CINTA NKRI
Diterbitkan pertama kali pada: 17-Agu-2020 @ 11:31
4 menit membaca*CINTA NKRI*
Ustadz Dr Firanda Andirja Lc MA
26 Dzulhijjah 1441 H /16 Agustus 2020
Kita harus bersyukur atas nikmat ketentraman, keamanan sehingga kita bisa beribadah dengan tenang kepada Allah.
MENCINTAI
1. SYARIAH – mencintai yang disyariatkan
Ini bahkan banyak contohnya
Cinta kepada Allah
Cinta kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam
Cinta kepada syariat
2. Kecintaan tabiat…
Cinta yang merupakan dasar tabiat manusia.
Seperti cinta kepada diri sendiri, keluarga, harta, tanah air dll.
Cinta kepada 8 hal..
Surat At-Taubah (9) Ayat 24
قُلْ إِن كَانَ ءَابَآؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَٰنُكُمْ وَأَزْوَٰجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَٰلٌ ٱقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَـٰرَةٌۭ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَـٰكِنُ تَرْضَوْنَهَآ أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَجِهَادٍۢ فِى سَبِيلِهِۦ فَتَرَبَّصُوا۟ حَتَّىٰ يَأْتِىَ ٱللَّهُ بِأَمْرِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْفَـٰسِقِينَ
Katakanlah: ”
1. jika bapa-bapa,
2. anak-anak,
3. saudara-saudara,
4. isteri-isteri,
5. kaum kerabat,
6. harta kekayaan yang kamu usahakan,
7. perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya,
8. dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.
Cinta tanah air asalnya adalah cinta tabiat..
Dalilnya adalah..
وَلَوْ أَنَّا كَتَبْنَا عَلَيْهِمْ أَنِ اقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ أَوِ اخْرُجُوا مِنْ دِيَارِكُمْ مَا فَعَلُوهُ إِلَّا قَلِيلٌ
Dan sesungguhnya kalau Kami perintahkan kepada mereka: “Bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari negri kalian “, niscaya mereka tidak akan melakukannya kecuali sedikit (menunjukkan tabiat) .
Surat An-Nisa (4) Ayat 66
وَمَا لَنَا أَلا نُقَاتِلَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَقَدْ أُخْرِجْنَا مِنْ دِيَارِنَا وَأَبْنَائِنَا
“Mengapa kami tidak berjihad di jalan Allah, padahal sesungguhnya kami telah diusir dari kampung halaman kami dan dari anak-anak kami?” Qs Al Baqarah ayat 246.
Ini menunjukkan bahwa cinta tanah air adalah tabiat.
لَّا يَنْهَىٰكُمُ ٱللَّهُ عَنِ ٱلَّذِينَ لَمْ يُقَـٰتِلُوكُمْ فِى ٱلدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيَـٰرِكُمْ أَن تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوٓا۟ إِلَيْهِمْ ۚ
Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu.
Surat Al-Mumtahanah (60) Ayat 8
Dalam hadits, ketika Nabi shallallahu alaihi wasallam menerima wahyu dan menyampaikan kepada Waraqah bin Naufal, dan Waraqah membenarkan Nabi shallallahu alaihi wasallam..
Sekiranya waktu itu tiba aku masih hidup. Waktu ketika kaummu mengusirmu”.
“Apakah aku akan diusir?” tanya Rasulullah ﷺ menyambar penjelasan Waraqah.
“Iya. Tidak seorang pun yang datang dengan apa yang datang kepadamu kecuali dimusuhi. Jika aku mendapati hari itu, aku akan menolongmu sekuat tenaga”, jawab Waraqah (HR. al-Bukhari)
Nabi shallallahu alaihi wasallam merasakan berat saat tahu diusir.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam :
وَاللَّهِ إِنَّكِ لَخَيْرُ أَرْضِ اللَّهِ وَأَحَبُّ أَرْضِ اللَّهِ إِلَى اللَّهِ وَلَوْلَا أَنِّي أُخْرِجْتُ مِنْكِ مَا خَرَجْتُ
“Demi Allah. Engkau adalah sebaik-baik bumi, dan bumi Allah yang paling dicintaiNya. Seandainya aku tidak terusir darimu, aku tidak akan keluar (meninggalkanmu)”.
Meninggalkan kota yang dicintai adalah ujian dari Allah..
Saat sudah di Madinah, bila Rasulullah shallallahu alaihi wasallam safar, Nabi sering rindu dengan Madinah..
Kapan cinta kepada negeri?
Ada hadits terkenal – Cinta Negri adalah bagian dari iman – ini adalah hadits palsu.. Ini hanya ungkapan masyarakat.. Maka ditinjau. Berkaitan yang mencintai dan yang dicintai.
