. Maka ikutilah agama Ibrahim yang lurus, dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang musyrik.
Surat Ali-Imran (3) Ayat 95

Kenapa Ibrahim?
– Nabi yang spesial, saat itu hanya beliau yang tauhid
– rela dimusuhi oleh kaumnya termasuk ayahnya sendiri.
– berani memerangi kesyirikan sendirian..
– dakwah Tauhid sejak muda
– beliau hadapi orang yang melakukan kesyirikan dengan 2 model : sembah berhala dan sembah benda2 langit.
– inti dakwah beliau mentauhidkan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

مَا كَانَ إِبْرَٰهِيمُ يَهُودِيًّۭا وَلَا نَصْرَانِيًّۭا وَلَـٰكِن كَانَ حَنِيفًۭا مُّسْلِمًۭا وَمَا كَانَ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ

Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.
Surat Ali-Imran (3) Ayat 67

Ini ayat bantahan kepada Yahudi, Nasrani dan musyrikin yang ngaku Ibrahim adalah panutan mereka.

Tujuan kita diciptakan..

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku (saja)” (QS.Adz-Dzaariyaat: 56)

Maksudnya mentauhidkan Allah.

Jika kau telah mengetahui bahwa Allah menciptakan kalian untuk beribadah kepada-Nya, maka ketauhilah bahwa ibadah tidaklah dikatakan sebagai ibadah kecuali jika disertai tauhid, sebagaimana shalat, tidaklah dikatakan sebagai shalat kecuali jika disertai dengan bersuci. Oleh karena itulah, jika syirik mencampuri ibadah, maka rusaklah ibadah itu, sebagaimana hadats bila mencampuri kesucian.

*Jika kau sudah mengetahui kalau syirik bercampur dengan ibadah, maka akan merusaknya, menyebabkan gugurnya semua amalan pelakunya dan menyebabkan pelakunya menjadi orang yang kekal di dalam Neraka, tentulah Anda akan mengetahui bahwa perkara yang paling penting bagi Anda adalah mempelajari masalah ini (kesyirikan), semoga dengannya Allah berkenan membebaskan engkau dari jaring kesyirikan ini, yaitu kesyirikan kepada Allah, yang Allah Ta’ala telah berfirman tentangnya:

إِنَّ اللَّهَ لاَ يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَاء

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang berada di bawah (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya” (QS.An-Nisaa`: 116).

Pengetahuan tentang syirik bisa didapatkan dengan memahami empat kaidah yang telah Allah Ta’ala sebutkan dalam Kitab-Nya.*

Syaikh ingin menjelaskan, bahwa amal hanya sah dengan Tauhid sebagaimana sholat hanya sah dengan thoharoh.
Amal gugur jika dicampuri syirik sebagaimana sholat gugur jika thoharoh nya mengalami hadats.

Dalil nya.

وَلَقَدْ أُوحِىَ إِلَيْكَ وَإِلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَـٰسِرِينَ
Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. Surat Az-Zumar (39) Ayat 65

{بَلِ اللَّهَ فَاعْبُدْ وَكُنْ مِنَ الشَّاكِرِينَ}

Karena itu, maka hendaklah Allah saja kamu sembah dan hendak­lah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur. (Az-Zumar: 66)

Dalam ayat lain disebutkan, tentang amalan orang kafir.

{وَقَدِمْنَا إِلَى مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَنْثُورًا}

Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan (Al-Furqan: 23).

Tidak ada Faidah nya karena bercampur dengan kesyirikan.

Kita harus ngerti hakikat tauhid dan hakikat syirik, untuk itu perlu mempelajari 4 kaidah.

1. Kaidah pertama:

Anda perlu mengetahui bahwa orang-orang kafir yang diperangi oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meyakini bahwa Allah Ta’ala adalah satu-satunya Pencipta dan Pengatur (segala urusan). Namun demikian, hal itu tidaklah menyebabkan mereka masuk ke dalam agama Islam. (karena tercampur dengan kesyirikan)

Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:

قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنْ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمَّنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنْ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنْ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ

“Katakanlah: ‘Siapa yang memberi rizki kepada kalian dari langit dan bumi, atau siapa yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapa yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati (menghidupkan) dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup (mematikan), dan siapa yang mengatur segala urusan? ‘Maka mereka (kaum musyrikin) akan menjawab:’Allah’. Maka katakanlah:’Mengapa kalian tidak bertakwa (kepada-Nya)” (QS. Yunus: 31).

Orang musyrikin Quraisy mengakui Allah pencipta.

Dalil :
1. Pengakuan mereka ketika ditanya. Qs Yunus ayat 31 di atas.

2. Surat Az-Zukhruf (43) Ayat 87

وَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّنْ خَلَقَهُمْ لَيَقُولُنَّ ٱللَّهُ ۖ فَأَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ
Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab: “Allah”, maka bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah)?,

3. Surat Al-Ankabut (29) Ayat 61

وَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّنْ خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ وَسَخَّرَ ٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ لَيَقُولُنَّ ٱللَّهُ ۖ فَأَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ
Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?” Tentu mereka akan menjawab: “Allah”, maka betapakah mereka (dapat) dipalingkan (dari jalan yang benar).

4.
قُلْ لِمَنِ الأرْضُ وَمَنْ فِيهَا إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (84) سَيَقُولُونَ لِلَّهِ قُلْ أَفَلا تَذَكَّرُونَ (85)

Katakanlah, “Kepunyaan siapakah bumi dan semua yang ada padanya jika kalian mengetahui?” Mereka akan menjawab, “Kepunyaan Allah.” Qs Al Mukminun ayat 84-85.

