MENAHAN HAWA NAFSU
Diterbitkan pertama kali pada: 16-Jun-2020 @ 20:31
5 menit membaca*MENAHAN HAWA NAFSU*
Ustadz Dr Musyaffa Ad Dariny
Masjid Husnul Khatimah
27 Dzulhijjah 1439 H
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengajari kita untuk bertauhid kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah utusan Allah Subhanahu wa Ta’ala, seorang hamba Allah, bukan sesembahan..
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُوْنَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِيْنَ
“Tidaklah beriman salah seorang di antara kalian hingga aku lebih dicintainya melebihi kecintaannya pada orang tuanya, anaknya, bahkan seluruh manusia.”
HR Bukhari dan Muslim
*Hawa nafsu*, definisinya menurut Ibnu Qayyim : kecondongan jiwa kita kepada sesuatu yang diinginkannya.
Hawa nafsu ini diciptakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala agar manusia terus hidup, punya keturunan dst.
Islam adalah agama yang sempurna, juga mengatur hawa nafsu agar tidak melampaui batas.
Di dalam Al Quran, disebutkan ada 3 macam hawa nafsu.
1. Yang paling mulia , An Nafsu Al Mutmainah.. (Nafsu yang tenang) QS Al Fajar..
يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ
Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu. (Al-Fajr: 27-28)
Yaitu kecondongan jiwa untuk melakukan kebaikan.
Orang semacam ini biasanya digoda oleh syetan dengan kebid’ahan. Agar dia merasa melakukan amalan banyak namun tidak ada pahalanya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ
“Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam urusan kami ini (urusan agama) yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak” (HR. Bukhari no. 2697 dan Muslim no. 1718)
2. Hawa Nafsu yang menyuruh keburukan.
Dalam Al Quran disebutkan.
وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِي إِنَّ النَّفْسَ لأمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلا مَا رَحِمَ رَبِّي إِنَّ رَبِّي غَفُورٌ رَحِيمٌ
“Dan Aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), Karena Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha penyanyang.” (Qs. Yusuf 53)
Orang-orang seperti ini digoda syetan dengan kemaksiatan-kemaksiatan.
Dan syetan punya pasukan sperti itu.
Mereka merubah kemaksiatan menjadi indah.
Riba diubah jadi bunga
Kesyirikan dengan kearifan lokal
Pelacur jadi PSK
3. Hawa nafsu, yang selalu berubah, mencela orangnya..
QS Al Qiyamah. Ayat 2.
وَلَا أُقْسِمُ بِالنَّفْسِ اللَّوَّامَةِ
dan aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri).
Ketika disebut hawa nafsu, yang dimaksud adalah nafsu keburukan, karena kebanyakan nafsu mengajak keburukan.
Cara menahan hawa nafsu yang buruk,
1. *Mengingat kematian*
Dalam sebuah hadist disebutkan,
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ ». يَعْنِى الْمَوْتَ.
Artinya: “Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan”, yaitu kematian”. (HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Tirmidzi).
Dengan banyak ingat kematian akan mengontrol perbuatan kita.. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
وَإِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ
“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada akhirnya.” (HR. Bukhari, no. 6607)
2. *mengingat tujuan kita diciptakan*
Allah berfirman,
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. QS Adz Dzariyat 56.
Dan melawan keburukan adalah ibadah.
Dan kita mendapatkan pahala..
Kita menahan dorong marah, kita juga mendapatkan pahala,
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam juga melarang kita untuk marah..
Menghadiri kajian ilmiah (syariah) adalah amalan ibadah dengan pahala yang besar..
Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
مَن سلَك طريقًا يطلُبُ فيه عِلْمًا، سلَك اللهُ به طريقًا مِن طُرُقِ الجَنَّةِ
“Barangsiapa menempuh jalan menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan jalannya untuk menuju surga” (HR. At Tirmidzi no. 2682, Abu Daud no. 3641, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abu Daud).
Orang yang mempelajari Al Qur’an di masjid disebut oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam akan mendapat ketenangan, rahmat dan pemuliaan dari Malaikat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَه
“Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah dari rumah-rumah Allah (masjid) membaca Kitabullah dan saling mempelajarinya, melainkan akan turun kepada mereka sakinah (ketenangan), mereka akan dinaungi rahmat, mereka akan dilingkupi para malaikat dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di sisi para makhluk yang dimuliakan di sisi-Nya” (HR. Muslim no. 2699).
3.*Selalu mengingat bahwa syetan adalah musuh bebuyutan kita, nafsu yang melawan keburukan adalah musuh syetan*
Dalam QS Al Baqarah 168.
وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ ۚ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ
dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu
قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ﴿١٦﴾ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ ۖ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ
Iblis menjawab, ‘Karena Engkau telah menghukumku tersesat, maka saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan-Mu yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur. [Al-A’raf/7:16-17]
{لأغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ. إِلا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ}
Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Muyang mukhlis di antara mereka. (Shad: 82-83)
4.*mengingat pengaruh buruk bila ikuti hawa nafsu*
Hidup akan tersiksa bila kita selalu ikuti hawa nafsu walaupun tidak terlihat..
Contoh, orang yang ikuti perzinahan, mereka akan hina di masyarakat, itu adalah siksa dunia, belum lagi siksa kubur dan akhirat kelak.
Hati, makanan nya adalah dzikir..
Maka perbanyak dzikir untuk mendapatkan ketenangan.
Allah berfirman,
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.
Makna dzikir itu luas..
Bila hati gelisah maka, kita perbanyak Istighfar.
Gelisah itu asalnya ada dosa..
Banyak ancaman siksa Allah..
Gambaran siksa di padang mahsyar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
تُدْنَى الشَّمْسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنَ الْخَلْقِ حَتَّى تَكُوْنَ مِنْهُمْ كَمِقْدَارِ مِيْلٍ، قَالَ سُلَيْمُ بْنُ عَامِرٍ : فَوَاللهِ، مَا أَدْرِي مَا يَعْنِي بِالْمِيْلِ أَمَسَافَةَ اْلأَرْضِ أَمْ الْمِيْلَ الَّذِي تُكْتَحَلُ بِهِ الْعَيْنُ، قَالَ : فَيَكُوْنُ النَّاسُ عَلَى قَدْرِ أَعْمَالِهِمْ فِي الْعَرَقِ فَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى كَعْبَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى رُكْبَتَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى حَقْوَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يُلْجِمُهُ الْعَرَقُ إِلْجَامًا، وَأَشَارَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِهِ إِلَى فِيْهِ
“Pada hari kiamat, matahari didekatkan jaraknya terhadap makhluk hingga tinggal sejauh satu mil.” –Sulaim bin Amir (perawi hadits ini) berkata: “Demi Allah, aku tidak tahu apa yang dimaksud dengan mil. Apakah ukuran jarak perjalanan, atau alat yang dipakai untuk bercelak mata?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sehingga manusia tersiksa dalam keringatnya sesuai dengan kadar amal-amalnya (yakni dosa-dosanya). Di antara mereka ada yang keringatnya sampai kedua mata kakinya. Ada yang sampai kedua lututnya, dan ada yang sampai pinggangnya, serta ada yang tenggelam dalam keringatnya.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan isyarat dengan meletakkan tangan ke mulut beliau.” (Hadits shahih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 2864)
5.*Ingat kenikmatan surga*, surga dunia dan akhirat.
Orang yang bisa menahan hawa nafsu, kehidupan akan mulia.
Lihatlah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, para sahabat radhiyallahu anhum, para ulama… Karena mereka taat kepada aturan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
6.*Tinggalkan sebab2 hawa nafsu*
Misalnya, tinggalkan teman-teman yang berbuat kemaksiatan,
Bertemanlah dengan teman-teman yang shalih, yang baik..
Juga cari kegiatan-kegiatan yang baik.
7.*Ingat akan pengaruh buruk dosa*
Disebutkan oleh Ibnul Qayyim ada lebih dari 20.
Dosa menyebabkan kita terhalang akan ilmu agama.
Menjadi malas dalam menuntut ilmu Allah.
Kita belajar dari orang-orang shalih.
Imam Malik, saking tingginya ketakwaan, tidak mau baca Hadits dalam keadaan hadast.
Imam Syafi’i, tidak mau berdebat kecuali untuk mencari ilmu (kebenaran).
Imam Ahmad dalam sehari sholat sunnah 300 rakaat.
Mereka adalah pimpinan umat, pimpinan dalam ketaatan.
Orang yang bertakwa kepada Allah maka Allah mudahkan untuk mempelajari agama Allah.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين
“Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan padanya, Allah akan faqihkan ia dalam masalah agama (ini).” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Pengaruh buruk dosa adalah terhalang nya rezeki.
إِنَّ الرَّجُلَ لَيُحْرَمُ الرِّزْقَ بِالذَّنْبِ يُصِيْبُهُ
“Sesungguhnya seorang manusia kerap terhalang dari rezeki disebabkan dosa yang dilakukannya.”
Pengaruh dosa, lainnya, Allah mempersulit urusan kita.
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا
Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.
QS ath Thalaq 2.
Dosa juga menghalangi kita menjalankan ketaatan kepada Allah..
Misalnya menghalangi diri untuk sholat jamaah ke masjid..
Sholat itu bukan hal yang sepele tapi kita bertemu kepada Dzat Yang Paling Mulia.
Orang yang menuruti hawa nafsu akan rugi dunia akhirat, dan sebaliknya akan memuliakan dirinya didunia dan akhirat.
##$$-aa-##$$