Yang mencintai bisa jadi muslim, bisa jadi munafik, bisa jadi kafir.
Yang dicintai bisa jadi negri muslim, bisa jadi yang merusak negeri kaum muslimin.
1. Dilarang, Yang mendatangkan dosa.
Jika fanatik kepada negeri ternyata sebab permusuhan diantara kaum muslimin di dunia ini.
Contoh : ribut gara-gara main bola.
Karena semua kaum mukmin adalah bersaudara…
وَكَانَ مِنْ الْمُهَاجِرِينَ رَجُلٌ لَعَّابٌ فَكَسَعَ أَنْصَارِيًّا فَغَضِبَ الْأَنْصَارِيُّ غَضَبًا شَدِيدًا حَتَّى تَدَاعَوْا وَقَالَ الْأَنْصَارِيُّ يَا لَلْأَنْصَارِ وَقَالَ الْمُهَاجِرِيُّ يَا لَلْمُهَاجِرِينَ فَخَرَجَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ مَا بَالُ دَعْوَى أَهْلِ الْجَاهِلِيَّةِ ثُمَّ قَالَ مَا شَأْنُهُمْ فَأُخْبِرَ بِكَسْعَةِ الْمُهَاجِرِيِّ الْأَنْصَارِيَّ قَالَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَعُوهَا فَإِنَّهَا خَبِيثَةٌ
Di antara Kaum Muhajirin itu ada seorang laki- laki yang pandai memainkan senjata lalu dia memukul pantat seorang shahabat Anshar sehingga menjadikan orang Anshar ini sangat marah, lalu dia berseru seraya berkata; “Wahai Kaum Anshar”. Laki-laki Muhajirin tadi menimpali dan berseru pula; “Wahai Kaum Muhajirin”. Akhirnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam datang dan bersabda: “Mengapa seruan-seruan kaum jahiliyah masih saja terus dipertahankan? ‘.
Kemudian beliau bertanya; “Apa yang terjadi dengan mereka?”. Lalu beliau diberitahu bahwa ada seorang shahabat Muhajirin yang memukul pantat seorang shahabat Anshar.
Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tinggalkanlah seruan itu karena hal semacam itu tercela (buruk) “.
Gelar yang syari bila digunakan untuk maksiat tidak boleh apalagi gelar yang lain.
2. Yang mendatangkan pahala.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin membahas dalam Syarah Riyadhus Shalihin..
Adalah cinta dalam koridor cinta karena Allah.
Bagaimana menjadikan cinta NKRI berpahala di sisi Allah..
1. Indonesia negeri mayoritas kaum muslimin. Jadi harus cinta negeri ini ditinjau dari penduduk.
2. Dari sejarah kemerdekaan, secara umum negeri ini merdeka dengan Allah Akbar.. Dibangun di atas perjuangan kaum muslimin.
Dari 2 sisi ini maka kita bisa cinta negeri ini menjadikan pahala di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.
*BUKTI CINTA KEPADA NKRI*
1. Menjaga kedaulatan negeri, segala hal yang bisa merusak kemerdekaan yang sudah diraih pahlawan harus dihindari.
2. Menjaga keamanan negeri. Nikmat aman adalah nikmat yang luar biasa, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bahkan menyebut nikmat aman yang pertama.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِى سِرْبِهِ مُعَافًى فِى جَسَدِهِ عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا
“Barangsiapa di antara kalian mendapatkan rasa aman di rumahnya (pada diri, keluarga dan masyarakatnya), diberikan kesehatan badan, dan memiliki makanan pokok pada hari itu di rumahnya, maka seakan-akan dunia telah terkumpul pada dirinya.” (HR. Tirmidzi no. 2346, Ibnu Majah no. 4141. Abu ’Isa mengatakan bahwa hadits ini hasan ghorib).
Doa Nabi Ibrahim.
رَبِّ اجْعَلْ هَـٰذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ
Robbij’al haadzal balada aaminaa, wajnubnii wa baniyya an na’budal ash-naam.
Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala. (Ibrahim [14]: 35).
Begitu juga dalam hal dakwah perlu keamanan..
Bila ada kekurangan maka kita bisa andil lewat jalur yang disediakan.
Jangan anarkis, ribut yang menghancurkan keamanan yang diraih para pahlawan.
3. Kalau ada kekurangan berusaha diperbaiki dengan prosedur yang benar.
4. Fikih bernegara ketika menghadapi penduduk Indonesia yang non muslim.
Yang harus diperlakukan dengan baik.
Semoga Allah menjaga kedaulatan dan keamanan negeri ini..
Aamiin Allahumma Aamiin.
##$$-aa-$$##

