PERSIAPAN DITINGGAL & MENINGGALKAN ORANG YANG DICINTAI
Diterbitkan pertama kali pada: 01-Sep-2021 @ 10:32
7 menit membacaPERSIAPAN DITINGGAL & MENINGGALKAN ORANG YANG DICINTAI
Ustadz Dr Firanda Andirja, Lc MA
19 Muharam 1442H
Kehidupan dunia tidak lepas dari kesedihan.
Allah berfirman untuk menegaskan hal ini,
لَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَـٰنَ فِى كَبَدٍ
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.
Surat Al-Balad (90) Ayat 4
Kesedihan, kepayahan.
Kebahagian akan terkontaminasi dengan kesedihan.
⏩ Ada 8 perkara yang pasti dilalui seseorang.
1. Bahagia
2. Sedih
3. Perkumpulan
4. Perpisahan
5. Kesulitan
6. Kemudahan
7. Sakit
8. Sehat
Ini juga disyariatkan dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu alaihi wasallam..
Sahl bin Sa’ad Radhiyallahunanhu menuturkan.
أتاني جبريلُ ، فقال : يا محمدُ عِشْ ما شئتَ فإنك ميِّتٌ ، وأحبِبْ ما شئتَ ، فإنك مُفارِقُه ، واعملْ ما شئتَ فإنك مَجزِيٌّ به ، واعلمْ أنَّ شرَفَ المؤمنِ قيامُه بالَّليلِ ، وعِزَّه استغناؤه عن الناسِ
“Jibril Alaihissallam pernah datang menemui Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya berkata,
“Hai Muhammad! Hiduplah sesukamu, sesungguhnya kematian pasti akan menjemputmu.
Cintailah siapa saja yang engkau senangi, sesungguhnya engkau pasti akan berpisah dengannya.
Dan beramallah semaumu, sesungguhnya engkau akan menuai balasannya”.
Kemudian Jibril berpesan, “Hai Muhammad, kemuliaan seorang Mukmin terletak pada shalat malam dan kehormatannya adalah pada saat ia tak lagi bergantung pada manusia.”
Ini dua hal (perkumpulan dan perpisahan) yang akan dijumpai manusia.
Bagaimana persiapan untuk yang akan meninggal dan yang akan ditinggal? ❔
➡️A. Persiapan orang yang akan meninggal.
Kematian datang tidak diketahui, kadang secara tiba-tiba. Maka nya Allah mengatakan.
وَاَ نْفِقُوْا مِنْ مَّا رَزَقْنٰكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ اَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُوْلَ رَبِّ لَوْلَاۤ اَخَّرْتَنِيْۤ اِلٰۤى اَجَلٍ قَرِيْبٍ ۙ فَاَ صَّدَّقَ وَاَ كُنْ مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ
“Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata (menyesali), “Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh.””
(QS. Al-Munafiqun 63: Ayat 10)
Ayat ini menandakan bahwa kematian sering datang secara tiba-tiba tanpa dipersiapkan.
Makanya orang itu menyesal..
Dan tidak ada seorang pun yang tahu akan kematian nya..
وَمَا تَدْرِى نَفْسٌۭ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًۭا ۖ وَمَا تَدْرِى نَفْسٌۢ بِأَىِّ أَرْضٍۢ تَمُوتُ
Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati.
Ini menunjukkan kematian yang tiba-tiba.
Betapa banyak pemuda yang siang nya riang gembira, malam nya dimasukkan ke dalam liang lahad.
Kematian itu berat.. Kita tidak tahu bagaimana ruh saat kematian.
وَالنَّازِعَاتِ غَرْقًا (1) وَالنَّاشِطَاتِ نَشْطًا (2)
Demi (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras, dan (malaikat-malaikat) yang mencabut nyawa dengan lemah lembut.
Sakaratul maut itu berat, menjelang wafatnya Rasulullah ﷺ mengatakan,
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ إِنَّ لِلْمَوْتِ لَسَكَرَاتٍ. اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى سَكَرَاتِ الْمَوْتِ
Tidak ada ilah yang diibadahi dengan hak selain Allâh. Sesungguhnya kematian memiliki sakarat. Ya Allah! Bantulah aku menghadapi sakaratul maut ini!
❕Kematian itu sangat berat.
♦️ Ibnu Rojab mengatakan sesungguhnya perkara yang paling berat dihadapi manusia adalah kematian.