Dan beberapa ayat lainnya (QS Al Mukminun).

Ini karena orang Quraisy adalah keturunan Nabi Ismail bin Ibrahim.
Dan nenek moyang mereka yaitu Nabi Ibrahim dan Ismail yang membangun Ka’bah.

Jika dalam kondisi genting mereka Ikhlas berdoa kepada Allah.

فَإِذَا رَكِبُوا۟ فِى ٱلْفُلْكِ دَعَوُا۟ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ فَلَمَّا نَجَّىٰهُمْ إِلَى ٱلْبَرِّ إِذَا هُمْ يُشْرِكُونَ
Maka apabila mereka naik kapal mereka mendoa kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya (Ikhlas) ; maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka (kembali) mempersekutukan (Allah)
Surat Al-Ankabut (29) Ayat 65

وَمَا بِكُم مِّن نِّعْمَةٍۢ فَمِنَ ٱللَّهِ ۖ ثُمَّ إِذَا مَسَّكُمُ ٱلضُّرُّ فَإِلَيْهِ تَجْـَٔرُونَ
Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan. Surat An-Nahl (16) Ayat 53

{ثُمَّ إِذَا كَشَفَ الضُّرَّ عَنْكُمْ إِذَا فَرِيقٌ مِنْكُمْ بِرَبِّهِمْ يُشْرِكُونَ لِيَكْفُرُوا بِمَا آتَيْنَاهُمْ}

Kemudian apabila Dia telah menghilangkan kemudaratan itu dari kalian, .tiba-tiba sebagian dari kalian mempersekutukan Tuhannya (dengan yang lain), biarlah mereka mengingkari nikmat yang telah Kami berikan kepada mereka. (An-Nahl: 54-55)

Ini menunjukkan bahwa mereka tahu Allah yang melakukan pengaturan.

Mereka juga beribadah, mereka haji dan umroh dengan kesyirikan (lafazh) dan bid’ah (telanjang saat tawaf bila tidak menemukan baju)

Dalam shahih Muslim mereka juga bertalbiyah,
Hanya saja ucapan talbiyah mereka ditambah dengan ucapan kesyirikan, padahal lafadz talbiyah yang mereka ucapkan menyatakan “Tidak ada sekutu bagi-Mu”. Namun, orang kafir quraiys menambahkan dengan lafadz “Kecuali sekutu yang Engkau miliki” yaitu berhala-berhala orang kafir Quraisy sembah sebagai sekutu bagi Allah.

Mendengar lafadz tersebut diucapkan oleh orang kafir Quraisy, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

وَيْلَكُمْ قَدْ قَدْ فَيَقُولُونَ إِلَّا شَرِيكًا هُوَ لَكَ تَمْلِكُهُ وَمَا مَلَكَ

“Celakalah kalian, cukuplah ucapan itu dan jangan diteruskan.” Tapi mereka meneruskan ucapan mereka; illaa syariikan huwa laka tamlikuhu wamaa malaka (kecuali sekutu bagi-Mu yang memang Kau kuasai dan ia tidak menguasai).” Mereka mengatakan ini sedang mereka berthawaf di Baitullah. [HR. Muslim no. 1185]

Maksud talbiyah tambahan adalah sekutu yang Engkau Izinkan.

Banyak diantara kaum musyrikin yang namanya Abdullah – hamba Allah

Nama Abu Jahl Adalah Abdul Uzza.

Allah menyebut kaum musyrik Quraisy beriman

وَمَا يُؤْمِنُ أَكْثَرُهُم بِٱللَّهِ إِلَّا وَهُم مُّشْرِكُونَ

Dan tidaklah kebanyakan mereka beriman kepada Allah, kecuali mereka juga syirik.
Surat Yusuf (12) Ayat 106

Ibnu Abbas berkata yang dimaksud dengan Iman mereka yaitu keimanan Mereka bahwa Allah yang Mencipta, Memberi Rezeki dll. Yaitu beriman kepada Rububiah Allah) dan mereka syirik dalam ukuhiah Allah,yaitu selain menyembah Allah mereka juga menyembah selain Allah (dari sini lah ulama memunculkan tauhid Uluhiyah)

Dalam buku Shirah Nabi, betapa sering kita dapati tokoh-tokoh musyrik Quraisy bersumpah dengan Allah. Bahkan Abu Jahl berdoa kepada Allah.

إِنْ تَسْتَفْتِحُوا فَقَدْ جَاءَكُمُ الْفَتْحُ
Jika kalian (orang-orang musyrik) mencari keputusan, maka telah datang keputusan kepada kalian; 

dalam Perang Badar Abu Jahal mengatakan, “Ya Allah, siapakah di antara kami yang memutuskan silaturahmi dan mendatangkan hal-hal yang tidak kami kenal, maka putuskanlah esok hari!” Maka hal tersebut dianggap sebagai permintaan keputusan darinya. Lalu turunlah firman-Nya: Jika kalian (orang-orang musyrik) mencari keputusan, maka telah datang keputusan itu kepada kalian. (Al-Anfal: 19), hingga akhir ayat.

Kaidah pertama menjelaskan bahwa Allah Maha Pencipta, patung-patung hanya simbol orang-orang sholeh…

Semoga bermanfaat..

##$$-aa-$$##

Digita Template

Al-Qawa'idul Arba'

4 KAIDAH MEMAHAMI TAUHID #bagian-2
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?