♦️ Al Qurthubi mengatakan “Yang lebih berat dari kematian adalah Al Ghoflah’anil maut (lupa bahwa dia akan mati)”.
Seperti perkataan orang-orang kafir yang lupa kematian..
{الَّذِي جَمَعَ مَالا وَعَدَّدَهُ}
yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya. (Al-Humazah: 2)
{يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُ أَخْلَدَهُ}
dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya. (Al-Humazah: 3)
{كَلا}
Sekali-kali tidak! (Al-Humazah: 4)
Harta tidak akan menambah umur..
Oleh karena itu kita perlu mengetahui perkara dan bekal kematian
✳️Kita harus tahu Sebab-sebab supaya tidak lalai dari kematian :
➡️1. Menyengajakan diri untuk ingat kematian.
Hal ini dibenci oleh jiwa.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﺃَﻛْﺜِﺮُﻭﺍ ﺫِﻛْﺮَ ﻫَﺎﺫِﻡِ ﺍﻟﻠَّﺬَّﺍﺕِ ﻳَﻌْﻨِﻰ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕَ
“Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan, yaitu kematian” (HR. Tirmidzi).
➡️2. Ziarah kubur, akan ingat akhirat.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
زوروا القبور فإنها تذكركم الموت
“Berziarahlah kalian ke kuburan, karena ziarah kubur mengingatkan kalian akan kematian” (HR. An Nasai dan lainnya)
Dan doa saat ziarah kubur adalah.. (ada kalimat menyusul penghuni kubur)
السلام عليكم دار قوم مؤمنين، وإنا إن شاء الله بكم لاحقون
“Salam sejahtera teruntuk kalian wahai penghuni negri, yaitu orang orang yang beriman, dan sejatinya kami dengan izin Allah pasti segera menyusul kalian” (HR Muslim).
➡️3. Menghadiri orang yang akan meninggal, melihat sakaratul maut (Imam Al Qurthubi)
Hal-hal tersebut penting, supaya kita tidak lalai akan kematian..
Kehidupan dunia banyak melalaikan..
♦️ Persiapan Bagi yang sudah merasa akan meninggal dunia
Misalnya sakit berat… Sudah pasang oksigen dll..
Apa yang harus dilakukan? ❔
▶️ 1. Husnudzon kepada Allah.
Rasulullah ﷺ bersabda,
لاَ يَمُوتَنَّ أَحَدُكُمْ إِلاَّ وَهُوَ يُحْسِنُ بِاللَّهِ الظَّنَّ
“Janganlah salah seorang di antara kalian mati melainkan ia harus berhusnuzhan kepada Allah.” (HR. Muslim).
Dalam sebuah hadits qudsi, Allah mengatakan
أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي
Aku sesuai persangkaan hamba ku.
Paksakan diri untuk prasangka baik.
Tetap menggabungkan KHOUF (takut) dan ROJA (harapan).
Seperti ketika Rasulullah ﷺ kunjungi orang yang sakit.. Dan shahabat tersebut takut akan pengaruh dari dosa-dosanya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لا يَجْتَمِعَانِ فِي قَلْبِ عَبْدٍ فِي مِثْلِ هَذَا الْمَوْطِنِ إِلَّا أَعْطَاهُ اللَّهُ مَا يَرْجُو وَآمَنَهُ مِمَّا يَخَافُ
“Tidaklah berkumpul dua hal ini (khauf dan raja’) dalam hati seorang hamba dalam kondisi seperti ini (saat menjelang kematian), melainkan Allah memberinya apa yang ia harapkan dan memberinya rasa aman dari hal-hal yang ia takutkan.” (HR. Tirmidzi)
Roja (harapan) harus lebih kuat dari khouf.
Husnudzon itu susah.. Kecuali hati yang bersih.. Untuk itu
▶️ 2. BERTAUBAT, tidak boleh terlambat.
Taubat terlambat bila nyawa sudah sampai kerongkongan.
Syarat Taubat yang penting. M
A. Menyesal
B. Tekad untuk tidak ulangi lagi
❕Kalau sudah taubat, husnudzon kepada Allah itu mudah.
▶️ 3. Selesaikan urusan dengan orang lain sebisa mungkin apalagi menyangkut hak orang lain.
Ibnu Umar ketika ditanya tentang kesimpulan ilmu, ada 4.
– jangan sampai menanggung darah orang lain
– jangan makan harta orang lain
– jangan sampai menjatuhkan kehormatan orang lain
– jangan sampai memberontak dari jamaah kaum muslimin
Kenapa? Supaya kita tidak ada masalah di hari kiamat.
Biasanya pas sakit Allah ingatkan kesalahan-kesalahan kita.
Urusan dosa kita dengan Allah lebih mudah (Sofyan Ats Tsauri).
⛔Jangan sangka seorang Ibu akan maafkan anaknya di hari kiamat
Ini termasuk hutang baik yang tercatat maupun yang tidak tercatat.
▶️ 4. Wasiat,
Diantaranya
+ terkait hak orang lain
+ kepada yang akan ditinggalkan (jangan terlalu sedih dll)
+ bila ada harta, wasiat untuk sedekah
▶️ 5. Hadirkan kerinduan ingin bertemu Allah – ini sangat penting ❕
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ أَحَبَّ لِقَاءَ اللَّهِ أَحَبَّ اللَّهُ لِقَاءَهُ وَمَنْ كَرِهَ لِقَاءَ اللَّهِ كَرِهَ اللَّهُ لِقَاءَهُ
“Barang siapa yang suka berjumpa dengan Allah maka Allah suka berjumpa dengannya, dan barang siapa yang benci bertemu dengan Allah maka Allah benci untuk bertemu dengannya” (HR Muslim)
▶️ 6. Perbanyak dzikir Laa ilaha illallah
Barangsiapa yang akhir ucapan adalah Laa Ilaha Illa Allah, maka akan masuk surga.
♦️ Persiapan Bagi yang akan ditinggal oleh orang yang dicintai
Kadangkala Allah ambil saat kita sedang sayang sangat sayang.
Apa yang harus dilakukan? ❔
▶️ 1. Istirja
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَٰجِعُونَ
“Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan kepada-Nya kami kembali”
Kita renungkan bahwasanya.. Dia milik Allah, Allah Maha Tahu yang terbaik..
(الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ )
Alhamdulillah ala kulli hal..
Allah terpuji, pasti ada hikmah nya..
Kita ucapkan bukan hanya dalam hati.
اَللَّهُمَّ أُجُرْنِيْ فِيْ مُصِيْبَتِيْ وَأَخْلِفْ لِيْ خَيْرًا مِنْهَا
Allaahumma ujurnii fii mushiibatii wa akhlif lii khoiron minhaa.
Ya Allah, berilah pahala kepadaku dan gantilah untukku dengan yang lebih baik (dari musibahku).
KITA ucapkan agar kita kuat pada hantaman pertama.
Karena sabar adalah pada hantaman pertama (hadits) disini pahala sangat besar.
▶️ 2. Hadirkan dalam hati – Pahala yang besar bagi orang yang sabar ketika kehilangan orang yang dicintai
Hadits keutamaan bersabar atas kehilangan orang yang dicintai..
dari Abu Musa al-Asy’ari, Nabi ﷺ bersabda,
إِذَا ماتَ ولدُ العَبْدِ ، قالَ اللهُ لمَلَائِكَتِهِ : قَبَضْتُمْ وَلَدَ عَبْدِي؟ فَيَقُولُونَ : نَعَمْ . فَيَقُولُ: قَبَضْتُم ثَمَرَةَ فُؤَادِهِ؟ فَيَقُولُونَ : نَعَمْ . فَيَقُولُ : مَاْذَا قالَ عَبْدِيْ؟ فَيَقُولُونَ : حَمِدَكَ وَاسْتَرْجَعَ . فَيَقُولُ اللّهُ : ابْنُوا لِعَبْدِيْ بَيْتًا فِيْ الجَنَّةِ وَسَمُّوهُ بيتَ الحَمْدِ
“Apabila anak seorang hamba meninggal dunia, maka Allah bertanya kepada malaikat, ‘Apakah kalian mencabut nyawa anak hamba-Ku?‘
Mereka menjawab, ‘Ya’.
Allah bertanya lagi, ‘Apakah kalian mencabut nyawa buah hatinya?‘
Mereka menjawab, ‘Ya’. Allah bertanya lagi, ‘Apa yang diucapkan hamba-Ku?‘
Malaikat menjawab, ‘Dia memuji-Mu dan mengucapkan inna lillahi wa inna ilaihi raajiun‘.
Kemudian Allah berfirman, ‘Bangunkan untuk hamba-Ku satu rumah di surga. Beri nama rumah itu dengan Baitul Hamdi (rumah pujian)‘.
(HR. Tirmidzi 1037, Ibu Hibban 2948 dihasankan al-Albani)
Ternyata diambil orang yang dicintai maka balasannya surga.
Dalam hadits lain…
عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ قُرَّةَ، عَنْ أَبِيهِ: أَنَّ رَجُلًا كَانَ يَأْتِي النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَعَهُ ابْنٌ لَهُ، فَقَالَ لَهُ: النَّبِيّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” أَتُحِبُّهُ؟ ” فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ، أَحَبَّكَ اللهُ كَمَا أُحِبُّهُ، فَفَقَدَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ ” مَا فَعَلَ ابْنُ فُلَانٍ؟ ” قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، مَاتَ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِأَبِيهِ: ” أَمَا تُحِبُّ أَنْ لَا تَأْتِيَ بَابًا مِنْ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ، إِلَّا وَجَدْتَهُ يَنْتَظِرُكَ؟ ” فَقَالَ رَجُلٌ: يَا رَسُولَ اللهِ، أَلَهُ خَاصَّةً أَمْ لِكُلِّنَا؟ قَالَ: ” بَلْ لِكُلِّكُمْ ”
Dari Muawiyah bin Qurrah, daripada ayahnya bahawa seorang lelaki datang kepada Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam bersama dengan seorang anak lelakinya. Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepada lelaki itu: Adakah engkau menyayanginya?
Lelaki itu menjawab: Ya Rasulullah, aku mencintai Allah sebagaimana aku menyayanginya. Kemudian selepas hari tersebut, baginda tidak melihat lagi anak lelaki itu.
Baginda bertanya: Apa yang sedang dilakukan oleh anak si fulan? Para sahabat menjawab: Ya Rasulullah, dia telah meninggal dunia.
Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada ayahnya: Adakah engkau suka jika engkau mendatangi pintu syurga lalu engkau mendapati anak engkau sedang menunggu engkau di sana?
Seorang sahabat bertanya: Ya Rasulullah, adakah itu kes yang khusus atau ia umum untuk anak kami semua?
Baginda menjawab: Ia untuk kalian semua.
[Musnad Ahmad, shahih].
Dalam hadits Muslim, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menjelaskan orang yang kehilangan tiga anak akan mendapatkan perlindungan yang kuat dari api neraka.
Yang lebih umum.. Misalnya suami, istri, bapak, ibu, teman…..
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
يَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى: مَا لِعَبْدِي الْمُؤْمِنِ عِنْدِيْ جَزَاءٌ إِذَا قَبَضْتُ صَفِيَّهُ مِنْ أَهْلِ الدُّنْيَا ثُمَّ احْتَسَبَهُ إِلَّا الْجَنَّةَ
Allah Azza wa Jalla berfirman, ‘Tidak ada suatu balasan (yang lebih pantas) di sisi-Ku bagi hamba-Ku yang beriman, jika Aku telah mencabut nyawa orang kesayangannya dari penduduk dunia kemudian dia mengharapkan pahala (dengan musibah itu), kecuali surga.
Kisah Ulama Ibrahim Al Harbi.. Yang ditinggal anak umur 11 tahun padahal sudah hafal Al Qur’an dan hadits, namun beliau Ikhlas dan sabar karena harapkan surga.
Ketika bersabar akan merasa sakit, namun sakit itu akan berubah jadi kenikmatan di akhirat.
Para ulama mengatakan..
▶️ 3. Sabar adalah cara praktis masuk surga.✔️✔️
Sabar cara praktis naikkan level kita.
Sabar itu pahala tidak terhingga.. (ayat Alquran).
▶️ 4. Husnudzon semoga apa yang dialami orang yang kita cintai tersebut lebih baik daripada kalau dia hidup terus
Misalnya anak kecil meninggal, kalau hidup besar mungkin pengaruh dunia (medsos) menjadikan nya tidak baik.. Biarkan dia meninggal dan menunggu kita di pintu surga.
Kalau orang tua kita yang wagat6, mungkin Allah pindah ke tempat yang lebih baik..
Berdoa, Ya Allah kumpulkan kami dengan orang yang kami cintai di surga.
TANYA JAWAB
1. Apakah ada tanda-tanda akan datang kematian, 100 hari dst?
Jawab. Kenyataannya tidak ada m yang ada firasat, terutama bagi orang-orang sholeh. Seperti Nabi ﷺ yang merasa tahun depan tidak bisa haji lagi.
##$$—aa-$$##

